Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 37


__ADS_3

kini ketiganya pun bersiap - siap di kamarnya masing - masing untuk segera pergi ke mall, sedangkan papa Brandon beristirahat di rumah karena besok sudah kembali ke luar negri melanjutkan pekerjaan di perusahaan barunya yang di rintis di sana.


sedangkan Zahra kini sudah menuruni anak tangga karena sudah berganti baju untuk pergi ke mall bersama mama Alisya, Zahra memakai dress pendek selutut berwarna salem yang begitu menyatu dengan warna kulitnya.


mama Alisya dan Hendra juga sudah berada di lantai bawah karena juga baru selesai bersiap - siap.


" ayo Ma kita berangkat " ucap Zahra kepada mama Alisya


mama Alisya dan Hendra pun kini menoleh kepada yang punya suara, yang tak lain adalah Zahra menantunya.


" Astaga, sayang kenapa kau cantik sekali, dress ini sangat cocok sekali di bandan kamu sayang, mama jadi merasa gemas melihatnya iya kan Hen " puji mama Alisya sambil melangkah ke arah Zahra memeluk menantunya itu saking gemasnya kemudian melirik ke arah Hendra.


" iya Ma pantas saja kakak jatuh cinta sama Zahra " sahut Hendra sambil memanyunkan bibirnya ke arah Zahra yang berniat mengajak Zahra bercanda.


dari dulu memang Zahra cantik Ma, aku saja yang telat mengungkapkan perasaan ku pada Zahra, mungkin sekarang dia sudah menjadi milikku duluan dari pada kakak gumam Hendra dalam hatinya.


Hendra sedikit bergumam tetapi hatinya sekarang mulai bisa melupakan wanita yang pernah ia cintai itu, demi kakak yang paling ia sayangi.


" Ah kamu bisa saja Hen " ucap Zahra sambil malu - malu kepada Hendra.


" pantas saja Bima posesif sekali sama kamu sayang, mungkin dia saking takutnya kehilangan kamu " ucap mama Alisya


" Ah mama " jawab Zahra bertambah malu mendengar perkataan mertuanya itu, dan disampingnya masih ada Hendra.


" ya sudah ayo kita berangkat sayang, ayo Hen " ajak mama Alisya kepada keduanya.


" iya ayo Ma " jawab keduanya


kini mereka pun melangkahkan kakinya menuju luar mansion dan di sana sudah ada sopir pribadi mama Alisya yang telah membukakan pintu mobil, dan mempersiapkan atasannya itu untuk masuk.


" silahkan nyonya " ucap sopir


" hem " jawab mama Alisya singkat


berbeda dengan Zahra yang membalas ucapan sopirnya dengan senyuman, dan ketiganya pun kini telah memasuki mobil mewah tersebut, dan sopir pun mulai menancapkan pedal gasnya dan perlahan meninggalkan pekarangan mansion.

__ADS_1


dan mobil mewah yang mereka tumpangi itu pun mulai membelah keramaian jalanan kota, lalu lalang orang melintas sana sini,kendaraan yang begitu padat seperti sesuatu yang berhamburan.


tak beberapa lama kemudian


mobil yang mereka tumpangi kini telah berada di depan mall terbesar itu yakni milik keluarganya sendiri yang tak pernah di ketahui oleh Zahra, dan Zahra pun memang tidak mengetahui sekaya apa suaminya itu,


meskipun Zahra tau sewaktu sekolah dulu Hendra memang anak orang kaya tapi Zahra tak terlalu mengurusinya berbeda dengan teman - teman lainya yang tau sampai seluk beluknya.


kini ketiganya pun mulai memasuki mall tersebut dengan perasaan bahagia karena baru pertama kali mama Alisya mengajak menantunya itu keluar dari mansion.


para pegawai mall pun serentak menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat kepada atasannya, karena mereka mengetahui mama Alisya pemilik mall terbesar itu, dan ibu dari pengusaha muda dan tampan yaitu Bima Sinaga.


ya memang keluarga mereka adalah keluarga yang memiliki market place dimana-mana.


" sayang kamu pilih saja sesuka kamu " ucap mama Alisya kepada Zahra.


" tetapi Zahra tidak menginginkan apa - apa Ma " jawab Zahra polos.


" sayang kenapa kamu lucu sekali " mama Alisya tersenyum senyum sendiri melihat kepolosan Zahra.


" tapi Ma memang Zahra tidak menginginkan apa - apa, Zahra di ajak mama ke sini saja Zahra sudah senang Ma "


" ya sudah kamu ikuti mama saja "


"iya Ma " jawab Zahra polos


sedangkan Hendra yang mendengarkan mereka berdua mengobrol di depannya hanya bisa bergumam.


kau tetap sepolos dulu Za gumam Hendra


Hendra sedikit bergumam sambil menyunggingkan sedikit senyumnya mengingat ingat dulu Zahra di sekolah.


kemudian mereka pun memilih - milih sesuatu yang mereka inginkan untuk di belinya.


Dan setelah semuanya terbeli, mereka kini melanjutkannya untuk makan siang bersama di sebuah restoran mewah dan ternama, seperti biasa restoran mewah itu adalah milik keluarga SINAGA, maklumlah keluarga konglomerat itu memang mempunyai bisnis di segala bidang dan telah sukses di negaranya sendiri, bahkan se ASIA.

__ADS_1


dan semua pegawai restoran tak main - main mereka langsung menundukkan kepalanya kepada mama Alisya, ketika mama Alisya mulai memasuki restoran mewah itu bersama anaknya Hendra dan menantunya Zahra.


mereka pun mulai menduduki kursi mereka masing - masing kemudian mereka memesan hidangan yang mereka inginkan.


Sedangkan di mansion pak Tejo mulai menghubungi atasannya itu, dan memberitahu kan aktifitas nona mudanya saat ini, beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.


" selamat siang tuan " ucap pak Tejo.


" hem " jawab singkat sekertaris Revan.


" nona muda hari ini pergi jalan - jalan ke mall tuan di ajak oleh nyonya Alisya dan bersama tuan muda Hendra " pak Tejo menjelaskan secara detail kepada atasannya itu.


" baiklah kalau begitu " sahut sekertaris Revan dari seberang telfon.


kemudian panggilan keduanya pun terputus.


sedangkan di tempat lain yaitu di Singapura tepatnya, anak cabang perusahaan SINAGA Group perusahaan pencakar langit terbesar di Singapura.


Kini Bima yang berada di kursi kebesarannya itu sedang gelisah memikirkan Zahra istri kesayangan, karena merasa bersalah atas kelakuannya tadi sebelum kepergiannya ke luar negri.


sedangkan sekertaris Revan yang sedari tadi berada di samping tuan mudanya itu,kini mulai mengatakan kepada atasannya kalau dirinya telah mendapatkan informasi tentang nona mudanya itu tanpa di mintai perintah karena sudah mengerti akan keadaan atasannya saat ini.


Sebenarnya ia tidak ingin mengatakannya kepada tuan muda Bima karena takut mengganggu pekerjaannya, tetapi apa boleh buat sekertaris Revan yang melihat tuan mudanya seperti orang bingung itu kemudian langsung mengatakannya.


" tuan, nona muda sekarang sedang berjalan - jalan ke mall bersama ibu negara tuan dan juga bersama tuan muda Hendra, dan setelah itu mereka mampir ke restoran dan setelah nya mereka langsung pulang tuan " ucap sekertaris Revan menjelaskan sedetail nya.


" apa dia merasa bahagia Van, kenapa dia tidak meminta izin dariku dulu " jawab Bima


" sebelumnya nona Zahra merasa sedih tuan, kata pak Tejo ketika dia akan memberi tahukan kalau anda mungkin sedikit lama disini, pak Tejo sudah menemukan nona Zahra dengan kedua matanya yang sudah sembab tuan muda " jawab sekertaris Revan sambil menundukkan kepala.


pasti dia menangis karena aku, Zahra aku ingin segera pulang, aku tidak bisa terlalu lama jauh darimu gumam Bima dalam hatinya.


" sekertaris Revan berapa lama lagi kita di sini, aku ingin segera pulang " tanya Bima kepada bawahannya itu.


" kurang lebih membutuhkan waktu tujuh sampai delapan hari lagi tuan, karena urusannya masih banyak dan semua laporan belum satu pun yang Anda tanda tangani, dan juga masalah pembagunan perusahaan anda yang di sebelah "

__ADS_1


" Ah kenapa banyak sekali, kalau begitu cepat berikan padaku apa saja yang harus aku tanda tangani, dan masalah pembangunan anak cabang perusahaan ku di sebelah cepat kita tuntaskan segara, aku ingin cepat pulang "


" aakkkhhhh kenapa lama sekali " ucapnya lagi karena merasa kesal dengan keadaanya saat ini.


__ADS_2