
sesaat kemudian.
sekertaris Revan kembali bersama dokter Rani yang kini tengah mendorong pelan kontak inkubator bayi menuju ruangan pasien yaitu ruangan istri dari pemilik rumah sakit elit tersebut.
sesaat sekertaris Revan telah sampai dan perlahan mulai membuka handel pintu ruangan .
JEG GLEK.......
pintu ruangan terbuka menampilkan seluruh pasang mata seluruh keluarga tertuju pada kotak inkubator bayi yang kini tengah di dorong oleh dokter Rani.
Yang di dalamnya berisi bayi kecil mungil berkulit putih susu berparas ayu tengah menggeliat pelan di dalamnya sambil kedua matanya yang masih terpejam terlihat menggemaskan.
" suamiku itu putri kita " ucap Zahra yang pandangan nya tertuju pada kotak bening kaca, yang saat ini tengah menuju ke arahnya.
" iya sayang " jawab Bima sambil tersenyum bahagia.
" nona Zahra anda boleh memberikan ASI anda, tetapi setelah menyusui anda harus segera menaruh bayi anda kembali ke dalam kotak kaca inkubator ini, karena bayi anda masih membutuh suhu yang hangat nona " jelas dokter Rani.
" baiklah Dokter Rani " jawab Zahra lembut.
" ya sudah saya akan membantu nona, ini kan pertama kalinya anda menyusui nona "
sedangkan empat laki laki lainnya yang tak berkepentingan di suruh keluar oleh dokter Rani, yaitu pak Anwar, Tuan Brandon, sekertaris Revan, dan Theo adik laki laki Zahra.
sedangkan yang berada di dalam ruangan bu Fatma, mama Alisya dan juga satu lagi pria yang selalu posesif dan tak mau ketinggalan apalagi mengenai Zahra, ya pria itu adalah Bima suami dari Zahra.
perlahan dokter Rani pun mulai mengeluarkan cucu pertama dari konglomerat tersebut dari kotak kaca inkubator dengan sangat hati hati,
segera dokter Rani menyerah kan ke pelukan sang ibu yang sudah satu minggu ini tak menyusui sang bayi karena koma.
" halo sayang, kau cantik sekali " ucap Zahra yang terlihat gemas sekali saat bayi miliknya berada di gendongan nya saat ini, dengan posisi Zahra yang sedikit terduduk.
" dia mirip sekali dengan mu sayang " ucap Bima sambil mengembangkan senyum kepada sang istri.
Bu Fatma dan mama Alisya saling pandang dan tersenyum melihat anak dan menantunya yang kini terlihat sangat bahagia dengan adanya bayi kecil di antara keduanya.
" iya nona Zahra putri anda sangat cantik, benar yang di katakan tuan Bima mirip sekali dengan anda " sahut dokter Rani memuji kecantikan bibit unggul dari pasangan suami istri yang mempunyai paras menawan itu.
" Terima kasih dokter Rani " jawab Zahra sambil mengembangkan senyum nya.
" menantu pilihan mama tepat kan Bim " ucap mama Alisya kepada putranya.
" hehehe......gadis incaran Bima juga tepat kan ma " jawab Bima
" maksudnya " tanya mama Alisya yang sedikit kebingungan.
" Jadi selama ini gadis incaran Bima itu Zahra ma, teman sekolah Henda hehehe.... " jelas Bima.
" oh jadi dulu yang pernah kamu mau kenal kan sama mama Zahra, yang kamu bilang menunggu waktu yang tepat itu " jawab mama Alisya yang mengira ngira dan memang benar perkataan nya.
" hahaha...... iya ma " jawab Bima sambil tertawa.
__ADS_1
" hehehe.... berarti kalian jodoh iya kan bu Fatma " ucap mama Alisya kemudian beralih melihat ke arah besan nya tersebut.
" hehehe.... iya nyonya saya juga tidak menyangka, kalau nak Bima sebelum nya telah lebih dulu menyukai anak saya Zahra " jelas bu Fatma dengan semua kenyataannya dulu.
Zahra tersenyum sedikit menggeleng geleng kan kepalanya pelan.
" tapi mama tau, CEO satu ini dulu sangat dingin sama Zahra ma, tetapi sekarang dia sudah berbeda sepertinya " ucap Zahra berniat menggoda bima, sambil sedikit melirik ke arah sang suami.
" apa sih,... kau membuat ku malu sayang " jawab Bima, dengan dirinya yang saat ini memang sedikit malu karena ucapan istrinya.
HEHEHE..... HEHEHE...... HEHEHE....
semuanya sedikit tertawa kecil perdebatan kecil antara suami istri tersebut.
" kalian sangat serasi " ucap mama Alisya kepada keduanya.
" Terima kasih ma " jawab Zahra.
sedangkan bu Fatma dan dokter Rani sesekali kembali tersenyum dengan kehangatan keluarga atasannya tersebut.
dan dokter Rani sedikit tak menyangka bahwa atasannya yang dulu sangat dingin itu kini terlihat seperti pria yang begitu hangat kepada sang istri dan keluarga berbeda jika di luar.
Hoekk..... oeekk.... ooekk.....
" husttt.... cup... cup... sayang maaf mama terlalu lama membiarkan mu haus, ayo dok cepat ini bagaimana, putri mama sudah haus dokter " ucap Zahra kepada bayi kecilnya.
" Zahra kamu buka kancing baju batasan mu nak, biar enak menyusui nya " ucap bu Fatma.
" ah... tidak tidak.... sayang kau laki-laki sebaiknya di luar saja " jawab Zahra karena merasa malu kepada semua orang jika sang suami yang melakukan nya.
" sayang aku suami mu jadi tidak apa apa sama saja, kau lihat putri kita sudah kehausan bukan" jelas Bima yang bahkan bersikap bisa saja atas keposesifan nya itu.
" ya nona tidak apa apa tuan Bima kan suami anda " ucap dokter Rani.
" kau dengar kan kata dokter Rani " ucap Bima lagi yang seperti dapat pembelaan merasa benar sendiri saat ini.
" iya sayang tapi aku bisa sendiri " jawab Zahra kekeh.
" Zahra diam, jika kau banyak gerak tidak bagus jahitan di perutmu masih basah " ucap Bima yang kini tingkat keposesifan nya yang tidak bisa di bantah, yang ia mulai kepada sang istri dan bayi kecilnya.
" sayang malu di lihat banyak orang " jawab Zahra dengan wajahnya yang sedikit memerah.
" biarkan saja toh mereka keluarga kita sendiri kan, iya kan ma ibu " ucap Bima dengan santai
kedua wanita paruh baya itu kembali saling tersenyum sedari tadi mendengar ucapan Bima.
sedangkan Zahra sedikit tepok jidat, menahan rasa malunya terhadap tiga wanita di hadapan nya tersebut.
astaga nona Zahra enak sekali jadi dirimu yang memiliki suami tuan Bima kau posesif sekali saking begitu cintanya padamu aku merasa iri melihat kalian berdua aaaaaaa gemas gumam dokter Rani dalam hati.
sesekali dokter Rani tersenyum kepada dua pasangan di hadapan nya itu, merasa seperti gemas sendiri melihatnya, dirinya merasa seperti ingin bertukar tempat saja.
__ADS_1
sedangkan Bima yang sudah membuka kancing baju bagian atas milik Zahra, kini bagian Zahra yang mengeluarkan benda kenyal miliknya untuk menyusui sang buah hati saat ini, begitu masih terlihat kencang dan sedikit warna pink di bulatan kecil ujung nya.
yang sedari dulu adalah mainan Bima dan kini beralih hanya milik putri kecilnya tersebut.
" ayo nona sekarang coba anda dekatkan pada mulut bayi anda, pasti dia akan menyesap nya perlahan " jelas dokter Rani.
" Baik dokter "
" sayang kau memegang nya yang benar Zahra, dia sangat haus " ucap Bima mulai perhatian berlebihan
" iya " jawab Zahra yang masih santai.
" lihat kau tidak bisa sayang, biarkan aku saja yang membantumu agar putri kita cepat menyusu " ucap Bima lagi yang mulai bawel seperti emak emak menurut Zahra.
" tidak usah suami ku, aku bisa ini hal biasa untuk ibu yang baru saja mempunyai bayi nanti dia akan tau sendiri cara mencari tau tempat minum nya sayang, iya kan dokter " jelas Zahra.
" iya benar nona, supaya antara bayi dan ibu saling ada kontak tersendiri, dan bayi akan terangsang sendiri mencari susunya " jelas dokter Rani.
" tapi Zahra .... " ucap Bima yang tetap bersikukuh.
" shhhhttt..... diam " jawab Zahra sambil menempel jarinya di bibir.
" Nah kan anak mama sudah bisa, akhhh.... kenapa rasanya geli sekali dokter "
" hehehe..... Zahra memang seperti itu rasanya sayang " ucap mama Alisya.
" iya nak nanti kau akan terbiasa " ucap bu Fatma.
" iya bu, tapi ini sangat geli hehehe....." jawab Zahra.
" sayang jangan tertawa keras keras nanti bayi kita kaget "
" aku sudah menahannya agar tidak tertawa, tapi bagaimana lagi sayang ini sangat geli, jadi begini ya rasanya menyusui "
Bima tersenyum mendengar dan melihat ekspresi sang istri yang sedikit menahan kegelian yang ia rasakan saat ini, ketika sang putri tengah haus dan meminta susu dari sumbernya langsung.
Zahra seperti nya kau sangat menikmatinya sekali jadi ibu baru gumam Bima dalam hati.
Pria tampan berahang tegas, serta bertubuh atletis itu terlihat begitu sangat bahagia melihat istri sekaligus putri kecil yang kini tengah menyusu di pangkuan sang istri, sungguh Bima merasa lengkap hidupnya melihat pemandangan indah di hadapan nya saat ini.
kini dirinya telah menjadi seorang ayah yang di karunia i seorang bayi putri mungil nan cantik.
KAKAK TAMBAHIN DONG LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA πππ.
BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT TERUS, PEMBACANYA RIBUAN LIKE NYA SEGITU AJA KASIAN DIKIT NAPA SAMA AUTHOR ππ
JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA :
- PERBUDAKAN KU BERAKHIR DI PELAMINAN.
- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR.
__ADS_1
KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA βΊβΊππππ