Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 112


__ADS_3

kini kandungan Zahra telah menginjak dua bulan lamanya, tetapi gadis cantik itu tetap saja menginginkan sesuatu yang aneh aneh sejak kehamilan tersebut, tetapi Zahra sudah tak mual mual lagi jika melihat sang suami berada di hadapannya itu, tak seperti pertama kali dirinya tengah hamil bulan kemarin.



25 wib.



" sayang kau dimana " ucap Zahra yang baru saja bangun dari tidur panjangnya sejak semalam itu dan di pagi hari ini yang begitu cerah.


" hey....ada apa sayang, kau baru bangun ya hem " ucap Bima


yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi tersebut dengan handuk putih yang masih menempel di pinggang nya itu.


Menampilkan kulit putih dengan dada bidang miliknya, sambil dirinya yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah istrinya yang berada di atas ranjang king size nya, kemudian duduk di sebelah Zahra.


" em..emmm.. sayang kau tidak bekerja ya " tanya Zahra kepada sang suami.


" sayang hari ini kan hari minggu, jadi aku akan seharian menemanimu di kamar " jelas Bima sambil menatap kedua mata indah Zahra.


" oh ternyata sekarang hari minggu ya, kenapa aku sampai tidak tau hari ya hehehe... sayang aku bosan di kamar terus, aku ingin berjalan jalan keluar " ucap Zahra yang sedikit merengek.


" sayang aku takut kau kenapa napa jika kita keluar mansion dengan keadaanmu yang sedang mengandung sekarang Zahra " jelas Bima yang memang khawatir dengan keadaan istrinya yang saat ini tengah mengandung tersebut.


" tapi aku bosan di kamar, turun ke lantai bawah saja tidak boleh " ucap Zahra yang sudah merasa bosan dengan larangan sang suami.


" sayang bukan begitu, aku hanya khawatir saja sayang, aku takut kalau kau kelelahan Zahra " jelas Bima penuh perhatian.


" ya sudah biarkan aku di sini sampai menjamur " ucap Zahra yang mulai sedikit cemberut


" hahaha... memang kau ingin menjadi jamur hah.... " jawab Bima yang sedikit menertawakan perkataan Zahra


" lucu ya hah.... aku merasa dikurung di dalam sangkar " ucap Zahra yang merasa sedikit kesal.


" iya iya baiklah kita akan keluar " ucap Bima.


" kemana " tanya Zahra.


" taman belakang mansion " ucap Bima yang membuat sang istri sedikit senang bisa menghirup udara bebas walaupun hanya di area mansion saja.

__ADS_1


" benarkah, ya baiklah ayo sekarang sayang, aku sudah lelah di dalam kamar terus " ucap Zahra yang sudah mau turun dari ranjang itu.


" tunggu sebentar sayang kau kan belum mandi, dan aku juga belum memakai baju bukan " ucap Bima sambil memandang wajah cantik Zahra.


" oh iya, ya sudah aku mandi dulu ya,dan kau cepatlah ganti baju sayang " ucap Zahra


" iya tuan putri, sayang pelan pelan " jawab Bima sambil memandangi istrinya yang akan turun dari ranjang empuk tersebut.


" iya sayang "


" apa kau tidak butuh bantuan ku sayang, aku bersedia membantumu di sana " ucap Bima seperti berniat menggoda.


" sepertinya tidak perlu sayang, aku Bisa mandi sendiri, jika kau ikut membantuku mandi mungkin tidak akan cukup waktu satu jam " jelas Zahra yang membuat Bima sedikit tertawa.


" hahaha... kau ini, ya sudah mandilah sana " jawab Bima sambil tertawa karena merasa sudah ketahuan oleh istri nya.


ya memang benar jika bersama sang suami pasti ada saja yang di lakukan di dalam sana, entah itu berciuman, meminum susu cap nona, dan masih banyak lagi kelakuan suaminya yang selalu gemas pada Zahra.


" iya iya "


Setelah itu Zahra pun kemudian segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


beberapa saat kemudian


sesampainya Zahra di ruang ganti.


" sayang kenapa kau ada di sini, tunggulah di luar " ucap Zahra yang melihat suaminya sedang berada di dalam ruang ganti itu.


" memangnya aku tidak boleh di sini, sambil memandangi mu ganti baju " jawab Bima seperti tidak melakukan kesalahan sedikitpun.


" apa, sayang kau ini seperti tidak ada kerjaan lain saja, memang untungnya apa melihatnya " tanya Zahra.


" banyak sekali untungnya bagiku sayang, kau mau tau " ucap Bima


" ah... tidak tidak tidak.... pasti pikiranmu kotor ya " jawab Zahra sambil menunjuk ke arah suaminya dengan sedikit senyuman.


" tidak,... pasti kau yang menginginkannya ya, iya kan sudah jujur saja sayang, aku akan memberikannya " ucap Bima lagi seolah olah seperti istrinya saja yang menginginkan.


" sayang kenapa kau menyudutkan aku sih, bilang saja itu mau mu, susah sekali "

__ADS_1


" memang kalau mau ku kau memberikannya, lagian aku juga ingin mengunjungi anak ku di dalam sayang " ucap Bima yang mulai mencari alasan.


" hehehe... sayang, kau terbiasa sekali, selalu membuat anak kita yang menjadi alasannya " jawab Zahra sedikit tertawa karena perkataan suaminya itu.


" hahaha... memang iya sayang, aku boleh kan memintanya sedikit saja hanya satu kali saja, supaya kau tidak terlalu lelah " jelas Bima sambil menunjukkan jari telunjuk nya di depan Zahra.


" iya baiklah "


" emm... istriku kau baik sekali, bisa kita memulainya sekarang " rayu Bima yang kini mulai mengajak sangat istri untuk bercocok tanam di pagi hari itu.


" he 'em.... " jawab Zahra dengan polosnya sambil menganggukkan kepalanya seperti anak kecil.


" sayang tunggu sebentar, apa kau sudah mengunci pintu kamar, sekarang kan ada mama, aku takut mama tiba tiba masuk sedangkan kita sedang..... " jelas Zahra yang kemudian tak melanjutkan perkataannya, karena memang terlalu intim menurutnya jika di ucapkan.


" sudah sayang, aku sudah menguncinya sedari tadi " jelas Bima dengan pelan sambil memandang wajah Zahra yang saat ini pergerakannya di kunci oleh Bima, dengan tubuh Zahra yang berada di depan lemari yang terbuat dari kaca tebal itu sedangkan Bima saat ini pas berada di hadapannya dan jarak keduanya sangat dekat, sedangkan kedua tangan Bima menempel di lemari kaca tepatnya di belakang Zahra.


" ah... iya kan berarti tadi kau sudah merencanakannya kan " ucap Zahra sambil memandang kedua mata suaminya dan sedikit tersenyum.


" hahaha.... sedikit " jawab Bima


" dasar suami mes..... " ucap Zahra terhenti ketika sang suami tiba tiba ******* bibir nya itu, kemudian Zahra sedikit mencubit perut suaminya itu.


" aww... sayang " pekik Bima


" habisnya kau sayang, aku belum selesai berbicara tetapi kau tiba tiba saja mencium ku " jelas Zahra


" hahaha.. kau sih cerewet sekali sayang, bisakah kita melanjutkannya "


Zahra menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sambil dirinya yang tersenyum kepada Bima.


kemudian keduanya kembali memadu cinta di pagi ini.


perlahan lelaki tampan itu mulai ******* bibir tipis Zahra, ciuman itu berlangsung sedikit lama keduanya saling menikmati satu sama lain.


dan perlahan juga tangan Bima mulai membuka pengait handuk di dada Zahra, sekejap Zahra langsung menghentikan tangan suaminya.


" sayang kenapa " tanya Bima yang tiba tiba tangannya itu di hentikan oleh sang istri.


" jangan di sini sayang " ucap Zahra sedikit malu.

__ADS_1


" hehehe...iya baiklah bumil, kita ke ranjang saja hem " sahut Bima sedikit tertawa kemudian segera menggendong istri nya di depan dada untuk menuju ranjang king size nya dengan bibir yang saling bertautan.


setelah sampai di ranjang super empuknya itu, pasangan suami istri tersebut mulai bercocok tanam di pagi cerah ini.


__ADS_2