
sesampainya di pantai.
" sayang kita sudah sampai, ingat satu hal, kau tidak boleh terlalu kelelahan " ucap Bima kepada istrinya yang saat ini terlihat berbinar binar itu.
" siap suamiku " jawab Zahra yang begitu kegirangan karena dirinya telah sampai di pantai.
" istri pintar " ucap Bima sambil mengacak pelan rambut istrinya itu.
" ayo sayang kita cepat ke sana, aku tidak sabar lagi "
" baiklah dasar ABG labil " jawab Bima merasa gemas tetapi dengan nada sedikit pelan.
" sayang kau bilang apa tadi " tanya Zahra karena dirinya merasa dirinya mendengar sesuatu.
" tidak, aku tidak bilang apa apa tadi " ucap Bima mengelak dari kata katanya sendiri itu, karena takut istri nya cemberut.
" memang iya, ah mungkin telingaku saja bermasalah, sayang ayo cepat " ajak Zahra yang begitu antusias, dan melupakan apa yang tadi suaminya katakan itu.
" iya sayang, ayo... dasar A..... " ucapnya lagi dengan nada pelan tetapi kata katanya terhenti.
" sayang kau mau mengatai ku ya " tanya Zahra lagi memang merasa suaminya mengatakan sesuatu tadi.
" tidak istriku, kau salah dengar mungkin aku tidak bilang apa apa " ucap Bima tetap mengelak Bima,
" ya sudah ayo cepat sayang " ucap Zahra sambil menarik narik tangan suaminya seperti anak kecil.
" hem "
Bima geleng-geleng kepala sesekali tersenyum, melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil itu, hanya pergi ke pantai saja sudah membuat hati istrinya begitu bahagia, padahal itu hal sepele menurutnya.
berbelanja tidak mau, memang benar-benar berbeda, tidak salah aku mengincar mu selama ini Zahra gumamnya dalam hati.
Dan keduanya pun kini berada di dekat pantai sambil bermain air di sana, semua mata para pengunjung sedari tadi tak luput dari pandangan suami istri yang terlihat begitu bahagia kelihatannya itu, di iringi canda tawa di sana dan keduanya lagi lagi tertawa begitu bahagianya.
sedangkan Zahra memang berniat jika sesampainya di sana, dia ingin membuat suaminya bahagia, karena mendengar sedikit cerita dari suaminya itu Zahra sedikit kasihan, ternyata memang suaminya jarang menyentuh dunia luar dan karena terlalu sibuk pada semua hal yang berbau pekerjaan perusahaan,dan mengurusi semua anak cabang perusahaan nya yang selama ini tambah membuat harta kekayaannya tak akan habis sampai tujuh turunan sekalipun.
" sayang apa kau bahagia hari ini "
" iya sayang aku bahagia jika bersamamu Zahra"
" sayang " rengek nya seperti terharu tetapi sedikit malu malu.
" aku mencintaimu Zahra " ucap Bima sambil menatap kedua mata milik istrinya,kemudian langsung berhambur memeluk tubuh Zahra.
" aku juga mencintaimu suamiku " ucap Zahra kemudian membalas pelukan suaminya itu.
" sayang sejak pertama kali kita menikah seperti nya kita tidak pernah berfoto-foto bersama " ucap Bima yang mulai mengingat rencananya itu.
" apa kau menginginkan selfi selfi sayang, aku kira selama ini kau tidak suka dengan hal hal yang seperti itu "
" memang sebenarnya aku tidak menyukainya sayang, tetapi aku sangat ingin sekali memiliki foto kita berdua di handphone ku, dan jika aku berada di kantor saat merindukan dirimu aku bisa melihat fotomu sayang "
Zahra tersenyum tipis mendengar perkataan lelaki tampan yang berada di depannya itu yang tak lain adalah Bima
__ADS_1
" suamiku, kau kan sudah melihat ku setiap hari , apa masih belum puas ya "
" memangnya aku tidak boleh memiliki fotomu hah " ucapnya sedikit cemberut di hadapan istri nya.
" siapa yang tidak memperbolehkan nya sayang, ayo sekarang keluarkan ponselnya "
Bima langsung tersenyum mendengarnya, kemudian langsung mengeluarkan ponsel pintarnya itu dari saku celananya.
dan keduanya kini tengah berpose sana sini sampai kira kira mendapatkan dua puluh foto di ponsel milik Bima.
" sayang boleh aku lihat hasil fotonya " tanya Zahra.
" tidak boleh, sebaiknya kau mengambil ponselmu sendiri sayang, agar kita sama sama mempunyai foto kita berdua masing bagaimana "
" begitu ya, baiklah "
kemudian Zahra langsung mengambil ponsel miliknya di tas pinggang kecil miliknya.
" ayo sayang kita mulai, sayang berpose yang bagus supaya foto fotonya terlihat bagus "
" iya Zahra kau cerewet sekali "
Zahra tersenyum mendengar jawaban suaminya.
" ya sudah ayo sayang mulai 1...2..3.."
.cekrakkk...cekrekkk... di sana sini
dan kira kira foto mereka mendapatkan dua puluh lima foto, dengan pose yang berbeda-beda.
" sayang foto kita bagus bagus, aku suka sekali, dan di foto ini kenapa kau terlihat tampan sekali sayang "
" benarkah " ucap Bima berbangga diri di dalam hatinya karena di puji oleh Zahra, gadis yang sangat sangat ia cintai.
" apa kau tidak tau dari dulu memang memang suami mu ini sangatlah tampan hah "
" hahaha... iya sayang aku tau kau tampan, tetapi dulu kau itu sangat.... " jelas Zahra sambil tertawa tetapi di akhir perkataan nya Zahra berhenti tak melanjutkannya.
" sangat apa hah " tanya Bima penuh selidik dan melirik ke arah istrinya saat ini.
" sangat menyebabkan hahaha... " jawab Zahra dengan lantang kemudian kembali tertawa terbahak bahak kemudian segera berlari menjauhi suaminya
" awas kau ya...hey..... jangan lari " ucap Bima kemudian segera berlari mengejar Zahra di pinggir pantai dan akan segera menggelitik i Zahra istrinya.
Zahra terus berlari sampai dirinya kini tertangkap oleh Bima.
" sekarang kau tertangkap ya hah rasakan ini.. rasakan ini... istri ku mulai nakal ya.."
ucap Bima sambil terus menggelitik i tubuh istrinya itu sesekali tertawa di sana.
begitupun dengan Zahra kini dirinya ikut tertawa terbahak karena merasa sangat geli oleh kelakuan suaminya itu, yang sudah tidak tahan terus menerus di gelitiki oleh suaminya itu.
" sayang sudah, aku geli.. " ucapnya dengan tetap tertawa tak henti henti.
__ADS_1
" tidak, aku tidak akan berhenti sampai kau meminta ampun kepadaku " ucapnya sambil terus menggoda istrinya itu dengan tangannya.
" iya, iya baiklah, ampun sayang aku menyerah "
" sayang perutku sampai sakit, karena kau tidak henti hentinya menggelitik i aku "
jelasnya pada Bima.
" apanya yang sakit hem, mana aku lihat, mana Zahra.."
ucap Bima yang langsung melihat dan memegang megang tubuh istrinya yang sakit itu, karena Bima sangat sensitif sekali jika masalah tubuh Zahra gadis yang sangat ia cintai itu.
" tidak apa apa sayang , sebentar lagi juga akan hilang, ini tidak apa apa sayang, kau jangan berlebihan "
" sayang maaf niatku bukan seperti itu "
ucapnya lagi merasa bersalah sambil menatap kedua mata istrinya.
" iya aku tau sayang, aku mengerti maksudmu " ucapnya lembut kepada Bima.
" apa yang kau katakan itu sebuah kejujuran "
" iya sayang, itu kejujuran, percayalah padaku aku baik baik saja "
" sayang "
" iya "
" apa kau punya sosial media "
" punya, "
" kenapa kau tidak pernah bilang kepadaku "
" memangnya kau perduli dengan semua itu suami ku"
" aku sangat perduli jika semua menyangkut dengan dirimu Zahra "
zahra tersenyum.
" tenang saja aku tidak pernah macam macam di sana "
" benarkah "
" ya benar.. kenapa kau tidak percaya sekali kepadaku sayang "
" ya baiklah.. kalau kau ingin aku percaya padamu bagaimana kalau kau meng-upload semua foto kita berdua tadi, agar semua orang tau kalau aku adalah suamimu bagaimana "
" sesimpel itu.. baiklah ini ponselku "
jawab Zahra kemudian memberikan ponselnya kepada Bima.
sedangkan Bima yang mendapat ponsel yang di berikan oleh Zahra langsung terdiam menatap benda tipis tersebut.
__ADS_1
kemudian mengangkat angkat kedua alisnya ke atas, seperti bertanya untuk apa kau berikan ponsel ini padaku seolah olah dirinya tidak tau apa apa, padahal di dalam hatinya Bima merasa senang, merasa puas karena istrinya sendiri yang menyuruh dirinya yang memposting foto foto berdua bersamanya di media sosial milik Zahra.