Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 22


__ADS_3

Bima dan Zahra kini telah masuk ke dalam kamarnya ketika melangkahkan kakinya menaiki kasur zahra mendengar suara pintu yang sepertinya dikunci oleh Bima, Zahra yang tak biasa dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu kini Zahra pun langsung menanyakannya kepada Bima meskipun di hatinya ada sedikit rasa ketakutan.


" suu. . .uuamiku kee. .kee. .kenapa kau mengunci pintu itu tak biasanya kau melakukan ya " Zahra berbicara sampai terbata - bata karena sangking takutnya karena melihat raut muka suaminya tak bersahabat.


" tidak apa apa aku hanya ingin saja apa itu masalah " jawab Bima dengan gaya angkuhnya.


" ya sudah kalau seperti itu ayo kita tidur " jawab polos Zahra.


" aku tidak ingin segera tidur,aku masih ingin bermain-main denganmu " jawab Bima sambil mendekat ke arah ranjang.


" maksudnya "


Bima mulai menaiki ranjang dan mendekat kearah Zahra, Zahra hanya menelan ludah saat Bima mulai mendekatinya karena rasa takut yang menyelimuti dirinya,Bima terus mendekat dan membuat Zahra semakin ketakutan.


" apa yang mau kau lakukan sayang ini sudah malam aku mengantuk " Zahra terus memundurkan badannya sampai menabrak sandaran kasur king size itu.


" karena kau mengantuk sayang aku akan membuatmu cepat terlelap apa kau mau " ucap Bima dengan sorot mata yang menakutkan.


" menjauhlah saya takut melihat anda yang seperti ini, Zahra terus memundurkan dirinya karena ketakutan melihat suaminya yang seperti ingin menerkamnya itu.


" apa kau jijik padaku hem " ucap Bima sambil mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Zahra yang sepertinya tidak mau disentuh suaminya sendiri dan selama ini sepertinya zahra tidak ada perasan sedikitpun untuknya.


" tidak seperti itu "


ucap Zahra sambil menggelengkan kepalanya.


" terus apa lagi hahh. . ." apakah kau menyembunyikan sesuatu di belakangku bersama Hendra, atau kau memang benar ada perasaan kepadanya aku lihat kau begitu akrab dengannya dan kau berpelukan di depanku seperti gadis murahan aku merasa jijik melihatnya.


Zahra yang mendengar ucapan suaminya pun kini telah meneteskan air matanya dan begitu histeris mendengar perkataan suaminya itu seperti di hujani beribu anak panah hatinya saat ini begitu hancur.


" apa sudah tidak ada lagi yang ingin anda katakan hah,ayo terus hina saya sampai anda merasa puas kenapa anda hanya diam ayo bicara " ucap Zahra dengan suara yang begitu serak karena terlalu lama menangis.


Bima yang melihat Zahra menangis histeris seperti itu merasa sedikit bersalah dan Bima hanya bisa terdiam.

__ADS_1


" anda tau Hendra adalah satu-satunya teman saya disekolah dia yang selalu bersama saya, dan anda tau setiap hari saya dihina dan di buli karena saya anak orang miskin yang bisa bersekolah di sana, semua anak orang kaya di sana selalu mengejek saya tetapi apa Hendra yang selalu menolong saya,


dia yang selalu ada untuk saya tuan,dan sekarang anda menghina harga diri saya, saya tau mungkin saya hanya gadis jaminan penebus kesembuhan ayah saya tapi saya tidak serendah itu, kemudian mama Alisya menjodohkan saya dengan anda sebagai gantinya mama Alisya membiayai semua pengobatan ayah saya di rumah sakit.


Bima yang mendengarkan semua penjelasan Zahra itu pun langsung berhambur memeluk istrinya karena terlalu bersalahnya dia kepada Zahra.


" sayang maafkan aku mungkin aku terlalu cemburu melihatmu dekat dengan Hendra, meskipun dia adikku sendiri aku tidak rela jika kau didekati pria lain selain diriku zahra, tidak ada yang bisa memilikimu selain diriku mengertilah bahwa aku sangat mencintaimu, apakah kau tidak ada sedikit perasaan selama ini untukku Zahra.


Zahra tetap terdiam beberapa saat


" sayang jawab aku kau kenapa " ucap Bima sambil mengelus pipi Zahra beberapa kali yang kelihatan seperti orang melamun


" apa anda selama ini menyayangi saya " ucapnya tiba-tiba.


" iya aku sangat menyayangimu zahra " ucap Bima dengan tulus


" lalu kenapa anda selama ini bersikap dingin kepada saya, yang selalu membuat saya ketakutan akan sikap anda yang selalu berubah-ubah kadang anda bersikap dingin pada saya seolah-olah anda ingin menyingkirkan saya dari hidup anda,


" sayang berhentilah menangis aku akan menjelaskan semuanya padamu, sekarang hentikan tangisanmu itu kau mengerti hemm "


ucap Bima dengan nada yang lembut sambil mengusap air mata Zahra yang masih tersisa di pipinya, kemudian Zahra mulai menghentikan tangisannya itu kedua matanya saat ini sudah terlihat sembab akibat terlalu lama menangis.


" sayang dengarkan aku mungkin selama ini aku salah, aku telah bersikap dingin padamu Zahra dan terkadang aku bersifat lembut kau tahu kenapa aku seperti itu karena aku sangat mencintaimu,


jika kau menuruti semua perintahku sebagai suami aku tidak akan pernah murka padamu dan jika kau melanggar dari batasan mu sebagai istri aku akan sangat dingin padamu kau mengerti.


Zahra menganggukkan kepalanya dengan polos membuat suaminya itu menjadi gemas sendiri melihatnya.


" sayang jawab pertanyaan ku yang tadi apa kau tidak ada perasaan sama sekali kepadaku selama ini Zahra aku membutuhkan jawabanmu "


" sebenarnya saya ingin sekali membuka hati saya untuk anda tuan karena sekarang anda telah menjadi suami sah saya,


dan saya ingin sekali belajar mencintai anda tapi di satu sisi yang lain saya takut kalau suatu saat anda mempermainkan hati saya,

__ADS_1


dan meninggalkan saya begitu saja karena sifat dingin anda itu " ucap Zahra sambil menatap Bima sesekali kemudian menundukkan pandangan karena rasa takutnya.


" zahra dengarkan aku baik-baik aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun, aku sangat menyayangimu Zahra mungkin kau tidak akan percaya sejauh mana aku mencintaimu.


kau adalah gadis yang selama ini aku inginkan gadis yang selama ini aku incar gadis yang menuntun sepedanya yang telah rusak di jalanan aspal, dan menghentak - hentakkann kakinya kerena tidak menemukan dompet didalam tasnya padahal siang itu sangat terik dan kau tidak bisa membeli minuman, kemudian karena sepeda milikmu rusak keesokan harinya kau menaiki angkot untuk pergi ke sekolah,kemudian kau menabrak ku di alun-alun kota kau masih ingat itu sayang


zahra yang tadinya menundukkan kepala kini Zahra mendongakkan kepalanya dan menatap kedua mata Bima.


" kenapa anda tau semuanya tuan " tanya Zahra penasaran.


"shuuttt" ucap Bima sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir zahra.


jangan panggil aku tuan lagi aku risih dengan panggilan itu,apa kau sudah lupa Zahra ubah panggilan diantara kita kau belum mengerti hah.


" Iya maaf kan aku, jawab pertanyaan ku kenapa suamiku tau semuanya" .


Bima yang mendengar ucapan zahra sedikit tersenyum.


" aku tau semuanya tentangmu Zahra " ucap Bima sambil menyelipkan rambut Zahra ke telinganya yang sedikit terurai ke depan dan menatap kedua mata zahra bergantian, bahkan aku tau sebelum mama menjodohkan ku denganmu, aku merasa tertarik padamu sejak pertama kali aku melihatmu dijalan sambil menuntun sepeda mu yang rusak itu dan aku terus saja memandangi mu dari arah kejauhan.


dan keesokan harinya aku bertemu lagi denganmu tetapi kamu bahkan tidak mengetahuinya, sebelumnya aku juga menolak perjodohan yang mama lakukan itu setelah aku tau yang dijodohkan denganku adalah dirimu aku langsung menyetujuinya mungkin ini yang dinamakan jodoh ucap Bima sambil tersenyum simpul.


kemudian Bima menggenggam kedua tangan zahra


" Zahra maukah kau menjadi istri yang seutuhnya untukku, menerimaku dengan sifat dingin dan posesif ku dan maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku kelak "


" kita kan sudah menikah kenapa kau seperti mengajakku menikah lagi sayang "


" astaga kenapa disaat aku serius kau malah bercanda Zahra " ucap Bima yang merasa sedikit kesal.


" iya sayang aku cuma ingin menggoda mu " ucap Zahra sambil tertawa melihat Bima yang merasa sedikit kesal padanya.


" iya aku mau menjadi istrimu sampai maut memisahkan kita dan aku mau menjadi ibu dari anak-anakmu tuan muda yang dingin " ucap Zahra sambil mencubit hidung Bima saking gemasnya.

__ADS_1


__ADS_2