Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 101


__ADS_3

" sayang kau makan dulu ya, aku akan menyuruh Pak Tejo membawakannya untukmu" tanya Bima kepada istrinya.


" sayang aku ingin bubur buatan mu " ucap Zahra yang menginginkan bubur buatan sang suami saat ini, entahlah sejak kemarin kemauan bumil muda itu selalu menarik perhatian Bima.


" sayang aku tidak bisa memasak, apalagi membuat bubur Zahra, emm bagaimana kalau aku belikan saja " jelas Bima.


" tidak, aku tidak mau, aku hanya ingin buatan dari tangan mu sayang " jawab Zahra yang bersi kukuh dengan kemauan nya itu.


" apa tidak yang lain saja sayang " tanya Bima lagi.


" sayang aku hanya menginginkan bubur buatan mu saja, tidak yang lain " rengek gadis belia yang sebentar lagi menjadi seorang ibu tersebut.


" ah iya baiklah aku akan membuatkannya untukmu sayang, kau tunggu di sini " ucap Bima kemudian segera berdiri dari sisi ranjang empuknya.


" yg baiklah sayang, aku menunggumu " jawab Zahra kemudian tersenyum manis kemudian mulai menatap kepergian sang suami yang akan membuatkan bubur untuk dirinya.


kini Bima mulai melangkah kan kakinya ke arah luar kamar untuk menuju lantai bawah.


sesaat kemudian


lelaki tampan itu kini sudah berada di lantai bawah kemudian segera menuju ke arah dapur yang akan melewati meja makan sebentar lagi.


" tuan sarapan sendirian " ucap pak Tejo kepada Bima yang saat ini melihat tuan mudanya seperti menuju ke arah meja makan untuk sarapan pagi itu.


" tidak pak Tejo, aku belum lapar, kau bantu aku di dapur "


pak Tejo dan seluruh pelayan perempuan yang sudah berjajar rapi untuk menyambut kedua atasannya sarapan pagi itu, kini sontak dibuat kaget oleh perkataan tuan mudanya saat ini.


Pasalnya tuan mudanya yang di kenal sangat dingin itu tak pernah memasuki yang namanya dapur mewahnya tersebut semenjak seluruh pelayanan nya kerja di mansion nya.


Dann tiba tiba saja saat ini mendengar tuan muda tampan nan dinginnya itu ingin bermain dengan alat penggorengan yang ia saja tak tau satu persatu namanya bahkan kegunaannya.


" maksudnya tuan, apa anda butuh sesuatu saya akan menyuruh para pelayan membuatkannya untuk anda dan nona " tanya pak Tejo kepada Bima sambil menawarkan bantuan kepada atasan nya tersebut.


" tidak pak Tejo, aku ingin kau membantuku, dan saat ini istri sedang hamil dia ingin memakan bubur buatan ku sendiri " jelas Bima kepada bawahannya itu.


" benarkah tuan, selamat ya tuan saya turut berbahagia mendengarnya, mari saya antar ke dapur tuan " jawab pak Tejo kemudian segera bergegas menuju tuan mudanya ke arah dapur


" ya terimakasih pak Tejo, ayo cepatlah aku tidak ingin istri ku menunggu lama "

__ADS_1


" baik, ayo tuan "


kemudian kedua lelaki berbeda usia itu kini berjalan ke arah dapur mewah tersebut.


dan sesampainya di dapur.


" pak Tejo siapkan semua kebutuhan apa saja yang di perlukan untuk membuat bubur, dan kau hanya memandu saja cara membuatnya "


" baiklah tuan, saya akan menyiapkan semua bahan bahannya " jawab pak Tejo


kemudian segera membuka lemari pendingin yang begitu mewahnya tersebut, kemudian mencari sesuatu yang di perlukan di sana, setelah itu lelaki paruh baya itu kembali mencari sesuatu yang ia butuhkan di dalam gudang penyimpanan bahan pangan saat ini.


lima menit kemudian bahan telah terkumpul, kemudian pak Tejo mulai memandu tuan mudanya untuk membuat sebuah bubur khusus untuk istrinya yang saat ini sedang mengandung tersebut.


" pak Tejo bagaimana cara menghidupkan apinya " tanya Bima kepada pak Tejo


" sebentar tuan, saya akan menghidupkan nya " jawab pak Tejo kemudian mendekat ke arah kompor canggih itu dan mulai menghidupkan nya untuk atasannya.


kenapa bentuk bentuk alat masakan di dapur ini seperti aneh semua, apa aku saja yang tidak pernah tau, dan ini apa lagi kenapa seperti kepala ular yang membengkok ya, ah ada ada saja aku jadi geli melihat monolog Bima sambil terkekeh kemudian sambil tersenyum.


sedangkan pak Tejo yang sedari tadi mendengar perkataan atasannya itu, kini sedikit mengulum senyum merasa lucu melihat tingkah tuan mudanya yang saat ini sedang mem bolak balikkan alat alat masak berulang kali tetapi tetap saja tidak mengetahui apa kegunaan.


sepuluh menit kemudian.


" tuan tambah garam dan gula secukupnya " ucap pak Tejo


" iya pak Tejo, setelah itu apalagi " tanya Bima kepada lelaki paruh baya tersebut.


" aduk terus tuan, sebentar lagi matang, oh iya tuan anda cicipi terlebih dahulu apakah rasanya sudah pas atau masih kurang " tutur pak Tejo.


" ya baik pak Tejo " kemudian Bima mulai mencicipi dengan sendok yang berada di dekatnya saat ini.


" sepertinya sudah pas pak Tejo '' ucapnya kepada pria paru baya tersebut


" baiklah tuan kalau begitu, bubur yang Anda buat sudah matang "


akhirnya aku selesai juga, sayang tunggu aku sebentar monolog Bima.


" pak Tejo matikan kompor aku tidak bisa " ucap Bima

__ADS_1


" baik tuan " ucap pak Tejo kemudian perlahan pria paruh baya itu mendekat dan membantu Bima mematikan kompornya tersebut.


kemudian perlahan lelaki tampan itu mulai tersenyum karena merasa berhasil untuk pertama kalinya masuk ke dapur karena permintaan Zahra untuk membuatkan bubur nya.


Bima kini mulai menaruh bubur buatannya yang masih panas tersebut ke dalam sebuah mangkuk.


perlahan pekerjaan sudah selesai dan siap untuk menuju lantai atas, dan akan menyuapi sang istri dengan bubur buatannya tersebut.


akhirnya jadi sayang tunggu aku monolog Bima sambil memandangi mangkuk yang berisi bubur yang sudah siap di bawanya untuk sang istri.


" pak Tejo bereskan semua kekacauan ini " ucap Bima kepada bawahannya tersebut.


" baik tuan " jawab pak Tejo.


kemudian Bima melangkahkan kakinya untuk pergi ke arah kamarnya di lantai atas dengannya senyum merekah meninggalkan dapur yang saat ini keadaannya sudah seperti kapal pecah karena kelakuan nya, yang menghebohkan seluruh pelayan mansion nya itu.


sedangkan para pelayan perempuan yang masih setia berjajar di dekat meja makan tersebut kini mulai di perintah i pak Tejo untuk membereskan kekacauan dapur tersebut.


sedangkan saat ini beberapa para pelayan perempuan sudah mulai membersihkan dapur mewah itu, dan juga sedikit bergosip pastinya.


" baru kali ini ya, tuan Bima memasuki dapur, selama kita bekerja di mansion besar ini "


" iya itu semua demi nona Zahra, apalagi nona Zahra sekarang lagi hamil ya kan "


" iya seperti nya di lihat lihat tuan muda sangat mencintai istrinya "


" iya kau benar, pantas saja kita sendiri tau kan kalau nona Zahra kan sangat cantik dan juga tidak suka bertingkah pola seperti gadis lain "


" iya juga ya, hem enak sekali ya jadi nona Zahra suami tampan, perhatian,kaya lagi, pantas juga karena di pikir pikir tuan muda meskipun dingin tetapi aslinya dia sangat baik ya nggak menurut kalian "


" iya kau benar "


" andai saja itu aku "


" hus jangan bermimpi "


" kalau di pikir pikir ya tuan muda hanya membuat bubur saja, tetapi kenapa bisa dapur semewah ini menjadi hancur begini hahaha..."


" ah namanya saja tuan muda kau ini bagaimana sih, dia itu seorang pengusaha sukses tidak pernah berkecimpung di area seperti ini,

__ADS_1


" alat alat dapur saja tidak tau namanya dan juga mentertawakan nya karena bentuknya yang aneh katanya, aku jadi merasa lucu mendengar nya ya "


dan begitulah kira kira gosip para pelayan mansion yang saling bersahutan itu, yang saat ini sedang membersihkan dapur atas perintah kepala pelayan nya tersebut yang tak lain adalah pak Tejo.


__ADS_2