
Hari ini adalah hari dimana pas satu minggu antara sekertaris Revan dan Adinda yang akan melangsungkan acara pernikahan sederhananya.
Dimana hari yang paling di tunggu tunggu oleh semua sepasang kekasih untuk menuju hubungan yang lebih sakral tentunya.
Dan di pagi ini di sebuah gedung yang tak begitu amat besar kedua pasang kekasih itu akan melaksanakan acara ijab kabul nya di dalam sana.
Bersama keluarga tuan Brandon yang akan menjadi wali keduanya, karena Adinda dan juga sekertaris Revan sudah tak mempunyai siapapun untuk menjadi wali dalam pernikahan nya.
Pria yang terbiasa tampil dingin di halayak umum seperti tuan nya itu, kini seperti terlihat sedikit gelisah dan kebingungan, dadanya merasa dah dig dug di dalam sana akan suatu hal yang sebentar lagi akan ia lakukan di depan semua orang meskipun di bilang orang orang di dalam gedung itu tak seberapa, tetapi rasanya sedikit berbeda pikir sekertaris Revan.
Dirinya mulai duduk di depan pak penghulu, menunggu calon pengantin perempuan datang
saat ini.
Sesaat
Pengantin perempuan kini mulai memasuki gedung dengan memakai setelan kebaya putih, rambut di sanggul ke belakang, dandanan ala ala adat pengantin tetapi dengan sentuhan make up natural, Adinda begitu terlihat sangat cantik dengan dandanan di wajah cantik nya saat ini.
Kini langkah nya mulai mendekat ke arah di mana sekertaris Revan duduk berhadapan dengan pak penghulu.
tap...
tap...
tap...
Kini Adinda telah sampai dan mulai duduk di samping sekertaris Revan yang sedari tadi dirinya di tuntun seseorang salah satu perias nya.
sedangkan sekertaris Revan kini sedikit melirik ke arah Adinda yang kini telah berada di samping nya itu.
Sesaat sekertaris tampan itu sedikit tersenyum ketika melihat sekilas betapa cantiknya calon istrinya saat ini.
Kau cantik sekali Din gumam nya.
Berbeda dengan Adinda yang saat ini tak berani menoleh ke arah pria tampan di samping nya itu.
Karena merasa sangat malu dan juga di dalam dadanya saat ini terasa dag dig dug tak karuan.
" Apa sudah siap semua nya " ucap pak penghulu tiba tiba yang kini mulai bersiap siap menjabat tangan sekertaris Revan.
Sedangkan Bima menganggukkan kepala menatap bawahan nya.
" Siap " ucap sekertaris Revan kemudian setelah mendapat tatapan dari tuan nya.
Bima tersenyum begitu juga tuan Brandon.
Dan semua orang di dalam gedung juga mengikutinya.
" SIAP " sahut semuanya.
Berbeda dengan dua wanita berbeda usia yang kini tengah berada di belakang kedua pengantin tersebut, kini ikut tersenyum sesekali saling pandang seperti mengisyaratkan sesuatu bahwa bayi kecil yang tengah berada di gendongan nya wanita paruh baya itu tengah tertidur pulas.
Ya wanita paruh baya itu adalah mama Alisya,
" Dia tertidur ma " ucap Zahra kepada mama Alisya dengan nada yang sangat pelan, karena acara juga akan segera di laksanakan.
" iya sayang dia tertidur " jawab sang mertua yang juga dengan nada pelan.
" ma " panggil Zahra.
" senang ya melihat mereka berdua akan segera menjadi pasangan suami istri " ucap Zahra lagi.
" iya sayang mama juga, mama jadi teringat sewaktu kamu dan Bima menikah dulu "
__ADS_1
" hehehe... iya ma shhhttt... ma acara mau di mulai "
" hehehe.... iya ya "
Kemudian mama Alisya dan Zahra mengakhiri obrolan nya tersebut.
Dan kini penghulu pun mulai melakukan acara ijab kabul nya bersama sekertaris Revan.
Keduanya mulai mengucap kan sesuatu yang sangat sakral, yang tentunya di ucapkan di dalam sebuah ijab kabul berlangsung, sedangkan semua orang di dalam gedung dengan hikmat mendengarkan nya.
Beberapa saat
Keduanya telah selesai dengan ritual ijab kabul, dan kini sepasang kekasih itu telah resmi menjadi sepasang suami istri, pasti saat ini kedua pasang sejoli itu tengah berbunga bunga.
Satu jam acara berlangsung di dalam gedung tersebut.
Kini para tamu tamu terdekat mulai berhamburan untuk segera berpamitan pulang, dan saat ini tinggal hanya tinggal keluarga tuan Brandon di sana.
" Sekertaris Revan " panggil Bima dari belakang.
" iya tuan " jawab sekertaris Revan yang langsung membalikkan tubuhnya.
" ada yang ingin aku bicarakan padamu " ucap Bima kemudian.
" apa tentang pekerjaan tuan " jawab Sekertaris Revan.
" hehehe.....tidak Van, kau ini pekerjaan terus, tenang aku bisa menanganinya " ucap Bima sambil menepuk pelan bahu sekertaris kepercayaan nya tersebut.
" lalu tuan masalah apa kalau boleh saya tau " tanya Revan.
" aku ingin memberikan ini " ucap Bima kemudian mengeluarkan sebuah kunci dari dalam saku celananya, kemudian mengambil tangan sekertaris Revan untuk memegang nya.
" kunci " ucap sekertaris Revan sambil menatap sebuah kunci di tangan kanan nya, yang baru saja di berikan tuan nya itu.
" tuan kau " jawab sekertaris Revan yang seperti tak bisa berkata apa apa saat ini.
" hehehe.... sudah jangan menangis " goda Bima sambil sedikit tertawa.
" hehehe... anda bisa saja tuan '' jawab Bima yang juga ikut sedikit.
Kemudian tuan Brandon dengan tiba tiba yang kini sudah berada di samping putra nya yaitu Bima.
" bagaimana Bim kau sudah memberikan nya " tanya tuan Brandon kepada putranya.
" sudah pa "
" bagus "
" Dan ini sekertaris Revan, ini adalah hadiah dariku sesuai janjiku dulu, ambilah " ucap tuan Brandon yang juga memberikan sebuah kunci.
" tuan anda " jawab sekertaris Revan yang kembali tak bisa berkata apa apa saat ini.
" ya itu memang untukmu sekertaris Revan kunci mobil sport pengeluaran terbaru dari ku,
dan au pantas mendapatkan nya,kau adalah sekertaris kepercayaan keluarga ku, dan juga dirimu sudah ku anggap sebagai keluarga ku sendiri nak " ucap papa Brandon.
kemudian menepuk pelan bahu sekertaris tampan tersebut, setelah tadi memberikan kunci mobil sport yang ia berikan padanya.
" tuan terimakasih sebelum nya " jawab sekertaris Revan yang merasa terharu atas apa yang telah di berikan kepadanya.
" ya sama sama " ucap keduanya antara anak dan bapak bersamaan.
" semoga pernikahan mu langgeng sekertaris Revan " ucap keduanya lagi.
__ADS_1
Sekertaris Revan tersenyum mendengarkan ucapan kedua tuan nya itu saat ini.
" ya terimakasih tuan Bima dan tuan Brandon " jawab sekertaris Revan setelah itu.
Sedangkan dari arah kejauhan mama Alisya, Zahra dan juga Adinda yang sedari tadi tengah asyik mengobrol itu, kini berniat ke arah ke tiga pria yang juga tengah mengobrol tersebut.
Sesaat sesampainya di ketiga pria tersebut.
" Sekertaris Revan selamat ya sebelum nya kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri saat ini iya kan sayang " ucap Zahra kepada sekertaris suaminya itu kemudian beralih menatap sang suami.
" iya kau benar sayang, semoga kalian bahagia " ucap Bima kepada keduanya.
" sekertaris Revan " ucap mama Alisya kepada sekertaris Revan.
" iya nyonya " jawab sekertaris tampan tersebut.
" jaga istri mu baik baik " ucap nyonya Alisya lagi.
" hehehe.... pasti nyonya "
" ya sudah kami pamit pulang dulu "
" nyonya, nona, tuan terima kasih atas semuanya " ucap Adinda kepada keluarga atasan nya itu.
semuanya tersenyum mendengar perkataan Adinda.
Kemudian seluruh keluarga tuan Brandon pun kini bergegas pulang menuju ke mansion,
sesaat Bima kembali ke arah sekertaris Revan yang masih berada di luar gedung tersebut.
" maaf tuan apa ada sesuatu yang tertinggal " tanya sekertaris Revan.
" hehehe.... aku sampai melupakan sesuatu Van" ucap Bima sedikit tertawa.
" apa tuan " tanya Sekertaris Revan.
" ini " ucap Bima sambil mengeluarkan sebuah wadah kecil berwarna putih.
" apa ini tuan " tanya sekertaris Revan lagi yang tak tau apa apa itu.
" apa kau tidak bisa membaca nya hah " ucap Bima yang kembali dengan gaya angkuhnya.
" Salep pereda nyeri " eja sekertaris Revan sedikit mengerutkan dahinya.
" hehehe.... itu kau bisa, ya sudah simpan baik baik pasti kau akan membutuhkan nya " ucap Bima sambil menepuk pelan lengan bawahannya itu kemudian bergegas pergi.
" ba.. ba...baiklah tuan "
Obat pereda nyeri, astaga tuan kau benar benar gumam sekertaris Revan merasa malu sendiri.
Kemudian Bima kembali bergegas menuju mobil untuk segera pulang.
Sedangkan Adinda yang sedari tadi masih di dalam gedung kemudian menyusul sekertaris Revan yang berada di luar.
" ada apa kak " tanya Dinda tiba tiba yang kini sudah berada di samping nya "
" ah tadi tuan Bima "
" ada apa memang nya " tanya Dinda lagi.
"emm.... tidak apa apa, ya sudah ayo " jawab sekertaris Revan mengalihkan pembicaraan karena dirinya merasa malu untuk membahas salep pemberian Bima.
keduanya pun kini kembali masuk untuk mengambil beberapa barang miliknya di dalam sana yang kemudian juga segera langsung pindah ke rumah mewah hadiah dari atasan nya tersebut.
__ADS_1