Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Ciuman paksa


__ADS_3

Sepulang makan malam.


Sheina mulai memasuki area vila dengan raut wajah bahagia, malam ini ia benar benar bahagia karena Earth telah mengutarakan isi hati nya selama ini, keduanya telah resmi menjadi sepasang kekasih karena Sheina telah menerima nya.


Dan satu lagi hal yang membuat Sheina bertambah bahagia malam ini, karena Earth baru saja mencium pipi nya tadi di depan area Vila nya.


Sedangkan dari arah lain, ada seseorang tengah menelfon memberikan sebuah informasi atas apa yang Earth lakukan pada Sheina ketika berada di depan vila super mewah nan luas itu.


" tuan nona Sheina sudah sampai di depan vila, dan baru saja pria itu mencium pipi nona tuan " ucap pria itu pada seseorang di sebrang sana.


" A P A ... berani sekali dia mencium Sheina, kau pergilah sekarang tugasmu sudah selesai malam ini, sebentar lagi Sheina juga akan masuk ke dalam vila " jawab seseorang di sebrang telepon.


" baik tuan "


panggilan terputus.


Beberapa saat Sheina baru saja sampai di depan pintu vila.


Tangan nya mulai membuka pintu,


dan pintu pun terbuka dengan lebar menampilkan Barra yang tengah duduk di ruang tamu dengan raut wajah dinginnya menatap kedatangan Sheina.


" Hai Bar ternyata kau sudah sampai duluan ya " ucap Sheina yang masih menampilkan wajah bahagia nya sedangkan satu tangan nya masih memegang pipi sebelah kiri yang baru saja di cium oleh Earth.


" hem " sahut Barra dengan deheman saja.


Sheina tak menghiraukan raut wajah Barra yang terlihat dingin, entah apa yang terjadi pada pria yang sudah berstatus suami nya itu pikir Sheina.


Sheina tetap melanjutkan langkahnya dengan hati yang begitu bahagia.


Seperempat jalan ia telah melewati Barra yang masih bersendekap dada di ruang tamu.


Tiba tiba terdengar suatu nada bicara perintah untuk yang begitu nyaring didengar telinganya.


" buatkan aku nasi goreng " perintah Barra.


" apa tadi kau bilang nasi goreng, bukan nya tadi kau juga makan malam bersama Tasya pacar mu " jawab Sheina sambil menghentikan langkah, kemudian membalikkan tubuh menatap ke arah yang punya suara.


" buatkan aku nasi goreng, kau dengar " perintah nya lagi, dengan Barra yang kini sudah berdiri tak jauh dari arah Sheina.


" tidak, aku tidak mau, aku lelah ingin segera beristirahat " Tolak Sheina kemudian dengan langkah cepat ia segera menaiki anak tangga menuju kamar.


" Shei, aku masih berstatus suami mu kan "

__ADS_1


Langkah Sheina terhenti ketika mendengar teriakan Barra.


Sheina menghela nafas karena hati nya saat ini sedang bahagia ia memilih mengalah, dan berniat akan membuatkan nasi goreng untuk Barra.


kemudian ia membalik kan tubuh nya menghadap pria yang masih berada di belakangnya itu.


" Baiklah karena hari ini aku sedang bahagia, maka aku akan membuatkan mu nasi goreng" ucap Sheina.


Barra tak berniat menjawabnya hanya menatap saja.


" hei... jangan menatap ku seperti itu membuatku takut saja, sudah ayo sana duduk di meja makan "


Lagi lagi Barra tak berniat menjawab hanya menatap Sheina dengan wajah dingin nya,


setelah itu melenggang pergi menuju meja makan dengan raut wajah dingin yang sedari tadi ia tunjukkan pada Sheina.


Ada apa dengan pria satu ini, kenapa wajahnya menakutkan sekali, apa dia putus dengan pacar nya setelah itu tidak jadi makan malam, ah.. terserah lah itu bukan urusan ku gumam Sheina.


Kemudian segera menuju dapur Vila untuk membuatkan Barra nasi goreng.


Sheina mulai mengumpulkan sesuatu yang ia butuhkan di dapur sana.


Sedangkan Barra hanya bisa menatap punggung Sheina dari arah meja makan,


terlihat jelas wajah dingin Barra yang sama sekali tak bersahabat itu sesekali pria berparas tampan itu mengeraskan rahang nya karena merasa kesal pada gadis di depan nya saat ini.


*


Seperempat jam Sheina berkutat di dapur akhirnya nasi goreng beserta telur ceplok yang Barra ingin kan telah jadi, dan sudah tersaji sempurna di meja makan dengan segelas teh hangat.


" sekarang makanlah, dan ini teh hangatnya " ucap Sheina yang kemudian berniat pergi meninggalkan Barra di meja makan.


" temani aku " sahut Barra.


yang membuat Sheina menghentikan langkah nya.


" ya baiklah, aku akan menemanimu " ucap Sheina kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Barra.


Barra mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut nya dan selanjutnya seperti itu, sesekali ia menatap Sheina yang tengah senyam senyum tak jelas di hadapan nya saat ini.


Barra tau apa yang ada di pikiran Sheina, pasti karena Earth pikir nya.


BRAKKK......

__ADS_1


Sebuah gebrakan meja membuyarkan lamunan Sheina.


" AKHH... " teriak Sheina karena merasa terkejut, kemudian menatap ke arah Barra yang kini juga menatap nya dengan tatapan tajam menakutkan.


Sheina sedikit menelan ludah nya kasar.


" Kak... kak... kau.. kau kenapa Bar, apa nasi goreng nya tidak enak " tanya Sheina yang mulai di landa ketakutan.


Sedangkan Barra tak berniat menjawab sedikitpun perkataan yang Sheina lontarkan.


Ia terus menatap ke arah Sheina dengan tatapan yang seperti nya tak bisa di artikan lagi tatapan yang sungguh sangat menakutkan.


Sheina yang mendapatkan tatapan seperti itu dan tak mendapat jawaban dari Barra,


ia segera pergi meninggalkan Barra tanpa sepatah kata menuju ke lantai atas dengan langkah cepat nya, karena rasa takut.


Barra masih terdiam dan di landa rasa kesal atau rasa apalah itu yang ia rasakan saat ini dalam hati nya ,


dengan segera ia menyusul langkah Sheina yang cepat itu


Sesaat kemudian Barra akhirnya berhasil meraih tangan Sheina.


" ada apa lagi Bar lepaskan tangan ku " ucap Sheina yang tak berani menoleh ke arah pria yang kini tengah menggenggam erat tangan miliknya.


Barra masih tak berniat menjawab perkataan Sheina, seketika Barra langsung menarik kencang tangan Sheina ke dalam pelukan nya, kemudian menyudutkan tubuh Sheina di pojok tembok mengunci pergerakan nya, sehingga membuat Sheina tak bisa lagi untuk bergerak sedikit pun.


jarak keduanya begitu sangat dekat.


Sheina memberanikan diri untuk berucap.


" ap.. apa yang kau inginkan " ucap Sheina sambil gemetaran menatap kedua mata Barra.


Lagi lagi Barra tak berniat sama sekali menjawab nya.


Tanpa basa basi Barra langsung mencium bibir tipis milik Sheina dengan paksa.


Barra lakukan nya begitu lembut.


Sedangkan Sheina berusaha memberontak untuk lepas dari ciuman itu, tetapi usahanya seperti sia sia karena tenaga Barra lebih kuat darinya.


Gadis itu terus mencoba memberontak tak ada hasil,


apalah daya lama kelamaan sepertinya Sheina ikut terhanyut oleh ciuman lembut yang Barra berikan.

__ADS_1


dirinya seolah menolak ciuman hangat Barra berbeda dengan tubuh nya yang terus merespon ciuman itu, ciuman yang pertama kalinya ia lakukan bersama pria.


Ya pria yang sudah berstatus suaminya sendiri.


__ADS_2