
waktu terus berputar siang berganti malam dan malam pun telah berganti pagi yang begitu cerah.
Serta kicauan burung di pagi hari yang begitu merdu, sedangkan matahari pun mulai menampakkan dirinya dengan cahaya yang mulai menembus tirai kamar putih.
Sehingga membuat beberapa mata silau, bagi siapa saja yang masih tengah tidur dengan lelapnya.
Begitupun dengan pria tampan satu ini ia mulai bangun dan memulai aktivitas nya.
Siapa lagi kalau bukan tuan muda Madan Bima Sinaga pewaris utama SINAGA GROUP,
ia telah bangun mungkin dengan tidur panjangnya, sejak kemarin siang sesaat setelah pulang kantor sedari pertemuannya dengan clien.
Tak jarang waktu untuknya bisa istirahat panjang karena terlalu banyak nya urusan yang harus dia kerjakan di perusahaan pencakar langitnya tersebut,
mengurusi setiap anak cabang perusahaan besarnya yang terletak dimana mana serta bergerak di segala bidang itu.
Tak beberapa lama kemudian dering ponsel nya terdengar sangat nyaring.
Tanda sebuah panggilan masuk yang tertulis jelas di layar ponsel miliknya.
tring...
tring....
tring...
Ternyata panggilan sepagi ini adalah mama Alisya yang tak lain ibunya sendiri.
" halo Ma " ucap Bima yang sambil menguap dengan kedua mata sayu khas orang bangun tidur.
" halo anak mama, kamu baru bangun ya " sahut mama Alisya dari sebrang sana.
" ya Ma " jawab Bima singkat
" adik kamu kemana Bim " tanya mama Alisya
" dia di kamarnya Ma " sahut Bima lagi
" Oh gitu ya sudah tidak papa, mama kangen sama kalian berdua sayang, minggu depan mama sama papa pulang Bim, papa disini masih melanjutkan pekerjaannya belum kelar - kelar " jelas sang mama.
" ya ma tidak papa kok, Bima juga kangen sama mama "
" ya sudah segitu dulu ya sayang mama tutup dulu telfonnya dada Bima "
" ya Ma dada " Bima pun menaruh ponselnya kembali di atas nakas,
kemudian melanjutkan aktivitasnya yaitu dengan ritual mandi,
mengisi bathub dengan air hangat tak lupa ia meneteskan sedikit aroma terapi kesukaannya,
yang membuat tubuhnya sangat wangi bahkan hampir memakan waktu sekitar lima belas menit, dan tak beberapa lama kemudian ritual mandi pun telah selesai.
Bima langsung menuju ruang ganti dan di sana sudah di sambut oleh pak Tejo yang tengah mempersiapkan keperluan tuanya mulai dari jas,kemeja, celana, kaos kaki, sepatu, jam tangan dan masih banyak lagi.
'' apa masih ada yang Anda perlukan tuan muda " tanya pak Tejo sambil sedikit menunduk.
__ADS_1
" tidak ada pak Tejo terima kasih " jawab Bima singkat.
" kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan" ucap pak Tejo sambil membungkukkan badan kemudian segera bergegas keluar dari kamar sang atasan.
Kini kepala pelayan tersebut beralih menuju kamar Hendra.
" selamat pagi tuan muda " ucap pak Tejo kepada Hendra
" selamat pagi pak Tejo " sahut Hendra dengan ramah.
Pak Tejo pun langsung menyiapkan keperluan tuan mudanya, tanpa perlu sang tuan memberi perintah lagi karena itu sudah tugasnya,
Dengan segera pria paruh baya itu langsung ke kamar mandi mengisi air pada bathub dan tak lupa meneteskan wewangian kedalamnya setelah selesai urusannya di kamar mandi pak Tejo langsung ke ruang ganti baju untuk menyiapkan kembali keperluan tuan mudanya seperti yang ia lakukan pada Bima.
Di rasa selesai ia segera keluar.
" semuanya sudah siap tuan muda " ucap pak Tejo sambil menundukkan kepala
" terimakasih pak Tejo " sahut hendra
" iya tuan kalau tidak ada lagi yang anda perlukan saya pamit undur diri tuan muda "
" ya pak terima kasih "
*
*
Tak selang beberapa lama kemudian.
Kedua tuan mudanya pun keluar kamar bersamaan menandakan keduanya telah selesai dengan urusan ritualnya masing masing,
Bima memulai percakapannya.
" Hen tadi mama telfon katanya minggu depan mereka pulang, karena papa di sana masih melanjutkan urusannya mengenai anak cabang perusahaan di Singapura yang bermasalah " jelas Bima kepada adiknya.
" memang kapan kak mama telfon " sahut Hendra
" tadi waktu aku baru bangun tidur "
" Oh begitu ya, sepi rumah tidak ada mama sama papa " ucap Hendra.
Sampai dilantai bawah, keduanya langsung menuju meja makan yang berukuran panjang nan mewah , sedangkan para pelayan sedari tadi sudah siap menyambut.
"selamat pagi tuan muda"
ucap para pelayan
yang sudah berbaris rapi di samping meja makan dengan kepala menunduk hormat,
seperti biasanya Hendra dan Bima hanya acuh dan tak pernah berniat sedikit pun untuk menjawab sambutan dari para pelayan nya.
mereka berdua mulai sarapan paginya dan hanya ada keheningan di meja makan, menyisakan bunyi sendok dan garpu yang saling bersahutan.
Setelah selesai sarapan pagi mereka segera berangkat ke tujuan masing-masing,
__ADS_1
pak Tejo masih mengekor di belakang sang tuan mudanya sambil membawakan tas kerja milik Bima.
" Hen kamu di antar supir hari ini " ucap Bima sambil melirik Hendra.
" iya kak " sahut Hendra santai
" baiklah kau berangkat sana " ucap Bima dengan nada dinginnya.
" iya kakakku tercinta "
Bima pun hanya menghela nafas mendengar jawaban adiknya itu yang terkesan sangat berlebihan, sekertaris Revan yang baru saja tiba di halaman mansion langsung membukakan pintu untuk sang tuan.
" selamat pagi tuan muda "
ucap sekertaris Revan sedikit membungkukkan separuh tubuh nya.
" hem " jawab Bima dengan deheman.
" silahkan masuk tuan "
Bima langsung masuk ke dalam mobil tanpa berniat menjawab sedikitpun perkataan Revan,
berbeda dengan pak Tejo yang langsung menyerahkan tas kerja milik sang tuan kepada sekertaris Revan, dan memasukkannya ke dalam mobil dan dengan segera sekertaris Revan menancapkan pdela gas nya meninggalkan pekarangan mansion.
" Revan apa kau sudah mendapat informasi lagi tentang gadis itu Van " tanya Bima kepada sekretaris Revan dengan pandangan terus menatap depan.
" sementara ini masih tetap tuan, orang suruhan saya masih mencari informasinya " sahut sekretaris Revan.
" baiklah usahakan semuanya berjalan dengan lancar "
" baik tuan muda "
dan sekarang hanya ada keheningan di dalam mobil tuan muda itu.
semoga saja hari ini aku bertemu lagi dengan gadis itu kenapa aku tidak melihatnya ya Bima terus bermonolog sendiri dalam hatinya
sedangkan di tempat lain
" ibu, ayah Zahra berangkat dulu " ucap Zahra kepada kedua orang tuanya.
" ya Za hati-hati ya nak, bekalnya sudah kamu masukan tas " sahut bu Fatma
" Hati-hati ya Za " ucap pak Anwar kepada anak nya.
" sudah Zahra masukkan kok bu,iya Zahra hati-hati " ucap Zahra sambil menyalami kedua orang tuanya.
kemudian bergegas untuk berangkat.
" ayah ibu Theo berangkat juga, kak aku berangkat duluan ya " sambil menyalami kedua orang tuanya dan kakak perempuannya itu.
" ya hati-hati ya dek di jalan " ucap Zahra
" iya kak " sahut Theo kemudian berjalan keluar rumah
" Assalamu'alaikum ayah ibu " ucap adik kakak itu kepada orang tuanya.
__ADS_1
" ya nak wassalamu'alaikum salam" balas bu Fatma dan pak Anwar.
Setelah berpamitan Zahra mulai berjalan menyusuri gang depan rumahnya untuk mencari angkot karena sepeda milik nya sudah tak bisa digunakan lagi akibat kelakuan si Erina kemarin di sekolah.