Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 41


__ADS_3

sedangkan di kediaman mansion Sinaga, kini Zahra telah selesai dengan ritual mandinya dan kini telah berganti pakaian dress selutut berwarna maron, karena di rasa telah selesai semua kini Zahra telah keluar dari kamarnya kemudian menuruni anak tangga menuju meja makan.


beberapa saat kemudian setelah Zahra telah sampai di lantai bawah, dia langsung ke arah meja makan yang di sana sudah ada Hendra sendirian di meja makan sedangkan mama Alisya dan papa Brandon telah berangkat pagi - pagi tadi.


pagi nona, sapa seluruh pelayan termasuk pak Tejo, yang masih sigap di dekat meja makan seperti biasa mereka menyambut tuan dan nyonya di mansion besar itu.


kemudian Zahra menanggapinya dengan senyuman ramahnya.


kemudian Zahra mulai menduduki kursi makan.


" pagi Za " ucap Hendra


" pagi juga Hen, oh iya Hen mama sama papa sudah berangkat ya " tanya Zahra.


" iya tadi pagi berangkatnya Za, kamu pasti belum bangun "


" Oh begitu ya " jawab Zahra sambil manggut-manggut.


" oh iya kamu hari ini ada kegiatan apa Za "


" aku tidak punya kegiatan apa - apa Hen "


" Bagaimana kalau kamu ikut aku saja "


" memangnya kemana " tanya Zahra penasaran.


" bagaimana kalau kita ke taman belakang mansion, kita menanam bermacam bunga di sana Za " ajak Hendra kepada Zahra.


" ah iya aku ikut Hen seperti nya seru, aku bosan di kamar terus Hen " ucap Zahra yang memang merasa bosan di dalam mansion .


" ya sudah kalau begitu selesai sarapan kita langsung membeli bermacam - macam bunganya dulu bagaimana kemudian sesampainya di rumah kita menanamnya "


" ide bagus Hen " ucap Zahra


kemudian kedua pun kini menyelesaikan makannya dengan cepat karena mereka segera pergi ke toko bunga.


" ah kenyang nya " ucap Zahra sambil mengelus - elus perutnya.


Hendra yang melihatnya geleng - geleng kepala sambil tersenyum.


" kamu kenapa Hen "


" Oh tidak apa - apa, kamu masih sama seperti yang dulu Za dan tak ada yang berubah sedikit pun "


" kamu bisa saja Hen, aku tetap Zahra yang dulu dan tidak akan berubah sedikitpun Hen kau ini " jawab Zahra polos


" ya sudah ayu kita pergi " ajak Hendra kepada Zahra.


kemudian keduanya pun kini telah bangkit dari kursi duduk meja makannya, kemudian melangkahkan kakinya menuju luar mansion.

__ADS_1


dan di luar mansion supir sudah siap membuka pintu mobil untuk atasannya itu.


" silahkan masuk tuan, nona " ucap sopir


" hem " jawab singkat Hendra


sedangkan Zahra menanggapi ucapan sopirnya dengan membalas sebuah senyuman.


satu keluarga sama saja selalu saja seperti itu pada bawahannya gumam Zahra.


kemudian keduanya pun memasuki mobil, dan mobil pun mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan pekarangan mansion.


Masih di dalam mansion, pak Tejo yang sedari tadi telah selesai dengan pekerjaan nya pun, kini mulai menghubungi seseorang melalui ponselnya di sebrang sana, dan panggilan pun terhubung.


" halo tuan "


" hem, ada apa "


" nona Zahra sekarang sedang berpergian ke keluar mansion tuan, untuk membeli bunga dan akan di tanam di taman belakang mansion bersama tuan muda Hendra, karena nona Zahra merasa bosan ada di dalam kamar tuan, seperti itu katanya tadi kepada tuan muda Hendra di meja makan " ucap pak Tejo


" baiklah kalau begitu, pantau terus keadaan nona Zahra " ucap sekertaris revan dari seberang telfon.


" baik tuan " jawab pak Tejo


kemudian panggilan pun terputus.


" tuan hari ini nona Zahra pergi bersama tuan muda Hendra ke toko bunga, dan akan menanamnya di taman belakang mansion kata pak Tejo tadi, karena nona muda merasa sangat bosan di kamar terus tuan "


ucap sekertaris Bima sambil menundukkan kepalanya.


" kenapa dia tidak meminta izin padaku " ucapnya sedikit kesal.


" mungkin saja karena nona Zahra terlalu gembira tuan, maka dari itu nona muda lupa tidak mengubungi tuan "


" APA, sebahagia itu dia sampai melupakan aku yang suaminya " ucapnya dengan nada sedikit tinggi.


" maksud saya, mungkin nona muda merasa bahagia karena mempunyai aktifitas tuan, dan tidak merasa bosan lagi di mansion, maksud saya seperti itu "


" kau benar juga Van " kemudian Bima seperti memikirkan sedikit apa yang di kata sekretarisnya itu.


" iya tuan " jawab sekertaris Revan


aku memang harus berhati-hati dalam berkata apalagi tentang nona Zahra karena keliru sedikit saja bisa fatal akibatnya, karena tuan muda sedikit bodoh kalau masalah istri kesayangannya, apa karena dia terlalu mencintai nona Zahra jadi seperti itu gumam sekertaris Revan.


" Van berapa hari lagi kita pulang "


" lima hari lagi tuan "


" APA, kenapa lama sekali sih, apa tidak bisa di wakilkan hah "

__ADS_1


" tidak bisa tuan karena ini sangat privasi sekali dalam perusahaan kita "


" iya baiklah " jawab Bima lemas


" Zahra aku merindukanmu " ucapnya lagi


" tuan bagaimana kalau anda memberi hadiah kepada nona Zahra, supaya nona Zahra tidak bosan lagi di mansion " ucap sekertaris Revan memberi ide kepada atasannya itu.


" kau pintar sekali Van, lalu aku harus memberinya hadiah apa, aku tidak tau kesukaannya Zahra " tanya Bima kepada sekertaris Revan.


" bagaimana kalau anda menghadiahkan nona Zahra kucing berwarna putih saja tuan, pasti nona Zahra suka tuan "


" kenapa kau bisa tau Van kalau Zahra akan menyukai kucing pemberianku "


" karena saya melihat nona Zahra adalah wanita yang sangat polos pasti wanita tipe seperti nona Zahra itu menyukai sesuatu yang lucu - lucu tuan, apalagi kucing berwarna putih tuan " ucap sekertaris Revan menjelaskan terperinci kepada atasannya itu.


" kau benar juga Van, kau pintar sekali kalau masalah seperti ini, kau bisa di andalkan " ucap Bima memang membanggakan kepintaran sekretarisnya itu.


" segara kirimkan hadiah untuknya, biar dia tidak lagi bersama Hendra " ucapnya lagi kepada sekertaris Revan.


" baik tuan " sahut sekertaris Revan


astaga tuan pada adik anda sendiri saja sampai seperti itu gumam sekertaris Revan .


sekertaris Revan seperti tidak percaya kepada dengan tingkah tuan mudanya itu, yang saat ini lagi BUCIN alias budak cinta kata remaja sekarang 😂😂😂.


sekertaris Revan pun mulai menghubungi seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Handi orang suruhan sekertaris Revan dan panggilan pun terhubung.


" halo "


" halo tuan " jawab handi, orang suruhan Revan


" segara siapkan hadiah, anak kucing berwarna putih yang sangat bersih, kemudian kirimkan ke mansion untuk nona Zahra "


" baik tuan " ucap handi


kemudian panggilan pun terputus.


" selesai tuan " ucap sekertaris Revan kepada Bima.


" bagus, oh ya kenapa kau justru akan mengirimkan anak kucingnya kenapa tidak kucing yang besar saja biar Zahra tidak kerepotan " tanya Bima kepada bawahannya itu.


" justru saya mengirimkan anak kucing itu ketimbang kucing besar tuan, karena jika saya mengirimkan anak kucing berwarna putih itu pasti sangat menggemaskan tuan karena kalau masih anak - anak pasti sangat lucu dan imut tuan, pasti nona Zahra akan suka dan tidak akan lagi bersama tuan muda Hendra lagi tuan dan pasti nona Zahra akan sibuk sendiri mengurusi anak kucingnya itu selama tuan tidak ada " jawab sekertaris Revan dengan begitu terperinci nya.


" bagus... bagus, kau memang sangat pintar sekali sekertaris Revan, akan ku naikan gaji mu empat kali lipat "


" Terima kasih tuan " jawab sekertaris Revan yang merasa kegirangan.


nona anda memang berpengaruh besar di dalam kehidupan tuan muda, dan terima kasih nona ini karena anda gaji saya di naikkan empat kali lipat oleh tuan muda gumam sekertaris Revan yang merasa kegirangan di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2