Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
Dua minggu berlalu


__ADS_3

Dua minggu berlalu sejak Adinda di nyatakan hamil begitu juga kata dokter Rani bahwa Adinda memang benar benar di nyatakan positif hamil oleh dokter khusus kandungan tersebut.


Sejak itulah banyak hal hal aneh yang Adinda ingin lakukan semenjak kehamilan nya, hal yang dulu tak ia sukai kini justru sangat di inginkan nya.


Sedangkan sekertaris Revan kini sering dibuat kalang kabut oleh kelakuan Adinda yang tengah hamil mudah saat ini itu.


Banyak hal nyeleneh yang harus ia lakukan demi sang cabang bayi agar tak ngiler kata orang jaman dulu, maka dari itu Revan harus mengiyakan apa yang di inginkan sang istri.πŸ˜‚πŸ˜‚.


Bahkan tak jarang Adinda sering membuat sebal sang suami akan dirinya yang tak mau mendekat sedikit pun pada Revan, yang menurutnya selalu membuat perut mual tak karuan sehingga membuat nya ingin muntah muntah setiap harinya.


Begitu juga di pagi ini tepatnya hari minggu, sekertaris tampan itu tengah libur bekerja ia ingin seharian bersama sang istri pikir nya.


Tetapi sepertinya tak sesuai keinginan.


Di pagi hari Adinda mulai terbangun seperti biasa Adinda segera berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya, meskipun bisa di bilang perut nya masih kosong belum terisi apapun.


Sedangkan sekertaris Revan juga langsung menyusul Adinda ke dalam kamar mandi untuk membantu sang istri karena merasa dirinya tak tega melihat wanita yang ia cintai itu seperti selalu tersiksa.


Tetapi langkah Revan terhenti ketika Adinda menghentikan nya di depan pintu kamar mandi mewah nya tersebut.


" Stop... jangan mendekat perut ku terus mual jika kau mendekat terus kak aku mohon " ucap Dinda sambil menjulurkan pergelangan tangan kirinya ke depan agar langkah pria di depan nya itu terhenti untuk mendekat ke arah nya.


" tapi Din aku hanya ingin membantumu saja " jawab Revan yang kembali berniat melangkahkan kaki nya ke arah Adinda.


Seketika Adinda kembali memuntahkan isi perutnya.


HUU.. HUU. .. HUUWEKKK...... HUUWEEKK....


HUU.. HUUU...


" Aku bilang berhenti kak, aku tidak tahan dengan bau mu " ucap Dinda yang lagi memuntahkan sesuatu tak enak dalam perut.


HUU.. HUU. .. HUUWEKKK......


" iya iya, padahal aku sedari pagi tadi sudah mandi agar bau ku wangi supaya kau tak muntah lagi jika aku berada di dekat mu Dinda " jelas Revan yang kini mulai terlihat lesu.

__ADS_1


" tapi mau bagaimana lagi ini semua kan kemauan anak kita yang tak ingin mendekat dengan mu " jelas Dinda sambil mengelus elus perut nya yang masih rata.


" heh " Revan membuang nafas nya kasar.


Padahal ia ingin sekali hari libur nya ia habis kan untuk bermanja manja dengan Adinda dan juga calon bayi yang masih bersemayam di perut istrinya itu.


" Ya sudah baiklah tak apa, sebaiknya aku akan membuat kan masakan untukmu saja bagaimana, apa yang kau ingin kan saat ini sayang " ucap Revan yang berusaha ingin sekali memberi perhatian penuh pada bumil nya.


" aku ingin nasi goreng dan telur ceplok kak, kau bisa membuat nya " ucap Adinda terlihat polos.


Revan sedikit berfikir,


dengan dirinya yang masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi, sedangkan Adinda juga masih setia berada di dalam kamar mandi sana.


" emm... nasi goreng ya HAHAHA..... serahkan saja padaku, kau tunggu di kamar ya " ucap Revan sambil tertawa keras seolah menutupi ketidak bisaan nya dalam hal masak memasak.


" ya baiklah " jawab Dinda.


Kemudian Revan pun kini mulai berbalik arah untuk segera menuju dapur mewah nya di lantai bawah dengan sedikit bermonolog ketika langkah kaki nya mulai menuruni anak tangga satu persatu.


Sekertaris Revan bermonolog sendiri seolah terlihat sedikit berbangga diri membayangkan masakan yang nanti nya ia di buat sendiri itu akan lezat dengan bantuan tutorial di ponsel milik nya.


Sesaat Revan telah sampai di area dapur mewah nya yang serba putih itu.


Sekertaris tampan tersebut kini terlihat perlahan memakai apron putih nya.


Terlihat seperti seorang chef handal nan tampan jika di pandang.


Tak lupa dengan segera Revan mulai mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana milik nya.


Perlahan jarinya mulai memutar video tutorial memasak nya di dalam ponsel, kemudian setelah itu mengumpulkan bahan bahan masakan nya satu persatu yang ia perlukan.


Bahan sudah terkumpul


Revan kini mulai mencoba memasak nasi goreng yang di inginkan Adinda dengan sekuat tenaga, pria itu berusaha keras meskipun tak pernah akrab dengan peralatan dapur yang biasa di gunakan Adinda untuk membuatkan nya makanan untuk nya.

__ADS_1


Setelah setengah jam berlalu..


Revan dengan senyuman ke puasan nya kini mulai terlihat di ujung bibir nya, ketika mendapati nasi goreng + telur ceplok permintaan sang istri telah tersaji sempurna di atas meja makan hasil kerasnya itu.


" Akhir nya selesai " ucap nya sambil mengelap keringat di area kening nya.


Dengan keadaan dapur yang kini terlihat seperti kapal pecah akibat ulah nya.


Di lihat nya centong nasi yang telah meleleh hingga tinggal separuh akibat ia taruh di dekat kompor, kemudian irisan kulit bawang, pisau dan beberapa peralatan dapur lain nya masih berserakan di mana mana akibat dirinya yang tak mengerti kegunaannya itu,


beserta cobek batu yang masih tergeletak di lantai marmer nya bersama beberapa pecahan telor yang sempat luput dari tangan nya saat mau menggoreng tadi.


Sedangkan keadaan wajan bagian bawah nya kini sudah terlihat menghitam alias gosongπŸ˜‚


dengan sisa nasi goreng yang masih menempel kuat di sana akibat kegosongan tadi yang Revan lakukan.


Sekertaris Revan sedikit menganga melihat keadaan dapur yang sudah acak adul akibat kelakuan nya itu, sungguh ia tak percaya semua itu adalah ulah nya sendiri.


Seketika Revan memutar kedua bola matanya malas.


" Heh.... " kemudian membuang nafas berat nya.


" Aku harus segera mengembalikan semuanya seperti semula " ucap nya


Dengan segera Revan kemudian membersihkan dapur yang sudah seperti kapal pecah tersebut dengan cepat, agar sang istri tak lelah untuk membersihkan rumah dengan keadaan nya yang tengah hamil muda itu pikir nya.


Lima belas menit berlalu.


Sekertaris Revan telah selesai akan tugas nya menjadi ibu rumah tangga dadakan itu πŸ˜‚.


Kini dirinya segera beranjak untuk menuju lantai atas tepatnya di kamar pribadi keduanya,


sambil membawa nampan yang berisi nasi goreng yang entah bagaimana rasanya + telur ceplok yang sedikit menghitam uppss... maksudnya sedikit gosong πŸ˜…πŸ˜…


di tambah lagi satu gelas susu untuk ia persembahkan untuk Adinda yang sedari tadi sudah menunggu kedatangannya di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2