Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
ultah perusahaan III


__ADS_3

sesaat kemudian.


acara perayaan ulang tahun perusahaan telah di mulai dengan begitu meriahnya, begitu banyak antusias para kolega kolega bisnis perusahaan nya yang begitu bangga nya bisa bekerja sama dengan perusahaan raksasa milik Sinaga. group itu,


yang kini di naungi pewaris utama tuan Brandon Sinaga yaitu Bima Sinaga yang mampu mengembang pesat kan perusahaan hingga miliki anak cabang yang begitu banyak di mana mana dan juga bergerak di berbagai bidang dalam kurun waktu satu tahun.


Dan saat ini tepuk tangan begitu riuhnya dari para tamu, ketika tadi pemotongan kue untuk perusahaan nya, dan kemudian kini di laksanakan sambutan sambutan oleh pemilik perusahaan pencakar langit tersebut,


Ya kedua pria beda umur itu yang tak lain tuan Brandon dan Bima kini mulai melangkah kan kakinya untuk segera menaiki podium,


Untuk menyampaikan sesuatu kepada para tamu undangannya.


Dan yang pertama adalah tuan Brandon, pria paruh baya yang masih sangat tampan, dan yang masih di kenal luas sebagai raja bisnis di kalangan nya sebelum putranya Bima, yang kini terlebih dahulu untuk menyampaikan sesuatu kepada para tamunya.


sontak para tamu undangan kembali bertepuk tangan riuh, melihat seseorang raja bisnis yang kini tengah berdampingan dengan putranya yang juga mewarisi kepintaran dan ketampanannya itu.


Terimakasih sebelum nya untuk para tamu yang sudah datang memenuhi undangan perusahaan, dan terimakasih juga untuk semua keluarga, istri, putra putra ku, dan menantu ku yang sebentar lagi akan melahirkan keturunan dari keluarga Sinaga, tanpa kalian semua apalah kami, dan kedepannya semoga kita tambah sukses dalam menjalin kerjasama nya terima kasih


itulah kira kira yang di sampaikan tuan Brandon kepada seluruh tamu undangannya,


sedangkan para wartawan sedari tadi memulai kembali acara cekrak cekrek nya tersebut, karena acara ini memang akan di tayang kan di semua stasiun televisi.


perayaan ulang tahun perusahaan milik keluarga konglomerat terkaya, begitulah kira kira nanti judul berita yang akan di tayang kan di seluruh stasiun TV itu.


sedangkan tuan Brandon kini bergegas untuk turun dari atas podium, setelah tadi menyampaikan sesuatu pada para tamunya.

__ADS_1


Berbeda dengan mama Alisya, Zahra dan Hendra yang sedari duduk di kursi tamu itu, ikut tersenyum melihat pemandangan di hadapannya saat ini, dengan kedua lelaki yang mereka sayangi itu kini tengah berdiri di atas podium dari sekian banyak orang-orang, yang kini terlihat begitu gagahnya dan begitu bangganya melihat keduanya.


dan setelah papa Brandon turun dari podium itu, kini giliran Bima yang mulai menyampaikan sesuatu kepada seluruh tamu undangannya tersebut.


Terimakasih untuk para tamu, kalian sudah datang dan ikut memeriahkan perayaan ulang tahun perusahaan ini, dan terima kasih untuk keluarga terutama mama, papa ini semua kerena kalian, dan teruntuk istri ku terima kasih, yang sebentar lagi akan melahirkan keturunan ku, aku mencintaimu.


Ya Memang banyak yang tidak mengetahui tentang pernikahan kami, karena kami memang menikah dengan sangat tertutup dan waktu itu bertepatan dengan urusan yang sangat mendadak, jadi kami mengadakan pernikahan yang sangat sederhana saja, dan mungkin kami tidak akan mengadakan resepsi, karena istri ku sangatlah pemalu iya kan sayang ucap Bima di atas podium sambil tersenyum dengan pandangannya tertuju kepada Zahra.


sontak saja membuat semua pandangan para tamu, tak terkecuali mama Alisya,papa Brandon dan Hendra kini juga tertuju pada Zahra dengan mengembangkan senyumnya,


dan para tamu seperti sudah mengetahui kalau istri dari pemilik dari perusahaan raksasa tersebut memanglah pemalu karena mereka melihat wajah cantik nya yang begitu sangat kalem dan ramah di lihatnya,


sedangkan Zahra sedikit menunduk karena dirinya merasa sangat malu saat ini dan Zahra kini sedikit bergumam.


astaga apa yang dia lakukan, ini sangat membuat ku malu sangat sangat malu gumam Zahra dalam hati.


berbeda dengan wartawan yang mulai mencekrak cekrek dari arah kejauhan, karena bawahan sekertaris revan membatasi akses wartawan, yang bisa saja nanti mengganggu jalannya pesta.


sedangkan Bima yang masih berada di atas podium itu tau kalau saat ini, istrinya merasa sangat malu ketika semua orang saat ini tengah memandang ke arahnya itu.


Hei.. kalian jangan terlalu lama memandangi ke arah istri ku kalian bisa terpukau nanti oleh kecantikannya hahaha.... ucap Bima lagi di atas podium.


yang berniat ingin bercanda itu dengan semua para tamu tamunya malam ini, dan juga sebenarnya di dalam hatinya ia sedikit risih ketika semua orang memandang ke arah istrinya apalagi laki-laki.


sontak saja ucapan Bima kembali membuat para tamu undangan dan anggota keluarga nya kembali tersenyum dan sedikit tertawa di buatnya karena tak biasanya CEO yang sedari dulu dingin itu, kini bisa bercanda apalagi saat ini membahas tentang istri yang seperti nya sangat ia cintai itu.

__ADS_1


dan juga sesekali para tamu undangan mulai berbisik kalau istri dari pemilik perusahaan raksasa tersebut memang sangat lah cantik dan muda begitulah kira kira yang mereka bisik bisikan saat ini.


Dan teruntuk adikku Hendra, tahun depan kau harus bisa menyaingi kakakmu ini.. ucap Bima yang masih berada dia atas podium.


sambil pandangannya tertuju pada Hendra yang tengah duduk di antara mama Alisya dan papa Brandon yang kini tersenyum memandang ke arahnya dan sedikit menundukkan kepala ke arahnya,


sedangkan mama Alisya, papa Brandon dan Zahra ikut tersenyum saat ini seperti menyemangati lelaki yang mereka sayangi itu, dan yang berada di dekatnya saat ini.


seperti nya itu saja, dan teruntuk semua tamu silahkan menikmati pesta dan hidangannya, terima kasih.


dan Bima pun kemudian turun dari atas podium, sedangkan para tamu kembali bertepuk tangan riuh setelah pewaris utama Sinaga. group itu selesai menyampaikan sesuatu kepada para tamunya tersebut.


Dan para tamu kembali menikmati hidangan serta kembali berbincang bincang sesama kolega kolega bisnis yang saling bekerja sama dengan Sinaga. group itu.


Sedangkan Bima yang baru saja turun dari podium itu langsung menuju ke arah sang istri yang tak jauh dari nya, yang masih saja duduk di kursi di temani mama Alisya kerena mertuanya itu sangat takut jika sang menantu kesayangannya itu kelelahan jika harus berdiri saja.


" Zahra " panggil Bima kepada sang istri.


" iya " jawab Zahra pelan


" apa kau sedikit kelelahan " tanya Bima yang kini tengah berada di hadapan sang istri.


" tidak sayang, aku tidak apa apa justru sedari tadi aku di temani mama di sini " jawab Zahra sambil mengembangkan senyumnya.


kemudian Bima membalas senyuman sang istri.

__ADS_1


" sayang mana rekan sekertaris Revan yang baru itu, aku ingin berkenalan dengan nya "


" iya sebentar aku juga penasaran dengan rekan barunya itu "


__ADS_2