
kini Zahra telah sampai di kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang king size itu.
Ah lelahnya Zahra bermonolog sendiri
tak beberapa lama kemudian Zahra berniat memejamkan matanya karena merasa begitu lelah, dan seketika Zahra membuka matanya
karena mengingat sesuatu yang di belinya di apotik, kemudian Zahra pun langsung mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang king size itu.
Zahra kemudian mengambil bungkusan kantong plastik berwarna hitam yang baru saja di taruh nya di atas nakas yang tadinya di beli sewaktu perjalanan, di apotik dekat toilet umum.
Zahra pun mulai membuka isi kantong plastik, dan mulai mengambil obat berwarna putih berbentuk kecil itu, yang sudah tertera di sana untuk pemakaian satu bulan untuk satu tablet.
apakah aku harus melakukan hal ini, aku tidak tahu ini sebenarnya adalah hal yang benar atau salah, aku tidak tau harus bagaimana sekarang.
mengingat suamiku yang sifatnya berubah - ubah dan membuatku semakin ketakutan, dan juga aku takut di umurku yang masih belia untuk melahirkan seorang bayi gumam Zahra dalam hati.
Zahra bergumam sambil memandangi obat kontrasepsi yang ia belinya tadi di apotik.
ya aku harus memakainya setelah datang bulan ku selesai ucap Zahra mantap dari hatinya paling dalam, setelah itu Zahra menaruh obat itu di lemari kecil di dekat ranjang king sizenya itu.
setelah itu Zahra membuka paper bag yang di belikan mama Alisya untuknya tadi dan Zahra mulai melihat satu persatu isi di dalamnya.
Zahra kemudian tersenyum melihat isi paper bag itu,
terima kasih Ma kau memang baik sekali ucapnya sambil memegangi tiga dress selutut dengan warna yang begitu cantik.
kemudian Zahra membuka paper bag yang terakhir dan betapa terkejutnya Zahra, karena mendapati gaun malam yang haram alias sebuah lingerie yang begitu transparan yang berada di tangannya saat ini.
astaga mama kenapa memberi ku baju haram seperti ini Ma,
kemudian Zahra menyilang kan kedua tangannya ke dada karena merasa geli sendiri dengan pakaian tembus pandang itu.
memakainya saja aku tidak berani ucapnya lagi,
sebaiknya aku taruh saja di ruang ganti, ya itu lebih baik,
kemudian Zahra pun melangkahkan kakinya ke ruang ganti untuk menaruh barang - barang dan juga baju haramnya tadi yang dibelikan mama Alisya.
__ADS_1
dan setelah dari ruang ganti Zahra pun berniat untuk merebahkan tubuhnya karena dirasa begitu sangat lelah, dan Zahra pun tertidur dengan lelapnya dan tak terasa begitu lama tertidur.
kini waktu telah menunjukkan pukul lima sore dan Zahra kini telah membuka matanya terbangun dari tidurnya dan melihat jam dinding kini telah sore dan sebentar lagi sudah petang.
sepertinya aku terlalu lama tertidur sebaiknya aku mandi saja sebentar lagi makan malam, Zahra terus bermonolog sendiri di kamarnya kemudian Zahra melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
beberapa saat kemudian Zahra pun kini telah selesai dengan ritual mandinya itu, kemudian mengganti pakaiannya dengan dress yang tadi di belikan oleh mama Alisya, setelah itu ia keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, dan sesampainya di lantai bawah zahra di sambut oleh mama mama mertuanya.
" sayang dress itu cocok sekali di badan kamu "
" kan mama yang berikan ini pada Zahra, Zahra sangat menyukainya Ma " jawab Zahra tersenyum manis karena memang Zahra sangat menyukainya.
mama Alisya pun tersenyum mendengarkan perkataan Zahra karena merasa senang pilihannya itu cocok untuk menantu kesayangannya.
" ayo sayang sini duduk kita makan bersama " ajak mama Alisya
" iya Ma " ucap Zahra singkat di iringi senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.
Zahra memakai pakaian apa saja pasti selalu terlihat cantik, memang cantik dari sananya sih gumam Bima.
Bima sesekali memandangi Zahra yang ada di depannya karena memang posisi mereka saat ini berhadapan di meja makan.
" sayang besok mama sama papa berangkatnya pagi - pagi ke luar negri, kamu jaga diri baik - baik di mansion ya "
" kenapa pagi sekali Ma " tanya Zahra
kemudian papa Brandon pun menyahut.
" iya nak soalnya papa besok langsung ada rapat setelahnya sampai di sana, mangkanya besok papa sama mama berangkatnya pagi sekali " sahut papa Brandon.
" itu benar yang di katakan papa " jawab mama Alisya.
" Hendra mama besok balik duluan, kamu hati - hati di sini jaga Zahra sewaktu kakak kamu belum pulang ya "
" iya Ma Zahra aman tenang saja, iya kan Za" jawab Bima santai.
" iya Hen " jawab Zahra geleng - geleng kepala sambil tersenyum.
__ADS_1
" sayang kamu sudah buka semua paper bag dari mama kemarin kan, isi yang satunya beda loh sayang "
" iii... iiiya Ma Zahra sudah membukanya " jawab Zahra terbata - bata sambil tersenyum karena merasa malu sekali menjawab perkataan mama mertuanya itu.
mama Alisya tersenyum mendengar jawaban Zahra.
" memang apa isinya Ma " tanya Hendra penasaran.
"Rahasia perempuan, iya kan sayang " ucap mama Alisya kepada Hendra sambil melihat ke arah Zahra kemudian tersenyum.
Zahra hanya mengiyakan saja perkataan mama mertuanya karena tidak ingin bertambah malu jika Zahra mengatakan kepada Hendra.
" mama seperti nya sangat cocok sekali sama kamu Zahra " ucap papa Brandon.
" iya dong Pa Zahra kan menantu kesayangan mama, dan sebentar lagi kan Zahra memberi cucu sama kita Pa "
papa Brandon tersenyum melihat tingkah istrinya itu karena begitu menyayangi Zahra seperti anaknya sendiri.
sedangkan Zahra hanya manggut - manggut sambil tersenyum karena dirinya merasa malu sekali dan ingin kabur rasanya dari sana.
" ya sudah Ma Pa Hendra ke kamar dulu ya sudah malam soalnya " ucap Hendra kemudian langsung berlalu meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.
" ya sana cepat tidur sana " jawab papa Brandon.
" kamu juga sayang sebaiknya tidur ini sudah malam sayang "
" ya sudah Zahra ke kamar dulu ya Ma Pa " ucap Zahra kepada kedua mertuanya.
dan kedua mertuanya pun membalasnya dengan anggukkan kepala.
kemudian Zahra melangkahkan kakinya menuju anak tangga untuk ke lantai atas, setelah sampainya di lantai atas Zahra langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya itu.
sejenak pikirannya mengingatkan dirinya pada perkataan mertuanya yang ingin segera memiliki cucu.
aku harus bagaimana sekarang tidak mungkin aku mengecewakan mama, dan tidak mungkin juga aku mengandung di usiaku yang masih belia seperti sekarang aku sangat takut.
Dan aku juga takut suami ku meninggalkan ku dengan sifat nya yang seperti itu, dan jika pada akhirnya suamiku mengetahui semuanya apa yang akan dia lakukan padaku dengan sifat nya yang dingin, aku harus bagaimana pasti dia akan membuang ku, bahkan dia mungkin akan membunuhku Zahra bergumam dalam hati.
__ADS_1
Zahra bergumam sambil memandang langit - langit kamarnya dengan pikirannya yang entah kemana membayangkan masa depannya, yang masih ingin ia gapai meskipun dia telah bersuami seperti saat ini,
Dan tak beberapa lama Zahra pun akhirnya terlelap dalam tidurnya setelah cukup lama matanya tak mau terpejam dan pikirannya yang masih berkeliaran kemana - mana.