
bima pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam gedung pencakar langit tersebut dan di ikuti oleh sekertaris revan di sampingnya.
Dua lelaki yang memiliki ketampanan di atas rata rata dan mempunyai sejuta kharisma, dengan gaya angkuhnya yang enggan tersenyum itu tak melunturkan sedikitpun ketampanan keduanya semua mata tertuju pada CEO tampan itu ketika memasuki gedung dan para karyawan serentak menundukkan kepala menyambut kedatangan bosnya.
"selamat pagi tuan muda"
ucap para karyawan kepada tuan Bima dan sekertaris Revan meskipun ucapan sambutan yang mereka lakukan tak pernah sedikitpun mendapat sahutan oleh atasannya mereka tetap melakukanya sebagai tanda penghormatan mereka kepada atasannya itu.
" Van bacakan agenda hari ini "
" baik tuan muda, sebentar lagi anda ada rapat perusahaan,kemudian pertemuan dengan kliennya,dan selanjutnya kita kedatangan tamu dari SORAYA GROUP mungkin mereka akan membahas masalah saham tuan " jelas sekertaris Revan kepada tuan mudanya,bima hanya manggut-manggut setelah sekertaris revan membacakan agendanya hari ini.
" baiklah kita keruang rapat sekarang "
" baik tuan muda " kemudian mereka berjalan menuju ruang rapat perusahaan.
sedangkan di tempat lain zahra yang telah sampai di sekolahnya kini mulai masuk ke kelasnya.
" Hai Za " ucap Hendra
" Hai juga Hen sudah dari tadi datangnya kamu " sahut Zahra
" iya nih Za "
bagaimana sepeda kamu sudah bisa diperbaiki kan Za.
" tidak hen sepeda aku rusak sudah tidak bisa lagi di gunakan mungkin juga karena umurnya Hen itu kan sepeda mulai aku SMP dulu.
" iya juga mungkin ya Za, terus tadi kamu naik apa Za ke sekolah apa kamu diantar "
" aku naik angkutan umum Hen "
" Oh gitu ya, kalau pulangnya barengan sama aku saja bagaimana Za mau tidak " tanya Hendra kepada zahra
" ah tidak usah Hen aku pulang sendiri saja terima kasih sebelumnya " jawab zahra
" tidak papa kok Za aku benar-benar niat mengajak kamu pulang bareng aku, aku malahan senang "
" benar Hen terima kasih aku bisa pulang sendiri " ucap zahra yang terus menolak ajakan Hendra.
" ya sudah kalau begitu tidak papa "
bel pun berbunyi
__ADS_1
ting
ting
ting
menandakan bel masuk kelas telah berbunyi Erina yang sedari tadi melihat mereka mengobrol kini dalam hatinya seperti kobaran api yang membara yang tak pernah padam.
" ternyata kamu belum menyerah juga Za setelah aku kerjai kemarin lihat saja nanti aku akan kerjai kamu lagi hehh... si Hendra kenapa sih sekarang sok akrab sama zahra membuat hatiku cemburu saja,
ahhhaaaa. . .aku punya rencana bagus aku harus kasih tau rencana bagus ini sama wati dan Rani waktu istirahat nanti.
jam terus berputar dan sebentar lagi waktu istirahat pun akan tiba kini bel sekolah telah berbunyi.
ting
ting
"waktunya istirahat anak - anak sampai sini dulu perjumpaannya " ucap bu guru di kelas zahra.
kemudian para murid pun berhamburan keluar kelas untuk pergi ke kantin dan seperti biasa zahra mengambil bekalnya di dalam tas kemudian membawanya ke perpustakaan sambil membaca buku- buku di sana.
sedangkan Erina pergi ke kantin bersama teman - temanya untuk makan siang dan memberi tahu tentang rencananya yang akan mengerjai zahra kepada Rani dan wati.
Rencana yang akan dilakukan erina dan teman - temanya adalah mengolesi lem di bangku zahra dan ketika zahra berdiri maka roknya akan sobek dan zahra tidak akan berani keluar dari kelas untuk pulang sekolah ya kira kira begitulah rencana mereka😂😂,
Erina mengacungkan jempolnya kepada dua temanya tanda kalau rencananya segera di mulai dan kedua temanya pun ikut mengacungkan jempolnya.
rasakankamu Za hahaha...
erina bermonolog sendiri dalam hatinya
dan memang benar zahra sekarang telah menduduki bangkunya selama pelajaran berlangsung, ini adalah hari terakhir pelajaran di sekolahnya karena sebentar lagi ujian akhir kemudian pengumuman lulusan sekolah,detik jam terus berputar dan waktu pulang sekolah hampir tiba tak beberapa lama bel sekolah pun berbunyi.
ting
ting
ting
akhirnya waktu pulang sekolah tiba juga seluruh murid kegirangan karena hari ini hari terakhir mereka belajar, dan senin depan mereka sudah ujian seluruh murid pun berhamburan keluar untuk pulang ke rumah, zahra mulai memasukkan seluruh peralatan sekolahnya kedalam tas dan saat akan berdiri zahra kaget karena kain roknya menempel pada bangku,
zahra bingung saat ini karena di kelasnya pun sudah sepi tak ada orang satu pun zahra bingung apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Hendra yang melangkahkan kakinya untuk pulang tiba tiba teringat pada zahra karena sedari tadi dia melangkahkan kakinya ke gerbang sekolah dia tidak melihat zahra sama sekali, kemudian Hendra berbalik ingin kembali ke kelasnya karena dia ingat kalau zahra berangkat sekolah naik angkot dan akan menawarinya pulang bersama,
setelah Hendra sampai si kelasnya ternyata hendra melihat zahra yang masih duduk si bangkunya.
" Za kenapa kamu belum pulang, kenapa kamu masih duduk disini Za" ucap Bima kepada zahra karena tidak tau sebenarnya yang terjadi pada zahra.
" Alhamdulillah untung ada kamu hen
tolong bantu aku Hen rok aku nempel sama bangku kalau ditarik paksa rok aku bisa bolong hen terus aku pulangnya gimana kalau bolong " jawab zahra sambil menjelaskan kepada Bima
" loh kenapa bisa sih Za pasti ini ulah si Erina keterlaluan sekali dia sama kamu
" sudah Hen sekarang kamu bantu aku harus bagaimana sekarang "
" begini saja Za sekarang kamu tarik rok kamu dengan paksa biarkan saja rok kamu bolong terus kamu pakai jaket aku saja bagaimana Za " ucap Bima memberi saran kepada Zahra.
" tapi Hen " Zahra tak yakin dengan rencana Hendra.
" sudah tidak ada kata tapi - tapian Za lakukan saja yang aku suruh tadi, aku tidak melihatnya kok biar kamu tidak malu ok " sahut Hendra.
" baiklah hen akan aku lakukan apa kata kamu tapi kamu jangan mengintip ya "
" tidak akan Za tenang saja "
setelah itu Zahra benar benar melakukan apa yang di katakan Hendra yaitu dengan menarik paksa roknya dari bangku dan benar saja rok Zahra langsung bolong.
" hen sudah aku lakukan sekarang mana jaket kamu" Hendra pun melemparkan jaketnya kepada Zahra tanpa berbalik badan.
" bagaimana Za sudah selesai "
" sudah Hen ayo kita ke gerbang sekolah
terima kasih ya hen kamu sudah tolongin aku ternyata kamu anaknya baik ya Hen "
" iya Za sama-sama "
ah kamu bisa aja Za memang aku anak baik hahahaha...
keduanya pun saling mengobrol dan saling bercanda tawa hingga mereka sampai di gerbang sekolah.
"Hen aku duluan ya itu angkotnya udah ada di depan gerbang sekolah "
" Oh iya Za padahal aku akan ajak kamu barengan ehh angkutan kamu sudah datang duluan " ucap Hendra sambil tersenyum menatap zahra.
__ADS_1
" kamu bisa aja Hen bercandanya ya sudah aku duluan ya hen dada... " ucap Zahra sambil melambaikan tangannya pada Hendra.
akhirnya mereka pun pulang masing- masing kerumahnya Zahra pulang menaiki angkot sedang kan Hendra pulang dijemput oleh sopirnya karena kakaknya hari ini sangat sibuk dengan urusan perusahaannya.