Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 52


__ADS_3

astaga mereka seperti nya mengikuti aku, aku harus cepat, mereka pasti akan membawaku, dan aku juga tidak tau siapa mereka.


Dan sesampainya di perempat an lampu merah dengan hati yang sangking bingungnya Zahra membuang jusnya ke sembarang arah dan menyebrang tak menoleh kanan kiri sangking begitu takutnya.


Akhirnya dirinya terserempet oleh mobil yang melaju sangat kencang sewaktu lampu hijau menyala dan terjadi lah.....


akkkkkkhhhh


brakkkkk


Dan di perempatan lampu merah itu pun banyak orang yang berkerumunan memutari tubuh Zahra yang tergeletak tak berdaya di tengah aspal, dengan darah yang mulai merembes di belakang kepalanya dan juga kening dan kedua lututnya yang tergores oleh aspal panas, karena matahari sudah mulai naik ke atas, semua orang berkerumun dan sempat terjadi kemacetan total di sana.


Dan mobil yang menyerempet Zahra kini telah kabur entah kemana.


sedangkan orang-orang suruhan sekertaris Revan merasa ketakutan dengan kejadian ini, dan sekertaris Revan juga sudah mendengar informasinya dari pihak berwajib.


sedangkan Bima yang mengendarai mobil mewah nya itu, melihat ponselnya terlihat panggilan masuk di sana dari sekertaris Revan, kemudian mengangkatnya.


" halo tuan nona Zahra kecelakaan tuan "


" apa kau bilang "


" ya tuan nona Zahra kecelakaan tepatnya di perempatan lampu merah pertengahan kota tuan "


" tidak, itu tidak mungkin "


" saya sekarang menuju ke sana tuan, anda cepatlah ke sana "


panggilan pun terputus.


Bima pun yang mendengar informasi itu dari sekertaris Revan langsung menancapkan pedal gasnya dengan kecepatan penuh.


sayang bagaimana keadaanmu sekarang, ini semua salahku sial... sial... sial ucap Bima sambil menghantam hantam kan tangannya ke setir mobil mewah nya itu.


dan sesampainya tak jauh dari perempatan itu, jalan sudah macet total dan Bima pun langsung keluar dari mobil sport nya dan berlari ke arah kerumunan orang-orang, keluarnya Bima dari mobil sport nya itu menarik perhatian orang orang di sekitarnya, Bima juga mendengar omongan orang yang lalu lalang di jalanan yang membicarakan korban tabrak lari seorang wanita.


kasihan sekali ya korban tabrak lari itu, dia adalah seorang gadis sangat cantik sekali.


iya semoga saja dia selamat ya darahnya sudah berceceran di aspal.

__ADS_1


ucap orang orang itu.


dan sesampainya di kerumunan itu Bima membelah kerumunan orang orang yang tersebut untuk melihat apakah benar korban itu adalah istrinya.


Bima langsung syok melihat wanita yang saat ini tergeletak tak berdaya itu adalah Zahra, istri yang selama ini paling ia sayangi.


Zahra, ini kau sayang, kau akan baik baik saja aku akan membawamu ke rumah sakit, sayang bertahanlah ucap Bima sambil mendekap erat tubuh Zahra yang sudah tak berdaya itu, dengan darah yang terus merembes dari belakang kepalanya dan keningnya yang tergores aspal dan kedua lutut nya ikut tergores.


kemudian Bima langsung membopong tubuh istrinya itu, kemudian sekertaris Revan muncul di belakang tuannya saat ini.


tuan ayo mobil saya berada di sebelah sana, kita harus cepat menolong nona muda tuan, karena di sini sudah macet total.


sedangkan Bima langsung menuju arah mobil mewah yang di bawa sekertaris Revan, tanpa menjawab perkataan bawahannya itu, kemudian Revan membukakan pintu belakang bagian penumpang dan sekertaris Revan pun langsung mengitari mobil untuk masuk ke depan kursi kemudi.


sedangkan para orang-orang suruhan sekertaris Revan yang berjumlah tiga puluh orang itu langsung menundukkan badannya ketika sekertaris Revan memasuki kursi depan kemudi itu.


'' maafkan kami tuan "


" akkkkhh kalian tidak bisa di andalkan, kalian semua aku pecat "


ucap sekertaris Revan dangan tegas kemudian sekertaris Revan memasuki mobil dan mulai menancapkan pedal gasnya menuju rumah sakit terbesar milik keluarga konglomerat Sinaga.


Dan juga para mobil polisi yang sedari tadi juga di suruh mencari keberadaan menantu konglomerat terkaya di negaranya itu, kini ikut mengawal mobil milik sekertaris Revan dari depan dan belakang yang berjumlah enam mobil, supaya kendaraan lainnya ikut memberi jalan dan segera sampai di rumah sakit.


sedangkan orang-orang yang masih di dekat kejadian sana mulai bertanya-tanya dalam hatinya masing-masing.


kalau wanita berparas cantik yang telah mengalami kecelakaan itu bukan keluarga orang biasa, sampai di kawal lelaki bertubuh gempal yang jumlahnya sangat banyak itu, bahkan juga di kawal beberapa mobil polisi.


sedangkan di dalam mobil mewah tepat nya mobil yang di tumpangi Bima saat ini.


Bima terasa hancur melihat keadaan istrinya sekarang yang begitu tak berdaya, Bima menangisi keadaan Zahra saat ini.


dia tetap mendekap tubuh istrinya itu dan sesekali mencium kening Zahra.


kau akan baik-baik saja sayang, bertahanlah untukku, ucapnya lagi lagi mengeluarkan air matanya begitu deras menangisi istri kesayangannya itu.


" sayang sakit " ucap Zahra lirih dan hampir tak terdengar dengan mata yang tetap terpejam.


" iya sayang aku tau, bertahanlah sayang "

__ADS_1


jawab Bima yang terus menciumi wajah istrinya itu.


beberapa saat kemudian


mobil yang mereka kendarai pun telah sampai di rumah sakit terbesar milik keluarga Bima sendiri.


sayang kita sampai, bertahanlah sayang ucap Bima kepada istrinya yang sudah tak meresponnya lagi.


" apa yang terjadi pada istri anda tuan muda " ucap dokter Toni sekaligus teman Bima itu.


" kau jangan banyak bicara segera tolong istri ku kau mengerti, kalau tidak akan ku pecat seluruh dokter yang berada di rumah sakit ini " jawab Bima membuat nyali dokter Toni dan rekan rekan dokternya menciut.


" baik tuan" jawab dokter Toni yang sudah ketakutan.


" ayo cepat cepat bawa nona ke ruang ICU " ucap dokter Toni kepada rekan rekannya.


" baik dokter " jawab dokter dokter seperjuangannya itu, karena merasa ketakutan mendengar pemilik rumah sakit terbesar itu jika sedang marah.


kemudian tubuh Zahra pun di taruh di atas brankar rumah sakit kemudian seluruh dokter dan perawat pun antusias mendorong brankar tersebut menuju ruang ICU untuk segera menangani keadaan istri dari pemilik rumah sakit tersebut.


Zahra kau akan baik baik saja sayang, bertahanlah untukku, aku mencintaimu Zahra ucap Bima yang kemudian brankar tersebut memasuki ruang ICU dan pintu ICU pun langsung tertutup rapat.


sedangkan para dokter yang mendengar perkataan lelaki tampan nan kaya raya itu, begitu tak menyangka kalau seorang CEO dingin yang selama ini mereka ketahui ternyata bisa menangis karena sangat mencintai istrinya.


sedangkan Bima saat ini tengah mondar mandir di depan pintu ruang ICU.


Menunggu para dokter keluar dari ruangan tersebut.


" tuan tenangkan lah diri anda "


" bagaimana aku bisa tenang Van, sementara di sana istri ku sedang tak berdaya "


" iya tuan saya tau, tenangkan dulu diri anda, supaya anda bisa berfikir dengan jernih "


" iya kau benar Van "


kemudian Bima mulai duduk tenang di samping sekertaris Revan,


ini semua salahku Van, seandainya saja aku tidak mengajaknya pergi ke mall waktu itu, dia tidak akan seperti ini, aku harus bagaimana sekarang

__ADS_1


Bima sekarang sangat terlihat kacau, rambut yang acak acakan serta kaos santai yang ia pakai masih berlumuran darah istrinya.


__ADS_2