Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 81


__ADS_3

sedangkan Zahra hanya posting nya fotonya berjumlah 150 foto.


ternyata banyak sekali pengikutnya, foto apa saja yang dia posting di media sosial nya ini, awas saja gumam Bima .


Bima kemudian terus men scroll ke bawah dan melihat koleksi foto foto milik Zahra.


dan di sana Bima melihat foto foto Zahra ada yang bersama keluarga, bersama adik laki-laki nya, dan fotonya sendiri dengan pose pose yang menggemaskan,


di sana Bima juga melihat banyak komentar komentar yang memuji kecantikan istrinya, dan masih banyak lagi komentar komentar lainya yang mencapai ribuan tetapi tidak ada satupun yang istrinya balas, dan Bima sedikit tersenyum.


dan Bima membuka foto Zahra dengan pose menggemaskan dengan pakaian olahraga raga yang ia pakai waktu bertemu dengan dirinya di alun alun kota.


di posting an terakhirnya itu, di lihat di sana menunjukkan hampir dua bulan lalu, tetapi juga masih banyak komentar komentar di bawahnya mencapai tiga puluh lima ribu, ada juga yang berkomentar * sudah lama ya tidak post foto baru * tulis akun yang mengikuti media sosial Zahra.


Bima sedikit kesal membacanya karena saat ini Zahra hanya miliknya dan miliknya dan ada yang boleh selain dirinya.


dan juga Bima mulai mengingat ingat setelah memandang foto cantik nan menggemaskan milik istrinya itu.


dia terakhir posting hampir dua bulan lalu, berati Zahra posting sebelum dirinya menikah dengannya waktu itu, dan lagi lagi dia tersenyum, karena semenjak menikah dengannya Zahra tak lagi aktif di sosial medianya selama dua bulan.


kemudian Bima seperti mempunyai ide di pikirannya saat ini kemudian tersenyum lagi.


aku akan mencoba mengetesnya besok, memang kalau di ingat ingat aku tak pernah mengajaknya berfoto-foto meskipun sekali, karena aku sudah melihat aslinya setiap hari bahkan sampai melihat bibirnya menganga sekalipun hahaha...dan besok aku akan menyuruh Zahra memposting fotoku bersama dirinya di akun media sosial nya agar semua orang tau kalau Zahra telah memiliki suami tampan dan kaya raya seperti diriku dan tak ada lagi yang berani menggodanya ...


tetapi jika aku memposting foto cantiknya nan menggemaskannya itu di akun media sosial milik ku pasti semua rekan rekan bisnisku bahkan bawahan ku sekalipun akan terpesona melihat kecantikan natural Zahra, aku tidak rela akan semua itu, tetapi mau bagaimana lagi ini semua supaya semua orang tau kalau Zahra adalah istriku hanya milikku gumam Bima


Bima bergumam sesekali melirik ke arah istrinya yang sedang tidur terlelap di sampingnya itu.


Kemudian tersenyum sendiri seperti merasa sudah menang dari para lelaki yang mengagumi istrinya itu.


dan saat ini Bima seperti orang yang sangat menggilai istrinya, tetapi seperti nya dirinya tidak rela kecantikan istrinya di lihat lelaki lain.


sebaiknya aku tidur saja sekarang, agar besok tubuhku segar saat mengantarkan Zahra program di rumah sakit, dan setelah itu aku akan menemaninya ke mall monolognya sendiri.

__ADS_1


selamat malam, aku mencintaimu, bersiap siaplah besok kita mulai program dan semoga saja di sini segara tumbuh anak anakku di dalam rahimmu ucapnya sambil mengelus perut rata istrinya yang tertutup selimut tebal, yang saat ini tengah berada di alam mimpinya itu.


cup


semoga segara tumbuh anak anak papa ucapnya lagi, sambil tersenyum memandangi perut rata istrinya yang berbalut selimut.


kemudian Bima memutuskan untuk segera memejamkan kedua matanya itu, sambil memeluk perut rata Zahra dari samping.


pagi menjelang


06.00 wib


" uwahhh... tubuhku terasa lebih baikan sekarang " ucap Zahra yang baru saja membuka kedua matanya itu.


Zahra terdiam sejenak dan pandangannya fokus ke depan.


hari ini aku mulai program, apa aku bisa menjadi ibu di umur ku yang masih belasan tahun ini, aku takut akan terjadi sesuatu hal kepada bayiku, dan aku juga takut saat melahirkannya apa aku bisa gumamnya dalam hati.


sejak pencarian pengetahuannya di internet tentang kehamilan dirinya seperti ketakutan akan kehamilan dan resiko hamil di saat umur yang masih sangat muda sekali.


tetapi jika menyangkut sesuatu yang sangat intim pada dirinya Zahra merasa seperti wanita bodoh dan sangat polos, karena memang Zahra sedari dulu tidak pernah yang namanya pacaran, dia terlalu polos tentang hal yang seperti itu.


terlalu polos pada hal yang tidak pernah dia lakukan, apalagi ciuman yang membuat dirinya merasakan ketakutan serta kebingungan di dalam hatinya saat pertama kali suaminya menyentuh nya.


apalagi sekarang Bima suaminya yang sangat menginginkan seorang bayi itu, sedangkan Bima mempunyai sifat yang selalu berubah ubah terkadang lembut dan terkadang juga sangat dingin padanya yang membuat Zahra terkadang seperti wanita asing, dan juga sesekali membuat hati Zahra terkadang semakin ketakutan.


beberapa saat setelah Zahra terdiam.


kemudian dia menoleh ke arah suaminya, kemudian tersenyum.


" suamiku kau masih tertidur " ucap Zahra sambil menepuk pelan pipi Bima.


perlahan kedua mata milik Bima terbuka.

__ADS_1


dan tersenyum.


" istri menggemaskan ku sudah bangun " jawab Bima dengan senyuman yang mulai mengembang di bibirnya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang king size nya itu.


" sudah sedari tadi sayang " jawab Zahra lembut.


" bagaimana tidurmu hem, apa sekarang tubuhmu lebih enakan sayang " tanya Bima.


" nyenyak sekali, dan tubuhku sekarang sepertinya sudah kembali seperti semula "


" baguslah kalau begitu, ayo kita mandi sayang dan berendam di sana, aku akan menggendong mu " ajak Bima kepada istrinya.


" sayang aku bisa sendiri " jawab Zahra pelan.


" sudah diam kau cukup menurut saja " jelas Bima.


" ya baiklah " jawab Zahra yang sepertinya malas berdebat itu.


dan kini Zahra tengah berada di dalam gendongan suaminya itu untuk menuju arah kamar mandi mewahnya.


setelah sampainya di sana, Bima mulai menurunkan tubuh istrinya yang masih memakai pakaian lengkap itu ke dalam bath up yang berukuran besar mungkin bisa membuat empat orang.


dan juga dirinya yang mulai masuk di dalam bath up tersebut.


" Zahra apa kau akan mandi sambil memakai pakaian seperti itu " ucapnya kemudian mulai memutar saluran air hangat nya.


" iya sayang, aku akan melepasnya "


bawel sekali suami satu ini seperti ibu ibu saja, bahkan dirinya saja sekarang masih memakai baju lengkap, sedangkan aku disuruh cepat cepat membukanya gumam Zahra dalam hati.


Zahra pun mulai melepasnya satu persatu kain yang menempel di tubuhnya itu.


dan saat ini Zahra sudah polos tanpa sehelai kain,

__ADS_1


sedangkan Bima langsung tersenyum melihat istrinya yang sudah polos tanpa sehelai kain itu, yang memperlihatkan kedua gundukan milik Zahra penuh dengan lukisan bibirnya yang menempel di sana sini.


__ADS_2