
pukul tujuh pagi.
Bima mulai menggeliat pelan, dan sedikit melirik ke arah istrinya yang masih terlelap.
ternyata dia belum membuka matanya ucap Bima yang melihat istrinya masih memejamkan matanya di ranjang pasien.
kemudian Bima melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri pumpung masih pagi pikirnya.
setelah 15 menit kemudian
Bima telah selesai dengan ritual mandinya kemudian ia keluar dari dalam kamar mandi, setelah itu Bima melihat sedikit melihat kembali ke arah ranjang dimana istrinya masih setia memejamkan mata di sana.
Bima melangkahkan kakinya ke arah ranjang, untuk melihat keadaan istrinya yang masih setia memejamkan mata itu.
Bima perlahan mengelus pipi mulus milik Zahra sambil tersenyum.
apakah senyaman itu, sampai kau tak bangun meskipun aku mengelus pipimu seperti ini sayang.
kemudian Bima mencium singkat bibir milik Zahra yang selalu menggodanya itu.
cup
sayang bangunlah, ini sudah pagi ucapnya kepada Zahra.
kemudian Zahra menggeliat sangat pelan, setelah itu mulai membuka matanya perlahan.
" uuuwaaaahhhhh... ternyata sudah pagi ya, nyenyak nya tidur ku "
" apa se nyenyak itu sayang tidurmu hem "
" iya sayang aku sangat nyenyak sekali "
" pantas saja aku tadi mencium mu sedikit saja kau sama sekali tidak bereaksi "
" dasar suami mesum " ucapnya dengan nada sedikit serak khas orang bangun tidur dengan sedikit menggeliat.
" biarkan saja bibirmu kan hanya milikku sayang "
" halah alasan "
" kau ini ya dasar, dasar, dasar " ucap Bima sambil menggelitik ki perut Zahra.
" sayang ampun, itu geli sekali suamiku perutku sampai sakit "
" sayang maf, maaf, maaf, aku tidak berniat seperti itu padamu "
" iya tidak apa-apa, sayang bisakah kau mengantarku ke kamar mandi, aku ingin membersihkan diriku sayang "
" sayang biar aku elap seperti kemarin saja ya "
__ADS_1
" aku tidak mau sayang, aku ingin mandi saja sepertinya sangat segar, kemudian bisakah kau mengajakku jalan jalan sayang aku bosan di sini "
" ya baiklah tuan putri, aku akan memandikan mu dan tidak ada penolakan kau mengerti "
" iya terserah kau saja "
" istri pintar, aku akan menggendong mu ke kamar mandi "
" Terima kasih, pelan pelan lutut ku masih sakit "
" iya aku tau sayang "
kini Bima pun mulai menggendong tubuh Zahra perlahan untuk masuk ke kamar mandi, dan beberapa saat kemudian meraka telah memasukinya setelah itu Bima mulai mendudukkan tubuh Zahra dia tas closed.
" sayang sebaiknya aku mandi sendiri saja "
" Zahra, diam lah jangan sampai aku bicara yang kedua kalinya kau mengerti "
" iya baiklah, suami ku yang cerewet "
Bima mulai membuka perlahan kancing baju yang di kenakan oleh Zahra satu persatu, kemudian setelah itu membuka baju seragam berwarna biru milik rumah sakit itu supaya terlepas perlahan dari tubuh Zahra.
kini menampilkan pemandangan yang Bima rindukan beberapa hari ini.
dan juga Bima mulai membuka pengait bra milik Zahra dan setelah terlepas Bima sedikit menelan ludah dan sekarang tinggal lah cd kain satu satu yang masih menempel di area bawah milik Zahra.
" sayang aku akan mengangkat sedikit lutut mu,
sedangkan Zahra yang mendengarnya tidak tahan menahan malunya, beda halnya dengan Bima yang hanya menampilkan wajah yang biasa saja karena memang dia sangat bahagia memperhatikan istri kesayangannya itu.
" iya tapi pelan pelan sayang "
" iya kau tenang saja sayang, diam lah sebentar "
dan akhirnya cd milik Zahra pun terlepas dari tempatnya.
dan menampilkan sesuatu yang membuat Bima lagi lagi sedikit menelan ludah karena tidak tega membiarkannya begitu saja jadi pemandangan yang mubasir.
" sayang aku merindukan ini, ini dan ini "
ucap Bima sambil menoel noel dua gundukan milik Zahra dan area favorit nya di bawah sana yang terhimpit kedua paha putih mulus milik Zahra.
" sayang apa yang kau lakukan " tanya Zahra yang melihat tingkah suaminya yang mencari kesempatan dalam kesempitan itu.
" aku hanya merindukannya saja sayang, tidak lebih " ucapnya lesu.
" dasar suami mesum ku " Zahra sedikit tersenyum.
" sayang aku akan membersihkan tubuhmu, kau harus diam bayi besar "
__ADS_1
" iya.. iya " ucapnya begitu pela tetapi seperti di buat buat.
Bima pun kini mulai membersihkan seluruh tubuh Zahra perlahan, sesekali memindah gantungan infus itu ke atas gantungan handuk kecil di dekatnya.
beberapa saat kemudian Bima telah selesai membersihkan tubuh Zahra, kemudian mengeringkannya dengan handuk yang berada di dekatnya dan setelah selesai Bima akan meminta sedikit imbalannya itu kepada istrinya.
" sayang sudah selesai, apa aku tidak boleh sedikit saja mencicipinya "
" iya aku sudah tau, pasti kau akan meminta imbalan kan sayang "
benar dugaan ku pasti ini tidak cuma cuma bukan, tapi aku juga kasihan melihat nya seperti itu gumam Zahra dalam hati
" sayang sedikit saja, apa kau tidak kasihan padaku, aku seperti puasa beberapa hari tidak makan dan minum sayang ''
" hahaha... sayang alasanmu itu membuatku sangat geli mendengarnya "
" sedikit saja, aku hanya meminta ini dan ini saja sayang tidak lebih "
jawab Bima sambil menunjuk kedua gundukan milik Zahra dan bibir mungil milik istrinya itu.
ya Bima hanya memintanya bagian atas saja karena melihat keadaan istrinya yang tidak mungkin ia paksakan.
" iya baiklah kesini mendekat lah kepadaku sayang, lakukan selama yang kau inginkan aku tidak akan menghentikannya "
ucapnya lembut kepada Bima karena Zahra merasa kasihan kepada suaminya yang seperti anak kecil yang meminta sesuatu kepadanya dengan merengek
" benarkah yang aku dengar ini sayang " jawab Bima merasa begitu bahagia seperti mendapatkan hadiah yang spesial.
" iya, anggap saja ini sebagai imbalan karena kau sudah memperhatikan ku selama aku sakit "
ucap Zahra lagi dengan nada lembutnya.
" Terima kasih, kau memang mengerti aku sayang " ucap Bima
kemudian Bima mencium kening zahra lembut, kemudian langsung beralih ke bibir milik Zahra dan *******, Bima melakukannya sangat lembut, keduanya sangat menikmatinya.
bibir Bima terus ******* bibir milik istrinya, sampai bibir Zahra terlihat seperti bengkak.
keduanya terus saja menikmatinya dengan kedua matanya terpejam bersama istri yang paling ia sayangi itu.
dan setelah puas bermain di bibir Zahra, kini Bima beralih ke dua gundukan milik Zahra yang menggodanya sedari tadi itu, Bima mulai bermain di sana
Tak lupa Bima memberi tanda kepemilikan dan tak cukup satu, bahkan seperti terlihat kupu kupu yang berebut satu biji kedelai. 😂😂
Bima sangat menikmatinya sampai dua gundukan milik Zahra karena begitu sangat ia rindukan berhati hari.
Dan setelah puas dengan kerinduannya yang terpenuhi kini Bima menyudahi keinginannya itu dengan rasa yang sangat sangat puas baginya.
" sayang aku sudah selesai " ucapnya kepada Zahra.
__ADS_1
sedangkan yang di ajak bicara telah tertidur, mungkin sangking terlalu lamanya Bima bermain di kedua gundukan milik istrinya itu.