Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 125


__ADS_3

sesaat kemudian


tring


tring


tring


bunyi ponsel milik Zahra yang saat ini berada di atas nakas tersebut.


" siapa telepon pagi pagi begini " ucap Zahra sambil menengok ke arah nakas tempat ponselnya berada.


" sebentar aku lihat " ucap Zahra lagi yang kini perlahan mengambil ponsel miliknya itu yang berada di atas nakas.


" siapa sayang " tanya Bima.


" sayang tanganmu jangan nakal seperti ini, ini masih pagi" ucap Zahra yang melihat suaminya tiba tiba menarik lingerie nya bagian bawah.


" sayang aku hanya ingin melihat sesuatu di dalam sana yang tadi malam aku lewatkan " jawab Bima seperti tak ada salah.


" APA, kau benar benar lelaki yang tidak ada kerjaan sayang " sahut Zahra yang merasa suaminya itu mencari cari alasan saja.


" hehehe.... dasar kau ini menyebalkan ya Zahra,aku kan suami mu sayang, jadi terserah padaku memangnya tidak boleh ha......" ucap Bima terhenti karena Zahra langsung menempelkan jari telunjuknya itu di bibir milik Bima.


" shhhttttt...diam, ibu menelfon sayang " ucap Zahra sambil memandang suaminya yang sedikit tersenyum dengan jarinya yang masih menempel di bibir Bima.


sedangkan Bima menganggukkan kepalanya kepada sang istri sebagai jawaban.


perlahan sekarang Zahra mulai mengangkatnya.


" halo ibu " ucap Zahra setelah sambungan telepon itu ia angkat.


" ya Zahra halo nak " jawab bu Fatma dari sebrang sana.


" ibu tumben pagi pagi telfon, apa ada yang terjadi pada ayah bu " tanya Zahra pelan.


" tidak Za, justru ibu pagi pagi telepon karena ibu dan ayah mau mengucapkan banyak berterimakasih sama suami kamu " ucap bu Fatma di sebrang telepon.


sedangkan Zahra yang mendengarkan perkataan ibunya itu langsung menoleh ke arah sang suami yang seperti tidak ada apa apa saat ini.


" memangnya berterima kasih apa bu " tanya Zahra.


" karena suami kamu sudah membelikan rumah untuk kita nak,dan suami kamu membelikan keluarga kita di perumahan elit, yang tidak jauh dari mansion milik suamimu yang saat ini kau tempati itu, dan ya suami kamu juga membelikan ruko untuk tempat ibu buka usaha laundry nya sayang " jelas bu Fatma yang merasa sangat bahagia dan berterimakasih kepada suami dari anaknya itu.


" ah... begitu ya bu, Zahra doakan usaha ibu dan ayah bertambah berkembang ya, dan iya Zahra jadi tidak jauh kalau ke rumah ibu dan ayah mulai sekarang " jawab Zahra sambil mengembangkan senyumannya.


kenapa dia tidak bilang kepadaku ya kalau membelikan rumah untuk ibu, sebanyak apa sih uang miliknya itu, dan kenapa tak pernah habis sepertinya ah.. sudahlah,


yang penting dia juga sangat menyayangi keluarga ku, dan juga dia lelaki yang sangat aku cintai sekarang gumam Zahra

__ADS_1


Zahra bergumam sambil tersenyum kemudian pandangannya tertuju ke arah sang suami yang saat ini mulai sibuk dengan aktifitas nya yaitu menurunkan tali lingerie miliknya saat ini.


dan Zahra kembali menggumami sang suami.


astaga dia benar benar, apa yang mau dia lakukan apa akan meminta jatahnya tadi malam yang terlewatkan gumam Zahra.


kemudian Zahra kembali melanjutkan percakapannya dengan bu Fatma yang tak lain adalah ibunya sendiri.


" iya nak, ibu sangat bersyukur ternyata kamu mendapatkan lelaki yang tepat sayang, ibu doakan kalian langgeng sampai tua " jelas bu Fatma sambil mendoakan sang anak.


" iya bu terimakasih doanya amiin, oh iya ayah kemana dan adek bu "


" ayah kamu sedang mandi di kolam renang barunya itu bersama adek kamu si Theo, biasa maruk pertama kali punya rumah mewah hehe... " ucap bu Fatma sambil sedikit tertawa di sebrang sana.


" hehehe... oh begitu, ya sudah biarkan saja lah bu, besok besok Zahra ke rumah ibu ya " ucap Zahra


" ya Zahra ibu tunggu, ya sudah matikan dulu telfonnya ya " sahut bu Fatma kemudian


" ya ibu " jawab Zahra


dan panggilan pun terputus.


kini pandangannya kembali ke arah sang suami.


" sayang berhentilah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu " ucap Zahra kepada Bima yang kini mulai sibuk menurunkan kedua tali lingerie milik nya ke bawah.


dan menampilkan ke dua bulatan kenyal milik istrinya tersebut, tanpa balutan bra.


yang kini juga bima sudah merubah posisinya dengan dirinya yang tiduran di paha Zahra.


dia memang nakal sekali, tidak memperbolehkannya di akan cemberut, dan jika mengiyakan dia akan berlama lama di situ, sungguh suami yang mesum gumam Zahra


Zahra bergumam sambil melihat sang suami seperti sangat menikmatinya padahal tidak bisa mengeluarkan ASI, entah itu minum susu yang bagaimana yang ia lakukan 😂😂😂 .


sedangkan Zahra hanya geleng geleng kepala.


kemudian berniat melanjutkan perkataan itu, dan Zahra juga membiarkan suaminya seperti keinginannya tersebut, entah apalagi yang suaminya akan lakukan setelah nya.


" sayang kau membelikan ibu rumah kan, kenapa kau tidak memberi tahu ku " ucap Zahra pelan.


" aku ingin memberimu kejutan sayang " jawab Bima yang mulai melepaskan bibirnya menempel dari benda kenyal milik Zahra.


" sayang terima kasih atas segalanya, kau telah menyayangi ku dan juga menyayangi keluarga ku " jelas Zahra dengan dirinya yang masih duduk di atas ranjang sambil memandang suami nya yang kini juga tersenyum melihat nya.


Dan kemudian Bima kembali melakukan aktifitas nya yaitu kembali menyusu seperti bayi.


" sayang aku serius, berhentilah sebentar, ucapkan sepatah dua kata untukku " ucap Zahra.


kemudian Bima menghentikan aktifitasnya dan mulai kembali duduk di dekat sang istri.

__ADS_1


" sayang, bukankah tadi aku sudah tersenyum, itu adalah jawaban untukmu Zahra "


" ya tapikan sayang, aku ingin kau bicara sesuatu padaku " jelas Zahra.


" ya baiklah, aku akan menjelaskan, aku memang berniat membelikan ibu dan ayah rumah, agar mereka tidak kesempitan di sana sayang, dan jalannya tidak usah masuk gang yang becek, supaya kita jika kesana tidak kesusahan dan rumah ibu lebih dekat kau tidak perlu jauh jauh jika kita ke sana " jelas Bima sambil memegang kedua tangan Zahra saat ini.


" sayang kau... kau tahu aku terharu mendengarkan penjelasan mu, sayang apa kau sangat mencintai ku sampai kau berlebihan seperti ini " ucap Zahra yang memandang kedua mata suaminya bergantian.


" sayang ini bukan masalah berlebihan atau tidak, Zahra dengar aku aku sangat menyayangimu dan apapun akan ku berikan padamu, jika kau menginginkan nya, apalagi ini sekedar rumah " jelas Bima dengan entengnya.


" APA, kau bilang itu hanya sekedar sayang " jawab Zahra dengan nada sedikit terkejut itu.


" iya " jawab Bima dengan enteng.


" sayang sebenarnya penghasilan mu itu berapa sih, seperti nya uangmu tidak pernah habis " tanya Zahra yang justru membuat suaminya menjadi tertawa karena penasaran dengan gajinya.


" hahaha..... apa tidak hal lain yang kau tanyakan sayang kau membuatku ingin tertawa saja " ucap Bima sambil tertawa setelah mendengar pertanyaan dari istrinya itu.


" sayang aku bertanya kenapa kau malah menertawakan aku sih " jawab Zahra sedikit kesal.


" sayang dengar aku, penghasilan ku tidak akan terhitung oleh pemikiran mu Zahra " jelas Bima


" apa yang benar saja, kau pikir aku sangat bodoh ya sampai tidak bisa menghitung " jelas Zahra yang kembali membuat sangat suami tertawa.


" hahaha.... tidak sayang maksud ku bukan seperti itu Zahra, penghasilan ku mungkin bisa di bilang tak terhingga kau mengerti bukan maksudnya " jelas Bima.


" APA, memang seperti itu ya, ahh... sudahlah seperti nya aku sudah tidak ingin menanyakan entah berapa jumlah gajimu itu "


Bima tersenyum mendengar perkataan istrinya itu.


" hehehe... ya sudah sebaiknya aku lanjutkan saja aktifitas ku tadi " ucap Bima kemudian


" sayang tunggu,ini sudah jam berapa, nanti malam saja ya " jawab Zahra dengan wajahnya seperti memohon.


" biarkan saja sayang, nanti sekertaris Revan pasti menunggu ku di bawah " sahut Bima.


" kau ini selalu begitu, ini kan masih pagi " ucap Zahra tiba tiba.


" iya iya... ya sudah kita mandi saja sekarang, dan setelah itu aku akan segera berangkat ke kantor " jawab Bima.


" iya baiklah "


" aku tau kau kegirangan kan karena aku tidak jadi memintanya sekarang " ucap lelaki bertubuh atletis tersebut.


" apa yang kau katakan sih, nanti malam aku janji akan memberikannya untukmu " jawab Zahra.


kenapa seperti nya dia mengetahui isi pikiran ku ya gumam Zahra dalam hati.


" hehehe.... istri pintar " jawab Bima yang seperti sangat bahagia mendengar sesuatu yang sangat intim itu dari bibir Zahra.

__ADS_1


Setelah itu Bima kembali membenarkan lingerie Zahra seperti semula, dan kemudian Bima juga mulai menggendong tubuh istrinya tersebut untuk segera menuju ke kamar mandi mewahnya tersebut.


KAK JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAKNYA DONG, LIKE,KOMENTAR JANGAN LUPA VOTENYA, BIAR AUTHOR SEMANGAT NAMBAH BAB SELANJUTNYA 🙏🙏🙏👍👍


__ADS_2