
" ya sudah ayo kita sekarang ke lantai bawah sayang sebentar lagi waktunya makan malam " ajak Bima kepada sang istri.
" iya baiklah ayo " jawab Zahra
" sayang tunggu sebentar, coba aku lihat wajahmu " ucap Bima menghentikan pergerakan sang istri itu.
" memangnya kenapa sayang " jawab Zahra pelan.
" diam lah dan tatap aku " ucap Bima kemudian
" ada apa " tanya Zahra perlahan sambil menatap wajah tampan Bima.
dan perlahan Bima mulai menyesap sisa sisa air mata yang masih berada di pipi sangat istri, dan setelah selesai menyesapnya, Bima kembali tersenyum.
" sayang apa yang kau lakukan " tanya Zahra setelah sang suami selesai dengan kelakuannya.
" tidak ada, aku hanya mencoba sisa air matamu yang masih tersisa di pipi mulus ini dan ternyata rasanya sedikit asin " jelas Bima sambil tersenyum.
" hehehe... kau ini seperti tidak ada kerjaan saja" jawab Zahra yang sedikit tertawa itu.
" biarkan saja, sayang matamu saat terlihat sedikit sembab " ucap Bima kepada sang istri.
" memang iya, nanti kalau mama dan papa bertanya bagaimana sayang " jawab Zahra sedikit bingung entah alasan apa yang akan ia berikan ketika kedua mertuanya menanyakan hal tersebut.
" bagaimana kalau kau bilang, apa ya " ucap Bima seperti memiliki ide tetapi ternyata dirinya sendiri juga bingung.
" bagaimana sih, emm...apa aku harus bilang tadi ada sesuatu yang masuk ke dalam mataku" kelas Zahra.
" ya sudah terserah kau saja " jawab Bima.
" ya sudah ayo kita ke lantai bawah " ucap Zahra kemudian setelah itu perlahan ia mulai melangkahkan kakinya untuk ke luar dari kamar.
" sayang " panggil Bima tiba tiba yang menghentikan langkah Zahra.
" ada apa lagi " tanya Zahra sambil membalikkan tubuhnya ke belakang
" sebentar " jawab Bima santai tetapi seperti merajuk.
" memangnya ada apa hah, bukankah sebentar lagi kita akan malam " jelas Zahra.
" iya, tapi sebentar saja bumil mendekat lah padaku " ucap Bima lagi.
" iya ini aku sudah mendekat " jawab Zahra yang sudah mendekat ke arah suaminya saat ini.
Tiba-tiba saja Bima perlahan mulai menarik pinggang Zahra secara posesif, kemudian Bima langsung mencium bibir tipis istrinya dengan sangat lembut.
cuppppppppp....
ahh....
emmm,... mmm.. ahh...
dan di sela sela ciuman itu tiba-tiba terdengar suara yang begitu sangat sensual di telinga Bima.
" sayang hentikan " ucap Zahra di sela sela ciumannya tetapi suaminya tak menghiraukan nya.
emmmm.,... ahh....
__ADS_1
" sayang hentikan " ucap Zahra lagi di sela sela ciumannya tersebut.
dan
akkkhhh.......
" sayang apa yang kau lakukan, kenapa kau menggigit bibirku " ucap Bima tiba tiba sambil sedikit memegang bibir bawahnya saat ini.
" hehehe.. aku kan sudah bilang padamu sayang hentikan tanganmu di bawah sana, tetapi kau sama sekali tak menghiraukan kata kata ku ya sudah aku gigit saja, maaf "
jawab Zahra sedikit tertawa dan juga dirinya yang merasa sedikit bersalah kepada sang suami.
" hehehe.. dasar kau ini, ya sudah sekarang ayo kita ke bawah sayang, mungkin mama dan papa sekarang sudah menunggu kita di meja makan " sahut Bima yang ikut sedikit tertawa, kemudian segera bergegas menggandeng tangan istrinya untuk menuju lantai bawah.
" iya ayo sayang " ucap Zahra mengiyakan ajakan suaminya.
kini keduanya perlahan keluar dari dalam kamar pribadinya tersebut sambil bergandengan tangan seperti ABG yang baru saja kasmaran.
dana saat ini keduanya mulai menuruni anak tangga, sedangkan Bima perlahan memegangi tangan istrinya untuk sedikit berhati-hati saat menuruni anak tangga tersebut.
" sayang pelan pelan " ucap Bima yang saat ini tengah mengamati langkah Zahra satu persatu yang mulai menuruni anak tangga.
" iya my husband " jawab Zahra yang merasa suaminya begitu sangat cerewet.
" hehehe.... kau ini ya " sahut Bima sedikit tertawa.
sesaat kemudian sampailah mereka di lantai bawah.
sedangkan dari arah meja makan antara mama Alisya dan papa Brandon kini saling pandang dan tersenyum memandang anak dan menantunya yang kini tengah menuju ke arahnya itu.
" iya ma, lihat saja tangan Zahra di gandeng terus sama Bima " jawab papa Brandon
" ya pa mama seneng lihatnya " sahut mama Alisya kemudian
" kayak papa dulu ya ma " ucap papa Brandon kepada sang istri.
" ih.... papa ini, masa muda terus, udah mau punya cucu juga " jelas mama Alisya.
" memangnya tidak boleh ma " jawab papa Brandon.
" iya boleh, sudah sudah diam, mereka sudah dekat pa " sahut mama Alisya yang kemudian pandangannya beralih ke arah lain dan di ikuti oleh papa Brandon supaya anak dan menantunya itu tidak saling curiga terhadap keduanya.
Dan saat ini Zahra dan Bima telah sampai di dekat meja makan mewah tersebut.
" selamat malam ma pa " ucap kedua pasang suami istri yang tak lain adalah Bima dan Zahra.
" selamat malam nak " jawab kedua orang tua Bima yang tak lain adalah mama Alisya dan papa Brandon.
" ayo sayang duduk, makan yang banyak ya sayang " ucap mama Alisya kepada menantunya tersebut.
" iya ma " jawab Zahra sambil tersenyum.
" oh iya, suami kamu yang posesif ini sudah mengizinkan kamu ke lantai bawah ya sayang, biasanya kan menantu mama yang cantik ini di suruh makan di kamar selama ini " ucap mama alisya kepada Zahra tetapi sebenarnya berniat menyindir sang anak.
" iii... iiya ma " jawab Zahra sedikit terbatas bata sambil sedikit cengengesan.
sedangkan Bima, dia tak tak berniat menggubris perkataan ibu negaranya tersebut.
__ADS_1
Hanya geleng geleng kepala saja sambil menunggu nasi dan lauk yang masih di ambilkan Zahra saat ini.
" sayang kau jangan mengambilkan suami mu saja, kau sendiri harus makan banyak ya " ucap mama Alisya lagi yang memang sangat menyayangi Zahra.
" iya ma Zahra akan makan banyak kok " jawab Zahra yang kini mulai mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.
kemudian hening.
beberapa saat kemudian
ritual makan malam sudah selesai, kini seluruh anggota keluarga telah berkumpul di ruang khusus keluarga, terkecuali Hendra yang saat ini tengah sibuk di luar negri itu, menjalankan perusahaan keluarga nya yang baru saja di rintis di sana.
kini ke empat anggota keluarga itu saling duduk di sofa mewah beludru berwarna kecoklatan.
Di lihatnya kini Zahra tengah duduk di samping Bima saat ini, sedangkan papa Brandon dan juga mama Alisya duduk di sofa sebelah yang juga duduk berdampingan.
" Bima bagaimana keadaan perusahaan " tanya papa Brandon kepada putra pertamanya tersebut.
" perusahaan saat ini tambah meningkat pesat pa apalagi seluruh anak cabang yang kita miliki, telah sukses di segala bidang, bahkan dalam bidang bidang tertentu sekarang sudah menembus pasar internasional " jelas Bima yang membuat semua orang yang berada di ruang keluarga itu bangga kepdanya begitupun Zahra.
" bagus, kau memang bisa di andalkan, ya kan ma " jawab papa Brandon sambil menoleh ke arah sang istri.
" iya pa benar, dan sesibuk apapun jangan lupakan istri mu yang sedang hamil saat ini, dia butuh perhatian lebih, jika perlu kau serahkan urusan perusahaan kepada sekertaris Revan " jelas mama Alisya kepada putra tampannya itu.
" ya ma, bahkan Bima sering menyerahkan urusan perusahaan kepada sekertaris Revan, karena Bima mendahulukan urusan Zahra, iya kan sayang " jelas Bima sambil menoleh ke arah sang istri, dan juga kemudian tangannya menggenggam tangan Zahra.
" iii.. iya ma " jawab Zahra sedikit terbatas bata karena dirinya sangat merasa malu kepada kedua mertuanya tersebut.
" kamu memang pintar di dalam segala Bima, pintar masalah pekerjaan dan juga urusan istri " ucap mama Alisya yang membanggakan anak pertamanya saat ini.
" iya dong ma, karena selama ini Zahra yang membuat Bima bertambah semangat dalam pekerjaan " jelas Bima yang membuat istrinya bertambah malu.
sedangkan kan Zahra hanya senyum senyum saja, karena dirinya sangat malu.
berbeda dengan mama Alisya dan papa Brandon kini keduanya saling pandang kemudian tersenyum.
karena seperti nya anak dan menantu nya sama sama saling mencintai satu sama lain.
" sayang, bagaimana kehamilan kamu " tanya mama Alisya kemudian kepada sang menantu kesayangan nya tersebut.
" sekarang sudah jarang mual mual ma, tetapi Zahra sering menginginkan yang aneh aneh ma" jelas Zahra kepada mama Alisya.
" tidak apa apa sayang itu hal yang wajar, oh iya jika seandainya kau sudah mau melahirkan kan nanti, dan jika kau takut melahirkan normal, sebaiknya sesar saja sayang iya kan pa " jelas mama Alisya kepada Zahra kemudian menoleh ke arah sang suami.
" iya nak sebaiknya di sesar saja, jika kau takut " sahut papa Brandon kepada Zahra menantu nya tersebut.
" iya sayang sebaiknya begitu saja, benar kata mama " ucap Bima kemudian pada sang istri.
" ah.. tidak sayang , aku ingin seperti wanita lainya yang melahirkan secara normal " jelas Zahra kepada suaminya.
sedangkan mama Alisya tersenyum dan juga kedua lelaki berbeda usia itu juga ikut tersenyum kepada gadis cantik yang sebentar lagi menjadi seorang ibu tersebut.
" kamu seperti mama dulu sayang, dulu mama juga di suruh sesar oleh papa, karena papa takut jika mama merasakan sakit waktu melahirkan suami kamu yang posesif itu, tetapi mama lebih memilih melahirkan normal, karena mama juga ingin seperti wanita yang lainnya sayang " sahut mama Alisya kemudian
" emmm... mama jadi kita samaan ya ma hehehe...." ucap Zahra kepada mama Alisya sambil sedikit tertawa.
" iya sayang kita samaan hehehe... " jawab mama Alisya yang juga ikut sedikit tertawa.
__ADS_1