
Sesampainya di lantai atas.
Sekertaris Revan mulai menoleh ke arah pintu kamar yang berjejer rapi di lantai atas pandangan nya menyapu satu persatu pintu kamar , kamar mana yang akan ia tempati malam ini.
Apa iya pengantin baru tidur sendiri sendiri, ini kan sebenarnya malam pertama ku dan Dinda, belum dua hari aku menempati rumah mewah pemberian tuan, kenapa istri ku menyebalkan sih heh... awas saja nanti aku akan memberikan mu servis full Din, sebaiknya apa aku coba saja mengetuknya ya monolog Revan dengan suara pelan.
Perlahan tangan nya mulai mengetuk pintu kamar pribadi miliknya dan sang istri.
tok....
tok....
tok....
" Sayang buka aku juga ingin tidur Dinda " ucap Revan dari luar pintu kamar, seperti seseorang yang tengah mengemis cinta pada sang istri.
" aku tidak mau pandangan mu menakutkan kak, tidur saja di kamar sebelah " teriak Dinda dari dalam kamar.
Ada saja alasan nya, salah sendiri kenapa kau terlihat menggemaskan di hadapan ku Dinda, apa itu salahku jika tergoda gumamnya.
" sayang tadi aku hanya bercanda,ayo buka pintu nya Dinda " ucap Revan berharap pintu kamar terbuka lebar untuknya.
" tidak aku tidak mau " teriak Dinda lagi dari dalam kamar.
awas kau ya Din gumam Revan.
" oh kau tega ya padaku Din, tega lah terus padaku padahal aku berharap ingin berdua dengan mu Dinda, tutup saja terus pintu nya, aku tidak akan menggangu mu apa kau sudah puas " ucap Revan
yang serasa di sia siakan oleh Adinda sang istri barunya kemudian bergegas pergi untuk berniat tidur di dekat kamar yang di tempati Adinda.
Sedangkan yang berada di dalam kamar.
Adinda kini mulai berfikir dengan dirinya yang kini mulai merasa kasihan pada sang suami baru nya tersebut.
Apa aku keterlaluan ya, dia bilang tadi bercanda kenapa jadi aku yang merasa bersalah sih, apa di benar benar akan tidur di kamar sebelah kasian juga monolog nya.
Ya gadis yang sedari tadi cekikikan di dalam kamar itu kini mulai terdiam dan mulai kepikiran sang suami.
kenapa dia tak berteriak lagi di depan kamar, sekertaris Revan maaf istri apa aku ini, ini kan sebenarnya malam pertama ku dan dia, ya meskipun tadi siang bisa di bilang sudah melakukan nya sih hehehe..... aku susul saja dia, akhh.. aku jadi merasa yang salah sendiri dalam hal ini monolog nya.
Sesaat Adinda mulai turun dari ranjang empuk nya tersebut kemudian bergegas membuka pintu kamar yang ia kunci dari dalam.
Sejenak pintu kamar itu pun terbuka.
__ADS_1
Ah dia benar-benar tak ada, aku jadi tambah bersalah kan monolog nya lagi.
yang mendapati sudah tak ada sosok sang suami di depan pintu kamar nya.
Setelah itu Adinda berniat menuju kamar yang berada tepat di sampingnya tersebut, untuk melihat benarkah sang suami tidur di kamar sebelah.
JEG GLEK.....
bunyi handel pintu kamar yang dibuka Adinda.
Dan memang benar menampilkan sang suami yang tengah memejamkan kedua matanya di atas ranjang sana.
Perlahan Adinda mendekat ke arah ranjang tersebut dan kini mulai duduk di samping ranjang empuk di dekat sang suami.
tangan nya perlahan mulai mengelus lengan sekertaris Revan.
" sayang maaf... ayo kembali ke kamar " ucap Dinda lembut.
" tidak usah lupakan saja " jawab Revan dengan kedua mata milik nya yang masih terpejam.
Dinda merasa bersalah rupanya hehehe.,...sebaiknya aku pura pura tak menghiraukan nya saja hahaha..... siapa suruh menyebalkan gumam sekertaris Revan.
" sayang jangan seperti, ayo pindah kamar " ucap Dinda lagi yang masih setia duduk di samping sekertaris Revan yang masih memejamkan kedua matanya.
" kau sendiri saja Din, aku malas " jawab Revan malas.
" kau pikir saja sendiri " jawab Revan masih dengan nada cuek nya.
" begitu ya.....ya sudah aku tidur di sini juga bersama mu " jawab Dinda
" terserah kau saja " ucap sekertaris Revan kemudian.
heh.... kalau begini saja menempel sekali padaku, sebenarnya kau ini takut, malu, atau bagaimana sih Din gumam nya.
" ya sudah geser sedikit kak, AC nya jangan terlalu kencang aku bisa kedinginan " ucap Dinda setelah itu.
" kecilkan saja sendiri " jawab Revan yang tetap dengan ke pura puraan nya sambil menggeser pelan tubuh nya agar Adinda bisa berbaring di samping nya.
" tega ya padaku, aku ingin sekali di manja tetapi sebagai pengantin baru malah di dia sia kan " ucap Dinda dengan memanyunkan bibir nya ke depan, dengan posisinya yang kini sudah berbaring di dekat sang suami.
astaga mulutku keceplosan, di manja segala dasar mulut minta di sumpal nanti dia ke GRan dan terus memojokkan aku gumam nya.
" apa kau ingin di manja " jawab Revan seperti ingin tertawa di dalam hatinya pendengar perkataan Dinda, yang juga sedikit menoleh pada gadis di samping nya saat ini.
__ADS_1
Adinda mengangguk pelan nan polos.
dengan dirinya yang juga menoleh ke arah sang suami.
Akhhh... apa yang aku lakukan kenapa aku mengangguk segala sih, kau seperti mengemis ingin di belai saja sih Din bodoh dasar tak tau malu gumam nya lagi.
Adinda bergumam sambil merutuki kebodohan nya sendiri.
" bukan kah kau yang menyia nyiakan aku tadi " ejek Revan mengingat kejadian tadi sebelum memasuki kamar, dengan pandangan nya yang kini kembali beralih menatap langit langit kamar.
" itu gara gara dirimu kan kak, salah siapa menatap ku seolah olah ingin menghajar ku " jelas Dinda yang juga kini juga sama seperti sekertaris Revan yaitu menatap langit langit kamar nya.
" masa kau tidak mengerti sih kak " ucap nya lagi sambil memiringkan tubuh nya menghadap sang suami yang berada di samping nya tersebut.
" tidak " jawab Revan yang masih berpura-pura, yang juga kini ikut ikut seperti Adinda.
ya kedua nya bisa di bilang kini saling menghadap di ranjang empuk itu.
" itu maksudnya itu tu kak, akkhh kau susah sekali mengerti, maksudku kau tadi terlihat seperti pria yang di penuhi gairah dengan pandangan tajam mu itu padaku seolah olah kau ingin menikmati diriku sepuasnya di pangkuan mu, aku merasa merinding jika kau menatap ku seperti itu tadi " jelas Dinda.
sedangkan sekertaris Revan mendengarkan pembicaraan Adinda sambil kedua matanya yang tak beralih menatap wajah cantik sang istri yang sibuk menjelaskan itu saat ini.
Di pandang seperti itu saja takut hahaha.... sepolos apa kau ini Din hehehe......itu salahmu kenapa bisa terlihat menggemaskan dengan tingkah mu kau membuat gairah ku di dalam sana semakin ingin keluar, aku pria normal Dinda gumam nya.
" hehehe.... itu wajar Din kita kan masih pengantin baru " jawab Sekertaris Revan santai.
" tapi tatapan mu bisa kan tak seperti tadi " sahut Dinda.
" iya iya " jawab Revan agar istri merasa lega atas jawabannya.
" Din " panggil Revan dengan ke-dua matanya yang kembali menatap kedua mata milik Adinda.
" iya " jawab Adinda
" Mendekat lah " ucap nya kemudian dengan tatapan kedua matanya tak lepas dari mata sang istri.
" kenapa memang nya kak " tanya Dinda polos.
" aku menginginkan mu Dinda " ucap nya dengan suara lembut tetapi sedikit terdengar sensual.
kedua pandangan nya saling bertemu.
Dinda terdiam kemudian perlahan mengembangkan senyum nya pada sang suami.
__ADS_1
Kini pria tampan itu juga ikut tersenyum, saat senyuman itu tanda dari Adinda yang berarti mengiyakan kemauan nya malam ini dan terjadilah......
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA KAKAK 🙏🙏🙏