
sedangkan di Mansion besar Milik keluarga Sinaga.
tepatnya di kamar pasangan suami istri.
Dilihatnya sang istri langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size itu, entah apa yang di rasakan seorang ibu hamil itu.
" akhirnya sampai juga di kasur kesayangan ku" ucap Zahra setelah punggungnya menempel di kasur empuk kesayangannya tersebut.
" Sayang apa kau sangat merasa lelah hari inj " tanya Bima yang kini juga mulai menaiki ranjang empuk nya itu setelah tadi sang istri mencopot kan jas merah maron nya setelah memasuki kamar.
" iya sayang, sepertinya kedua kaki ku sedikit bengkak " jawab Zahra sambil memandangi kedua kakinya yang seperti sedikit bengkak itu.
" Zahra ayo ganti baju dulu sayang, dan setelah itu aku akan membantumu memijit kan kakimu"
" sayang sepertinya aku sudah tidak kuat lagi untuk bangun, sebaiknya aku tidur saja, dan kau tidak perlu memijitnya kita tidur saja, besok juga akan kempes "
" ya sudah aku ambilkan piyama tidur mu ya "
" sayang kau lelah, sudah tidur saja tidak apa "
" aku tidak lelah jika untuk sayang "
Zahra tersenyum mendengarnya.
kemudian Bima bergegas menuju ruang ganti, untuk segera mengambilkan sang istri piyama, dan juga dirinya yang kini hendak mengganti pakaian dengan piyama seperti Zahra.
dan setelah selesai Bima segera kembali ke ranjang king size nya tersebut sambil membawakan piyama milik Zahra.
Di lihatnya dari kejauhan sang istri kini sudah tertidur pulas.
" Zahra kau sudah tertidur sayang "ucap Bima kepada istri kesayangannya itu.
" emmm... " jawab Zahra yang masih sedikit mendengar suara sang suami yang mengajaknya berbicara, tetapi kedua matanya " jawab Zahra seperti suara orang khas mau tidur.
" ya sudah tidur sana, aku akan mengganti nya sendiri si tubuhmu "
Zahra tersenyum sambil kedua matanya terpejam,dengan dirinya yang masih mendengar suara sang suami tetapi dirinya kemudian merasa benar-benar terlelap.
mungkin tubuhnya memang merasa lelah hari ini, sampai Bima pun yang kini tengah mengganti pakaiannya itu seperti tak terasa, kedua matanya masih saja terpejam mungkin sangking lelahnya seorang gadis yang sebentar lagi menjadi seorang ibu tersebut.
__ADS_1
Bima tersenyum melihat sang istri yang kini tertidur pulas itu, di lihat nya wajah ayu Zahra seperti teduh saat terlelap seperti itu.
lelaki tampan bertubuh atletis itu dengan telaten nya mengganti baju Zahra, dengan sangat pelan, di lihatnya saat ini tubuh Zahra yang tengah polos tetapi masih mengenakan bra dan Cd berwarna hitam serta perutnya yang yang membesar dengan posisi miring nya saat ini.
Bima merasa gemas dengan melihat tubuh istrinya yang tengah polos itu, sekilas Bima menoel noel dua benda kenyal milik istrinya yang menyembul keluar dari wadahnya itu.
tetapi sang istri merasa tak terganggu sedikitpun, dan Bima kembali menoel noel nya kemudian karena dirinya merasa tidak lega Bima mulai mengeluarkan dua benda kenyal milik sang istri keluar dari wadahnya.
Bima mulai merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan mulai menikmati minum susu di malam hari sebelum tidur 😂😂😂,
setelah tadi mengeluarkan dua benda kenyal kesayangannya itu, dan tak lupa Bima memberi tanda kepemilikan di sana sini pada benda kenyal milik istrinya tersebut.
sebenarnya Bima ingin sekali meminta jatahnya, tetapi melihat keadaan sang istri seperti kelelahan, dia mengurungkan niatnya.
dan perlahan pria tampan itu ikut tertidur di samping istri sambil menyusu, sampai dirinya lupa kalau tubuh Zahra belum ia pakaian piyama nya yang sejak tadi ingin ia gantikan itu.
tetapi tubuh sang istri yang polos itu sudah terselimuti oleh selimut tebal putih bersamanya.
*********
ke esokan harinya.
06.00 wib.
Dengan perlahan Zahra menarik pucuk benda kenyal yang satunya saat ini masih menyangkut di bibir Bima.
" awww... sayang lepaskan ini sudah pagi " ucap Zahra kepada sang suami.
" emm... sebentar lagi sayang, aku masih ingin menempel begini " jawab Bima yang masih malas melepaskan pucuk benda kenyal milik Zahra dari bibir nya.
" sayang sudah, tubuhku merasa tidak enak " ucap Zahra kemudian dengan suaranya yang sedikit serak.
" Zahra apa kau bilang tidak enak badan " jawab Bima yang langsung tersentak bangun dan menempelkan punggung tangan nya di kening sang istri.
Zahra menganggukkan kepalanya pelan kepada Bima dengan kedua matanya yang seperti tak kuat untuk membuka kedua matanya lebar lebar.
" sayang tubuhmu panas, ayo sayang kita segera ke rumah sakit " ucap Bima yang mulai posesif kepada Zahra.
" sayang tidak perlu, sebentar lagi panas nya akan turun, piyama ku kemana aku kedinginan " ucap Zahra setelah itu, dengan tubuh nya yang saat ini meringkuk di dalam balutan selimut putih tebal tersebut.
__ADS_1
" Zahra maaf kan aku, ini pasti gara gara aku, sebentar aku akan memakaikan piyama mu sayang " ucap Bima yang kini mulai khawatir tak karuan.
dengan gerakan cepat Bima pun langsung menggapai piyama milik sang istri yang masih berada di ujung kasur empuk nya itu sejak tadi malam.
kemudian dengan segera memakaikan piyama milik sang istri.
" sayang apa kau merasa sedikit hangat " ucap Bima yang baru saja selesai memakaikan piyama di tubuh istri belianya.
Zahra sedikit mengangguk, kemudian kembali memejamkan kedua matanya.
Bima mulai khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.
Kemudian Bima mulai mengambil ponselnya kemudian segera menghubungi dokter Toni.
sesaat kemudian panggilan pun terhubung.
" Halo " ucap dokter Toni di sebrang sana.
" halo Ton, cepat kau suruh dokter Rani untuk ke mansion, Zahra istri ku sedang sakit, cepat kau mengerti " jelas Bima sambil mengacak acak kasar rambutnya.
" tapi dokter Rani saat ini juga sedang sakit dan dia tidak masuk " jelas dokter Toni di sebrang telepon.
" ya sudah kau saja, cepat aku bilang " perintah Bima penuh penekanan
" iya.. iya.. iya " jawab dokter Toni di sebrang sana yang mulai bergegas berangkat karena takut gajinya di potong oleh sahabat sekaligus atasannya itu.
dan panggilan pun terputus.
Bima kembali gusar, setelah lelaki yang memiliki ketampanan di atas rata rata itu kembali menempelkan punggung tangan nya di kening Zahra, yang masih terasa panas saat ini.
Sayang tunggu sebentar, dokter Toni pasti sebentar lagi akan datang ucapnya kepada sang istri yang enggan membuka kedua matanya itu.
" sayang aku tidak apa apa, sebentar lagi juga akan sembuh " ucap Zahra kemudian
" Zahra diam, saat ini aku tidak ingin bercanda, sebentar lagi dokter Toni akan datang " jawab Bima dengan keseriusannya saat inj.
hah... terserah kau saja, aku jelaskan juga percuma, kau akan tetap menghubungi dokter Toni, pasti sebentar lagi akan ada kehebohan di kamar ini gumam Zahra dalam hati.
sayang istirahat lah, aku akan ke kamar mama sekarang ucap nya kepada Zahra kemudian mengecup pelan kening istrinya.
__ADS_1
cup
kemudian segera pergi dari dalam kamarnya menuju kamar mama Alisya, untuk memberi tahukan keadaan menantu kesayangannya tersebut.