Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Hari kedua di perusahaan


__ADS_3

Ke esokan hari nya.


Ini hari kedua Sheina menggantikan sang papa sebagai CEO di perusahaan raksasa Sinaga. group.


Dan di pagi ini juga ia akan mulai sering bersama Barra sekertaris pengganti sang ayah yaitu Revan, orang kepercayaan sang papa Sheina dulu.


CITT.....


bunyi rem mobil yang baru saja berhenti pas di depan pintu besar mansion Sinaga.


Seorang pria tampan baru saja keluar dari dalam nya, kemudian segera berlari kecil membuka kan pintu belakang penumpang untuk sang atasan.


JEG... GLEK....


" Silahkan nona " ucap Barra dengan ekspresi wajah tampan yang terlihat jelas dingin itu.


" hem " jawaban Sheina sambil memutar kedua bola matanya malas.


kemudian langsung masuk ke dalam mobil.


Sedangkan di dalam mansion tepatnya di lantai atas kedua sepasang suami istri tengah mengintip sang putri yang baru saja akan berangkat ke perusahaan bersama pria yang nanti nya akan menjadi menantu nya itu.


Kedua mengintip di balik dinding kaca tebal putih bening.


Zahra tersenyum begitu juga Bima.


kemudian keduanya saling melempar pandangan.


" Menurut papa Barra pria yang cocok untuk Sheina Ma " ucap Bima dengan pandangan yang terus menatap ke arah sang putri yang akan memasuki mobil.


" kalau mama sih iya iya aja Pa, tapi sepertinya mama lihat mereka susah untuk di dekat kan Pa "


" Zahra ini masih awal, dan mereka juga sudah lama tak bertemu bukan, mereka sering bertemu sewaktu masih kecil dulu, dan pasti mereka sekarang mengalami perubahan " jelas Bima yang mulai membalikkan tubuh nya kesamping menatap sang istri yang berada di dekat nya.


" semoga saja Pa mama dan Adinda sangat berharap mereka berjodoh " ucap Zahra penuh harap.


" itu pasti, bagaimana pun caranya papa dan sekertaris Revan akan mengusahakan " sahut Bima sambil mengusap lembut kedua pundak sang istri kemudian menarik tubuh Zahra ke dalam pelukan nya.


Sekilas Bima mencium kening Zahra begitu dalam.


*


*


Di perjalanan menuju kantor .


Hanya ada keheningan sedari tadi, keduanya sama sama membisu tak ada percakapan sedikit pun.


Sheina menatap ke arah luar jendela, sedangkan Barra fokus ke depan menatap jalanan.


Beberapa saat mobil mulai memasuki area parkir perusahaan.


JEG... GLEK....


pintu mobil baru saja di bukakan Barra.


" Silahkan nona " ucap Barra dengan ekspresi wajah datar nya.


Sheina tak berniat menjawab.

__ADS_1


Gadis berparas ayu itu langsung melangkah memasuki perusahaan di ikuti Barra di belakang nya.


keadaan tetap hening.


Hingga kini ke-dua nya mulai memasuki lift khusus petinggi perusahaan untuk sampai di lantai atas.


TING.....


pintu lift terbuka ketika tadi Barra memencet tombol nya.


Keduanya mulai masuk.


Hening.


Seketika lift tiba tiba mengalami goncangan.


DEGLEK.... GLEK.. GLEK... GLEK....


suara lift yang seperti nya mengalami trouble


dan langsung berhenti.


" Akkh.... " teriak Sheina.


Yang kini sudah berada di dalam pelukan Barra.


Mata keduanya saling tatap seolah terkunci oleh pandangan masing masing.


Sheina dan Barra kini saling bergumam di dalam hati.


Dia tampan sekali jika di pandang dari dekat seperti ini gumam Sheina.


Beberapa saat


TING...


bunyi pintu lift yang tiba tiba saja terbuka.


Sontak saja membuat keduanya tersadar Sheina langsung membenarkan posisinya seperti sedia kala, sedangkan Barra sekertaris tampan itu langsung beralih membenarkan jas hitam nya.


untung saja tak ada orang satu pun yang melihat gumam Sheina. sambil mengusap dada nya.


Kemudian keduanya mulai keluar untuk segera menuju ruangan, terlihat seperti seolah tak ada apa apa yang terjadi di antara kedua nya.


*****


Di dalam ruangan Sheina dan Barra mulai duduk di kursi kebesaran nya masing masing, mulai melihat dan mengerjakan pekerjaan masing masing.


Keduanya yang sedari tadi diam kini mulai berucap tapi entah kenapa bisa bersamaan.


" apa saj... "


" Jadwal non..... "


Keduanya kemudian terlihat canggung dan setelah saling diam.


Kenapa suasananya jadi canggung seperti ini gumam Sheina, sambil tolah toleh ke arah langit langit ruangan.


Kenapa jadi seperti ini sih gumam Barra.

__ADS_1


Keduanya di sibukkan dengan gumam man masing masing masing.


Sesaat.


Sheina kembali berucap.


" kau saja duluan " ucap Sheina mendahului


" tidak, nona saja duluan " sahut Barra mengalah.


" tidak kau saja " kekeh Sheina


" tidak apa apa anda duluan saja " sahut Barra dengan raut wajah datar nya.


" heh " Sheina membuang nafas berat nya.


" Baiklah, apa saja jadwal ku hari ini " tanya Sheina langsung ke inti.


" saya akan bacakan nona, pertama ada rapat jam sembilan siang, kemudian peninjuan pembangunan cabang perusahaan di kota A, setelah itu ada salah satu kolega bisnis perusahaan kita yang mengajak makan malam bersama nona karena memang sudah lama katanya tak berjumpa dengan tuan Bima" jelas Barra panjang lebar.


" Ya baiklah, kau sudah mempersiapkan semuanya " tanya Sheina dengan raut wajah nya yang terlihat serius.


" sudah nona "


" bagus " ucap Sheina tegas.


Setelah membicarakan tentang jadwal ke-dua nya kembali fokus pada meja kerja masing masing.


*******


Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang, Sheina dan Barra baru saja selesai dengan rapat nya.


Tetapi sepertinya Sheina masih setia duduk di kursi ruang rapat, setelah semua penghuni ruang rapat kembali ke ruangan nya masing masing.


" Ah lelah sekali padahal ini masih hari kedua, apalagi papa yang sudah bertahun tahun, sedangkan aku suka sekali menghabiskan uang nya " ucap Sheina sambil menaruh dagunya malas di atas meja panjang berwarna abu abu tersebut.


" nona kita akan segera berangkat ke kota A sekarang " ucap Barra tiba tiba yang mulai berdiri di samping Sheina.


" ya aku tau, bisa kah kau diam sebentar " jawab Sheina sambil menatap pria dengan wajah datar nya itu.


" hah... " Barra membuang nafas beratnya.


" bagaimana bisa menjadi pemimpin perusahaan jika mengeluh terus " ucap Barra dengan pandangan kelain arah seolah berniat menyindir.


Seketika Sheina langsung membenarkan posisi nya kembali duduk sambil menatap pria yang tengah berdiri di dekatnya.


" Apa tadi kau bilang, kau memang benar benar menyebalkan ya " ucap nya dengan nada kesal.


" maaf nona saya hanya menjalankan tugas saya sebagai sekertaris sekaligus orang kepercayaan tuan, dan apapun akan saya lakukan demi perusahaan terutama nona " jelas Barra seperti tak melihat kekesalan di wajah gadis berparas ayu itu.


" kau mengancam ku dan ingin bilang pada papa " tanya Sheina yang terlihat sangat kesal.


" ya seperti itulah kira kira " jawab Barra dengan enteng


Dia memang benar-benar pria menyebalkan, aku benci... aku benci... aku benci...gumam nya seolah sambil menjerit dalam hati.


dengan kedua tangan nya mengepal keras karena kekesalan nya pada Barra sekertaris tampan nya.


" awas kau ya, ya sudah berangkat sekarang " ucap nya kemudian segera berdiri melangkah kan kaki nya keluar ruangan,

__ADS_1


di ikuti Barra di belakang nya yang ingin sekali pria itu tertawa melihat ekspresi wajah Sheina yang menurutnya sangat lucu.


__ADS_2