Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 94


__ADS_3

Masih di dalam perusahaan pencakar langit.


" Maaf tuan sebelum nya saya mau bertanya tentang Soraya Group, kenapa anda menyuruh saya kemarin untuk menarik semua saham kita di sana tuan "


" Hah... Masalah itu, baiklah aku akan menceritakannya kepadamu "


Setelah itu Bima pun mulai menceritakan semua dari awal mula dirinya yang berniat berjalan jalan dengan Zahra kemudian memutuskan untuk pergi ke pantai, dan tepat nya di restoran di dekat pantai tersebut, dirinya yang melihat istrinya di hina waktu itu oleh seorang gadis yang seumuran dengan istrinya itu, dan ya....tepatnya lagi gadis yang seumuran dengan istrinya itu berbicara kalau perusahaan ayahnya sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan miliknya saat ini , bahkan anak dari hermawan pemilik Soraya group itu ingin menampar istrinya, dan mulai dari itulah dirinya bertambah marah setelah tadi menghina istrinya dan saat itu juga dirinya langsung menarik semua saham nya di sana agar Soraya group bangkrut.


" Jadi seperti itu tuan ceritanya " ucap sekertaris Revan setelah mendengarkan alasan atasannya itu mengambil semua sahamnya di perusahaan Soraya group milik Hermawan.


" Ya begitulah kira kira " jawab Bima.


" Dan kau tau Van, setelah Zahra mengetahui bahwa aku telah menarik saham milik.... "


ucapnya terhenti ketika pintu ruangan nya di ketok dari luar.


Tok


Tok


Tok


" Tuan sepertinya kita kedatangan tamu " ucap sekertaris Revan kepada atasannya yaitu Bima


" Persilahkan masuk Van" jawab Bima.


" Baik tuan "


Dan sekertaris Revan pun mulai membuka pintu ruangan atasannya itu yang terbuat dari kaca tebal yang di buat buram, sehingga tidak terlihat jelas meskipun dari luar dan dalam.


" Oh anda...silahkan masuk tuan Hermawan " ucap sekertaris Revan setelah tadi membuka sedikit pintu yang terbuat dari kaca tebal yang berwarna putih buram itu


" tuan muda , ini ada tuan Hermawan yang ingin menemui anda " ucap sekertaris Revan kepada atasan nya.


" persilahkan duduk " jawab Bima yang biasa biasa saja.


" baik tuan "


kemudian sekertaris Revan berbalik menghadap pintu yang ada di belakangnya.


" tuan Hermawan silahkan anda duduk " ucap sekertaris Revan kepada Hermawan pemilik group itu.


" ya terima kasih sekertaris Revan " ucap Hermawan kepada sekertaris Revan.


kemudian dirinya langsung duduk di sofa mewah yang saling berhadapan itu yang di khususkan untuk tamu, yang tepatnya berhadapan dengan meja kerjanya Bima.

__ADS_1


" sebelum nya kedatangan saya kesini adalah untuk bertanya kepada anda tuan "


" apa yang ingin kau tanyakan hah, apa kurang bangkrut saat ini perusahaan mu tuan Hermawan "


" bukan begitu tuan, justru saya ingin bertanya kepada anda, apa alasannya anda melakukan ini semua, bukankah kerja sama kita sebelumnya kita baik baik dan saling menguntungkan "


Bima tersenyum kecut


" apa anak perempuan mu yang bernama siapa aku lupa namanya "


" Erina tuan, ada apa dengan dia tuan "


" ya Erina kalau tidak salah, kau tau apa yang dia lakukan kepada istri ku hah "


" tidak tuan "


jawab Hermawan yang memang tidak tau apa apa, karena anaknya tidak bercerita apa apa, dan kini dirinya mulai di selimuti emosi karena kelakuan anaknya, yang membuat perusahaan keluarga Soraya bangkrut.


" anakmu telah menghina istri kesayangan ku, dan parahnya lagi anakmu ingin menampar istri ku Zahra, untung saja aku datang di waktu yang tepat, dan kalau sedikit saja anakmu berani menyentuh kulit istriku maka aku tak segan segan menghancurkan perusahaan mu saja, bahkan semua yang menyangkut dirimu dan keluargamu itu "


" apa tuan, sungguh saya minta maaf tuan, atas kelakuan anak saya, saya janji akan menghukum anak saya tuan dan memberi dia pelajaran atas kelakuan nya yang keterlaluan itu, dan tolong kembalikan saham anda lagi di perusahaan saya supaya perusahaan saya kembali seperti semula tuan, dan kita tetap menjadi rekan bisnis seperti dulu "


" baiklah untuk kali ini saja aku mengampuni mu, jangan sampai terjadi untuk yang kedua kalinya, kau tau kenapa aku memaafkan kelakuan anakmu itu, itu semua karena permintaan istriku Zahra, yang masih memikirkan nasib karyawan mu itu "


" ya baiklah, dan ingat baik baik masalah anakmu itu "


" ya, ya tuan saya mengerti saya akan memberi dia pelajaran kepadanya saya serius tuan "


" kalau begitu saya permisi tuan Bima "


" ya baiklah, pertimbangkan baik baik semua itu"


" ya tuan, saya akan yang memberi kepercayaan kepada Anda agar anda percaya lagi seperti dulu kepada saya dan kerja sama antara perusahaan kita tuan "


" baik pergilah dari sini sekarang "


" ya tuan terima kasih atas semuanya "


" hem... pergilah "


" ya tuan "


dan kini Hermawan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Bima tersebut.


sepeninggalnya Hermawan dari ruangan tersebut.

__ADS_1


" maaf tuan jika saya lancang bertanya " ucap sekertaris Revan


" apa yang ingin kau tanyakan hah " jawab Bima penasaran.


" begini tuan, apa memang benar nona Zahra yang menginginkan anda untuk mengembalikan saham tuan Hermawan itu supaya perusahaan nya kembali bangkit seperti kemarin kemarin tuan "


tanya sekertaris Revan kepada atasannya itu, karena dirinya merasa penasaran.


" oh masalah itu, ya benar Van kau tau yang dikatakan Zahra padaku setelah aku menelfon mu untuk menarik semua saham kita di perusahaan anak Hermawan yang tengil itu "


" apa tuan "


" dia mengatakan jika aku menarik semua saham ku di perusahaan Soraya group itu dan bangkrut, maka akan banyak karyawan di perusahaan ayah dari teman yang ingin menamparnya itu, akan banyak kehilangan pekerjaan sedangkan mereka semua para karyawan memiliki keluarga yang harus mereka hidup i, itulah yang di katakan Zahra kepadaku Van " jelas Bima kepada sekertaris Revan yang sepertinya penasaran itu.


" jadi seperti itu ya tuan, tuan kenapa nona Zahra memikirkan sampai situ ya, padahal dari dulu kita selalu mematikan lawan dengan waktu sekejap " jawab sekertaris Revan.


" ya Van kau benar, aku tidak tau yang ada dipikirkan Zahra bagaimana " sahut Bima.


" tuan menurut saya, nona Zahra itu terlalu polos dan sangat baik tuan, anda beruntung mendapatkan istri nona Zahra dalam hidup anda " jelas sekertaris Revan sejujurnya kepada Bima.


" ya kau benar Van, aku beruntung sekali mendapatkan nya "


ucap Bima dengan bangganya saat ini kerena pemikiran istrinya begitu memikirkan kehidupan orang lain.


" maka dari itu kau cepatlah menikah Van, cari yang baik hati seperti istri ku "


ucap Bima yang berbuat menggoda sekertaris nya yang setia sampai sekarang itu


" iya tuan, masih belum ada calon tuan "


jawab sekertaris Revan seperti malu malu, karena tidak biasanya atasannya ini menanyakan masalah hal pribadi kepadanya.


" apa benar, mana mungkin kau tampan seperti ini tidak ada satu pun yang cocok dengan mu hah "


" ya tuan benar, saya menunggu saat yang pas tuan baru saya akan mencarinya "


jawab sekertaris Revan yang mulai bingung jika di tanyain hal pribadinya ini oleh atasannya itu.


" ya sudah tuan kalau tidak ada lagi yang anda perlukan, saya akan kembali ke ruangan saya karena masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan "


ucap sekertaris Revan lagi yang ingin segera kabur dari ruangan atasannya tersebut.


" ya baiklah kalau begitu "


jawab Bima sambil menggeleng geleng kan kepalanya, Bima tau sebenarnya sekertaris nya itu bingung jika di tanyai nya menyangkut hal pribadinya itu.

__ADS_1


__ADS_2