
setelah puas di sana kini tangan Bima mulai beralih ke bawah, saat tangan Bima mau membuka bawahan istrinya itu, kemudian Zahra menghentikannya.
"sayang aaaku. .. akkkku takut "
" sayang kau jangan takut aku akan melakukanya dengan pelan "
" tapi, sayang itu pasti sakit, aku takut " ucap Zahra polos
" iya sayang percayalah padaku, pasti sakit di awalnya saja, kemudian tidak akan jika sudah terbiasa "
" memang seperti itu ya " tanya Zahra polos memang dirinya tak tau apa - apa.
" iya sayang " jawab Bima dengan lembut
kemudian Zahra membalasnya dengan anggukan,
Bima tersenyum bahagia mendapat izin dari istinya meskipun dengan anggukan kepala, dan saat ini Bima mulai beraksi,
keduanya pun kini sudah polos tanpa sehelai benang apapun.
Dan keduanya mulai melakukan hal yang di inginkan sepasang suami istri pada umumnya itu, dan setelah melakukan hal itu dengan mendapat tiga kali kenikmatan bersama istrinya.
kini Bima merasa bahagia karena dia adalah lelaki pertama yang melakukan itu kepada Zahra karena melihat sprei putih di ranjang king size itu sudah di penuhi bercak darah yang berceceran di sana sini.
sedangkan Zahra langsung terlelap karena merasa kelelahan dan juga terlalu lama Bima melakukannya, serta Zahra masih merasakan sakit di area intimnya dan di bawah sana yang berubah menjadi kenikmatan itu.
sedangkan Bima mulai Menyelimuti tubuh Zahra yang polos itu, kemudian menghapus sisa air mata yang masih menempel di pipi istrinya.
Karena Zahra sempat menangis saat merasa sedikit kesakitan di bawah sana, saat melakukan hal itu bersama suaminya, kemudian Bima mengecup pucuk kepala Zahra.
Terima kasih sayang, kau melakukanya untukku ucap Bima setelah mencium kening Zahra.
Setelah itu keduanya pun tertidur pulas dengan tangan Bima yang memeluk perut rata Zahra yang begitu posesif nya.
dan malam panjang ini di lalui keduanya penuh kebahagian yang tiada tara.
kini pagi telah menjelang, sinar matahari juga telah menembus tirai putih pas di jendela kamar tuan muda itu, dan sedangkan yang berada di kamar mulai membuka matanya perlahan.
Bima mulai membuka matanya perlahan, kemudian melihat ke arah samping, yaitu melihat wajah istrinya yang masih tertidur pulas dengan tubuh yang masih begitu kelelahan, akibat perang tadi malam bersama sangat suami.
Bima tersenyum mengingat kejadian tadi malam dengan Zahra.
akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya Zahra, aku mencintaimu dan selalu akan mencintaimu gumamnya dalam hati
Bima bergumam sambil terus memandangi wajah Zahra dengan senyuman yang tak berniat pergi dari wajahnya.
beberapa saat kemudian Zahra menggeliat dan sedikit membuka matanya, kemudian tersenyum kepada Bima yang sedari tadi memandanginya.
" kau sudah bangun sayang "
" iya sayang aku sudah bangun, kenapa kau memandangiku seperti itu sayang "
__ADS_1
" aku mencintaimu "
" sayang apa yang katakan ini masih pagi suami ku "
" iya aku tau ini masih pagi, memangnya tidak boleh hah " ucap Bima sambil mencubit hidung Zahra.
" sayang, sakit " ucap Zahra
" aku gemas sekali melihatmu sayang, aku ingin sekali sepertinya ingin memakan mu saja saking gemasnya "
" kau ini ada ada saja sih " ucap Zahra sambil tersenyum.
" sayang apa yang di sana masih sakit " ucap Bima sambil menunjuk ke arah bawah milik Zahra.
" sayang apa yang kau tanyakan sih, aku malu "
" sayang aku serius, jangan malu seperti itu, aku sudah melihat semuanya kenapa kau masih malu hah, aku ini suami mu "
" iiiya masih sakit " ucapnya sedikit terbata karena masih merasa malu kepada suaminya itu.
" ya sudah kita mandi dulu setelah itu, akan aku olesi salep pereda nyeri "
" sayang apa yang kau katakan, aku bisa mandi sendiri, dan aku juga bisa mengobatinya sendiri "
" sayang diam lah, milikmu sakit kan itu gara - gara aku "
" tapi sayang " ucap Zahra merasa malu
" tidak ada tapi - tapian sekarang kita mandi dulu, ayo sayang kau masih belum bisa berjalan biar aku gendong "
" sayang apa yang kau lakukan, aku malu sekali padamu "
jawab Zahra sambil memendam kan pucuk kepalanya di dada bidang Bima milik Bima, sedangkan Bima tersenyum menanggapi ucapan istrinya itu.
setelahnya sampai di kamar mandi Bima langsung menaruh tubuh Zahra ke dalam bathtub, kemudian mengisi bathtub itu dengan air hangat dan Bima juga menambah wewangian kedalamnya.
Bima juga mulai masuk ke dalam bathtub itu, sedangkan Zahra menyilang kan kedua tangannya di atas dada karena masih merasa malu sekali kepada suaminya itu.
" sayang kenapa kau masih malu hah " ucapnya lembut kepada Zahra "
" kau tau sebelumnya aku tidak pernah melakukan hal itu sayang "
" iya aku tau kau melakukannya baru pertama kali ini sayang " jawab Bima.
" kenapa kau bisa tau sayang " tanya Zahra yang sedikit penasaran
" nanti juga kau sendiri akan tau " ucapnya kepda Zahra.
sedangkan Zahra mendengar perkataan suaminya itu, seperti sedang memikirkan sesuatu saat ini.
" sayang mendekat lah kepadaku Zahra " ucap Bima.
__ADS_1
" sayang aku masih malu padamu "
kemudian tanpa aba - aba Bima kemudian menarik Zahra ke pelukannya.
" sayang apa yang kau lakukan hah " ucap Zahra kaget karena perlakuan suaminya itu.
" aku ingin kau berada di dekatmu sayang " jawab Bima
" sayang kenapa leher dan kedua dada mu bisa merah - merah seperti ini " ucap Bima lagi lagi menggoda Zahra.
sedangkan Zahra melihat ke arah pandang yang suaminya katakan itu.
iya kan pasti dia menggodaku, aku sudah malu setengah mati seperti ini masih saja dia menggodaku gumam Zahra dalam hati.
" sayang kenapa kau seolah olah tidak tau apa - apa, ini kan gara - gara dirimu " ucap Zahra lesu, dan dirinya yang masih merasa malu tetapi suaminya sedari tadi menggodanya terus.
" iya sayang aku hanya menggoda mu saja, kenapa kau lesu seperti itu "
" aku kan sudah bilang padamu kalau aku masih malu, kenapa kau menggodaku terus " ucapnya sedikit merasa sedikit kesal.
" ya sudah maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi "
kemudian Bima tambah mempererat pelukannya itu kepada Zahra.
" sayang kapan kita mandinya kalau seperti ini terus "
" biarkan saja seperti ini sayang, aku masih ingin seperti ini bersamamu "
" ya baiklah terserah kau saja " ucap Zahra pasrah, karena kalau tuan muda yang sudah meminta pasti ujung - ujungnya tidak ada penolakan.
dan setelah lama berpelukan kini Bima melepaskan pelukannya itu kepada Zahra.
" sayang aku bersihkan tubuhmu ya, biar kau bersih, aku tau di bawah sana masih sakit "
" sayang aaakkku "
" aku tau jawabanmu pasti malu kan, sudah diam tidak ada penolakan, aku seperti ini karena aku tau kau masih kesusahan membawa dirimu sendiri yang masih kesakitan itu sayang, mengertilah maksud ku " ucapnya sedikit kesal kepada Zahra.
" iya iya aku menurut saja padamu, apa kau sudah puas tuan mudaku " jawab Zahra sambil tersenyum lebar karena melihat raut wajah suaminya itu yang mulai menakutkan.
" iya aku puas sekali, ya sudah kau diam aku akan membersihkan tubuhmu "
" hem " ucap singkat Zahra, karena merasa terpaksa melepaskan rasa malunya kepada suami posesif nya itu.
sedangkan Bima tersenyum lebar,
kemudian Bima mulai membersihkan tubuh Zahra hingga bersih kemudian membersihkan badannya sendiri.
dan di rasa telah selesai kini Bima mulai keluar dari bathtub kemudian menggendong tubuh mungil Zahra dari sana.
" ayo sayang kita ke kamar ganti "
__ADS_1
" ya baiklah "
dan keduanya pun melangkahkan kakinya dari kamar mandi menuju ruang ganti.