
" apa tidak ada lagi yang di perlukan tuan " ucap sekertaris Revan
" tidak ada " jawab Bima
" saya permisi dulu tuan "
" hem " jawab singkat bima kepada sekertaris Revan.
" semoga cepat sembuh nona " ucapnya kepada istri tuan mudanya itu.
" Terima kasih sekertaris Revan " jawab Zahra.
kemudian sekertaris Revan pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan istri tuan mudanya itu.
sedangkan kini Bima dan Zahra mulai membuka makanan yang di bawakan sekertaris Revan.
" sayang aku akan menyuapi mu "
" ya terserah kau saja "
dan Bima pun mulai menyendokkan satu sendok ke mulut Zahra.
" sayang kau tau, aku seperti menyuapi seorang bayi besar sekarang " ucap Bima kepada istrinya.
" sayang kau mengejekku ya " rengek Zahra.
" tidak, aku tidak mengejek mu sayang, justru aku belajar jika suatu hari nanti kita sudah memiliki bayi aku ingin menyuapinya sampai kenyang "
sedangkan Zahra tiba - tiba tersedak mendengar perkataan suaminya.
" sayang kau kenapa, kau pasti tidak hati - hati "
" aku juga tidak tau sayang tiba-tiba saja tersedak dengan sendirinya "
" ini minumlah " ucap Bima mengulurkan segelas air kepada istrinya.
" sayang jika nanti kita mempunyai seorang bayi, kau ingin laki-laki atau perempuan hah "
dan lagi - lagi Zahra tersedak mendengar pertanyaan suaminya.
" sayang kau kenapa lagi hah "
" sayang kau jangan mengajakku bicara jika aku sedang makan dan minum "
" iya, iya baiklah aku tidak akan bicara lagi, dan sekarang cepat habiskan makananmu sayang "
" iya sayang "
" dan setelah itu tidurlah, kau butuh istirahat yang penuh sayang, agar kau cepat sembuh "
" iya, iya sayang cerewet sekali sih tuan muda posesif ku "
" dasar kau ini, istriku yang paling menggemaskan " ucap Bima sambil mencubit pipi Zahra saking gemas nya.
dan keduanya pun kini tersenyum sangat manis.
__ADS_1
" aku mencintaimu Zahra " ucap Bima lembut sambil memandang Zahra yang berada di hadapannya itu.
" tetapi aku tidak hahaha... " jawab Zahra sambil tertawa.
" hey.. apa tadi yang kau bilang, kau lupa ya siapa yang selalu menyuapi mu hem "
" kau kesal ya "
ucapnya sambil menunjuk ke arah Bima dan mengembangkan senyumnya seperti berniat mengejek Bima suaminya.
" ya, aku kesal padamu " ucapnya sambil sedikit memalingkan wajahnya dari Zahra.
" hahaha... sayang aku hanya bercanda "
" mendekat lah kepadaku " ucap Zahra lagi.
" untuk apa " jawab Bima dingin kepada Zahra
" ya sudah kalau tidak mau, aku mau tidur saja, makanannya kan juga sudah habis, aku ingin istirahat sampai besok dan tak berniat bangun sama sekali, biarkan saja kau sendirian di ruang ini "
" kau mulai berani mengancam ku ya sekarang hah " ucapnya sedikit kesal pada Zahra.
" aku tidak mengancam mu, aku hanya ingin kau mendekat padaku sebentar saja, tetapi kau tidak mau ya sudah, aku tidur saja "
" iya aku mendekat "
kemudian tanpa aba aba Zahra langsung mencium bibir Bima sekilas dan mengucapkan sesuatu yang buat hati Bima berbunga-bunga saat ini.
" aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu suamiku "
" aku juga mencintaimu Zahra " jawab Bima sambil memegang kedua pipi Zahra dengan sangat lembut.
" sayang seandainya karena kecelakaan ini aku lumpuh, apa kau masih mencintaiku "
" sayang apa yang kau bicarakan hah, tatap mataku Zahra "
kemudian Zahra menatap kedua mata suaminya.
" kau akan segera sembuh sayang, dan aku akan selalu menerima keadaanmu, begitupun sebaliknya, kau harus menerima diriku yang seperti ini "
" sayang kau membuatku menangis dengan kata - katamu itu " rengek nya Zahra yang mulai meneteskan air mata itu.
" dasar ABG labil " ucap Bima di sela sela istrinya terharu dengan kata-kata nya itu.
kemudian Zahra yang mendengar perkataan suaminya itu, merasa sedikit kesal dan langsung mencubit perut Bima dari samping.
" aww.. kenapa kau mencubit ku sayang "
" itu karena kau sayang, saat aku terharu dengan perkataan mu kau mengatai ku ABG labil "
" memang kau ABG labil kan sayang "
" ya memang, dan kau yang sudah tua hahaha.. "
" dasar kau ini ya " jawab Bima sambil mencubit hidung Zahra.
__ADS_1
" sayang sakit lepaskan "
" iya, sudah aku lepaskan "
sedangkan Zahra tetap memegangi hidungnya yang baru saja di cubit suaminya itu.
" sayang aku mengantuk "
" ya sudah kau tidurlah sayang, ini sudah malam waktu nya kau istirahat "
" iya sayang, kau juga tidur lah jangan terlalu lelah dengan pekerjaan mu ya "
" iya sayang, sekarang kau tidurlah aku akan menyelimuti tubuhmu perlahan "
" iya sayang, tapi pelan pelan lutut ku masih sangat sakit " ucap Zahra
" iya sayang " jawab Bima dengan lembut "
dan Bima pun mulai menyelimuti tubuh istrinya perlahan.
" sayang " panggil Zahra lagi
" ada apa lagi hem "
" kau bisa kan mengelus elus kening ku, supaya aku cepat tertidur "
" ya baiklah sekarang kau pejamkan matamu aku akan mengelus kening mu perlahan sayang sampai kau tertidur "
" selamat malam sayang "
Zahra tersenyum mendengar kan perkataan suaminya itu dengan mata yang mulai terpejam.
dan beberapa saat kemudian
Zahra mulai terpejam, sedangkan Bima tersenyum melihat wajah polos istrinya yang tertidur sangat pulas itu.
bayi besar akhirnya kau tertidur juga, maafkan aku yang sudah membuatmu seperti sayang, ucapnya sambil memandangi wajah Zahra dari samping kemudian mencium pelan tangan istrinya itu.
dan setelah itu Bima berjalan ke arah sofa dan mulai membuka layar tipis di depannya, mengerjakan pekerjaan nya yang mulai menumpuk, meskipun sekertaris Revan yang di percayakan di perusahaan nya, karena memang Bima terlalu banyak memiliki anak cabang perusahaan yang tidak ada habisnya itu, berbeda lagi dengan market place nya yang lain seperti tak terhitung.
dan juga berbeda lagi dengan perusahaan papa Brandon yang sekarang masih di rintis untuk adiknya Hendra, bukankah itu sebuah kekayaan yang tiada habisnya.
pantas saja hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan sekalipun, maka dari itu keluarga Sinaga adalah keluarga konglomerat terkaya di indonesia dan bisnisnya adalah bisnis terbesar di Asia.
jam dinding di ruangan yang saat ini di tempati Zahra kini telah menunjukkan pukul dua belas malam, tetapi Bima masih tetap setia di depan layar tipisnya.
sesekali Bima mengucek matanya yang sudah mulai mengantuk.
sepertinya aku lanjutkan besok saja, karena ini sudah larut malam ucapnya sendiri, kemudian sedikit mengalihkan pandangannya ke arah Zahra yang tertidur pulas.
Bima pun melangkahkan kakinya ke arah ranjang yang di tempati Zahra.
sepertinya kau nyenyak sekali sayang, selamat bermimpi indah gadis belia ku, aku mencintaimu Zahra ucap Bima kemudian mencium kening Zahra perlahan sangat lembut.
setelah itu Bima kembali ke arah sofa untuk dirinya merenggangkan tubuhnya yang sedikit lelah itu , dan beberapa saat kemudian kini Bima mulai memejamkan matanya perlahan mulai menuju alam mimpinya.
__ADS_1
Dan malam ini di lalui kedua pasangan suami istri itu dengan keheningan dan tertidur di tempatnya masing - masing sampai malam telah berganti pagi yang sangat cerah