Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 79


__ADS_3

kemudian dengan segera Zahra berdiri di hadapan suaminya itu, dan setelah itu Zahra langsung mendorong tubuh suaminya sehingga tubuh Bima terhempas keranjang king size itu.


kemudian Zahra langsung menindihnya dan mulai menyusuri leher suaminya dengan begitu gairah, dan Zahra tak lupa memberi tanda kepemilikan di sana sini,.


sedangkan Bima begitu syok dengan ulah istrinya itu dan juga di dalam hatinya begitu bahagia, melihat tingkah istrinya yang mulai nakal terhadapnya, karena baru kali ini Zahra berani selama ia menikah dengan istrinya itu.


karena memang sedari tadi Bima memang berniat mendiamkan istrinya itu, karena juga Bima penasaran dengan apa yang akan di lakukan istrinya jika dirinya merasa tak di hiraukan itu.


dan setelah memberi tanda kepemilikan di sana sini kini Zahra tersadar dan kemudian mendongakkan kepalanya dengan tubuhnya yang masih berada di atas tubuh suaminya itu.


" ap... ap... apa yang aku lakukan " ucap Zahra yang gelagapan dan berusaha bangun dari atas tubus suaminya itu.


" astaga le.. le.. lehermu sayang, sebaiknya kau besok jangan masuk ke kantor dan tetaplah di rumah bersamaku ya, suamiku kau dengar aku kan "


Bima sebenarnya ingin sekali menertawai istrinya saat ini, karena Bima merasa istrinya merasa kebingungan atas apa yang sedang di lakukan nya saat ini padahal menurut Bima itu adalah hal sepele menurutnya, tetapi tidak bagi si polos Zahra istrinya sendiri, yang begitu ketakutan itu.


" memangnya kenapa leherku sayang, aku besok harus masuk ke kantor Zahra " ucapnya pura pura biasa saja.


" leher mu merah merah karena perbuatan ku sayang, kau jangan masuk, aku malu pada seluruh karyawan mu sayang jika mereka melihat lehermu itu "


" biarkan saja supaya mereka tau, kalau istri ku sangat nakal di balik wajah polosnya itu "


" sayang kau tega sekali, aku sangat malu, kau jahat padaku " ucap Zahra kemudian segera turun dari tubuh suaminya itu kemudian langsung turun dari ranjang kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruang ganti tanpa menoleh ke arah suaminya itu karena merasa kesal.


" iya baiklah aku besok tidak akan ke kantor, itu semua demi dirimu sayang " ucap Bima di sela sela istrinya yang saat ini melangkahkan kakinya ke arah ruang ganti.


kemudian Zahra langsung berhenti ketika mendengar perkataan suaminya.


" sungguh " ucapnya sambil membelokkan tubuhnya menghadap ke arah Bima tetapi masih tetap di tempatnya itu.

__ADS_1


" iya Zahra, kau tidak percaya pada suamimu "


" sayang terima kasih " jawab Zahra kemudian ber hambur ke pelukan suaminya yang sekarang masih duduk di sisi ranjang king size nya itu.


" tetapi besok pagi kita ke rumah sakit sayang apa kau mau, dan aku akan menutupi leherku dengan memakai jaket agar kau tidak malu "


" sebentar, sayang apa kau sakit, untuk apa kita ke sana " jawab Zahra yang kemudian melepaskan pelukannya itu.


" sayang kau lupa, apakah kau tidak ingat jika kita akan progam supaya di perutmu ini ada Bima junior " ucapnya sambil mengelus perut rata Zahra gemas.


" astaga, aku hampir lupa suamiku, baiklah kalau begitu, tetapi kau janji harus memakai jaket ya "


" iya sayang, cerewet sekali sih istri kecilku ini " jawab Bima sambil mencubit hidung istrinya karena mereka gemas itu.


" sayang terimakasih " ucapnya dan lagi lagi Zahra memeluk tubuh atletis itu dari samping dengan memejamkan kedua matanya sambil tersenyum.


" suamiku kenapa kau baik sekali hem, iya baiklah kita di mansion saja "


jawab Zahra yang semakin mengeratkan pelukannya kepada suami posesif nya itu.


sedangkan Bima tersenyum karena melihat istri nya begitu bahagia saat mendengar kalau besok dirinya dia ajak untuk program kehamilan oleh suaminya.


" sayang lepaskan pelukannya aku merasa sesak " ucap Bima yang masih telanjang dada itu,dan seperti berniat seolah olah istrinya menginginkan hal lebih, padahal dirinya yang berniat menggoda Zahra.


" sayang kenapa kau sekarang begini, biasanya kau senang sekali jika aku memelukmu " jawab Zahra kemudian melepaskan pelukannya itu kepada suaminya.


" aku sedang malas saat ini " ucapnya lagi lagi berniat sok jual mahal kepada Zahra, padahal di dalam hatinya begitu bahagia jika Zahra terus menempel padanya dan saat ini memang Bima ingin tau respon istrinya saat dirinya sok jual mahal itu terhadap dirinya.


" apa malas kau bilang, ya sudah kalau begitu, sebaiknya aku ke kamar ganti aku juga sepertinya masuk angin jika berlama lama di dekatmu dengan memakai handuk kimono seperti ini " jawab Zahra dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


sedangkan Bima ingin sekali menertawakan kelakuan istrinya saat ini, karena ini kali pertama Zahra bertingkah seolah-olah dirinya yang sangat memuja muja suaminya itu.


dan setelah itu Zahra langsung berdiri dan berniat meninggalkan suaminya yang masih duduk di sisi ranjang king size nya itu.


dan kini Bima langsung menarik pergelangan tangan istrinya itu, Zahra pun berhenti di tempatnya dan tetap membelakangi bima.


setelah itu Bima berdiri dan melangkah mendekat ke arah istrinya yang masih setia membelakanginya itu.


" sayang aku hanya mengetes dirimu saja, mana mungkin aku menyia nyiakan dirimu hem, justru saat ini aku sangat menginginkan hal yang lebih"


ucap Bima yang kini tengah memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan begitu posesifnya itu, sampai tak ada jarak di antara keduanya saat ini.


dan Bima juga sedikit berbicara di sana di daun telinga istrinya dengan nada yang begitu sensual, serta menciumi rambut Zahra yang masih basah dan wangi, kemudian tangan Bima kini juga mulai perlahan melepas pengait handuk kimono yang saat ini di kenakan Zahra istrinya itu.


sedangkan Zahra saat ini hanya terdiam kerena merasa kesal tetapi dirinya kini mulai sedikit merinding mendengar perkataan suaminya yang sedikit sensual di telinganya itu.


dan setelah pengait kimono itu lepas kini Bima membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap ke arahnya.


Bima tersenyum memandang wajah istrinya yang saat ini berada di hadapannya itu.


dan Bima mulai menempelkan bibirnya ke bibir Zahra keduanya pun kini mulai berciuman dengan sangat lembut dan sangat menikmati dan kedua mata yang ikut terpejam,


sedangkan kedua tangan Bima yang memeluk tubuh Zahra begitu posesif nya sampai keduanya sangat menempel tak ada jarak sekalipun.


Perlahan Bima mulai menarik handuk kimono yang dipakai istrinya itu dan membuangnya ke sembarang arah, setelah itu Bima juga melepas handuk yang masih menempel di pinggangnya sendiri saat ini.


dan keduanya pun kini sama sama polos, perlahan tangan kekar itu membawa tubuh istrinya ke atas ranjang.


sedangkan Zahra kini berada di bawah kungkungan tubuh atletis milik suaminya Bima, dan setelah itu terjadilah sesuatu yang di inginkan sepasang suami istri pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2