Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 89


__ADS_3

04.00 wib


kini mobil sport yang mereka naiki, tengah berada di perjalanan pulang butuh waktu satu jam untuk sampai ke mansion.


sedangkan Zahra kini sudah terlelap di dalamnya, sesekali Bima melirik ke arah istrinya yang telah tertidur sangat pulas itu.


Zahra kau sudah tertidur sayang, dasar ABG labil ucap Bima.


sambil sesekali menutup mulutnya itu, takut istrinya terdengar.


untung saja Zahra tertidur kalau tidak dia akan marah jika aku mengatainya ABG labil gumam Bima


kau pasti sangat lelah ucapnya kepada istrinya saat ini yang tengah terlelap itu.


karena waktu sudah sore, Bima sedikit menambah kecepatan mobil sport hitam miliknya itu.


puaskan lah tidur mu sayang, nanti malam kau akan begadang melayani suami mu ini, dan aku akan menyuruhmu memakai lingerie merah pemberian dari ibu negara gumamnya dalam hati.


sesekali Bima mengembangkan senyumnya, membayangkan tubuh istrinya yang memakai lingerie merah dan tepat berada di atasnya.


astaga pikiran ku mulai mesum sekarang membayangkan tubuh Zahra yang menggoda itu, gumam nya dalam hati.


sebaiknya sekarang aku cepat cepat untuk sampai mansion dan aku segera beristirahat sebentar untuk tenaga ku nanti malam gumam Bima.


kemudian lagi lagi tersenyum sendiri sambil pandangannya fokus ke depan dan juga sesekali memandang ke arah istrinya itu.


satu jam kemudian


kini mobil sport hitam itu telah sampai di area pekarangan mansion.


dan Bima mulai turun kemudian mengitari mobil sport hitamnya itu kemudian segera membuka pintu mobil di samping Zahra.


sedangkan semua para pelayanan dan juga pak Tejo sudah berjejer rapi menyambut tuannya itu.


Bima pun mulai menggendong tubuh istrinya perlahan.


enak sekali tuan putri ini, tidur sedari tadi tetapi tidak bangun bangun ucapnya sambil terus mengembangkan senyumnya itu.


sedangkan pak Tejo dan seluruh pelayan perempuan lainya tersenyum mendengarkan ucapan tuannya itu kepada istrinya.


sambil menggendong Zahra, Bima perlahan mulai melewati jejeran pelayan dan juga pak Tejo yang kini dirinya mulai memasuki mansion nya itu.


" selamat sore tuan "


" iya sore "


sedangkan semua para pelayan perempuan dan pak Tejo sebagai kepala pelayan tersebut, kini saling pandang satu sama lain.


tumben sekali tuan muda menjawab sapaan para pelayan,


pasti ini karena nona muda


iya pasti karena nona muda, dan hati tuan muda sekarang lagi bahagia melihat nona Zahra sampai tertidur itu.

__ADS_1


iya kamu tidak dengar tadi ucapannya kepada nona Zahra, aku sendiri ikut tersenyum


iya sama aku juga, bagaimana ya rasanya kalau jadi nona Zahra


tuan sedikit telah berubah ya


nona Zahra hebat ya


" hey apa yang kalian lakukan, bubar, bubar, bubar.. "


ucap pak Tejo kepada semua para pelayan perempuan yang berjumlah empat belas orang itu yang kini sedang sibuk berbisik itu.


" baik Pak Tejo "


ucap seluruh para pelayan perempuan itu, yang kemudian segera bergegas pergi dari sana itu menuju mansion belakang.


sedangkan pak Tejo kini mulai memasukkan mobil sport milik tuan mudanya itu menuju bagasi.


sesampainya Bima di lantai atas.


kini dirinya perlahan membuka handel pintu kamarnya tersebut, sedangkan Bima merasa kesusahan karena kedua tangannya saat ini sedang sibuk menggendong tubuh mungil istrinya itu.


perlahan pintu kamar itu terbuka, Bima pun berjalan menuju ranjang empuknya itu untuk menaruh tubuh Zahra di sana, dan mulai menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal berwarna putih.


sedangkan Bima saat ini langsung menuju kamar mandi karena dirasa tubuhnya begitu sangat lengket sehabis dirinya pulang dari pantai itu.


sesampainya di kamar mandi


dengan keadaannya yang sudah polos tanpa sehelai kain itu, kemudian dirinya masuk ke dalam bathub untuk berendam di sana dengan air hangat.


sedangkan Zahra saat ini mulai menggeliat pelan, merasakan tubuhnya yang kini terasa lengket, Zahra kemudian segera bangun dan bergegas pergi ke arah kamar mandi.


dan di sana Zahra mendapati suaminya tengah berendam di dalam bathub besar super mewahnya itu, kemudian bima melihat ke arah istrinya yang baru saja membuka pintu kamar mandi tersebut.


" sayang, kau sudah bangun "


" emm... uuwwaahhh " sambil menguap.


" sayang kenapa kau tadi tidak membangunkan ku hah "


ucap Zahra dengan raut wajah khas bangun tidurnya itu, membuat Bima sedikit gemas melihat Zahra yang terlihat imut di matanya saat ini.


" aku sengaja, agar kau tidak mengantuk nanti malam sayang "


" memangnya ada apa nanti malam "


" kau lupa atau pura pura lupa Zahra "


" apa ya.. sayang aku lupa "


" kau sudah berjanji akan berada di atas ku nanti malam sambil memakai lingerie merah dari mama, apa kau sekarang sudah ingat sayang "


" ahh... itu ya, ya aku ingat, sayang ak..ak..aku...aku, apa sih bibir ini "

__ADS_1


jawab Zahra yang sedikit cengengesan dan juga bibirnya seperti tercekat saat bicara, karena dirinya merasa kebingungan harus menjawab perkataan suaminya saat ini.


" sayang ap...ap..apa tidak bisa besok besok saja "


" no.. no... no tidak ada penolakan, kau mengerti"


ucap Zahra sambil menghentak hentakan kaki nya kemudian langsung bergegas masuk ke dalam bathub.


sedangkan Bima tak tahan menahan tawanya saat ini melihat tingkah Zahra yang bertambah menggemaskan setiap hari itu.


" sayang apa kau akan mandi memakai baju seperti itu hah "


" iya aku akan melepaskan nya sekarang "


jawab Zahra yang sedikit menundukkan kepalanya itu.


" mendekat lah kepadaku sini, aku akan membantumu sayang "


" tidak usah aku bisa sendiri "


" ya baiklah "


aku tau kau merasa malu akan melakukan hal itu bersama ku, apalagi kau yang berada di atas ku hahaha.... seperti nya seru mengerjainya seperti ini umam Bima dalam hati.


kemudian saat ini Zahra sudah polos tanpa sehelai benang pun.


setelah itu Bima sedikit mendekat ke arah Zahra, dan memegang dagu istrinya itu.


" sayang tatap mataku " ucap Bima kepada istrinya.


kemudian Zahra langsung menatap kedua mata Bima.


" ada apa "


" jangan cemberut seperti itu, nanti kecantikan luntur "


" biarkan saja, apa kau tidak cinta, kalau seandainya aku sudah tidak cantik lagi "


" sayang aku sangat mencintaimu, dan saat ini yang terpenting adalah hatimu hanya untukku "


" alasan " jawab Zahra sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" tidak sayang, untuk apa alasan hah " jelas Bima.


" apa itu sebuah kejujuran " tanya Zahra.


" hahaha... sayang kenapa kau meniru gaya bicaraku "


ucap Bima yang mulai menertawai istrinya itu.


" memang iya, hahaha... mungkin aku tertular oleh mu sayang "


jawab Zahra kemudian ikut tertawa seperti suaminya dan sejenak melupakan cemberut nya yang sedari tadi menghiasi wajah cantiknya itu.

__ADS_1


dan keduanya kini saling tertawa sampai terbahak bahak di dalam kamar mandi.


__ADS_2