Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 126


__ADS_3

beberapa bulan kemudian.


kini kandungan Zahra sudah menginjak tujuh bulan, dan perutnya kini sudah terlihat membuncit yang membuatnya sedikit kesusahan untuk berjalan, dan juga kakinya sering mengalami bengkak seperti kebanyakan wanita yang tengah hamil lainnya.


Serta tubuh Zahra yang kini bertambah berisi, yang juga semakin memancarkan auranya kecantikan alaminya sebagai seorang ibu hamil.


sedangkan Bima kini semakin bertambah gemas melihat tubuh istrinya yang tambah berisi itu, dan juga melihat perut istrinya yang tiap harinya semakin membesar.


18.15 wib


tepatnya di kamar super mewah tersebut, yang tak lain kamar milik kedua pasangan suami istri Bima dan Zahra.


" sayang sekarang usia kandungan mu sudah tujuh bulan, dan sebentar lagi anak kita akan lahir " ucap Bima sambil mengelus perut istrinya yang sudah membuncit itu, yang saat ini keduanya sedang berbincang-bincang sambil bersandar di sandaran ranjang belakang kepalanya tersebut.


" iya sayang, aku sangat penasaran nanti anak kita laki laki atau perempuan ya " jawab Zahra


" bagaimana kalau kita ke rumah sakit untuk mengeceknya " ajak Bima kepada sang istri.


" ah tidak, aku terlalu sering ke rumah sakit untuk cek up kandungan, aku malas ke sana terus, sayang biarkan saja ini sebagai kejutan " jelas Zahra yang mulai memanyunkan bibirnya ke depan saat ini.


" tapi sayang, aku ingin segera membelikan barang barang lucu seandainya kita sudah mengetahui laki laki atau perempuan " jelas Bima yang mulai bersih kuku.


" iya sayang aku tau, aku juga sangat menginginkannya, apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu " jawab Zahra dengan nada pelan, kemudian berniat menanyakan sesuatu kepada sang suami.


" memangnya apa yang ingin kau tanyakan Zahra hah " sahut Bima yang mulai penasaran.


" emmm... sayang nanti seandainya aku sudah melahirkan anak kita entah dia laki-laki ataupun perempuan dan tidak sesuai dengan keinginan mu apa kau akan kecewa " jelas Zahra kepada suaminya dengan nada seperti sangat menginginkan jawaban itu.


" sayang apa yang kau katakan, untuk apa aku kecewa, aku akan menerimanya dia kan darah daging ku Zahra kau ini bagaimana sih " jawab Bima sambil mengeratkan pegangan tangan nya kepada kedua tangan sang istri.


" ya siapa tau sayang, aku kan juga tidak tau, dan aku hanya bertanya "


" iya iya, sayang mungkin jika anak kita perempuan nanti pasti dia akan sama seperti dirimu yang menggemaskan, dan jika lelaki pasti seperti diriku yang sangat tampan " jelas Bima


" hah... ujung-ujungnya kau berniat membanggakan dirimu sendiri iya kan hayo mengaku " ucap Zahra sambil melirik sang suami yang saat ini tengah berada di sampingnya tersebut.

__ADS_1


" memangnya kau melihatku selama ini bagaimana hah " jawab Bima yang sedikit merasa kesal.


" iya iya sayang, kau sangat tampan dan hanya aku yang boleh memiliki mu suami...... awww..." sahut Zahra, kemudian seperti merasa ada tendangan dari dalam perutnya saat ini.


" sayang kau kenapa hah, mana yang sakit sayang bilang padaku , Zahra " ucap Bima yang mulai khawatir dengan keadaan Zahra, yang sedang memegangi perutnya itu.


" sayang aku tidak apa apa, hanya saja anak kita yang sedang menendang nendang di dalam perut ku, aww... sayang dia menendang lagi " ucap Zahra lagi sambil sedikit tertawa dan tersenyum melihat ke arah perutnya.


" benarkan, aku ingin tau " ucap Bima kemudian dengan begitu bahagianya.


" pegang perutku cepat " ucap Zahra kemudian mengambil kedua tangan suaminya dan menempelkannya di perut besar miliknya.


" sayang kau benar, dia menendang nendang di dalam sana, kenapa dia sudah menggemaskan seperti ini ya, aku jadi tidak sabar menunggunya keluar sayang " jelas Bima yang merasa kegirangan saat ini, sambil tangannya yang masih menempel di perut sang istri.


" iya aku juga, apalagi aku ibunya "


padahal kan setiap bayi memang akan menendang nendang jika berada di dalam perut ibunya, terus bagaimana bisa dia sudah tau kalau calon anaknya sudah menggemaskan, memang dasar suami satu ini, jika aku menjelaskan nya saja pasti dia merasa benar sendiri, ah biar kan saja itu kan anak anaknya sendiri gumam Zahra dalam hati.


" sayang aku lihat lihat sekarang semenjak tubuh mu bertambah berisi dan perut mu semakin membesar auramu semakin keluar dan kelihatan semakin cantik saja bertambah hari, dan membuatku semakin terpesona oleh kecantikan mu Zahra " jelas Bima yang memang merasa istrinya bertambah cantik semenjak mulai hamil itu.


" emmm... memang iya, kau sengaja menggodaku ya " sahut Zahra kemudian sambil melirik ke arah sang suami.


" terimakasih papa kau sudah memuji mama yang sedang mengandung ku ini " ucap Zahra sambil menirukan nada suara anak kecil yang sedang berbicara itu.


" kau ini ya... bisa saja, sayang aku lihat lihat kedua milikmu ini, juga ikut bertambah besar ya" ucap Bima sambil sedikit menoel noel kedua benda kenyal milik sang istri.


" sejak kapan kau memandang nya sayang " jawab Zahra sedikit merasa malu mendengarnya.


" sejak kemarin kemarin, aku merasa berbeda jika sedang memegang nya Zahra " ucap Bima santai sedangkan Zahra sedikit merasa malu saat ini.


" kau ini ya dasar " jawab Zahra yang saat ini merasa risih akan perkataan sang suaminya.


" memang kenyataannya seperti itu sayang, mana mungkin aku bohong " jelas Bima.


" iya iya aku percaya padamu " jawab Zahra supaya sang suami merasa lega.

__ADS_1


" sayang sebentar lagi waktunya makan malam, ayo kita ke lantai bawah " ajak Bima.


" iya baiklah, ayo suami ku "


" pelan pelan Zahra, tidak usah terburu-buru "


" iya iya "


ternyata lelaki dingin ini sangat perhatian padaku, bisa bisa aku sangat tergila gila padanya jika dia perhatian seperti ini terus padaku, sungguh dia sekarang memang lelaki idamanku seperti keinginanku dulu gumam Zahra dalam hati.


setelah itu kedua nya pun mulai turun dari ranjang tersebut, kemudian Bima menggandeng tangan istrinya dan saat ini keduanya berjalan beriringan perlahan keduanya mulai menuruni anak tangga untuk menuju lantai bawah.


sesampainya di lantai bawah


kemudian pasangan suami istri itu mulai melangkahkan kakinya menuju meja makan, seperti biasa seluruh pelayan masih setia berdiri di belakang kursi meja makan tuan nya, sambil menundukkan kepalanya.


begitupun juga pak Tejo tersenyum melihat kedatangan dua pasangan suami istri yang juga atasannya tersebut.


" maaf nona Zahra, apa ada makanan yang anda ingin kan saat ini " tanya pak Tejo ketika Zahra akan sampai di kursi meja makan itu.


" tidak ada pak Tejo, aku tidak menginginkan apa apa sekarang pak, terima kasih " jawab Zahra sambil mengembangkan senyumnya.


" baiklah kalau begitu nona " sahut pak Tejo kemudian.


sedangkan mama Alisya dan papa Brandon saling pandang dan tersenyum seperti mengisyaratkan sesuatu.


ternyata aku tidak salah memilihkan istri untuk Bima, Zahra begitu sangat sopan meskipun hanya kepada seorang pelayan, baik, cantik, dan tidak suka berfoya-foya seperti kebanyakan wanita lainya, dia hanya gadis polos yang selalu apa adanya, ya meskipun kekayaan keluarga tidak akan habis jika dia menghabiskannya sebagai menantuku, aku sangat tidak masalah dengan itu,


begitulah kira kira gumam mama Alisya ketika dirinya dan sang suami saling pandang kemudian tersenyum penuh arti tersebut.


" sayang ayo makan malam " ucap mama Alisya kemudian.


" iya ma " jawab Zahra sambil tersenyum kemudian perlahan mulai mengambil nasi dan lauk untuk ia berikan kepada sang suami duluan.


dan setelah itu Zahra mulai mengambil untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


beberapa saat kemudian


ritual makan malam kini sudah selesai, kemudian semua penghuni mansion tersebut segera menuju ruang keluarga untuk bercengkrama ria di sana dan juga tak lupa sambil canda tawa bersama.


__ADS_2