
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam waktu yang tepat untuk makan malam.
Sheina yang sedari tadi sibuk memasak aneka olahan itu kini satu persatu mulai tertata rapi di meja makan, dan siap di hidangkan.
Beberapa saat ketika kedua nya antara Sheina dan Barra baru saja akan menyantap makan malam nya, Bel apartemen mewah nya berbunyi.
Keduanya saling pandang kemudian Barra mengalah untuk segera berdiri membukakan pintu apartemen nya.
JEG... GLEK....
pintu terbuka.
Menampilkan gadis blasteran cantik seumuran Sheina dan satunya lagi pria tampan yang sedikit lebih tua beberapa tahun dari gadis tersebut, keduanya mengembangkan sedikit senyuman pada Barra.
" malam Sheina nya ada " tanya gadis blasteran tersebut yang tak lain adalah Jessy.
wah tampan sekali , pasti ini yang nama nya Barra Sheina bodoh sekali sih gumam Jessy.
yang seperti di buat kagum sendiri oleh ketampanan Barra.
" Ada silahkan masuk " jawab Barra dengan raut wajah datar nya.
Jessy pun masuk di ikuti sang kakak yang sedari tadi hanya diam itu.
Dari arah dapur Sheina yang sedari tadi penasaran dengan tamu nya itu kini mulai berteriak, bahkan teriakan nya sampai memenuhi seluruh apartemen.
" AAAAAAA..... Jessy " teriak Sheina kemudian segera berlari menarik tangan sahabat nya itu untuk duduk di meja makan mengajaknya makan bersama.
" Shei pelan pelan " sahut Jessy.
" sudah diam ayo cepat duduk kita makan bersama, ku kira kau tidak jadi ke sini "
" jadi lah, buktinya sekarang aku sudah duduk di sini kan "
" ya...ya.. ya..."
Ke empat nya duduk bersama di meja makan mewah yang saling berhadapan itu, di antara kedua pria saling diam hanya Sheina dan Jessy yang heboh sendiri.
__ADS_1
" oh iya Sheina perkenalkan ini kakak ku Earth ku yang dulu masih ingat kan " ucap Jessy memperkenalkan sangat kakak.
" salam kenal kak Earth ya aku masih ingat, dan bahkan dia semakin tampan hehehe.... " puji Sheina.
Barra yang mendengar nya hanya memutar kedua bola mata nya malas.
norak, memalukan, dasar hadis ini benar benar tak membuka kedua mata nya jelas jelas lebih tampan aku dari dia, dia terang terangan memuji nya di depan ku gumam Barra di tengah obrolan kedua nya itu.
" kau bisa saja Sheina aku kira kau sudah lupa padaku " sahut Earth sambil.engbangkan senyum.
" mana mungkin kak "
" kau juga tambah sangat cantik ya " puji Earth balik
" hehehe.... Terima kasih kak, oh iya perkenalkan dia Barra..... dia...... emm... dia....." jelas Sheina seolah kata kata sangat sulit untuk keluar dari bibir nya.
" aku dan Sheina adalah suami istri kontrak " sahut Barra terang terangan.
" ya begitulah kita kira hehehe.... " ucap Sheina sambil sedikit tertawa garing.
Jessy yang mendengar nya tak begitu syok karena Sheina sebelumnya sudah menceritakan masalah pernikahan nya dengan Barra, berbeda dengan Earth kakak Jessy yang tak begitu mengerti akan akan arti pernikahan kontrak di antara kedua nya.
" ya kak sebenarnya begitu, tapi bagaimana lagi kami korban perjodohan yang tak saling memiliki perasaan satu sama lain iya kan Bar" sahut Sheina yang seperti minta persetujuan Barra pria tampan yang tengah duduk di samping nya itu.
" iya. . . dan pada waktunya kami akan berpisah karena sebuah perjanjian " terang Barra.
" baiklah jangan membahas itu lagi, ayo kita segera makan malam " ucap Sheina kemudian, mengalihkan topik.
Mereka berempat akhirnya mulai menyantap makan malam bersama sambil di bumbui obrolan di sana.
Lima belas menit acara makan malam telah selesai, mereka berempat kini beralih ke ruang tamu saling berbincang satu sama lain,
Pandangan Jessy seolah tak beralih sedikitpun pada Barra bagai terhipnotis oleh ketampanan nya, tetapi berbeda dengan Barra yang merasa biasa biasa saja malah terkesan cuek.
Sedangkan Sheina juga seperti di buat tak berkedip akan paras Earth yang sangat rupawan, kakak dari sahabat dekat nya itu.
Kedua gadis itu seolah olah benar benar melupakan status kedua nya.
__ADS_1
Lama perbincangan tak terasa waktu sudah larut malam, Earth dan Jessy segera berpamitan pulang pada Sheina dan Barra
" Baiklah Sheina kami pulang karena ini sudah larut malam "
" ya baiklah Jes, hati hati kapan kapan kau kesini lagi kan "
" tentu saja "
Sheina dan Barra mengantar kan kedua tamu nya sampai ke depan pintu apartemen nya, tak lupa Sheina melambaikan tangan pada keduanya Earth memberikan sedikit senyuman ke arah Sheina, membuat Sheina serasa berbunga bunga kemudian mengembangkan senyum sekilas yang di sadari oleh Barra.
Ya meskipun bisa di bilang senyuman itu mengembang secepat kilat Barra sudah mengetahui arti nya.
Setelah kepergian Jessy dan Earth, tinggal lah Sheina dan Barra keduanya mulai masuk dan menutup pintu apartemen nya.
Sheina kembali mengembangkan senyum, ya senyuman itu kembali di sadari Barra.
" Norak " ucap nya.
" Norak... apa nya yang norak " sahut Sheina yang merasa di katai.
" kau... begitu saja senyum senyum tak jelas " ucap Barra dengan gaya angkuh nya itu
" masalah... atau jangan jangan kau cemburu hah " sahut Sheina merasa tak terima.
" hehehe....aku cemburu tidak ada kerjaan apa, tidak penting sekali "
" ya sudah diam lah, meskipun aku berpacaran dengan Earth bukan urusan mu kan "
" selera mu yang seperti itu ternyata " ledek Barra lagi seolah tak puas.
" kenapa kau selalu meledekku, Earth sangat tampan blasteran pula, memangnya selera mu seperti apa pacar saja kau tak pernah punya hehehe.... " ledek Sheina balik.
" kau menyepelekan aku " ucap Barra seperti tak terima.
" bukan kah kau duluan yang meledekku "
" baiklah besok besok aku akan memperkenalkan nya padamu dan aku akan membawa nya kesini "
__ADS_1
" terserah, tetapi sepertinya aku tidak ingin tau tidak penting kau mengerti " sahut Sheina kemudian mendahului langkah Barra menuju kamar nya.
tinggal lah Barra sendirian yang masih mengeram kekesalan nya pada Sheina di ruang tamu.