Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
ruangan dingin menjadi panas


__ADS_3

" Apa saja yang kau bicarakan dengan nona Zahra Dinda " tanya sekertaris Revan kepada sang pacar.


" tidak ada aku hanya bicara itu saja, memangnya kenapa " tanya Adinda


" kau tidak boleh lancang seperti itu, nona Zahra istri dari tuan mu, tuan Bima " jelas sekertaris Revan.


" iya tuan Revan " jawab Adinda supaya sang pacar merasa lega mendapat jawabannya.


" kau memang sedikit menyebalkan Din " ucap sekertaris Revan pelan tetapi masih terdengar jelas di telinga Adinda.


" ya sudah cari yang lain sana, jangan dengan ku " jawab Adinda sambil pandangannya tertuju pada beberapa helai kertas penting di hadapan nya, dan tak berniat sama sekali menoleh ke arah sekertaris Revan.


" aku tidak bicara apa apa " jawab sekertaris Revan mengelak tuduhan Dinda.


Aish....Dia mendengar ucapan ku ternyata hah.... pasti dia sedikit kesal gumam sekertaris Revan.


" bohong " sahut Adinda yang masih setia menatap beberapa helai kertas penting di hadapan nya tersebut.


" ya sudah sebaiknya kita diam saja " ucap sekertaris Revan.


" ya sudah diam, apa susah nya memang "


" Din " panggil sekertaris Revan.


" hem " jawab Adinda dengan deheman.


" jangan seperti itu, tinggal enam hari dari sekarang sebentar lagi kita akan menikah "


" memang iya "


" kenapa jawabannya hanya itu "


Akkh... aku benci jika dia mendiamkan ku seperti ini, susah sekali menghadapi nya gumam sekertaris Revan.


" terus "


" Din " panggil sekertaris Revan lagi untuk yang ke tiga kalinya.


" hem "


tetap saja jawaban nya Hem, iya, terus, hah.... menyebalkan sekali tetapi dia begitu menggemaskan aku serasa tidak tahan jika tidak menyentuh bibirnya yang sering bawel itu gumam sekertaris Revan.


sekertaris Revan bergumam sambil terus saja memandang Adinda dari meja kerja miliknya yang tak begitu jauh dari meja kerja milik Adinda karena meja kedua nya memang berdekatan.


" apalagi " ucap Adinda karena merasa pacarnya sedikit diam setelah tadi memanggilnya.


" Dinda " panggil sekertaris Revan lagi untuk yang ke sekian kalinya.


" apa "


" kau ingin berbulan madu kemana jika kita sudah menikah sayang " tanya sekertaris Revan kepada calon istrinya tersebut.


astaga rasa kesal ku sepertinya langsung hilang ketika dia lagi lagi memanggil ku sayang, akkh.. kau ini Din gumam Adinda.


" emm... aaa... emm... akhh aku tidak tau " jawab Adinda nyang merasa kebingungan,dan juga malu membahas bulan madu.


dengan kedua pipinya yang kini terlihat bersemu merah menahan rasa malu yang sangat teramat di depan sekertaris Revan.

__ADS_1


" kenapa tidak tau sayang, bagaimana kalau kita ke Bali hem, apa kau menyukainya " ucap sekertaris Revan lagi.


" emm... aku.. aku.. "


" Dinda kau merasa malu ya hem... sayang jawab aku, aku tau kau merasa malu karena membahas hal itu "


" tidak " jawab Adinda menyangkal perkataan sekertaris Revan sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


" yakin "


" ya aku yakin "


" tapi seperti nya pipimu sudah memerah Dinda seperti tomat, kau tidak bisa menyangkalnya "


" ya.. ya.. ya baiklah aku malu membahasnya "


" ya sudah kau jawab saja Dinda "


" kak kau mengajakku ke sana supaya bisa melihat bule bule selonjoran yang memakai bikini di sana ya heh " tanya Dinda.


" hehehe.... kau memang menyebalkan ya Din, untuk apa aku melihat mereka, bukankah kita ke sana untuk saling buka buka an bukan, dan seperti nya milikmu lebih besar hehehe..... " goda sekertaris Revan.


" kak sudah cukup hentikan ucapan mu....kau diam diam jangan jangan sering memandangi tubuhku dari kejauhan ya heh, kau mesum sekali ternyata, dasar pacar menyebalkan kau ini ya " jawab Dinda yang merasa pria di hadapannya itu sedikit membuat nya malu sendiri saat ini dan juga kesal sebenarnya.


" hehehe... biarkan saja, karena hanya aku pria satu satunya yang boleh memilikimu Dinda " ucap sekertaris Revan setelah itu.


Dinda memanyunkan bibirnya ke depan, seperti malas mendengar perkataan gombal sekertaris Revan.


" kenapa seperti itu, kau tidak percaya " ucap sekertaris Revan kemudian.


tring.....


tring.....


tring....


Sebuah panggilan masuk di ponsel milik Adinda.


" kak sebentar ponsel ku berbunyi " ucap Dinda


" ya baiklah " jawab Revan.


Siapa yang menelfon siang siang seperti ini ya, jam kerja lagi monolog Adinda.


Sambil tangan nya mencari sesuatu benda pipih yang berada di dalam tas kerja miliknya.


Joe menelfon untuk apa ya, aku takut sekali jika pacar satu ini cemburu,dia kan sedikit posesif padaku, sepertinya seru jika aku sedikit membuat nya cemburu hahaha.....siapa bilang tadi membuatku merasa malu tak karuan gumam Dinda.


" Din kenapa tak di angkat " ucap pria tampan itu lagi.


" ah iya iya " jawab Adinda yang sedari tadi masih menatap layar ponsel nya tersebut.


Perlahan Adinda pun mulai mengangkat sambungan telepon dari Joe teman dekat yang sempat mengajaknya menikah.


" halo Joe " ucap Adinda yang sedikit di buat buat dengan nada yang begitu bahagia mendapat telepon dari pria lain.


Sedangkan sekertaris Revan langsung kembali menoleh ke arah sang pacar sekaligus calon istrinya tersebut, ketika nama Joe di di sebut oleh Adinda.

__ADS_1


sekejap pandangan sekertaris Revan menajam pada Adinda, karena melihat Adinda gadis pujaan nya itu seperti terlihat bahagia ketika mendapati seseorang yang menghubungi nya adalah pria yang dulu sempat dekat dengan dirinya.


" halo Din bagaimana kabar mu baik " tanya Joe di sebrang sana.


" sangat baik Joe, kabar mu bagaimana " tanya Dinda balik kepada seseorang pria yang pernah dekat dengan nya itu.


" aku juga sangat baik Dinda "


Seketika sekertaris Revan mengeraskan rahang nya, dan sekertaris Revan pun bertambah kesal mendengar obrolan keduanya yang tambah kelihatan begitu akrab,apalagi Adinda gadis pujaan nya itu sampai tersenyum senyum tak jelas karena perbincangan dengan pria lain di hadapan nya.


Sesaat sekertaris Revan kemudian menggebrak meja karena merasa tingkat kecemburuan nya tingkat dewa saat ini.


BRAKKK.......


bunyi gebrakan meja sekertaris Revan.


Seketika Adinda kaget dengan apa yang di lakukan pacar tampan itu, dia tak pernah selama ini melihat sekertaris Revan semarah seperti saat ini.


Ap...apa...... dia marah sampai seperti itu, aduh seperti nya aku dalam masalah, sebaiknya aku mengakhiri saja sambungan telepon ini, ruangan ini tadi dingin kenapa sepertinya mulai terasa sangat panas dan menakutkan seperti ini ya gumam Adinda.


Adinda bergumam setelah tadi dirinya melirik ke arah sekertaris Revan dengan wajah kemarahan nya seperti tak bisa di artikan lagi.


kemudian Adinda berniat mengakhiri sambungan telepon tersebut.


" halo Joe " ucap Dinda lagi.


" iya Din " jawab Joe


" telepon nya aku matikan ya, kau tau atasan ku marah karena aku bermain ponsel di jam kerja " jelas Dinda membuat alasan yang tambah membuat sekertaris Revan mendengarnya tambah naik darah.


dengan tiba tiba...


BRAKKK......


suara gebrakan meja kaca kembali terdengar.


" baiklah kalau begitu Din "


" da.. da... Joe " ucap Dinda setelah itu yang mulai gemetaran.


astaga kenapa situasinya tambah mencekam sih gumam Adinda.


" da... da... Din " jawab Joe di sebrang telepon.


Dan panggilan pun terputus.


Apa dia bilang tadi atasan, dia bilang aku atasan bukan calon suaminya, bahkan Dinda bilang dada dada segala, berani sekali gadis ini, dasar wanita gumam sekertaris Revan.


sekertaris Revan kembali bergumam dengan dirinya saat ini tingkat kemarahannya sampai di ubun ubun karena kelakuan Dinda.


JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA KAK :


- PERBUDAKAN KU BERAKHIR DI PELAMINAN ( on going)


- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR ( karya masih baru banget, on going )


KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA ☺☺😊😘😍😍, πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2