
Setelah lama mengobrol di ruang keluarga, kini pasangan suami istri itu berpamitan untuk segera ke lantai atas, tepatnya menuju kamar pribadi milik mereka berdua.
" ma pa Bima pamit ke kamar duluan, ayo sayang " ucap Bima kepada kedua orang tuanya, kemudian beralih menggandeng tangan istrinya untuk segera menuju lantai atas.
" iya ma pa Zahra duluan mau ke kamar ya " ucap Zahra juga yang berniat berpamitan kepada kedua mertuanya.
" iya nak ingat kamu tidak boleh kecapekan an nak, ya kan pa " ucap mama Alisya kemudian sambil menoleh ke arah sang suami.
" ya benar apa kata mama kamu ini Zahra, Bim jaga istri kamu baik baik " ucap papa Brandon yang juga ikut menasehati sang menantu kesayangan nya tersebut.
" iya pa ma tenang saja " jawab Bima penuh keyakinan
" ya sudah Bima sama Zahra ke atas duluan " ucap Bima lagi kepada kedua orang tuannya.
" ya sudah kalau begitu, pelan pelan sayang kalau lewat tangga " sahut mama Alisya kepada menantu kesayangan nya tersebut.
" ya ma Zahra pasti hati hati kok " jawab Zahra sambil tersenyum kepada mama Alisya.
kemudian kedua pasang suami istri itu mulai berjalan beriringan menuju lantai atas, yang kini mulai menaiki anak tangga tersebut.
sesaat kemudian
Zahra dan Bima telah sampai di lantai atas, dan kini tengah menuju ke kamar pribadi miliknya itu.
Perlahan Bima mulai membuka handel pintu kamarnya itu, dan mulai masuk ke dalam bersama sang istri.
kemudian bergegas menaiki ranjang king size nya tersebut.
" sayang sekarang pakai baju tidur yang tadi aku pilih ya " ucap Zahra tiba tiba sambil memandang ke arah sang suami.
" ya baiklah, aku penasaran dengan pilihan mu sayang " jawab Bima kemudian sambil mengembangkan senyumnya.
" sebentar aku akan mengambil paperbag nya " ucap Zahra kemudian perlahan turun dari ranjang empuknya itu.
" Zahra hati hati " ucap Bima sambil melihat ke arah istrinya yang mulai turun dari ranjang king size nya tersebut.
" iya suamiku " jawab Zahra pelan.
Dan saat ini Zahra mulai melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk segera mengambil paperbag yang taruh di sana yang berisikan baju tidur couplean warna pink di dalamnya.
setelah mengambil paperbag tersebut kini Zahra mulai kembali ke arah sang suami yang saat ini tengah berada di atas ranjang empuknya.
" sayang ini aku bawa " ucap Zahra sambil tersenyum.
" ya sudah sekarang aku buka ya " ucap Zahra lagi kepada Bima.
" iya baiklah sayang " jawab Bima dengan pelan sambil mengamati tingkah istrinya yang seperti terlihat anak kecil yang kegirangan saat ini.
" T.....A.....R.....A.. .... ini dia sayang " jawab Zahra sambil menunjukkan isi paperbag nya yaitu baku tidur berwarna pink.
" sayang tunggu sebentar, apa kau menyuruhku memakai baju tidur warna pink itu hah " jelas Bima sambil menatap baju tidur dengan warna yang mencolok itu, yang tepatnya saat ini tengah berada di hadapannya tersebut.
__ADS_1
" yups....... benar sekali sayang, aku ingin segera kau memakai nya sekarang " rengek Zahra yang seperti terlihat sangat senang.
" APA.... yang benar saja " ucap Bima yang merasa sedikit kaget.
" sayang memangnya kenapa " tanya Zahra dengan raut wajah sedikit lesu.
" Zahra, sekali saja aku tidak pernah sama sekali memakai baju warna pink, warna apa itu, itu adalah warna khusus wanita sayang " jelas Bima yang merasa geli kepada baju tidur yang di pilih istrinya itu.
" tapi aku ingin sekali kau memakainya sayang " jelas Zahra yang sangat menginginkan suaminya kembaran dengannya saat ini.
" tidak aku tidak mau, warnanya sudah norak, aku kan seorang pria sayang, kau ini bagaimana " jelas Bima lagi yang merasa sedikit kesal pada istrinya yang tengah hamil itu.
" ini kan sudah tidak norak sayang, untung saja aku tadi tidak membeli yang bermotif hello kitty di sana " jelas Zahra santai sedangkan suami bertambah kesal.
" APA,... tidak tidak tidak, yang ini saja aku tidak mau memakainya, apalagi bermotif hello kitty " jelas Bima yang memang sangat anti dengan warna warna seperti itu.
" padahal aku ingin sekali kau memakainya bersamaku dan ternyata suamiku...huwaaaa.....hiks... hiks... suamiku memakainya saja tidak mau,kenapa kau tidak mau memakainya, padahal aku sengaja memilih ini karena ingin kembaran denganmu huwaaaaa hiks..... hikss "
jawab Zahra yang terus menangis seperti anak kecil itu, dengan pikiran nya yang saat ini ingin suaminya memakai baju tidur couple seperti dirinya, yang kini baju tidur warna pink itu tengah tergeletak di ranjang empuk tersebut.
kenapa dia menangis segala, aku paling tidak bisa melihatnya seperti ini, apa ini juga salah satu dari yang di namakan ngidam itu, dan apa benar ini memang permintaan calon bayiku di dalam perut Zahra, kenapa maunya tambah aneh aneh begini, yang benar saja aku memakai baju tidur itu, melihat nya saja aku geli apalagi sampai memakainya gumam Bima dalam hati.
" shhhttttt.... shhtttttttt... sayang diamlah, iya baiklah aku akan memakainya pakaian tidur itu sekarang " jelas Bima dengan hati yang sangat terpaksa.
" kau tidak bercanda " tanya Zahra seperti antusias menunggu jawaban sang suami.
" iya Zahra, aku akan memakai nya walaupun dengan terpaksa " jelas Bima santai, yang justru membuat Zahra tersentak dengan jawaban nya itu.
" tidak, maksud ku aku akan memakainya demi anak kita sayang " sahut Bima dengan nada suara yang sangat hati hati, takut membuat hati sang istri yang saat ini terbilang sensitif itu terluka.
" benarkah " ucap Zahra dengan raut wajah bahagia.
" hemmmm.... " jawab Bima sambil tersenyum yang bermaksud mengiyakan pertanyaan istrinya tersebut.
" Terima kasih suamiku, ya sudah pakailah sana, aku ingin segera melihat nya " ucap Zahra dengan enteng dan santainya.
Dan setelah itu Bima mulai melangkah menuju ruang ganti untuk segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur berwarna pink yang saat ini berada di tangan kirinya tersebut.
Bima melangkahkan kakinya ke sana sambil terus bergumam di dalam hatinya.
*apa ini bisa di bilang pengorbanan seorang suami untuk istrinya yang sedang hamil, ahh... sudahlah yang pasti aku akan tetap memakai baju tidur pink itu, meskipun aku terpaksa, jika aku menolaknya saja pasti Zahra akan menangis lagi, dan jika aku memakainya aku juga sangat geli melihat diriku sendiri,
ini sama saja seperti menghilangkan citra baikku selama ini sebagai seorang CEO tampan yang sangat berkharisma, dan tiba tiba memakai baju tidur berwarna pink itu gumam Bima dalam hati*.
sesampainya Bima di kamar ganti, kini lelaki tampan bertubuh atletis itu mulai mengganti pakaiannya tersebut dengan baju tidur berwarna pink yang tadi siang di pilihkan oleh sang istri, ketika berada di mall saat ia tinggal sebentar untuk menghubungi sekertaris Revan.
sesaat kemudian,
Bima telah selesai mengganti pakaiannya dengan baju tidur berwarna pink tersebut.
setelah itu dirinya menuju ke depan cermin besar yang berada di ruang ganti tersebut.
__ADS_1
apa ini benar benar aku, ahh... tidak tidak, hilang sudah seperti nya aura kharismatik ku selama ini monolog Bima sambil memandangi pantulan dirinya di cermin besar itu.
Dan perlahan Bima mulai keluar dari dalam ruang ganti tersebut tanpa sepatah kata yang keluar dari dalam mulutnya.
sedangkan Zahra yang melihat kedatangan suaminya itu dengan sedikit kepala menunduk, dirinya mulai tertawa merasa tak kuat melihat sang suami memakai baju warna pink tersebut.
" sayang kau... huwahahaha..... sayang kau... huwahahahaha.... kau lucu sekali sayang saat ini, aku seperti tidak tahan melihatnya "
APA... dia bahkan yang menyuruhku memakainya dan sekarang dia juga yang menertawakan aku, setelah aku memakai baju tidur sialan ini,
benar benar ibu hamil satu ini, ada saja keinginannya gumam Bima dalam hati.
Bima bergumam sambil memandang istrinya yang saat ini tengah tertawa sampai terbahak bahak menertawai dirinya itu yang tengah memakai baju tidur berwarna pink tersebut.
kini dirinya iku tertawa ketika melihat istri nya merasa bahagia saat ini yang hanya sekedar pakaian tidur itu.
" hahaha.... sayang kau menyebalkan sekali ya, tadi kau yang menyuruhku memakainya, dan sekarang setelah aku memakainya kau tambah menertawai ku " jelas Bima.
" hahahaha..... sayang maaf, tapi aku tidak tega melihat mu saat ini jika tidak sambil tertawa, kau tau kau sangat lucu sekali, kau seperti pria lunglai hahahaha " jelas Zahra yang lagi lagi menertawakan suaminya itu.
" awas kau ya.. ha.. ha... rasakan ini... rasakan ini " ucap Bima kemudian setelah itu dirinya mulai menggelitiki perut Zahra perlahan.
" sayang jangan seperti itu geli " jawab Zahra yang saat ini memang merasa geli akibat kelakuan suaminya itu.
" biarkan saja siapa suruh menertawai ku, ha... ha... rasakan ini.... rasakan ini... " jawab Bima lagi yang kemudian kembali menggelitiki perut sang istri.
" sayang sudah, sayang aku tidak tahan, sayang sudah hentikan " jawab Zahra sedikit kesal kepada sang suami karena tak kunjung menghentikan kelakuannya itu.
" tidak, aku tidak mau " jelas Bima yang terus saja menggelititki sang istri.
" sayang aku mohon " pinta Zahra dengan kegelian yang amat sangat.
" tidak " jawab Bima yang tak mau mengehentikan kelakuan nya tersebut.
" awww... sayang sakit, akhhh hentikan " sahut Zahra kemudian sambil memegangi perutnya.
" sayang kau kenapa hah " ucap Bima mulai khawatir.
" sayang perutku " ucap Zahra lagi dengan sedikit meringis kesakitan sepertinya.
" kenapa sayang, bilang padaku Zahra sebelah mana yang sakit sayang "
" sayang perutku, akhhh... " ucap Zahra kemudian.
dan setelah itu gadis belia yang sebentar lagi menjadi ibu itu tiba tiba saja pingsan seketika,
dan sontak membuat Bima kaget dan juga sedikit membuatnya khawatir.
" Zahra hey... sayang bangunlah " ucap Bima sambil menepuk pelan pipi istrinya yang cabi itu.
" Zahra aku mohon, jangan seperti ini, bangunlah sayang " ucap Bima dengan dirinya yang saat ini begitu sangat khawatir kepada gadis yang sangat ia cintai itu.
__ADS_1
apa yang harus aku lakukan sekarang, anakku, anakku bagaimana keadaanya sekarang,apa yang sudah aku lakukan pada mu, Zahra sayang bangun, Bima kau bodoh sekali untuk apa kau menggelitiki istrimu segala bagaimana bisa aku lupa kalau dia sedang hamil monolog Bima yang saat ini seperti lelaki yang sangat frustrasi.