
sesampainya Bima di depan kamar pribadi miliknya dan Zahra itu.
perlahan lelaki tampan itu membuka pintu kamarnya tersebut dan menampilkan istrinya di sana yang sedang tersenyum menyambut kedatangan nya.
" sayang ini buburnya, aku sudah membuatnya spesial untukmu Zahra " ucap Bima yang melangkahkan kakinya ke arah istrinya yang berada di atas ranjang king size nya tersebut.
" Terima kasih suamiku " jawab Zahra dengan senyuman manisnya.
Bima tersenyum mendengarnya.
" sayang aku akan menyuapi mu " ucap Bima yang kini berada di dekat sang istri tersebut.
" ah tidak, aku akan memakannya sendirinya saja sayang " rengek Zahra
" kau pasti capek iya kan, sekarang mandi lah " ucap Zahra lagi karena merasa merepotkan sang suami.
" iya sebentar lagi, aku ingin mandi bersamamu saja " ucap Bima manja
" dasar ya suami nakal "
" hahaha....biarkan saja memangnya tidak boleh bumil "
" sayang kenapa kau memanggilku seperti itu hah "
" kau kan sekarang sedang hamil, dan sebentar lagi menjadi ibu dari anak anak ku sayang, makannya aku memanggilmu bumil, ibu hamil "
Zahra tersenyum mendengar perkataan sang suami.
" sayang bagaimana rasanya " tanya Bima.
" panas "
" aku kan sudah bilang akan menyuapi mu tadi "
" iya, iya, baiklah suapi aku sekarang, cepatlah,yang ada di dalam sini ingin segera mencicipi bubur buatan papanya sayang "
Bima tersenyum kemudian langsung mengambil alih sendok di tangan istrinya setelah itu langsung menyuapi istrinya perlahan.
" sayang bagaimana " tanya Bima setelah melihat istrinya yang baru saja menelan bubur buatannya tersebut.
" emm,... sepertinya enak " jawab Zahra yang sedikit merasakan rasa bubur setelah menelannya tadi.
" kau tau sayang aku baru pertama kalinya masak di dapur, dan membuat kan mu bubur ini"
jelas Bima yang membuat Zahra sedikit tidak percaya dengan kata-kata suaminya itu.
" oh ya,.. " jawab Zahra sedikit kaget.
" pasti dapur nya sehabis kau masak seperti kapal pecah iya kan " tebak Zahra sambil menunjuk ke arah suaminya dengan tersenyum lebar.
" hahaha...iya kenapa kau bisa tau sayang " jawab Bima sambil tertawa karena merasa tebakan istrinya itu benar.
" perlahan aku sudah memahami sifat mu suamiku, jadi aku hanya mengira ngira nya tadi" jelas Zahra yang membuat hati suaminya menghangat mendengar penuturannya.
" Zahra terima kasih kau telah bertahan dengan sifat dingin, dan keposesifan ku selama ini padamu " jelas Bima yang saat ini tengah menggapai kedua tangan istrinya.
__ADS_1
" iya sayang, aku juga berterima kasih karena selama ini kau menjaga ku dan melindungi ku dari orang yang berniat jahat padaku " jawab Zahra yang saat ini pandangannya tertuju pada lelaki tampan yang berada di hadapannya saat ini.
" itu sudah tugasku menjagamu sayang karena kau istri ku, ibu dari anak anak ku kelak " jelas Bima lagi kemudian menarik perlahan tubuh istrinya tersebut ke dalam pelukannya.
" aku mencintaimu Zahra, sampai kapanpun kau akan menjadi milikku sayang, dan tidak ada satu pun orang yang boleh dan berani menyentuh mu selain aku " jelas Bima lagi dan lagi yang saat ini tengah memeluk erat tubuh Zahra dan juga sesekali menciumi pucuk kepala istrinya, dan setelah itu melepaskan pelukannya kembali.
" sayang kenapa kata katamu akhir akhir ini membuatku terharu sih " jawab Zahra yang kini di kedua kelopak matanya mulai keluar lelehan air matanya, yang sedari dia tahan.
" sayang kau jangan menangis, kenapa kau jadi cengeng heh, kemari lah mendekat padaku lagi, aku ingin memelukmu lagi bumil ku " ucap Bima.
kemudian Zahra lagi lagi tanpa babibubebo langsung memeluk tubuh suaminya dengan begitu eratnya.
begitu juga Bima, langsung membalas pelukan istrinya tersebut, sambil mengusap pipi Zahra yang masih basah karena lelehan air matanya yang membasahi pipi mulusnya itu.
" sayang aku hampir lupa, aku akan memberitahu mama kalau menantu kesayangan nya saat ini sedang mengandung cucunya " ucap Bima yang masih memeluk tubuh Zahra.
" iya sayang sekalian hubungi ibu juga, aku sangat merindukan mereka semua " sahut Zahra.
" iya sayang aku akan segera menghubungi mereka berdua "
kemudian Bima mengambil ponselnya yang berada di atas nakas setelah itu mulai menghubungi mama Alisya.
sesaat kemudian
panggilan pun terhubung.
" halo Ma " ucap Bima kepada ibu negara kesayangan nya itu.
" halo sayang, bagaimana kabar kamu, dan menantu mama " jawab mama Alisya di sebrang sana.
" APA, kau tidak bohong kan sayang " jawab mama Alisya seperti tidak percaya.
" mama, bagaimana mungkin Bima membohongi mama " sahut buma.
" emmm... mama seneng sekali dengarnya sayang, ya sudah secepatnya mama akan pulang sayang sama papa kamu " ucap mama Alisya dengan begitu bahagianya saat ini mendengar kalau sebentar lagi dirinya akan mempunyai cucu itu.
" ya baiklah ma "
" oh iya mana menantu kesayangan mama, mama ingin bicara " ucap mama Alisya kepada anaknya yaitu Bima.
sedangkan Bima langsung memberikan ponselnya kepada Zahra.
" sayang mama ingin bicara padamu " ucap Bima kepada Zahra setelah memberikan ponsel ke arah istrinya tersebut.
"iya baiklah sayang "
" halo ma, bagaimana kabar mama di sana " ucap Zahra kepada mama mertuanya.
" halo sayang, sayang selamat kamu sekarang sudah hamil cucu mama " ucap mama Alisya kepada menantu kesayangannya itu dengan hati yang di penuhi bunga bunga saat ini.
" iya ma terima kasih, mama kapan pulang Zahra kangen nih sama mama "
" secepatnya mama pulang sayang, dan mama akan menemani kamu di sana "
" iya ma terimakasih ya ma "
__ADS_1
" ya sudah mama matikan dulu ya sayang, mama ingin segera memberi tahu papa kalau sekarang menantu cantiknya sedang mengandung cucu pertamanya itu" ucap mama Alisya yang seperti tidak sabaran.
" hehehe... mama, ya sudah kalau begitu "
" da...da sayang "
" da...da mama "
dan panggilan pun terputus.
sayang ini ponselnya ucap Zahra kemudian segera memberikan ponselnya tersebut kepada sang suami.
" sekarang kita telfon ibu, bagaimana sayang "
" ya baiklah telfon ibu sayang, aku sangat merindukannya, sepertinya aku sudah lama tidak mendengar suara ibu,ayah dan adik laki laki ku " jelas Zahra yang membuat suaminya sekilas tersenyum kepadanya.
" baiklah kalau begitu sayang sebentar aku mengambil ponselmu di atas nakas " ucap Bima kemudian perlahan mengambil ponsel milik istrinya itu di atas nakas tepatnya berada di sisi ranjang king size nya tersebut.
perlahan lelaki tampan itu mulai mengotak atik ponsel milik istrinya dan mulai menghubungi sang mertua.
sesaat kemudian
panggilan terhubung.
" halo " ucap Bima.
" halo assalamu'alaikum " jawab bu Fatma dari sebrang sana
" waalaikum salam ibu " sahut Bima kepada ibu mertua nya.
" nak Bima "
" iya bu, ini Zahra mau berbicara pada ibu "
" iya baiklah nak "
" halo ibu, ini Zahra, bagaimana kabar ibu ayah dan adek "
" kabar kami baik baik saja nak, ayah kamu sekarang alhamdulillah sudah sangat membaik Zahra, adik kamu masih sekolah "
" ow... begitu ya bu alhamdulillah kalau begitu, Zahra lega mendengar kabar kalian, ibu Zahra sedang mengandung "
" apa nak kamu sudah mengandung, berarti ibu sebentar lagi punya cucu iya kan yah "
" ayah di situ juga bu "
" iya nak ini di samping ibu, sambil menyelesaikan laundry an pelanggan "
" ayah jangan terlalu lelah, Zahra tidak ingin mendengar ayah sakit lagi "
" ya Zahra ayah tidak akan sakit lagi, karena sekarang alhamdulillah ya bu laundry an keluarga kita tambah ramai nak dan ayah sekarang punya karyawan, itu berkat suami kamu juga nak "
" kenapa bisa begitu yah "
" iya nak sejak orang-orang sekitar tahu kamu menikah dengan seorang konglomerat muda yaitu nak bima, banyak yang melaundrykan pakaiannya di sini sampai ayah dan ibu begitu kewalahan " jelas pak Anwar kepada anak pertamanya tersebut.
__ADS_1