
dan kini makanan yang berada di tangan Bima iti pun telah habis tak bersisa.
" sayang aku sangat kenyang " ucap Zahra sambil mengelus perutnya.
" kau kan sudah menghabiskan satu piring besar sayang "
Bima menggeleng geleng kan kepalanya sambil tersenyum.
" sayang suruh mereka masuk, dan kau jangan menakut nakuti meraka ya janji " ucapnya dengan nada memelas.
" iya tuan putri ku, aku akan biasa saja kepada mereka apa kau puas " ucap Bima kepada istrinya.
" sangat puas " jawab Zahra sambil tersenyum senang.
beberapa saat kemudian
" masuk " teriak Bima dari dalam ruangan.
dan tak menunggu lama ketiga pria beda usia itupun memasuki ruangan Zahra.
ketiganya sama sama-sama menunduk.
" apakah dengan menunduk seperti itu, kalian bisa melihat jalan " ucapnya dingin kepada ketiga laki laki yang baru masuk itu yang tak lain adalah sekertaris Revan, Hendra dan pak Tejo.
dan ketiganya pun kini langsung mendongakkan kepalanya satu per satu.
" aku sudah tau semuanya, dan aku sudah memaafkan kalian " ucapnya tegas sambil menatap ke tiga lelaki di depannya itu.
" satu lagi dan aku tidak akan memotong gaji kalian berdua "
dan kedua saling pandang.
" benarkah tuan " ucap sekertaris Revan dan pak Tejo keduanya bersamaan.
" ya itu benar " ucap Bima lagi
" Terima kasih tuan " ucap keduanya.
" hem " jawab singkat Bima.
" dan kau Hen, aku tidak akan memotong uang bulanan mu " ucap Bima kepada adiknya.
" ah terimakasih kak kau baik sekali " jawab Hendra yang merasa kesenangan.
" pak Tejo di mana baju ganti ku " tanya Bima pada pak Tejo.
" ini tuan muda "
pak Tejo mengulurkan paper bag berwarna coklat kepada tuan mudanya.
" baiklah sayang aku akan ganti baju sebentar "
kemudian Bima melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya yang sudah tak karuan itu.
" Za bagaimana keadaanmu " tanya Hendra
" badanku sakit semua Hen, terutama di lutut ku ini bergerak sedikit saja sakit " jawab Zahra.
" sabar ya Za, kau pasti akan sembuh "
__ADS_1
" iya Hen terimakasih " Zahra menjawab perkataan Hendra dengan sesekali mengembangkan senyumnya.
" Za terima kasih karena kakak tadi tidak jadi marah kepada kami bertiga "
" iya nona terima kasih " ucap kedua bawahan Bima itu.
" ah kalian ini kan aku yang mengajak kalian ke dalam sandiwara ku kenapa kalian minta maaf "
ekkhmm
ekkhmm
" ah kakak, kau kembali terlihat tampan kak setelah ganti baju " ucap Hendra kepada kakaknya.
" tidak ada yang lain yang ingin kau bicarakan "
ucap Bima tegas karena Bima tau Hendra sengaja mengalihkan pembicaraannya karena takut perkataannya bersama Zahra dan kedua lelaki bawahannya itu diketahuinya.
" ah kakak, aku kan sedang memujimu kak, jangan seperti itu aku kan sudah balik besok keluar negri " jawab Hendra seperti mengetahui kalau kakaknya sudah mengetahui arah pembicaraan nya.
" baguslah kalau kau besok kembali, kuliah yang benar di sana "
" iya iya kak, cerewet sekali " jawab Hendra sambil memanyunkan bibir nya.
" ya sudah kalian pulang saja, aku yang akan menemani istriku sendiri di sini "
" dan kau sekertaris Revan, aku percayakan perusahaan sepenuhnya padamu karena aku pasti lama tidak ke kantor dengan keadaan Zahra seperti ini "
ucap Bima kepada sekertaris Revan.
" dan kau pak Tejo laporkan padaku jika tejadi sesuatu di mansion "
" kau Hen besok di anyar sekertaris Revan, karena aku tidak bisa menemanimu, karena keadaan Zahra yang seperti kau tau sendiri "
sekarang kalian pulanglah urus pekerjaan kalian masing - masing.
" baik tuan " jawab sekertaris Revan dan pak Tejo bersamaan
" iya kak, aku pamit pulang ya Za segera sembuh, ini terakhir aku bertemu denganmu besok aku balik ke luar negri "
" iya Hen kuliah yang rajin kau pasti bisa "
" Terima kasih Za "
kini ketiga lelaki itu telah kembali untuk pulang dan mengerjakan tugasnya masing masing.
dan sekarang tinggal Zahra dan Bima di ruangan pasien itu.
" sayang kau belum makan sedari tadi "
" aku belum lapar sayang "
" sayang kalau kau tidak makan terus sakit, siapa yang merawat ku hah "
" iya iya baiklah sayang, aku akan memesannya lewat aplikasi saja "
" sayang badanku kenapa sakit semua "
" ya sudah kau istirahat saja sayang "
__ADS_1
" tetapi kau sendirian suamiku "
" tidak aku akan di sini bersamamu, aku tidak akan kesepian asalkan itu bersamamu "
" ah kau ini, sayang apa kau bisa mengelus mengelus elus keningku yang sebelahnya supaya aku cepat tertidur "
" istriku kenapa manja sekali hah " ucap Bima sambil mencubit hidung Zahra karena merasa gemas kepada istrinya itu.
" sayang jangan begitu, sakit "
" habisnya aku gemas sekali padamu Zahra, baiklah sekarang pejamkan matamu sayang aku akan mengelus kening mu perlahan "
Zahra pun mulai memejamkan matanya, dan beberapa saat kemudian Zahra telah tertidur sangat lelap.
Bima tersenyum melihat istrinya yang gampang sekali tertidur itu.
apa tubuhmu begitu sakit sayang, sehingga kau cepat sekali tertidur seperti ini gumam Bima dalam hati.
dan beberapa saat kemudian pesanan makanan Bima telah datang.
dan dia hanya memakannya sendirian, karena Zahra saat ini telah tertidur, dan juga perutnya telah kenyang.
tak lama kemudian Bima telah selesai dengan makannya kemudian mengeluarkan benda tipisnya dari saku celana nya dan mulai menghubungi seseorang di sana.
" halo tuan "
" ya halo Van, bawakan aku laptop kemari dan dokumen dokumen yang perlu aku tanda tangani kesini,dan jangan lupa bawakan aku baju baju ganti, mungkin aku bisa satu mingguan di rumah sakit "
" baik tuan " jawab singkat sekertaris Revan.
dan panggilan pun terputus.
setengah jam kemudian
sekertaris Revan datang untuk mengantarkan keperluan tuan mudanya itu.
" permisi tuan "
" hem "
" ini keperluan yang anda butuhkan "
" taruh saja di situ "
" apa ada sesuatu lagi yang Anda perlukan tuan "
" tidak ada, kau pergilah sekarang "
" baik tuan, saya permisi "
" hem "
sekertaris Revan pun berpamitan kepada Bima setelah itu dia keluar dari ruangan itu dan turun ke lantai bawah setelah dari lantai atas tempat ruang nona mudanya di rawat.
kemudian melangkah kan kakinya ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya dan kini dia mulai menancapkan pedal gasnya menuju perusahaan.
tepatnya di ruang Zahra kini Bima mendekat ke arah istrinya,
sayang tidurlah yang nyenyak, aku tau apa yang kau rasakan saat ini pasti sangat sakit, dan aku akan selalu ada di sini untukmu sayang, sampai kau sembuh ucapnya sambil memandangi wajah pucat istri tercintanya itu dan mencium sekilas bibir milik Zahra kemudian mencium Zahra lagi di bagian kening istrinya.
__ADS_1
cepat sembuh sayang, aku mencintaimu Zahra ucapnya lagi kemudian mencium tangan Zahra dengan lembut.
setelah itu Bima melangkah kan kakinya ke arah sofa dan mulai membuka laptopnya dan mulai mengerjakan sesuatu di sana sambil menunggu istrinya bangun.