Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Gara gara berendam


__ADS_3

Beberapa saat


Adinda masih saja belum keluar dari dalam kamar mandi mewah nya, dua masih enggan untuk keluar.


Sedangkan di luar kamar mandi tepatnya masih berada di dalam kamar, sekertaris tampan itu mulai mondar mandir sejak dirinya sedari tadi sudah mengambil pesanan makanan nya yang sudah sampai di lantai bawah.


Berbeda di dalam kamar mandi,Adinda yang sedari tadi tengah sibuk menenggelamkan tubuh nya ke dalam bathub tersebut, kini kembali mengeluarkan kepalanya ke atas kemudian lagi dan lagi kembali menenggelamkan nya ke dalam air hangat yang berada di dalam bathub nya itu.


hemm.... sungguh terasa nyaman sekali jika seperti ini, ujung kepala sampai kaki ku terasa nyaman jika di tenggelamkan, rasanya tubuhku yang lelah sekejap hilang monolog nya.


Dan lagi lagi Adinda kembali melakukan nya, tetapi sedikit berbeda Dinda menenggelamkan seluruh tubuh nya sedikit lama di dalam air hangat di dalam bathub nya itu.


Di sisi lain Revan mulai menggedor pintu kamar mandi yang tak kunjung di buka dari dalam.


JDORR.....


JDORR.....


JDORR.....


Sayang apa kau sudah selesai ucap Revan.


tapi tak mendapat sahutan.


Sedangkan Adinda yang berada di dalam sana tak mendengar gedoran pintu serta teriakan sang suami dari luar kamar mandi mewah nya tersebut.


Karena Dinda kini tengah menenggelamkan seluruh tubuh nya ke dalam air.


kemudian perlahan mengeluarkan kepalanya dari dalam air hangat nya.


Seperti nya aku sedikit mendengar dia berteriak monolog Adinda.


setelah itu ia sedikit terdiam, apa benar sang suami memanggilnya pikir Dinda mencoba memasang telinga.


Tetapi ternyata tak ada.


Dinda kembali menenggelamkan seluruh tubuhnya kedalam air hangat nya.


Di luar pintu kamar mandi.


Lagi dan lagi Revan kembali menggedor pintu untuk yang kedua kalinya.


JDORR.....


JDORR....

__ADS_1


JDORR....


Sayang apa yang kau lakukan sih, kenapa lama sekali di dalam ucap Revan.


tetap tak ada sahutan sedikit pun.


Sekertaris Revan kemudian menggedor untuk yang ke tiga kalinya.


Sesaat...


tetap sahutan tak ada, pikiran nya mulai kemana mana, dan akhirnya Revan pun berniat untuk membuka pintu kamar mandi tersebut, ternyata pintu tersebut tak di kunci, persis saat ia menutup nya tadi di saat meninggalkan sang istri di dalam bathub untuk berendam.


Setelah itu sekertaris Revan pun berniat untuk segera masuk ke dalam sana, kini pandangan nya langsung tertuju ke arah bathub mewah nan berukuran besar tersebut, mendapati tubuh sang istri sudah tenggelam di dalam sana.


Sekejap teriakan sekertaris Revan menggema di seluruh kamar mandi mewahnya.


" D I N D A " teriaknya.


Ya sekertaris tampan itu kini langsung berlari ke arah bathub dan mendapati tubuh sang istri yang tengah polos itu memang benar benar tenggelam di sana.


Berbeda dengan Adinda, dirinya memang merasa sedikit mendengar teriakan itu tetapi karena tak mendengarkan sedari tadi tak mendengar apa apa , Dinda berniat cuek saja toh memang suami nya memanggil pasti akan masuk karena pintu kamar mandi tak di kunci pikir nya.


" Dinda " ucap nya dengan suara yang mulai tak terdengar.


Dengan langkah cepat Revan langsung menarik tubuh Dinda ke dalam dekapan nya, di peluk nya begitu erat.


Yang tambah mempererat pelukan nya pada tubuh sang istri dengan dirinya yang merasa sangat ketakutan akan keadaan Adinda.


Berbeda dengan Adinda yang tak langsung menjawab perkataan sang suami nya itu, ya gadis itu memang tak segera menjawab nya karena hidung dan mulutnya kemasukan air saat tadi sekertaris Revan tengah menarik tubuh nya dari dalam bathub.


Sesaat Adinda mulai terbatuk-batuk setelah di rasa air itu mulai masuk di dalam tenggorokan nya dan juga rasa nyeri di bagian hidung atas nya saat air masuk ke dalam nya.


" Uhuk... uhuk... uhuk.. huk... huk... "


Setelah mendengar sang istri terbatuk sekertaris tampan itu langsung melepaskan pelukan nya dan memegang kedua lengan Adinda menatap lekat wajah cantik itu yang kini bagian hidung nya sedikit memerah.


" Sayang kau tidak apa apa kan Dinda "


Dinda mengangguk kan kepalanya pelan dan kembali terbatuk.


Uhuk... uhuk..... uhuk... huk... huk..


setelah Adinda selesai terbatuk batuk.


Kini pertanyaan mulai bertubi tubi dari Revan kepada gadis kesayangan nya tersebut.

__ADS_1


" Dinda apa yang kau lakukan hah, jawab aku "


Uhuk.... uhuk... huk... huk...


Dinda kembali terbatuk serasa sedikit mengeluarkan air yang sedari tadi ia minum di dalam bathub karena kelakuan Revan.


Dengan segera sekertaris Revan yang melihat sang istri kembali terbatuk batuk dengan sedikit mengeluarkan air , kini pria tampan yang masih merasa kekhawatiran nya pada keadaan sang istri langsung menempelkan mulut nya ke mulut Adinda untuk memompa agar air di dalam tubuh sang istri naik ke atas dan keluar pikirnya.


Tetapi tidak dengan Adinda, dirinya yang merasa di bagian hidungnya panas dan sedikit nyeri akibat kemasukan air dan terus terbatuk batuk itu, kini dirinya merasa tambah tak bisa bernafas karena kelakuan sang suami yang berniat memberinya nafas buatan itu saat ini.


Seketika Adinda yang sedari tadi tak bisa bernafas langsung mencubit area perut sekertaris Revan sedikit keras.


" aw.... Dinda apa yang kau lakukan, sakit sayang.... aku hanya ingin menolong mu " ucap Revan yang sedikit meringis kesakitan dan memegang area yang tadi di cubit sang istri.


" hah... hah... hah... " nafas sedikit tak beraturan keluar dari mulut Adinda.


" kakak yang sebenarnya apa apaan " ucapnya dengan hidung nya yang sudah sedikit memerah dengan bibirnya sedikit memanyun ke depan.


" maksud mu Adinda " ucap Revan yang seperti menunggu jawaban langsung dari sang istri.


" memangnya siapa yang mau bunuh diri, aku kan pengantin baru " jawab Dinda polos.


" hehehe.... sayang, terus apa yang tadi kau lakukan hah " tanya Revan sedikit tertawa dengan perkataan sayang


" aku berniat menenggelamkan tubuhku kak, karena terasa nyaman sekali rasanya "


" astaga hehehe.... tetapi kenapa kau lama sekali menenggelamkan tubuh mu heh, kau tau itu bahaya " tanya Revan lagi bertubi-tubi.


" lama bagaimana kak, cuma sebentar sebentar saja "


" terus kenapa tadi kau tak menjawab perkataan ku dari luar pintu kamar mandi "


" sedari tadi aku sedikit mendengarnya kak saat aku menenggelamkan tubuh ku, setelah itu aku mengangkat separuh tubuh ku dari dalam air lagi, tetapi aku sudah tak mendengarkan apa apa yang sudah aku menenggelamkan lagi tubuhku lagi, aku pikir jika ada sesuatu kau pasti akan masuk karena pintu kamar mandi tak di kunci " jelas Dinda.


" hehehe... dasar kau ini ya... kau tau Dinda aku sangat takut kehilangan mu, jika tadi memang benar benar terjadi pada dirimu " ucap Revan sedikit tertawa dan juga mulai serius di dalam perkataan nya kepada Adinda.


" sayang mana mungkin aku meninggalkan suami bawel seperti mu hehehe..." jawab Dinda sedikit menggoda sang suami dengan tawa yang mengiringi di bibirnya.


" apa menyebalkan awas kau ya " ucap pria tampan yang kini berstatus suami tersebut.


yang kini mulai mencubit hidung mungil milik sang istri yang sudah memerah itu.


" aww... kakak hidungku " jawab Dinda yang merasa tambah nyeri di bagian atas hidung nya saat ini.


KAK LIKE NYA DONG TEGA AMA AUTHOR DARI SEKIAN RIBU PEMBACA LIKE NYA SEGITU AJA 😭😭🙏🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2