
setelah selesai menyusui, Zahra mulai menyerah kan bayinya kepada dokter Rani untuk segera di taruh nya ke dalam kotak inkubator.
dan setelah bayi mungil itu masuk ke dalam nya, Bima mulai berucap.
" dokter Rani apa bisa bayiku di taruh di ruangan ini saja " tanya Bima.
" baiklah tuan, tapi satu saja jangan sering sering di keluarkan dari kotak karena akan mempengaruhi pada bayinya, dia sangat membutuhkan keadaan yang selalu hangat, cukup melihatnya dari luar saja, jika dia ingin menyusu tidak apa apa tapi harus sebentar saja " jelas dokter Rani.
" baiklah kalau begitu " jawab Bima.
" ya sudah saya permisi semuanya '' ucap dokter Rani setelah itu.
" baik lah dokter Rani, terima kasih " ucap semuanya kepada dokter spesialis kandungan tersebut.
kemudian Dokter Rani pun mulai keluar dari dalam ruangan istri dari pemilik rumah sakit,
sedangkan beberapa pria yang tadi sempat di luar ruangan, kini mulai masuk satu persatu ke dalam ruangan,
semua nya seperti kembali antusias ingin melihat putri kecil di dalam kotak inkubator itu, seluruh keluarga terlihat sangat bahagia.
Hanya satu yang belum berkumpul yaitu Hendra mungkin sebentar lagi dirinya akan tiba , karena mama Alisya sudah menghubunginya putra keduanya itu bahwa dirinya kini telah memiliki keponakan yang baru.
beberapa saat kemudian, setelah semuanya berkumpul.
ruang pintu kembali terbuka dari luar.
Menampilkan wajah tampan yang menyembul kedalam ruangan yang kini di tempati Zahra.
" selamat siang semuanya " ucap Hendra dengan senyuman mengembang.
" Sayang kau kau sudah sampai " ucap Mama Alisya kepada Hendra yang kini mulai memasuki ruangan di mana Zahra di rawat.
" iya ma " jawabnya.
" kakak mana keponakan baruku " ucap Hendra kepada kakaknya alis Bima.
" heh.... kenapa kau pulang pulang terus hah... bagaimana perusahaan papa di sana kalau CEO nya seperti dirimu " ucap Bima
" Kakak aku datang karena mama memberitahuku, kalau Zahra sudah melahirkan
kata mama anakmu perempuan, mana aku lihat'' jawab Hendra
" jangan lama lama melihatnya nanti kau terpesona dengan keponakan mu sendiri " ucap Bima kemudian yang membuat semua orang di dalam ruangan saling pandang dan tersenyum mendengar candaan kaku antara kakak dan adik itu, tetapi itu adalah hal yang sudah biasa menurut keduanya.
" kakak......astaga.... dia cantik sekali kak, dia sangat mirip dengan dirimu Za " ucap Hendra setelah kedua matanya tertuju pada kotak inkubator bayi di samping ranjang Zahra.
__ADS_1
" Terima kasih Hen " jawab Zahra.
" kau kapan menunjukkan pasangan mu pada mama " goda Bima.
" kakak, tunggu saja setelah aku berhasil mengembang pesat kan perusahaan papa, aku akan membawanya ke sini " jawab Hendra.
semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut kembali saling tersenyum melihat perdebatan kecil antara kakak beradik itu.
" oh iya aku membelikan ini untuk keponakan cantik ku "
" apa ini Hen " tanya Zahra.
" itu baju baju bayi perempuan, aku membelinya di sana "
" terima kasih "
sedangkan Bima biasa biasa saja menanggapinya,
" Oh iya kalian menamakan siapa cucu mama dan bu Fatma ini " ucap mama Alista
" sayang kau ingin memberinya nama apa yang pas untuk putri kita " tanya Bima kepada sang istri.
" Sheina ... ya bagaimana kalau Sheina " ucap Zahra seperti ingin minta pendapat.
" nama yang bagus sayang, baby Sheina putri papa " jawab Bima yang kemudian memandang kotak inkubator di dekat dirinya duduk di kursi kecil dekat ranjang sang istri.
" mama setuju " sahut mama Alisya.
" ya Sheina Za, sepertinya sangat cocok semoga saja semuanya mirip dengan mu Za, sifat nya kelakuan nya kalau sifat nya menurun seperti kakak sih pasti ...... dingin seperti balok es " ucap Hendra tanpa di filter
" heh apa kau bilang " jawab Bima merasa sedikit kesal kepada adiknya.
HAHAHAHA...... HAHAHAHA..... HAHAHAHA....
semuanya kembali ikut tertawa kerena kelakuan keduanya, sungguh seperti sangat bahagia melihat keluar yang masih lengkap itu
" eh sudah..... sudah....kalian berdua, nanti cucu mama bangun " ucap Mama Alisya kepada keduanya.
Sedangkan sekertaris tampan yang sedari ikut tertawa itu kini sedikit menghapus lelehan air matanya di ujung kedua matanya,
dirinya seperti ikut terbawa bahagia dengannya suasana ruangan pasien yang di penuhi canda tawa yang begitu hangat, dengan keluarga yang masih lengkap,
sedangkan dirinya, dia hanya seorang diri keluarga nya telah lama telah berpulang ke sang pencipta.
Sekilas Bima melirik ke arah sekertaris kepercayaan nya tersebut, ia tahu sekertaris nya itu pasti ikut bahagia melihat kehidupan nya sekarang dengan keluarga yang begitu hangat yang kini telah memiliki istri dan seorang bayi perempuan,
__ADS_1
ya sekertaris Revan adalah satu satu nya orang kepercayaan nya yang sudah ia anggap sebagai keluarga nya selama ini.
Perlahan Bima mulai melangkah ke arah sekertaris Revan kemudian merangkul pundak sekertaris itu yang memiliki ketampanan sebelas dua belas belas dengan dirinya saat ini.
" Pa lihat sekertaris kepercayaan keluarga kita, dia sebentar lagi akan menikah " ucap Bima.
" benarkah, segeralah menikah sekertaris Revan, ingat tuan mu sudah bahagia, kini giliran dirimu, aku akan menghadiahkan mu sebuah mobil sport pengeluaran terbaru jika kau segera menikah " jawab papa Brandon yang sedari tadi hanya senyam senyum itu kini mulai mengeluarkan suaranya.
" kau lihat bukan apa yang di katakan papa " ucap Bima kepada sekertaris kepercayaan nya tersebut.
" iii.... iya tuan " jawab sekertaris Revan sedikit terbatas karena dirinya merasa sangat malu saat ini.
" Dan aku juga menghadiahkan kan dia sebuah rumah pa, jika dia segera menikah dengan rekan barunya itu " ucap Bima lagi sesekali menggoda Revan.
" benarkah, bukan kah sudah pas Van, kau kenal kan dia pada kami iya kan ma " papa Brandon
" iya sekertaris Revan, kenalkan dia pada kami " sahut mama Alisya sambil mengembangkan senyum tulus.
" iii.. iya nyonya " jawab nya lagi terbata bata.
" Ma sekertaris Revan merasa malu lihat wajahnya sedikit memerah kan hehehe.... " goda Bima.
sedangkan Zahra mengeleng geleng kan kepalanya pelan, atas kelakuannya pada sekertaris nya itu.
" tuan... ada ada saja " jawab sekertaris Revan uang menahan malu di antara semua orang yang beradab di ruangan tersebut.
" sekertaris Revan apalagi yang kau tunggu, wajahmu cukup tampan bukan untuk mengambil hatinya " jelas BimaBima seperti memberi dukungan.
" ya tuan itu gampang, emmm.... anu... em... apa sudah tidak ada lagi yang di butuhkan tuan, sebaiknya saya segera kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan " jawab sekertaris Revan
yang kemudian seperti mengalihkan perkataan karena sekertaris Revan tau jika dirinya berada di ruangan itu terus menurus atasannya tersebut akan terus menggoda dirinya dengannya perkataan perkataan nya tersebut.
" hah.... kau ini alasan saja, ya sudah kembalilah urusan perusahaan tadi kan sudah kita selesai kan bukan " ucap Bima setelah itu.
" iya tuan "
" ingat hadiah ku dan papa " ucap Bima lagi lagi sambil menepuk pundak sekertaris Revan.
" iya tuan muda, ya sudah semuanya saya permisi, nona segera sembuh "
" ya Terima kasih sekertaris Revan " jawab Zahra.
" hati hati sekertaris Revan " ucap mama Alisya kemudian.
" iya nyonya " jawab sekertaris Revan.
__ADS_1
kemudian sekertaris Revan pun segera bergegas pergi dari ruangan yang tengah di tempati istri dari atasan nya tersebut, untuk segera kembali ke perusahaan milik sang tuan.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN NYA KAKAK 🙏🙏🥰🥰☺