
beberapa jam kemudian.
kini waktu sudah menunjukkan jam empat sore, Adinda baru saja terbangun dari tidur nyenyak nya, tubuh nya terasa remuk mungkin akibat aktivitas percintaannya tadi dengan sekertaris Revan.
Matanya mulai berkeliling mencari keberadaan sang suami tapi tak ia temukan, Adinda serasa tak bisa menggerakkan tubuhnya sungguh benar benar remuk, ia mencoba sedikit bergerak.
" Aw... sakit " pekik Adinda sedikit meringis kesakitan.
dengan tiba tiba pintu kamar terbuka.
JEG GLEK.......
bunyi handel pintu yang di buka oleh sekertaris Revan.
Dan pandangan pria tampan itu langsung tertuju ke arah ranjang, melihat sang istri mencoba untuk turun dengan tau wajah sedikit meringis kesakitan
" Sayang kau sudah bangun " ucap sekertaris Revan segera berlari ke arah Adinda dengan dirinya yang kini sudah memakai pakaian santai kemudian langsung duduk di sisi ranjang.
" aw..... aku... aku ingin ke kamar mandi kak " ucap Adinda memandang pria tampan di samping nya, dengan tubuh nya yang masih berada di dalam selimut dan hanya menyisakan kepalanya itu.
" aku akan membantu mu bangun dan ke....." ucap Revan terhenti karena tiba tiba Adinda menyela perkataan nya.
" tidak, tidak usah kakak keluar saja " jawab Dinda karena merasa sangat malu.
" sayang apa yang kau katakan, Dinda aku tau milikmu masih sangat sakit di bawah sana, bukan kah untuk berjalan saja kau kesusahan sayang, sudah diam lah aku akan menggendong mu Din " jelas sekertaris Revan ingin membantu sang istri.
" tapi kak "
" diam dan ada penolakan " ucap Revan kemudian.
" iya iya dasar bawel " jawab Dinda sedikit memanyunkan bibir nya ke depan.
" hehehe... kau ini ya, apa kau ingin bercinta lagi seperti tadi '' goda Revan.
" aaa.... tidak tidak " jawab Dinda yang memang dirinya sudah merasa remuk
" aku hanya bercanda Dinda, dan aku juga mengerti milik mu masih sedikit sakit kan "
Adinda mengangguk pelan.
" kakak katanya kau ingin membantuku ke kamar mandi " ucap Dinda
" ah.. iya aku sampai lupa " jawab Revan.
" Din " panggil nya.
" iya "
" kau masih terlihat cantik meskipun keadaan mu acak acakan seperti ini " ucap sekertaris Revan lagi.
" kau merayu ku ya, ini kan karena ulah mu "
" hehehe...... iya "
setelah itu sekertaris Revan terdiam.
tetapi kedua matanya masih menatap mata Adinda yang masih berbalut selimut tersebut.
" I love you Din " ucap nya dengan keseriusan.
__ADS_1
Dinda tersenyum menatap wajah pria di samping nya itu, yang sedari tadi juga menatap nya tanpa berkedip.
" i love you to sekertaris Revan hehehe... "
pria itu kembali tersenyum.
Cup
kecupan sekilas mendarat di bibir Adinda.
" ya sudah ayo aku akan membantumu ke kamar mandi sayang "
" pelan pelan "
" iya gadis bawel " ucap sekertaris Revan hendak menggendong tubuh sang istri dari atas ranjang.
sekertaris Revan pun perlahan mulai memindahkan selimut tebal yang menutupi tubuh Adinda.
" kakak apa yang mau kau lakukan " tanya Adinda.
" Dinda sayang aku akan menggendong mu maka dari itu aku ingin menyingkirkan selimut nya terlebih dahulu "
" biarkan seperti ini saja " jawab Dinda yang mulai menahan malu nya lagi.
" Dinda dengarkan aku " ucap pria tampan itu dengan serius.
" iya " jawab polos Adinda.
" bukankah kau dan aku sudah mengetahui semuanya sejak tadi kita melakukan nya, jadi untuk apa kau malu sayang " jelas Revan.
" iya tapi "
" shhhtt.... diam jangan lanjutkan lagi, kau tambah membuatku sangat malu sayang " jawab Dinda sedikit meraih bibir Revan kemudian membungkamnya supaya sang suami tak meneruskan perkataan nya, dengan dirinya yang masih dengan posisi tidur berbalut selimut tersebut.
" kau panggil aku apa tadi " tanya Revan.
" sayang "
" aku menyukai panggilan mu Dinda " ucap Revan.
Kemudian sekertaris Revan kembali akan menyingkirkan selimut tebal yang menutupi Adinda, dan saat ini Adinda pun tak menolaknya tetapi kedua matanya terpejam, karena merasa malu sendiri terhadap tubuhnya yang terlihat jelas di pandangi sang suami saat ini.
Sedangkan sekertaris Revan tersenyum melihat kelakuan sang istri yang memang benar benar pemalu itu kalau sudah mengenai masalah intim dengan nya.
Pandangan langsung tertuju pada tubuh Adinda yang polos dengan banyak tanda kepemilikan di sana sini karena ulah nya saat bercinta, seperti sebuah kupu berterbangan di mana mana.
karya yang bagus hehehe.... gumam nya.
kemudian perlahan sekertaris yang memiliki paras tampan itu segera menggendong tubuh Adinda ke dalam dekapan nya untuk segera menuju kamar mandi.
Lagi dan lagi kini pandangan nya beralih tertuju pada sprei putih ranjang yang kini sudah terlihat jelas banyak bercak darah di sana.
Sekertaris tampan tersebut tau bahwa itu adalah darah bekas sang istri, yang sudah ia ambil mahkota nya.
Senyum nya kembali mengembang.
Terima kasih kau melakukan ini hanya bersama ku Dinda gumam nya.
Dengan segera sekertaris Revan membawa tubuh sang istri yang tengah polos itu ke kamar mandi.
__ADS_1
Sesaat sesampainya di kamar mandi.
" Sayang sudah turun aku, oh iya mana baju ganti milikku " tanya Dinda.
" iya sebentar aku akan mengambilnya, kau berendam lah agar tubuh mu sedikit rileks Din " ucap Revan agar tubuh gadis yang baru saja menjadi istrinya itu terasa nyaman.
" ya baiklah terima kasih suami baruku hehehe..." jawab Dinda sedikit tertawa.
Revan tersenyum mendengarnya setelah menurunkan tubuh Adinda di dalam bathub.
" Dinda " panggil Revan.
" iya "
" apakah kau tidak membutuhkan bantuan ku sayang "
" aaa... tidak tidak kau bisa sendiri hehehe..... ya sudah sana sayang "
aku yakin jika dia membantu ku pasti akan ada saja yang di lakukan nya padaku bisa di bilang mencari kesempatan dalam kesempitan gumam nya.
" benar kau tidak membutuhkan bantuan ku " tawar Revan lagi.
bilang saja iya Din, susah sekali gumam Revan.
" tidak, sudah sana... sayang baju ganti ku "
" iya iya setelah kau selesai mandi aku akan membawakan ke kamar mandi " ucap Revan.
" sekarang saja " pinta Dinda.
" tidak nanti saja " ucap Revan
" sekarang " sahut Dinda yang mulai kekeh.
" nanti "
" sekarang "
" Dinda " ucap sekertaris Revan dengan nada yang sedikit penekanan, yang membuat Adinda langsung meringsut takut.
" iya iya " jawab Dinda mengalah dengan bibirnya sedikit memanyun.
" istri pintar, cepat lah mandi sayang, aku melihat pesanan makanan kita di luar sudah datang atau bagaimana " ucap sekertaris Revan kemudian.
" baiklah "
Setelah itu Revan pun segera keluar dari dalam kamar mandi, untuk membiarkan sang istri berendam.
setelah kepergian Revan.
tinggal lah Dinda sendirian di kamar mandi, dan kini gadis itu mulai tersadar bahwa di tubuhnya banyak tanda merah di mana mana.
Ap.. ap.. apa ini semua kelakuan nya, kenapa aku tak sadar ya, astaga sebanyak ini dia benar benar, tetapi aku sangat menikmati, jadi itu ya rasanya bercinta hahaha..... meskipun sedikit sakit sih monolognya.
sambil memandangi tubuh polosnya yang mulai terendam air hangat di bathub tersebut.
tiba tiba Adinda tersenyum, dengan pikirannya yang mulai kemana mana pandangan nya lurus ke depan menatap kran air yang terus menetes.
Dan ternyata selama ini sekertaris tampan itu menyukaiku bahkan dia sekarang suamiku hehehe.... sungguh perjalanan hidup ku yang membingungkan, menjadi istri dari tangan kanan Sinaga group yang mempunyai gaji berlipat lipat entah dia buat apa saja ya selama ini,
__ADS_1
emmm......aku kan sekarang istrinya sesekali bertanya tentang gajinya kan tidak apa apa aku penasaran sekali sedari dulu, baiklah sekarang aku berendam saja nanti aku akan menanyakan nya monolog Adinda lagi panjang lebar.