
sesampainya di dalam kamar pribadi mewah milik suami istri tersebut.
" akhirnya,.. " ucap Zahra sambil selonjoran di kasur mewahnya itu.
" kakiku lelah sekali " ucap Zahra lagi.
" apa selelah itu, hem " tanya Bima tiba tiba yang saat ini duduk di sisi ranjang di dekat istrinya tersebut.
" iya sayang kaki ku sangat lelah, maka dari itu aku cepat mengajakmu segera pulang " jelas Zahra.
" sini aku akan memijitkan pergelangan kakimu" ucap Bima.
" sayang tidak usah " jawab Zahra
" memangnya tidak boleh " sahut Bima.
" tidak boleh, seharusnya aku yang memijit dirimu suamiku "
"tapi saat ini kau sedang lelah sayang, oh iya kau hutang satu penjelasan padaku Zahra masalah tadi di mall "
" astaga suamiku, ya baiklah aku akan menceritakannya padamu supaya kau merasa lega " jelas Zahra.
" cepatlah sayang aku penasaran " ucap Bima.
" iya iya,... sebenarnya seperti ini kau dengar ya jangan hentikan penjelasan ku janji " ucap Zahra sambil menatap Bima yang saat ini berada di dekatnya itu.
" tergantung " jawab Bima enteng sambil menaik turunkan bahunya.
" ah... kau selalu begitu, ya sudah tidak jadi " sahut Zahra yang saat ini mau mengalihkan pandangannya.
" ahh... iya iya baiklah sayang, sekarang jelaskan lah padaku " jawab Bima yang saat ini seperti tak sabar mendengar penjelasan sang istri tersebut.
" awalnya kan aku sedang memakan gula kapas sayang, terus sambil memilih pakaian tidur nya, dan setelah selesai aku memanggil pelayanannya kata mbaknya bilang *mbak tidak boleh makan di sini ya takut bajunya kena kotor* seperti itu ya sudah aku minta maaf sayang " jelas Zahra seperti anak kecil yang sedang menceritakan sesuatu kepada temannya itu.
sedangkan Bima yang mendengarkan cerita istri nya yang seperti anak kecil itu, sebenarnya ingin tertawa, dan juga sebenarnya ingin marah.
" APA,...pelayan mall itu bilang seperti itu padamu sayang memang benar benar, sebentar aku akan menghubungi sekertaris Revan " ucap Bima sedikit emosi, karena merasa istri nya itu di sepelekan oleh seorang pegawai mall terbesar miliknya itu.
" untuk apa sayang, sudah biarkan saja, jangan berlebihan aku tidak suka " sahut Zahra
" tapi Zahra dia berani sekali kepada istri dari pemilik mall yang saat ini adalah tempat nya bekerja itu "
" sayang sudah, mungkin dia pegawai baru iya kan, sudahlah sayang biarkan kasihan dia "
" Zahra bukan seperti itu, tetapi dia sama saja menghina .... " ucap bima terhenti karena Zahra tiba tiba menempelkan jari telunjuknya di bibir sang suami.
" shhttttt.... shhttttt.. jika kau tetap kekeh, aku tidak akan melanjutkan penjelasan ku "
" bumil kenapa kau sekarang suka mengancam hah... iya baiklah aku tidak akan memecat pelayan mall itu "
__ADS_1
" benarkah " ucap Zahra dengan raut wajah bahagia.
" iya " jawab Bima seperti malas.
" ya sudah aku akan melanjutkan penjelasan nya, dan setelah aku selesai memilih baju nya, aku berniat ke toilet sayang kerena juga tanganku sedikit lengket akibat gula kapas tadi, dan dalam toilet itu sangat antri sampai kakiku kesemutan, dan setelah dari sana aku ingin kembali ke tempat pakaian, dan kakiku tiba tiba terasa kram " jelas Zahra lagi
" Zahra kenapa kau tidak menelfon ku kalau kakimu terasa kram sayang hah,.. apa sekarang kakimu sudah merasa enak hem " jawab Bima yang merasa khawatir sambil menatap kedua mata istrinya sedangkan satu tangannya memegang kaki sang istri yang terlihat putih mulus tersebut.
" kram nya tak begitu lama sayang " ucap Zahra
" ya aku tau, tapi aku kebingungan tadi mencari mu sayang " jawab Bima khawatir
" maaf " sahut Zahra sambil menatap sang suami dengan raut wajah yang sedikit bersalah.
" iya tidak apa apa, lain kali ada apa apa hubungi aku " ucap bima sambil tersenyum, karena melihat raut wajah sang istri yang merasa bersalah dan bima menjadi kasihan melihatnya.
" iya iya "
" istri pintar, terus masih ada lagi penjelasannya sayang " ucap bima sambil mengelus pucuk kepala Zahra.
Zahra mengangguk
" dan setelah kaki kram tadi kerena aku tidak bisa menahannya, ya sudah aku lihat ada bangku kecil di sana kemudian aku duduk di situ sambil memijiti kakiku yang sebelah, terus sesaat kemudian ada yang berbicara di hadapan ku saat aku menunduk memijat kakiku dan ternyata itu Zaki, dia ingin membantuku sayang tetapi aku tidak mau, dan setelah itu dia meminta izin untuk duduk di bangku kecil di samping diriku itu, ya sudah aku iyakan saja " jelas Zahra panjang lebar dan tak ada yang di tutup tutupi sama sekali.
" kenapa kau mengiyakan, seharusnya kau bilang tidak boleh padanya sama si Zaki Zaki itu" ucap Bima yang sedikit merasa kesal tersebut.
" kau selalu tidak enak sendiri, sayang kenapa kau terlalu polos sih heh " ucap Bima yang melihat istri nya itu selalu tidak enakan sendiri kepada orang lain.
" sayang aku harus bagaimana aku memang merasa tidak enak sendiri, dan setelah itu dia mengajakku mengobrol sebentar dengannya " ucap Zahra yang lagi lagi sambil menjelaskan kepada sang suami.
" memang apa yang kalian bicarakan hah " tanya Bima yang sedikit cemburu.
" aku menanyakan dia sudah menikah atau belum " ucap Zahra.
" terus jawaban dia apa " sahut Bima.
" katanya belum, belum ada calon seperti itu jawabannya " ucap Zahra dengan nada santai.
" nah itu berarti dia ingin mencoba mendekatimu Zahra, walaupun kau sudah mempunyai aku " jelas Bima.
" memangnya iya, ah sudahlah sepertinya lupakan sayang, aku malas berdebat "
" memangnya siapa yang berniat berdebat Zahra "
" tadi kau sepertinya mulai emosi " ucap Zahra
" tidak " jawab Bima menyangkal
" tidak bagaimana sayang, raut wajahmu itu berbeda " jelas Zahra lagi.
__ADS_1
" apa iya, ya sudah kau cium saja aku mungkin bisa balik seperti semula " jawab Bima yang berniat ingin di cium sang istri saat ini.
" hah... alasan mu kan, baiklah mendekat padaku sayang " ucap Zahra kepada Bima.
setelah itu Bima langsung mendekat ke arah sang istri dan....
cup
" sayang kenapa hanya sebentar " ucap Bima
" memangnya kenapa " tanya Zahra
" aku ingin yang sangat lama sayang " jawab Bima yang seperti tidak lega itu, padahal setiap hari dia selalu menciumi istrinya.
" dasar kau ini... sini mendekat lah padaku " ucap Zahra yang berniat ingin membuat suami nya senang saat ini.
dan lagi lagi keduanya memulai lagi ciuman.
cuppppppppp.........
ya ciuman itu menjadi ciuman bibir yang sangat lama keduanya saling memejamkan mata menikmati satu sama lain, sambil tangan Bima yang memeluk tubuh istrinya penuh dengan kasih sayang itu.
sedangkan kedua tangan Zahra ia kalung kan ke leher Bima.
lelaki tampan itu sedikit tersenyum.
sedangkan Zahra yang merasa ciuman itu berhenti seketika perlahan gadis yang sebentar lagi menjadi ibu itu membuka kedua matanya.
dan melihat sang suami sedang tersenyum kepadanya saat ini.
" sayang kenapa kau tersenyum " tanya Zahra.
" tidak ada " jawab Bima tetapi masih tetap tersenyum.
" ah.. tidak kau bohong kan, ayo katakan sayang" sahut Zahra yang kini merasa penasaran itu.
" ya baiklah,.. aku merasa istri ku sekarang sangat pandai berciuman " ucap Bima sambil tersenyum dan sedikit berniat menggoda istrinya.
" ahh... sayang, kau membuatku malu, itu semua kan gara gara kau yang mengajari aku "
" hahaha... iya iya baiklah sayang, sini aku ingin memeluk mu dan juga anak kita " ucap Bima sambil mengelus perut sang istri kemudian segera memeluk tubuh Zahra dalam dekapannya itu.
" suamiku " ucap Zahra yang saat ini tengah berada di dekapan suaminya.
" hem " jawab Bima singkat tetapi seperti menunggu perkataan dari istrinya.
" aku sangat menyayangimu " ucap Zahra.
" aku juga sangat menyayangi mu Zahra, bahkan sayang itu mungkin lebih dari milikmu " jawab Bima sambil mengecup bahu wanita yang saat ini ia peluknya tersebut.
__ADS_1