Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 48


__ADS_3

sesampainya di lantai atas sekertaris Revan langsung membuka pintu kamar tuan mudanya itu, kemudian langsung mencari keberadaan anak kucing kecil berwana putih itu, dan setelah mendapatkan nya sekertaris Revan langsung membawanya keluar kamar.


Dan menuruni anak tangga, dan setelah sampai di lantai bawah, sekertaris Revan segara pergi dari sana takut nona mudanya segera kembali dari taman belakang mansion.


setelah itu sekertaris Revan terburu-buru masuk ke dalam mobil mewah yang berada di pekarangan mansion itu dan mulai menancapkan gas, meninggalkan mansion milik tuan mudanya itu.


baru kali ini tugasku aneh seperti ini, membawa anak kucing seperti mu, padahal kau sangat lucu sekali, tetapi tuan mudaku saja yang berlebihan tingkat keposesifan nya.


maaf aku harus mengembalikan dirimu ke asal mula mu ucap sekertaris Revan kepada anak kucing yang menggemaskan itu.


sedangkan di lain tempat, tepatnya di taman belakang mansion.


" sayang lihat bunganya sudah mulai bermekaran pasti besok lebih tambah indah di lihatnya "


" iya sayang kau pintar sekali menanamnya "


" yang sebelah sini bukan aku yang menanam sayang tetapi Hendra "


" Oh begitu ya "


" sekarang Hendra kemana sayang sedari tadi aku tidak melihat nya "


" Hai Za, kamu cari aku Za " sahut Hendra


" hey Hen, iya kamu ada di situ ternyata "


" iya Za aku lagi bersihkan sebelah sini takut banyak hama, dan bunganya tidak jadi bermekaran nanti "


" oh begitu ya " jawab Zahra


" sayang sepertinya perutku sangat sakit sayang " ucap Bima.


" memangnya kenapa sayang, kenapa kau bisa sakit perut hah "


" aku juga tidak tau sayang, sebaiknya kita ke kamar saja bagaimana "


" baiklah kalau begitu " jawab Zahra seperti nya sangat khawatir dengan suaminya.


" ayo sayang " ucap Bima.


akhirnya aku berhasil, maaf sayang aku membohongimu, kau yang memulainya duluan gumam Bima.


Bima bergumam sambil tersenyum simpul sambil menundukkan kepalanya karena berhasil mengajak istrinya untuk kembali ke kamar dan tidak bersama Hendra lagi di taman belakang mansion.


" Hendra aku kedalam duluan " tanya Zahra

__ADS_1


" baiklah Za, jaga baik - baik bayi besarmu itu " jawab Hendra sambil sedikit tertawa berniat mengejek kakaknya.


" iya Hen " jawab Zahra lagi.


" sayang kata Hendra kau seperti bayi besar, sungguh aku merasa geli sekali mendengarnya kau tau "


" kan sebentar lagi kita juga akan punya bayi sayang, dan sekarang aku bayi besarmu dulu hahaha.....ayo sayang " jawab Bima.


Deg,


Hati Zahra langsung tak karuan mendengar perkataan suaminya mengenai seorang bayi, dan sepertinya suaminya memang sangat menginginkan seorang adanya bayi kecil di dalam hidupnya.


maafkan aku karena aku menyembunyikan sesuatu darimu, suatu saat aku akan menjelaskan padamu tapi tidak saat ini aku butuh waktu yang pas untuk menjelaskan semuanya gumam Zahra dalam hatinya.


" sayang kau ini, sudah ayo cepat perutmu kan sakit "


Zahra perlahan memapah suaminya ke arah lantai atas menuju kamarnya itu.


setelah sampai di lantai atas,


" sayang kenapa kau diam saja hah " ucap Bima dengan lembut.


" tidak papa sayang, memangnya aku harus bagaimana hem "


" iya juga " jawab singkat Bima kepada istrinya.


dan setelahnya sampai di depan pintu kamar Zahra langsung membuka handel pintu, dan mulai memasukinya.


" sayang sebaiknya kau tidur ya, aku akan membuatkan mu teh hangat "


" tidak usah sayang, aku sudah cukup kau menemaniku di sini saja akan membuatku cepat sembuh "


" alasan yang tidak masuk akal, jangan - jangan kau membohongi ku ya sayang "


" habisnya kau tadi sok akrab bersama Hendra, ya keluar lah ide jahat ku "


" astaga sayang kenapa kau seperti anak kecil sekali sih, ingat Hendra itu adikmu sendiri " Zahra berbicara kepada suaminya sambil tepuk jidat karena merasa di bohongi secara mentah - mentah oleh suami posesif nya itu.


" aku kan pernah bilang padamu sayang kalau aku tidak rela jika kau dengan pria lain, ya meskipun itu adiku sendiri "


" ah sudahlah lupakan saja, aku lelah meladenimu " ucap Zahra kesal


Zahra merasa kesal dan juga lelah meladeni suaminya yang posesif itu, kemudian Zahra merebahkan tubuhnya dia samping Bima setelah itu menutup semua tubuhnya dengan selimut, dan membiarkan suaminya sendirian di balik selimut.


" sayang kau marah ya padaku " ucap Bima lembut.

__ADS_1


" hem " jawab singkat ZahraZahra di balik selimut tebal itu.


" sayang bicaralah " ucap Bima mencoba membuka selimut yang menutupi tubuh Zahra, tetapi di pegang sangat erat oleh Zahra supaya suaminya kesulitan membukanya.


" hem " ucap Zahra singkat lagi.


" iya aku salah, aku minta maaf padamu, apa kau puas "


" hem " jawab Zahra singkat lagi untuk yang ke tiga kalinya.


" Zahra jaga batasanmu sebagai seorang istri " ucap Bima yang merasa kesal melihat kelakuan istri nya.


kemudian Zahra langsung membuka selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya itu,


dan melirik ke arah suaminya.


" iya aku marah, itu karena ulahmu sayang " ucap Zahra lembut tetapi dengan memanyunkan bibirnya ke depan, membuat Bima jadi merasa gemas melihatnya.


" kan tadi aku sudah meminta maaf kepadamu sayang, tetapi kau tidak menghiraukan ku "


" iya memang aku yang selalu salah, dan kau yang selalu benar "


" bukan seperti itu sayang maksud ku, kenapa kau sangat menggemaskan sekali sih "


kau diam - diam menjengkelkan Zahra, tetapi aku tidak bisa menyakitimu gumam Bima dalam hati .


Bima bergumam karena merasa kesal sekaligus gemas dengan kelakuan istrinya itu.


kemudian Bima dengan rasa gemasnya itu, mulai mendekati bibir Zahra dan menciumnya perlahan dan keduanya kini sedang berciuman sangat mesra dan saling menikmati satu sama lain dan sepertinya ingin lebih dari sekedar ciuman biasa.


Kini Bima dan Zahra telah polos tanpa sehelai benang pun kemudian melanjutkan aktivitas nya.


berciuman dengan durasi yang sangat lama hingga beralih ke leher jenjang Zahra kemudian setelah puas di sana, beberapa saat kemudian ciuman itu beralih lagi kebawah yaitu ke dua gundukan Zahra.


Bima dan Zahra sangat menikmatinya dengan sentuhan masing-masing dan di rasa cukup lama bermain dengan dua gundukan Zahra, kini Bima beralih ke daerah yang paling membuatnya merasakan nikmat yang tiada duanya dan Bima pun mulai keluar masuk di sana.


Dua jam kemudian


Bima telah selesai dengan olahraganya bersama Zahra, hingga mencapai kenikmatan sampai empat kali, sedangkan Zahra sudah terlelap karena terlalu lelah melayani kegagahan suaminya itu.


sayang kau sangat menggairahkan,dan sekarang kau pasti lelah, karena aku terlalu lama melakukannya padamu, aku mencintaimu Zahra ucap Bima kepada Zahra yang sudah terlelap itu.


Kemudian Bima menyelimuti tubuh Zahra yang polos itu yang terlihat sekali sangat kelelahan.


maafkan aku yang sepertinya ketagihan denganmu sayang, aku tahu kau sangat lelah, dan maafkan aku yang sangat ingin kau mengandung anakku sayang ucap Bima lagi - lagi yang melihat tubuh polos istrinya yang kelihatan sangat lelah itu.

__ADS_1


dan Bima pun ikut tertidur di samping Zahra dan memeluk tubuh istrinya sangat erat, meskipun ini masih di bilang masih siang mereka tetap tertidur karena merasa kelelahan.


__ADS_2