Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 129


__ADS_3

" iya maaf tuan " ucap Adinda kemudian


" dan sekarang kau punya kesibukan apa " tanya sekertaris Revan yang mulai serius lagi.


akkhh,... wanita ini seperti nya sedikit menyebalkan, tetapi kenapa aku sampai ketahuan memandanginya ya, dasar memalukan kau Revan gumam sekertaris Revan dalam hatinya.


" saya bekerja di sebuah cafe tuan, dan sepulang dari sana saya mengadakan les privat untuk anak anak, dan setelah itu saya juga penulis novel tuan " jelas Adinda yang sesekali menatap lelaki di hadapannya tersebut.


" emm,... bahasa apa saja yang kau bisa " tanya sekertaris Revan dengan gaya angkuhnya.


" banyak tuan, Inggris, indo, jawa, mandarin, itali, Jepang,Korea, turky, spanyol " jelas Adinda sambil menghitung dengan jarinya seperti anak kecil di lihatnya.


" bagus,...coba kau selesai kan sepuluh lembar dokumen ini " ucap sekertaris Revan selanjutnya.


" ya baiklah tuan " jawab Adinda.


Kemudian sekertaris Revan menyodorkan sepuluh lembar pekerjaan perusahaan kepada wanita yang saat ini berada di hadapannya tersebut.


Dan Adinda pun mulai memahami isi dokumen tersebut dan perlahan mulai mengerjakannya saat ini, dengan pandangan yang menunduk.


Sedangkan sekertaris Revan saat ini tengah menatap wanita yang berada di hadapannya tersebut dan sesekali dirinya sedikit tersenyum.


kenapa aku melihat nya seperti nya dia sangat menggemaskan begini ya, bibirnya yang, astaga Revan sadar kau sudah gila, fokus fokus fokus, pada pekerjaan kau mengerti gumam sekertaris Revan yang sesekali seperti menegur dirinya sendiri itu.


" tuan sudah selesai " ucap Adinda kemudian dan setelah itu menyodorkan kembali lembaran kertas berwarna putih itu kepada sekertaris Revan.


" hem " jawab sekertaris Revan dengan hanya deheman saja.


kemudian sekertaris Revan meneliti satu persatu isi dokumen tersebut.


cepat sekali dia, kerja bagus, apa dia sepintar dengan apa yang aku pikiran gumam sekertaris Revan.


" baiklah selanjutnya coba kau selesaikan anggaran dana milik perusahaan ini " ucap sekertaris Revan sambil memperlihatkan benda layar tipisnya kepada Adinda.


" baik tuan " jawab Adinda


kemudian Adinda mulai mengotak atik benda tipis milik sekertaris Revan tersebut.


Adinda begitu sangat fokus kepada layar tipis yang saat ini berada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


dan sesaat kemudian.


" tuan sudah selesai " jawab Adinda.


" hem " jawab singkat sekertaris Revan.


kemudian sekertaris Revan membalikkan benda layar tipis itu.


perlahan lelaki tampan yang saat ini tengah memakai kaca mata bacanya itu mulai mengecek kerjaan yang baru saja ia berikan kepada sosok wanita di hadapannya tersebut.


gadis ini pintar juga ternyata, dengan waktu yang hanya sampai sepuluh menit dia mampu menuntaskan anggaran dana ini, sebaiknya apa aku mulai saja dari sekarang untuk dia bekerja di perusahaan ini gumam sekertaris Revan.


" baiklah kalau begitu.. " ucap sekertaris Revan kemudian.


" maksudnya tuan " jawab Adinda.


" kau bisa mulai hari ini bekerja " jelas sekertaris Revan yang sontak saja membuat Adinda begitu sangat bahagia


" tuan benarkah,tuan terima kasih,terima kasih banyak tuan " jawab Adinda yang kemudian mengambil tangan sekertaris Revan dan mengalami nya sendiri dengan tangan nya.


" hey kau bisa sopan sedikit " ucap sekertaris Revan setelahnya.


" ah, iya iya maaf tuan " ucap Adinda kemudian dirinya sesekali menundukkan kepala.


" dan satu lagi jangan pakai celana apa yang kau pakai itu " jelas sekertaris Revan kemudian sambil sedikit melirik ke arah bawah gadis dua puluh tiga tahun tersebut.


" begini tuan sebenarnya saya risih jika harus memakai rok pendek, saya boleh kan memakai celana kerja seperti ini " jelas Adinda yang memang dirinya sangat merasa malu untuk memakai pakaian yang sedikit minim.


" ya sudah terserah kau saja, dan ingat mulai besok kau harus sedikit memakai polesan make up, kau tau posisimu sekarang rekan kerjaku sedangkan posisiku adalah tangan kanan dari tuan Bima pemilik dari SINAGA. GROUP yang saat ini adalah tempat kau bekerja, jadi kau harus memantaskan penampilanmu dengan pekerjaan mu mulai sekarang kau mengerti " jelas sekertaris Revan kepada rekan barunya itu.


" iya saya mengerti tuan, tapi saya " ucap Adinda terhenti.


" apa lagi " ucap sekertaris Revan kecut.


" tuan kau jangan dingin seperti itu nanti ketampanan mu bisa luntur " jawab Adinda yang memang sedikit mengajak lelaki tampan di hadapannya itu untuk bercanda.


" kau berniat bekerja atau tidak hah " sahut sekertaris Revan ketus.


" heh....iya iya maaf aku hanya bercanda tuan, ah iya tuan.....saya tidak pernah memakai make up sebelumya " jelas Adinda rekan baru sekertaris Revan saat ini.

__ADS_1


" maka dari itu belajar lah mulai besok " jelas sekertaris Revan dengan nada dinginnya, biasa lah atasan dan bawahan sebelas dua belas belas sifatnya.


" dasar... " ucap Adinda dengan nada suara yang sangat pelan supaya tidak terdengar oleh lelaki di hadapannya tersebut.


" apa kau bilang " sahut sekertaris Revan kemudian.


" tidak, aku tidak bilang apa apa, ya sudah tempatku sebelah mana tuan " jawab Adinda yang baru saja berniat mengalihkan pembicaraan nya tersebut.


untung saja, bibirmu Din gumam Adinda di dalam hati.


" mejamu sebelah sana " jawab sekertaris Revan sambil menunjuk ke arah pojok ruang tersebut yang memang di sana sudah tertata satu meja dan kursi untuk rekan baru nya dalam bekerja.


" berarti kita satu ruangan tuan " ucap Adinda sambil menoleh ke arah sekertaris Revan yang kini mulai sibuk di meja kerjanya tersebut.


" hem " jawab sekertaris Revan singkat, sambil mengumpulkan pekerjaan nya yang akan ia berikan kepada rekan barunya tersebut.


" kenapa singkat sekali " ucap Adinda yang baru saja akan melangkahkan kakinya ke arah meja kerjanya itu.


" apanya singkat hah, jangan banyak bicara ini semua tugas untuk mu " sahut sekertaris Revan yang kemudian menyusul langkah Adinda dari belakang sambil membawa setumpuk laporan ke arah mejanya.


" iya taruh saja, aku akan segera mengerjakannya " jawab Adinda dengan nada santainya.


dan setelah itu sekertaris Revan langsung menaruh setumpuk laporan tersebut di meja kerja baru milik Adinda.


setelah itu sekertaris Revan segera kembali ke meja kerja sendiri sambil menyunggingkan senyumnya.


" hey siapa tadi namamu " tanya sekertaris Revan setelah dirinya kini telah duduk di kursi kerjanya tersebut.


" Adinda Wirawa tuan, dan biasa di panggil dinda " jelas gadis dua puluh tiga tahun itu.


" oh,.. ya sudah kalau begitu, selamat sekarang hari pertama kau bekerja, semoga saja kau betah " ucap sekertaris Revan kemudian.


" ya tuan terima kasih " jawab dinda kemudian segera menaruh tas kecilnya dan mulai mengerjakan laporan laporan yang saat ini sudah menumpuk di atas meja kerjanya.


kita lihat saja nanti sampai seberapa kepintaran gadis yang sedikit menyebalkan ini gumam sekertaris Revan dalam hati sambil sedikit mengeluarkan senyum jahat nya itu.


kemudian lelaki tampan itu kembali menundukkan kepalanya untuk segera melanjutkan pekerjaan milik itu.


KAKAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTAR NYA, πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2