Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
pagi kedua pasangan suami istri


__ADS_3

pagi menjelang.


Sheina kini sudah berada di dapur hal yang tak pernah ia lakukan selama ini, Sheina yang memang terbiasa manja itu hanya bisa memasak beberapa saja sewaktu ia kuliah di luar negeri menuntut nya sedikit mandiri walaupun sedikit.


Sheina mulai membuka isi lemari pendingin yang memang sudah di isi penuh, mungkin itu kelakuan orang tua nya agar ia bisa cepat belajar memasak nanti nya setelah menempati apartemen.


Aku masak apa ya pagi ini, apa aku buat nasi goreng saja, emmm... baiklah, aku harus membuat nya dengan sangat enak agar pria dingin itu tak meledek ku ucap nya.


Sheina kini mulai berperang dengan peralatan dapur nya.


Setengah jam berlalu...


Barra baru saja keluar dari dalam kamar, dan kedua mata nya sedikit terbelalak ketika mendapati gadis manja yang ada di pikiran nya selama ini itu, kini tengah berada di dapur hal yang tak mungkin pikirnya.


Bau nya harum, apa dia benar-benar bisa memasak gumam Barra.


" Sheina apa yang kau lakukan " tanya Barra yang masih berada di ambang pintu kamar nya.


" apa kau tidak lihat aku sedang memasak " sahut Sheina tanpa menoleh ke arah belakang


" memang kau bisa, seperti nya tidak mungkin" ejek Barra.


" sudah diam, duduk lah sebenar lagi matang"


Barra tak berniat menjawab hanya dirinya langsung melangkah ke arah meja makan sesuai arahan Sheina tadi.


Beberapa saat.


masakan Sheina telah selesai, dengan segera Sheina membawa dua piring nasi goreng ke arah meja makan.


" ayo makan " ajak nya.


" kau tidak meracuni ku kan " tanya Barra seperti pria tak ada kerjaan.


" heh.. kau bisa kan tidak bertingkah menyebalkan, sudah makan saja kau pasti ketagihan "


Barra hanya diam lalu menyendokan sesuap nasi goreng ke dalam mulutnya,


ia kembali terdiam sesaat.


bagaimana bisa ia memasak nasi goreng seenak ini gumam nya.


pandangan nya kini menatap ke arah Sheina sekejap.


" tidak usah menatap ku seperti itu, kau pasti bertanya tanya bagaimana bisa aku gadis yang sedikit manja bisa memasak nasi goreng se enak ini " ucap Sheina yang seolah sudah mengetahui isi pikiran pria yang kini berstatus suami nya.


" tidak biasa saja, memang siapa yang mau menanyakan itu, rasanya lumayan "


" ya... ya... baiklah terserah kau saja "


Tiba tiba ponsel Sheina berdering tepat nya ia taruh di atas meja makan.


tring....


tring....


tring....


Sheina melihat layar ponsel nya kedua mata nya membulat sempurna ketika mendapati sebuah panggilan Video masuk ke sana.


" astaga... untuk apa papa menelfon " ucap nya, kemudian menoleh ke arah Barra.

__ADS_1


" tuan maksud mu " sahut Barra yang terlihat terkejut.


Sheina menganggukkan kepalanya pelan.


Dengan segera kedua nya kini memulai sandiwara nya sebagai pasangan suami istri yang baru saja menikah.


Barra mulai duduk di samping Sheina, dengan posisi sedikit memeluk bahu gadis yang sudah menjadi istri nya itu.


" hei apa yang kau lakukan " ucap Sheina ketika melirik ada sebuah tangan berotot bergelayut di bahu nya sebelah kiri.


" kau lupa atau bagaimana, cepat angkat telepon nya agar papa tidak curiga "


Sheina seperti sedikit berfikir kemudian dengan segera tangannya menggeser bulatan hijau di layar ponsel pintar miliknya.


sambungan telepon terhubung.


" selamat pagi bagaimana pagi kalian " tanya Bima dari sebrang sana


dengan wajah senyum sumringah nya menatap sang putri dan menantu yang terlihat seperti sudah memulai pendekat itu.


" hehehe..... seperti yang papa lihat kita sedang sarapan pagi, iya kan sayang " sahut Sheina dengan raut wajah yang di buat bahagia.


" iya pa benar tadi Sheina memasak nasi goreng " tambah Barra.


" Baiklah papa matikan panggilan videonya, karena papa tadi hanya ingin menanyakan kabar kalian pagi ini itu saja " Ucap Bima begitu santai.


Sedangkan pasangan suami istri itu hanya saling pandang.


Sesaat Sheina dan Barra kembali menatap layar tipis di ponsel nya.


" jadi papa menelfon hanya ingin menanyakan itu saja " ucap Sheina sedikit tak menyangka oleh kelakuan sang papa.


Papa benar-benar tak ada kerjaan, pasti ini semua suruhan mama gumam Sheina.


panggilan terputus.


Sheina langsung menghempaskan tangan Barra ke arah belakang.


" hei kau ini apa apaan sih, tangan ku terbentur sandaran kursi " ucap Barra sedikit meringis kesakitan.


" sandiwara kita sudah selesai " sahut Sheina yang tak merasa bersalah sedikit pun.


Kemudian kembali menyantap nasi goreng di piring nya begitu juga Barra yang masih sedikit kesal karena kelakuan gadis di samping nya.


Beberapa saat suara ponsel kembali terdengar nyaring di telinga keduanya.


tring....


tring....


tring....


ya ternyata itu adalah ponsel milik Barra yang sedari tadi berada di dalam saku celana pendek nya.


Barra mulai mengambil dan menatap layar ponsel milik nya.


" Mama " ucap Barra kemudian kembali menoleh ke arah Sheina.


Sheina tepok jidat kenapa bisa bersamaan begini pikir nya.


Akhirnya Barra dan Sheina kembali melalukan drama yang biasa di lakukan pengantin baru.

__ADS_1


Barra mulai menggeser bulatan hijau di layar tipis nya.


" hai Ma "


" Hai Bar, menantu mama masak apa pagi ini "


" oh Sheina memasakkan Barra nasi goreng Ma enak sekali, iya kan sayang " ucap Barra kembali merangkul bahu Sheina.


" iya Ma benar "


" wah pintar sekali menantu idaman mama sedari dulu ini, udah cantik, pinter masak lagi "


Barra dan Sheina sesekali cengengesan mendengar jawaban dari wanita paruh baya di layar ponsel nya tersebut.


" Barra " panggil Adinda dari sebrang sana.


" iya ma "


" kau kan sudah di masakkan enak oleh istri mu sekali kali beri dia hadiah "


" hehehe... Mama ada ada saja, pasti lah ma "


CUP


Satu kecupan singkat mendarat di pipi Sheina.


Berbeda dengan Sheina yang langsung membeku di tempat karena ciuman di pipi nya itu.


" aaaa... so sweet sekali, ya sudah mama matikan dulu papa sudah panggil panggil "


" ya baiklah Ma "


panggilan pun di putus sepihak.


Pandangan Barra kini tertuju pada gadis berparas cantik di samping nya tersebut,


Yang masih setia tak bergerak di tempat merenungi sesuatu.


" hei kenapa kau diam " ucap Barra sedikit menyenggol lengan Sheina.


" itu gara gara gara kau " jawab Sheina yang mulai sedikit terisak.


" apa maksud mu sih, tak jelas sekali "


sekejap Sheina langsung menginjak kaki Barra di bawah meja makan karena merasa kesal.


DUGH....


DUGH..


" Aw... apa yang lakukan sih dasar gadis manja " ucap Barra yang merasa sangat kesal.


" kau tau kau telah mencium pipi ku, siapa yang menyuruhmu hah, sekali saja aku tidak pernah berciuman walau pun di pipi..... kau...kau sang brengsek Barra, aku membencimu.....membencimu... kau mengerti "


dengan segera Sheina hendak pergi tak lupa ia kembali menginjak kaki Barra karena saking kesal nya.


DUGH....


DUGH....


" Aww... sakit " pekik Barra meringis kesakitan.

__ADS_1


Sedangkan Sheina melanjutkan langkah nya meninggalkan Barra di meja makan menuju kamar nya.


" Shei tunggu Shei aku bisa jelas kan " ucap Barra sambil menatap kepergian Sheina yang mulai menjauh.


__ADS_2