
Kini ritual sarapan pagi telah selesai dengan di bumbui sedikit perdebatan kecil di meja makan antara anak dan menantu,
dan juga para pelayan mansion yang sedari tadi diam sambil menundukkan kepala di belakang kursi atasannya itu, kini ikut tersenyum menyaksikan perdebatan kecil antara ke-dua atasannya yang terlihat saling mencintai itu.
Dan kemudian seluruh penghuni mansion segera menuju ke ruang keluarga.
sesampainya di ruang keluarga.
semuanya sudah duduk di sofa mewah tersebut, dan sesaat kemudian bel pintu mansion berbunyi.
Dan seketika pak Tejo dari arah dapur segera berlari ke arah pintu depan mansion yang menjulang tinggi tersebut.
perlahan Pak Tejo pun membuka pintu tersebut, di lihat nya ada beberapa wanita yang terlihat sangat modis dengan membawa beberapa tas besar, dan kemudian pak Tejo pun mempersilahkan masuk ke tiga wanita tersebut.
" silahkan masuk nona nona " ucap Pak Tejo kepada ke tiga wanita itu
" iya Pak " jawab ke tiganya.
dan ketiganya pun masuk mengikuti Pak Tejo dari belakang dengan membawa beberapa barang bawaannya tersebut.
" nona nona sebaiknya langsung mengikuti saya ke ruang keluarga, nyonya Alisya sudah menunggu anda di sana " jelas Pak Tejo
" ah .. baiklah Pak kalau begitu " jawab ketiganya.
yang kini terus mengikuti langkah pria paru baya itu.
sesaat kemudian Pak Tejo dan ketiga wanita tersebut telah sampai di ruang keluarga.
" nyonya tamu nya sudah datang " ucap Pak Tejo kemudian kepada atasannya.
" oh iya Pak Tejo " jawab mama Alisya.
" selamat siang nyonya Alisya " ucap ke tiga wanita desainer yang sudah biasa menjadi Langganan nya tersebut.
" kalian.. ayo sini silahkan duduk " ucap mama Alisya dengan ramahnya kepada para tamu nya itu.
__ADS_1
" iya nyonya terimakasih " jawab ketiganya yang kini mulai duduk di sofa mewah.
" sekarang tunjukan koleksi kalian, biar menantu kesayangan ku akan memilihnya sendiri " jelas mama Alisya dengan nada bahagia jika menyangkut menantu kesayangannya itu.
" oh ini menantu nyonya " ucap salah satu dari ketiga wanita tersebut.
" ya benar " jawab mama Alisya dengan senyuman nya yang seperti nya begitu bangga kepada sang menantu.
" sangat cantik nyonya masih muda pula, pas sekali dengan tuan muda Bima " ucap wanita desainer itu lagi, yang membuat mama Alisya dan Zahra bertambah mengembangkan senyumnya yang seperti tak bisa pudar saat ini.
" Terima kasih mbak " jawab Zahra sambil tersenyum saat ini kepada wanita desainer tadi.
sedangkan salah satu wanita desainer itu kemudian tersenyum kepada Zahra, yang seperti terlihat begitu kagumnya melihat kecantikan menantu dari konglomerat di negaranya sendiri itu.
sedangkan Bima cuek cuek saja tak berniat menanggapi ucapan tiga wanita desainer tersebut , tetapi di dalam hatinya saat ini seperti sangat bangga.
kemudian para desainer itu pun perlahan mengeluarkan koleksinya untuk di berikan kepada Zahra supaya bisa memilih yang mana yang ia sukai.
" sayang sebaiknya aku saja yang memilihkan gaun untukmu " ucap Bima kemudian yang sedari tadi hanya diam saja.
" iya baiklah terserah kau saja sayang "jawab Zahra yang memang malas berdebat dengan suaminya, karena Zahra sudah mengetahui sifat sang suami yang sangat posesif itu.
" Bima kan istrimu yang memakai, seharusnya biar Zahra saja yang memilihnya " ucap papa Brandon, yang memang sudah tau akan jawaban dari anaknya nanti atas perkataan nya itu.
" tidak pa sebaiknya aku saja, aku tidak ingin melihat istri ku memakai gaun yang sedikit terbuka apalagi di bagian dadanya yang biasa model gaun malam di pakai seseorang wanita kebanyakan itu " jelas Bima saat ini yang tengah serius memilah milah beberapa gaun di tangan nya saat ini.
" ya sudah kau cari yang terlihat punggungnya saja agar Zahra sangat cantik meskipun dengan perutnya yang sudah membesar itu " goda mama Alisya kemudian yang ingin sekali menggoda anaknya yang sangat posesif tersebut.
sedangkan ke tiga wanita desainer itu saling tersenyum, mereka merasa bahwa lelaki tampan pewaris utama Sinaga group itu sangat menyayangi istrinya dengan ke posesifan nya.
sungguh mereka seperti di buat iri oleh ke posesifan suami dari gadis belia itu yang tak lain adalah Zahra.
" aku tidak akan mengizinkan siapa pun melihat bagian tubuh Zahra, hanya aku yang boleh " jelas Bima lagi saat ini.
" ya, ya, ya... baiklah, yang penting menantu mama harus terlihat cantik " ucap mama Alisya kemudian.
__ADS_1
sedangkan Zahra hanya geleng geleng kepala sambil melirik ke arah sang mama yang kini tersenyum kepadanya itu.
sedangkan Zahra seperti sudah tau arti senyuman dari mertuanya tersebut.
kemudian mama Alisya beralih melihat ke arah sang suami yang juga ikut geleng geleng kepala sambil tersenyum.
ya kedua orang tua Bima sudah tau kalau sifat anaknya memang seperti itu, jika sesuatu yang sudah menjadi miliknya hanya akan tetap menjadi miliknya,dan tidak akan ia perbolehkan siapapun menyentuh nya meskipun hanya sekedar melihatnya saja.
sesaat kemudian.
" sayang bagaimana kalau yang ini " ucap Bima yang memang sudah merasa cukup dengan pilihan gaun nya sedari tadi.
" aku tidak suka sayang " jawab Zahra sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.
" bagaimana kalau yang ini hem " ucap Bima lagi sambil menunjukkan gaun berwarna merah maron kepada Zahra yang terlihat sangat mewah dan berkelas tersebut.
" ya sudah yang itu saja " jawab Zahra yang merasa seperti pas dengan pilihannya.
" baiklah " sahut Bima.
" sayang kamu yang mana " sahut mama Alisya kemudian.
" ini ma, pilihan suami Zahra " jawab Zahra sambil menunjukkan gaun berwarna merah maron kepada sang ibu mertua.
" emm.. bagus sekali pasti cocok sama kamu sayang " ucap mama Alisya dengan senyuman manisnya.
" iya ma semoga saja " jawab Zahra kemudian membalas senyuman mama Alisya.
" pasti ma kan pilihan Bima " sahut Bima kemudian yang lagi lagi seperti membanggakan dirinya sendiri itu.
Beberapa saat kemudian.
Zahra dan juga mama Alisya kini sudah mendapatkan gaun yang pas untuk di pakainya di acara ulang tahun perusahaan milik keluarga nya tersebut, pastinya pesta yang begitu mewah dan megah di hadiri oleh ribuan kolega kolega bisnis dan juga para karyawan nya itu.
Ya Zahra memilih gaun berwarna merah maron yang menjuntai ke bawah dengan model simpel tetapi kelihatan sangat mewah dan sangat berkelas di lihatnya.
__ADS_1
Sedangkan gaun yang di pilih mama Alisya berwarna sedikit kecoklatan yang juga bisa di bilang memang benar-benar sangat mewah.
Maklumlah para desainer yang di datangkan oleh mama Alisya ke mansion nya itu memang para desainer desainer ternama dengan model desainnya yang bisa hanya satu saja di miliki oleh para orang penting kecuali keluarga Sinaga.