
" Ma Pa Bima berangkat dulu sama Zahra " ucap Bima kepada orang tuanya.
" ya sayang hati-hati ya " sahut mama Alisya
" iya Ma Pa Zahra berangkat dulu ya assalamualaikum "
'' waalaikum salam nak " ucap kedua mertua Zahra bersamaan.
pak Tejo pun langsung sigap membawakan tas milik tuan mudanya itu dan mengekor di belakangnya, Bima dan Zahra pun melangkahkan kakinya menuju luar mansion dan langsung disambut sekertaris Revan yang langsung membukakan pintu untuk tuan muda dan nona mudanya itu.
" Selamat pagi tuan dan nona ''
seperti biasa tuan mudanya tidak berniat menjawab sambutan bawahannya itu,tapi berbeda dengan hari ini Bima yang mendengar sambutan revan pun langsung membalasnya meskipun jawabannya sangat singkat.
" pagi " ucap Bima sambil sedikit tersenyum.
Zahra memasuki mobil terlebih dahulu dan disusul oleh Bima di belakangnya.
Sekertaris Revan yang mendapat sahutan dari tuan mudanya itu langsung terdiam sejenak di depan pintu mobil,
Ada apa dengan tuan muda jarang sekali anda seperti ini bahkan hampir tidak pernah untuk sekedar membalas sambutan saya,gumam sekertaris Revan dalam hatinya.
pasti ini karena nona Zahra, yah nona Zahra membawa pengaruh besar dalam kehidupan tuan muda saya salut kepada anda nona Zahra Sekertaris Revan terus bergumam dalam hatinya.
sekretaris Revan terus bergumam dalam hatinya karena melihat tuan muda yang sedikit berbeda pagi ini.
" apa kau mau tetap di luar sana Van "
" oh ya maaf tuan muda " ucap sekretaris Revan kepada Bima , kemudian sekertaris Revan pun memasuki mobil bagian depan samping sopir.
"Jalan" ucap sekertaris Revan
" baik tuan'' jawab sangat sopir
Di perjalanan pun hanya ada keheningan dan tak ada yang berani sedikit mengeluarkan kata-kata kecuali tuan mudanya yang satu ini.
" sayang apakah kau akan lama di rumah ibu "
" memangnya aku boleh menginap di sana suamiku " tanya Zahra
" boleh tapi hanya satu malam saja "
__ADS_1
" benarkah, ahh. . . senangnya terima kasih suamiku " ucap Zahra begitu bahagia mendengarnya.
" iya sayang " ucap Bima sambil mengelus rambut Zahra dan menaruh kepala istrinya dipundaknya kemudian mencium pucuk kepala istrinya itu dengan kasih penuh sayang.
Sedangkan Revan yang berada di kursi depan samping sopir yang mendengar percakapan antara tuan dan nona mudanya itu, langsung tersenyum karena melihat tuan mudanya seperti nya sangat bahagia dengan istri barunya itu.
kini mobil yang mereka kendarai telah sampai di sebuah gang kecil dan mobil pun tidak bisa memasukinya.
" sayang apakah ini benar jalan yang kau tunjukkan "
" iya sayang ini gang rumahku, apa kau tidak mau menemui ibu dan ayah " tanya Zahra
" iya sayang aku kan juga sudah lama tidak bertemu dengan ayah dan ibumu" Zahra yang mendengarkan jawaban suaminya langsung mengembangkan senyumnya.
" ayo suamiku " ucap Zahra kemudian sekertaris Revan membukakan pintunya untuk tuan dan nona mudanya.
cek klek
suara pintu mobil yang dibuka sekertaris Revan
" silahkan tuan muda dan nona " ucap sekertaris Revan
" sayang apa masih jauh " tanya Bima kepada istrinya.
" tidak suamiku ini sudah dekat itu yang warna putih catnya " Bima mengikuti arah pandang istrinya, dan tak beberapa lama kemudian mereka telah sampai dipekarangan rumah Zahra.
" assalamu'alaikum ibu ayah "
" waalaikum salam jawab kedua orang tua Zahra " kemudian Zahra, Bima, sekertaris Revan menyalami kedua orang tua Zahra.
" silahkan duduk nak Bima " ucap bu Fatma kepada menantunya itu.
" iya bu ucap Bima kepada mertuanya "
" sebentar ibu buatkan minum dulu ya, nak Bima ngobrol-ngobrol aja dulu sama ayahnya Zahra "
" tidak usah repot-repot bu karena saya akan segera berangkat ke kantor karena ini juga sudah siang, ayah bagaimana keadaanya saat ini "
" keadaan ayah sudah baikan nak Bima, terima kasih kamu sudah menjaga anak perempuan ayah satu - satunya " ucap pak anwar dengan nada lembut,
" iya ayah itu sudah kewajiban saya sebagai suami Zahra menjaga dan melindunginya, dan saya juga berterima kasih karena ayah dan ibu sudah membesarkan Zahra seperti sekarang, dan sekarang Zahra telah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya "
__ADS_1
ucap Bima dengan tegas sehingga membuat kedua orang tuan Zahra yakin bahwa menantunya ini memang bisa membuat anaknya bahagia.
Dan semua orang yang ada di sana termasuk Zahra dan sekertaris Revan ikut tersenyum mendengarkan tuan muda yang biasanya dingin dan jarang berbicara itu sekarang berbicara dengan sangat serius kepada seseorang yang tak lain adalah mertuanya sendiri
" ayah percaya sama kamu nak Bima " ucap pak Anwar sambil menepuk bahu menantunya itu,
sedangkan Bima tersenyum kepada mertuanya karena sepertinya ayah Zahra percaya sepenuhnya kepada dirinya.
" baiklah ayah sepertinya saya tidak bisa berlama-lama karena saya masih banyak urusan saya di kantor.
" ya sudah hati-hati nak Bima "
" iya bu, ayah saya pamit " dan Bima pun menyalami kedua orang tua Zahra bersamaan, begitupun juga Revan ikut menyalami kedua orang tua atasannya itu.
" sayang jaga dirimu baik-baik, aku mencintaimu " ucap Bima pada istrinya sambil mengelus pipi Zahra
" iya suamiku hati-hati dijalan "
sedangkan semua orang yang menyaksikan kedua sejoli itu sama-sama mengembangkan senyumnya karena merasa bahagia.
kedua orang tua Zahra bahagia karena anaknya mendapat lelaki yang tepat.
sedangkan sekertaris Revan bahagia karena tuan mudanya telah mendapatkan gadis yang selama ini menjadi incarannya itu.
Saat ini sekertaris Revan dan Bima telah memasuki mobil dan kendaraan pun mulai melaju membelah keramaian kotamenuju gedung pencakar langit miliknya tersebut, di dalam mobil mewah itu hanya ada keheningan seperti biasa dan orang yang ada di dalamnya pun sekarang sibuk dengan pikirannya masing-masing entah apa yang mereka pikiran.
tak beberapa lama kemudian tuan mudanya itu memulai pembicaraan.
" sekertaris Revan kirim semua barang-barang yang di perlukan oleh keluarga zahra " ucap bima
" baik tuan muda " jawab sekertaris Revan
" satu lagi belikan Zahra handphone pengeluaran terbaru, aku tidak mau dia memakai handphone jelek lagi,segara kau antar ke sana dan usahakan hanya ada nomor teleponku dan keluarga itu saja kau mengerti "
" baik tuan muda kalau begitu saya akan lakukan " kemudian Revan mengotak - atik handphonenya menghubungi seseorang di sebrang sana utuk memberikan tugas untuknya.
" sekretaris Revan apa saja jadwalku hari ini "
" pagi ini kita ada pertemuan dengan klien baru tuan,kemudian rapat yang membahas tentang saham kita yang di perusahaan cabang, setelah itu kita kedatangan tamu dari perusahaan SORAYA Group tuan muda.
"Bima" : baiklah kalau begitu.
__ADS_1