Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
ultah perusahaan I


__ADS_3

Kemudian keduanya melangkah keluar dari dalam apartemen milik sekertaris tampan tersebut, untuk segera menuju gedung mewah berbintang dimana acara ulang tahun perusahaan di gelar malam ini.


" ayo Din cepat "


" iya tuan "


" aku akan mengunci pintu apartemen, dan kita harus lebih datang terlebih dahulu dari pada tuan Bima, karena kita di sana akan kedatangan banyak tamu tamu penting, dan juga aku harus menstabilkan keadaan di sana agar acara perusahaan berjalan dengan sukses "


ucap sekertaris Revan kemudian yang kini mulai mengunci pintu apartemen mewahnya tersebut,


dan setelah itu bergegas melanjutkan langkahnya.


" tuan kau keren sekali "


" apanya yang keren hah, gandeng tangan ku "


" apa tuan kau bilang tadi "


" gandeng tangan ku, sudah jelas bukan "


" iii.... iiiya tuan "


kemudian keduanya pun segera melanjutkan langkahnya untuk segera masuk ke dalam lift.


ting....


lift pun terbuka.


dan keduanya mulai masuk ke dalam lift tersebut.


sedangkan saat ini di dalam lift.


suasana tiba tiba hening mereka sibuk dengan pikirannya masing masing


tadi dia bilang aku cantik, dan bahkan dia menyuruhku menggandeng tangannya akkkhh..... hatiku serasa berbunga bunga saat ini, akhirnya kepercayaan diriku kembali lagi, tadinya aku sangat takut jika sampai membuat nya malu, karena dia tangan kanan dari Singa. Group. Dan saat ini aku merasa lebih semangat gumam Adinda dalam hati.


Adinda bergumam dengan dirinya yang saat ini tengah senyum senyum sendiri tak jelas itu, sesekali gadis yang saat ini tengah menggandeng tangan sekertaris tampan itu tertunduk karena takut senyuman nya di ketahui sekertaris Revan.


sedangkan sekertaris Revan kini juga bergumam di dalam hatinya.


apa....aku bahkan tadi memujinya, dan bahkan juga aku menyuruhnya menggandeng tangan ku, Revan kau mulai terlihat bodoh kan di depan wanita, ingat kau harus mengutamakan tuan Bima, kebahagiaan mu nomor dua, dan sebentar lagi tuan mu itu kan sudah memiliki bayi, jadi kau harus bersabar sebentar, ingat utama kan pekerjaan mu agar tuan Bima tidak kecewa pada dirimu, gumam sekertaris Revan.


sesaat kemudian


ting

__ADS_1


bunyi lift yang kini sudah terbuka.


keduanya kemudian perlahan keluar dari dalam lift tersebut setelah itu segera menuju area parkir apartemen.


sesaat kemudian keduanya telah memasuki mobil hitam mewah yang biasa di pakai sekertaris Revan untuk ke perusahaan tersebut, tetapi keadaan tetap hening saat ini.


" Din persiapkan dirimu jangan sampai lengah, di sana akan banyak wartawan, tunjukkan kelihaian mu dalam bekerja, kau mengerti apalagi di depan tuan muda Bima kau tidak boleh membuatnya kecewa dengan pekerjaan mu, ingat kau di gaji sangat fantastis oleh Sinaga. group " jelas sekertaris Revan yang kini tengah serius itu.


" baik tuan saya faham. " jawab Adinda mantap.


" bagus " sahut sekertaris Revan kemudian.


dan sekertaris Revan pun mulai menghidupkan mesin mobil nya tersebut untuk segera menuju gedung mewah berbintang di mana di gelar pesta mewah perayaan ulang tahun perusahan raksasa tersebut.


Sedangkan di mansion keluarga Sinaga.


Kini ketiga pria tampan itu telah selesai dengan ritual pakaian setelan jas nya yang begitu terlihat sangat tampan di lihatnya saat ini.


ketiganya kini tengah berada di ruang tamu, Bima memakai setelan jas berwarna merah maron nya yang senada dengan gaun milik sang istri, dengan gaya rambut nya yang sedikit terlihat basah tetapi terlihat tertata rapi di sana ,menambah kesan ketampanan di atas rata rata nya seperti naik seolah kharisma nya menambah.


sedangkan papa Brandon menggunakan setelan jas kecoklatan yang juga senada dengan gaun milik mama Alisya.


berbeda dengan Hendra yang memakai setelah jas abu abunya itu sendirian karena tak miliki pasangan .


sesaat kemudian


dan kini keduanya tengah menuju ruang tamu dimana tiga pria berbeda usia itu telah menunggunya sedari tadi di sana.


sedangkan ketiga pria yang sedari tadi menunggunya di ruang tamu itu kini pandangan nya tertuju kepada dua wanita antara ibu dan menantu yang kini terlihat sangat cantik seperti wanita berkelas yang kini tengah menuju ke arah ketiga itu.


Zahra tersenyum dari arah kejauhan menatap sang suami yang kini tengah menatapnya secara intens kepada dirinya itu, ya gadis yang sebentar lagi menjadi ibu itu kini terlihat sangat cantik dan anggun meskipun perutnya terlihat membesar di sana,


dengan memakai gaun merah maron yang kemarin di pilihkan oleh suaminya itu, kini begitu terlihat sangat cantik, dengan tambahan make up flawless di wajahnya, karena memang Zahra tak suka memakai make up yang terlalu tebal jadi para perias memberinya sentuhan make up seperti yang di inginkan istri dari pemilik perusahaan raksasa tersebut.


Zahra dari kejauhan saja kau terlihat sangat cantik apalagi setelah kau mendekat hehehe... kau memang istri ku yang paling cantik, sepertinya memang tidak ada yang akan menandingi kecantikan mu nanti di pesta gumam Bima dalam hati.


dengan dirinya yang sedari tadi menatap sang istri tanpa berkedip itu.


sedangkan Hendra kini tengah bermonolog sendiri.


" hah.... enak kalian berdua punya pasangan, sedangkan aku heh... menyebalkan ayo cepat pergi jangan senyum senyum tak jelas seperti itu "


" mangkanya sekolah yang benar setelah kau sukses seperti kakak mu, ajak pasangan mu untuk menemui papa mama "


" iya pa pasti "

__ADS_1


sedangkan Bima tak menghiraukan perkataan antara adik dan papanya itu.


dirinya tetap fokus menatap sang istri.


sesaat kemudian kedua wanita itu kini telah sampai di ruang tamu.


" ekk... hem... seperti nya ada yang tak berkedip melihat kecantikan menantu mama " ucap mama Alisya kemudian kepada putra pertamanya itu.


" ah mama apa sih " jawab Bima yang merasa ibu negaranya itu senang sekali menggodanya.


" kakak enak sama Zahra, lah aku bagaimana ma " ucap Hendra yang merasa iri karena hanya dirinya yang tak mempunyai pasangan saat ini.


" hehehe... kau satu mobil bersama mama dan papa sayang " jawab mama Alisya yang sedikit menertawakan putra keduanya itu.


" iya Hendra tau, kalau bersama kakak pasti dia tidak mengizinkan ku " jelas Hendra yang merasa sedikit lesu.


" itu kau sudah tau " jawab Bima dengan gaya angkuhnya.


" hehehe... sayang jangan seperti itu " ucap Zahra kepada suaminya yang sedikit tertawa itu.


" Zahra kau terlihat sangat cantik " ucap Bima kepada sang istri, yang kini mang dirinya di buat terpesona oleh kecantikan istri belianya.


" Terima sayang "


" apa aku sudah siap hem "


" iya aku sudah siap "


" ayo berangkat bumil "


" he'em "


" Ma pa Bima berangkat duluan ya " ucap Bima kepada kedua orang tuanya.


" iya sayang hati hati " jawab keduanya


kemudian Bima dan Zahra pun melangkah kan kakinya ke arah luar mansion untuk segera masuk kedalam mobil hitam mewah yang sedari tadi sudah terparkir sempurna di depan pintu besar mansion dan juga sopir pribadi sudah membukakan pintu untuk keduanya.


" silahkan masuk tuan " ucap sopir pribadi tersebut kepada kedua atasannya saat ini.


" hem " jawab Bima singkat.


" sayang perlahan masuknya " ucap Bima kepada sang istri yang kini tengah memasuki pintu mobil secara perlahan itu.


" iya " jawab Zahra pelan.

__ADS_1


sesaat kemudian keduanya pun telah masuk kedalam mobil mewah tersebut.


dan juga sopir pribadi kini mulai menghidupkan mesin mobilnya untuk segera melaju meninggalkan pekarangan mansion menuju gedung mewah berbintang di mana acara pesta di adakan begitu mewahnya di gedung tersebut.


__ADS_2