
" sayang sudah jangan berlari - lari aku lelah "
" itukan kau yang memulainya sayang " jawab Bima.
" iya maaf sayang, sayang bagaimana kalau kita membeli cemilan dan minuman dulu sebelum kita masuk ke sana "
" baiklah sayang kau tunggu aku sebentar di bangku kecil itu, dan aku akan membelinya untukmu "
" baiklah sayang kalau begitu aku akan menunggu mu di sini "
Bima pun mulai membeli cemilan dan minuman untuk di bawanya ke bioskop bersama Zahra istrinya.
sedangkan Zahra kini tengah duduk sendiri di bangku kecil dan memandangi suaminya dari kejauhan.
" Za apa ini kau " tanya seseorang lelaki yang sedari tadi memandanginya dari kejauhan.
Zahra yang mendengar seseorang memanggilnya kemudian langsung menoleh ke arah yang punya suara.
" siapa ya, maaf sebelumnya apakah kita pernah kenal " tanya Zahra kepada lelaki tersebut.
" aku Zaki Za, teman kamu SMP dulu, masak kamu sudah lupa Za " ucapnya kepada Zahra.
" astaga Zaki apakah ini kau "
" iya Za ini aku, kau sekarang terlihat sangat cantik Za, hampir saja aku pangling sama kamu "
" kamu bisa saja Zak, kamu sama siapa ke sini "
" ini Za aku sama teman, tapi dia masih membeli sesuatu dan aku sedang menunggunya sekarang "
" oh begitu, boleh aku duduk di samping kamu Za " tanya Zaki teman sekolah Zahra
" iya Zak silahkan " jawab Zahra dengan nada santai
" kamu kuliah di mana Za "
" aku tidak kuliah Zak, karena tidak punya biaya, kamu kan tau sendiri "
" oh begitu ya, jadi sekarang kamu bekerja Za "
" tidak juga Zak, aku sudah me.... "
" sayang apa kau menungguku sangat lama "
ucap Bima yang tiba - tiba muncul dengan membawa cemilan beserta minuman dingin itu.
" ini siapa Za " tanya Zaki.
" dia suu... " jawab Zahra belum selesai dengan perkataan nya kemudian di sahut oleh Bima.
" aku suaminya, Bima Madan Sinaga "
" wah kamu sudah menikah Za, wah suami kamu ini orang kaya ya, mall ini saja miliknya sendiri, tampan lagi "
" iya Zak terima kasih "
" perkenalkan aku Zaki teman Zahra sewaktu SMP dulu " ucap Zaki sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya kepada suami Zahra.
__ADS_1
" hem " Bima menjawabnya singkat sambil tersenyum simpul dan tak berniat menjabat balik tangan Zaki teman Zahra sewaktu SMP dulu.
kemudian Zaki menarik tangannya kembali karena suami temannya itu tak berniat membalas uluran tangannya.
" maaf Zak karena tangan suamiku membawa beberapa sesuatu mangkanya tidak bisa membalas jabatan tanganmu "
" iya Za tidak apa - apa " ucap Zaki santai
sedangkan Zahra yang merasa tidak enak sendiri kepada Zaki itu, kemudian mengajak suaminya supaya segera pergi dari sana sebelum suasananya menjadi bertambah hening dan sedikit mencekam.
" ya sudah aku dan suamiku duluan ya Zak "
" ya sudah Za kalau begitu hati - hati "
" sampai jumpa Zak " jawab Zahra sambil meninggalkan Zaki di sana dan melambaikan tangannya kepada teman SMP nya dulu, dan mengikuti langkah suaminya.
Zaki tanya tersenyum memandang temannya yang mulai jauh dari penglihatannya itu.
sedangkan Zahra dan Bima kini saling diam, dan beberapa saat kemudian Zahra mulai membuka pembicaraan di antara keduanya.
" sayang kau seharusnya tidak boleh seperti itu pada Zaki "
" kenapa memangnya, seperti nya kau membelanya "
" bukan seperti itu sayang, dia hanya temanku saja di waktu aku duduk di bangku SMP dulu "
" oh "
" kenapa jawabanmu sangat singkat "
" terserah kau saja, aku dan Zaki juga tidak ada hubungan apa - apa, kau selalu saja seperti itu "
ucap Zahra kemudian mempercepat langkahnya dan meninggalkan Bima untuk masuk ke dalam bioskop untuk melihat film yang akan segera di putar yaitu film horor.
dan setelahnya sampai di dalam mereka tetap saja saling diam dan tak berniat untuk bicara di antara keduanya
sampai film yang mereka lihat di putar pun, mereka tetap terdiam, dan tak berniat memakan cemilan dan minuman yang sedari tadi di beli Bima suaminya itu.
" kalau tau begini aku tadi tidak akan mengajaknya keluar mansion "
sedangkan Zahra yang mendengarnya, kemudian melihat ke arah Bima.
" kenapa kau mau kalau kau memang tidak berniat keluar dari mansion "
" itu karena aku tidak mau kau bosan di mansion Zahra "
" iya aku tahu, semua itu pasti salahku bukan, dan kau selalu benar " kemudian Zahra kembali terdiam dan sedikit bersedih.
" bukan seperti itu sayang "
aku tau kau sekarang pasti menyalahkan dirimu sendiri Zahra gumamnya dalam hati.
" apalagi hah " ucapnya seperti orang yang sudah lelah.
" ya baiklah aku yang salah, aku cemburu melihatmu dengan temanmu yanng bernama Zaki itu "
" aku kan sudah bilang sayang, dia hanya teman SMP ki dulu dan tidak lebih "
__ADS_1
" iya sayang aku tau, aku minta maaf padamu apa kau puas istriku " ucapnya kepada Zahra seperti dibuat buat supaya istrinya itu memaafkannya.
" ya.. ya.. ya aku puas sekali hahaha... akkkkh "
jawab Zahra dengan penuh kemenangan kemudian melihat ke arah layar film yang memperlihatkan wajah hantu yang sudah berlumuran darah dengan mata yang hampir keluar.
" sayang kau kenapa, kenapa menjerit seperti itu hem "
" itu sayang tadi aku melihat di sana "
kemudian Bima melihat ke arah layar bioskop memperlihatkan sebuah hantu dengan wajah yang sudah rusak.
" oh itu, ya sudah kau berpegangan kepadaku saja sayang jika kau takut "
ada gunanya aku memilih film seperti ini, Zahra jadi melupakan masalah tadi, dan sekarang dia memeluk meluk ku kau memang pintar Bima
" sayang sekarang lihatlah hantunya sudah tidak ada sayang "
" memang iya hem " ucapnya lembut tetapi seperti nada ketakutan.
" iya sayang, lihatlah ke sana jangan memelukku terus sayang " ucap Bima berniat menggoda Zahra.
" sayang di saat seperti ini kau masih saja berniat menggodaku "
" siapa yang menggoda mu sayang, itu kau lihat tanganmu yang memelukku "
" iya aku tau, itu karena aku takut sayang makannya aku memelukmu, memangnya tidak boleh hah " tanya Zahra ketus
" sangat boleh sayang, teruskan saja "
aku merasa menang dan dia melupakan masalah yang tadi, dasar kau ini ABG labil sayang hahaha... untung saja aku suamimu gumam Bima.
Bima bergumam sambil mengatai istrinya sendiri dalam hati.
setelah lama film di putar kini film yang mereka tonton pun telah selesai, dan orang di dalam nya pun mulai berhamburan.
" sayang filmnya sudah selesai, ayo kita pulang "
" iya sayang ayo " ucapnya kepada Bima kemudian tersenyum.
mereka berdua pun mulai keluar dari dalam bioskop kemudian Bima kembali menggandeng tangan Zahra, dan mereka pun berjalan beriringan sedangkan semua mata di dalam mall besar itu sedang memandangi mereka berdua.
" sayang kenapa orang-orang sedari tadi memandangi kita ya "
" karena mereka iri sayang, sudahlah biarkan saja "
" bukan seperti itu sayang, aku merasa malu kalau di lihat terus seperti ini "
" sudah sayang biarkan saja, sayang apa kau mau es krim "
" ya baiklah sayang, aku rasa strawberry saja "
" baiklah kalau begitu tuan putri kau bisa, menunggu suamimu yang tampan ini di sini " ucap Bima sambil mengajak istrinya bercanda.
" ya baiklah sayang " ucapnya tersenyum ingin mentertawakan suaminya yang berlebihan itu.
setelah sampainya di di tempat eskrim itu, Bima mulai membeli eskrim dengan dua rasa yaitu coklat dan strawberry, sedangkan zahra memandangi suaminya dari kejauhan.
__ADS_1