
setelah lama mereka tertidur kini mereka berdua mulai membuka matanya masing-masing.
" sayang kau sudah bangun "
" iya sayang aku sudah bangun, tubuhku terasa sangat lelah " jawab Zahra
" maaf sayang itu semua karena diriku, membuatmu sangat kelelahan "
" kau memang sangat mesum "
" itu karena kau yang sangat menggemaskan sayang " jawab Bima yang merasa gemas kepada istri belia nya itu.
" tetapi aku kan tidak berniat menggoda mu sayang " rengek Zahra
" ah sudahlah lupakan saja sayang sekarang aku ingin memelukmu lebih lama, kau tidurlah sayang aku tau kau sangat lelah karena ulahku "
ucap Bima yang memang malas untuk berdebat dengan istrinya karena dia ingin memuaskan hari - harinya dengan Zahra.
" ya sudah kau tidur saja sayang, aku merasa lelah tertidur terus, tetapi tubuhku juga sangat lelah untuk bangun dari sini "
" maka dari itu sayang kau tidurlah "
" tetapi aku tidak merasa mengantuk sayang " rengek Zahra lagi.
" terus aku harus bagaimana sayang " tanya bima.
" bagaimana kalau kau mengajakku jalan - jalan keluar mansion sayang, sepertinya aku tidak pernah berjalan - jalan denganmu, aku lelah di mansion terus seperti ini "
" ya baiklah karena istriku yang memintanya, aku tidak bisa menolaknya " kemudian dengan gemas mencubit hidung Zahra.
Zahra yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya, langsung memanyunkan bibirnya ke depan, kemudian tersenyum kepada suami tampan nya itu.
" sayang aku akan membantumu bangun dari ranjang ini, aku tau kau sangat lelah, tetapi kau memaksakan untuk keluar dari mansion, ingat jika kau merasa sangat sangat lelah kau harus bilang nanti kepada, kau mengerti "
" iya sayang aku akan bilang kepadamu "
kemudian Zahra pun mulai bangkit dari ranjang itu dengan di bantu suaminya, kemudian Bima dengan sigap langsung mengambilkan pakaian yang baru untuk Zahra dan juga untuk dirinya karena memang mereka berdua juga masih polos tanpa sehelai benang pun, karena pergulatan panas yang sedari tadi mereka lakukan itu.
Dan Bima mengambil pakaian untuk istri dan dirinya sendiri karena memang mereka akan mengenakan pakaian tersebut, untuk meraka pakai nanti saat jalan - jalan keluar mansion.
setelah keduanya selesai dengan ritualnya masing-masing, kini Bima dan Zahra mulai keluar dari kamarnya kemudian melangkah kan kakinya menuju lantai bawah dan sesampainya mereka di lantai bawah, Bima menyuruh pak Tejo untuk mengeluarkan mobil sport nya dari bagasi.
" pak Tejo, keluarkan mobil sport ku yang berwarna merah "
" tumben tuan tidak memakai sopir pribadi "
__ADS_1
" aku ingin mengendarainya berdua dengan istri kesayangan ku pak " ucap Bima sekilas melirik ke arah Zahra kemudian langsung menggandeng tangan istrinya itu.
sedangkan pak Tejo langsung tersenyum mendengar perkataan tuan muda dinginnya itu, yang kini telah sedikit mencair sifatnya karena pengaruh gadis yang selama ini ia cintai.
" baiklah kalau begitu tuan, saya akan mengeluarkan mobil anda dari bagasi, saya permisi "
" hem "
kemudian pak Tejo pun melangkah kan kakinya menuju bagasi yang sangat luas itu, yang sudah berjejer rapi di sana bermacam - macam merek mobil pengeluaran terbaru.
dan pak Tejo pun mulai memanasi mobil sport merah milik tuanya itu sebelum di bawa tuan mudanya itu untuk keluar dari pekarangan mansion.
setelah cukup memanasi nya pak Tejo pun mulai mengeluarkan mobil sport merah itu dari bagasi dan menjalankan nya ke depan pas pintu besar mansion, supaya tuan mudanya itu langsung menaikinya.
setelah mobil berhenti tepat di depan pintu besar mansion itu, kini pak Tejo keluar dari dalam mobil mewah tersebut, kemudian memberikan kunci mobil kepada tuan mudanya itu.
Dan Bima pun mulai membuka pintu untuk istri tercintanya itu yang tak lain adalah Zahra.
" silahkan masuk calon dari ibu anak - anakku "
Deg,
hati Zahra terasa bingung setiap kali Bima suaminya membicarakan tentang anak, sedangkan Zahra merasa sangat bersalah kepada suaminya Bima suaminya itu.
" sayang kau jangan berlebihan seperti itu, aku malu kepada pak Tejo "
sedangkan pak Tejo tersenyum melihat kedua atasannya itu yang sepertinya sangat bahagia.
kemudian Zahra pun mulai masuk ke dalam mobil sport merah itu, setelah itu Bima menutup pintu di samping istrinya, kemudian Bima langsung berputar arah dan membuka pintu kemudi dan masuk kedalam nya, dan mulai menancapkan pedal gasnya untuk pergi meninggalkan pekarangan mansion.
" sayang kau ingin kemana hem " ucap Bima sambil mengelus rambut Zahra dengan lembut.
" terserah kau saja sayang, yang penting aku bisa berjalan - jalan denganmu "
" bagaimana kalau kita ke mall, kau bisa membeli apa yang kau inginkan di sana "
" tetapi aku tidak menginginkan apa apa saat ini sayang, aku tidak suka berbelanja " rengek Zahra.
" belilah sesuka hatimu sayang, uangku tidak akan habis kau tenang saja meskipun sampai tujuh turunan "
" iya aku tau kau memang sangat kaya sayang, tetapi aku tidak menginginkan apa - apa saat ini, apa kau mengerti maksud ku "
" iya sayang aku mengerti, bagaimana kalau kita ke bioskop dalam mall itu saja sayang apa kau setuju "
" ya baiklah aku setuju sayang " jawab Zahra dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
dan Bima mengelus rambut Zahra untuk yang kedua kalinya karena tak menduga bahwa istrinya itu berbeda dari wanita lain.
kau memang berbeda Zahra, kau berbeda dengan gadis di luaran sana yang begitu tergila-gila dengan uang gumam Bima
Bima bergumam sambil tersenyum sendiri kemudian melirik ke arah istrinya itu.
kemudian mobil sport mewah itupun menambah kecepatannya, dan mulai membela keramaian jalanan kota yang sangat padat.
Dan setelah sampainya di sana, Bima dan Zahra mulai memasuki mall terbesar itu yang tak lain adalah milik keluarga nya sendiri, keduanya pun kini saling berpegangan tangan satu sama lain seperti sepasang kekasih yang baru saja jatuh cinta.
" sayang jangan berpegangan seperti itu aku malu ini di tempat umum, kau lihat semua orang melihat ke arah kita "
" biarkan saja itu kerena mereka iri melihat kita sayang "
" apa yang kau bicarakan, sayang ayo lepas tanganmu "
" kalau aku tidak mau bagaimana "
" akkhh terserah kau saja lah "
Bima tersenyum melihat istrinya yang merasa kesal itu pasalnya Bima memang enggan melepas gandengan tangannya dan istrinya itu.
karena memang Bima ingin menunjukkan kesemua orang bahwa Zahra adalah istrinya.
" sayang kalau seperti ini kita terlihat seperti anak muda yang baru saja berkencan ya " ucap Bima
" iya aku masih muda, kau yang tua sayang hahaha... "
" sayang kenapa kau jahat sekali umurku baru 29 tahun, kau lihat wajahku yang masih begitu tampan "
" iya iya baiklah kau menang "
" seandainya ini di mansion, mungkin aku sudah... "
" sayang kenapa kau mesum sekali sih "
" siapa yang mesum sayang aku kan belum melanjutkan perkataan ku, kemudian kau langsung menyela nya, jangan - jangan kau ingin memintanya lagi ya dariku ayo jawab " goda Bima kepada istri polosnya itu.
" sayang kau jangan menggodaku, ini tempat umum aku malu "
" biarkan saja mereka tidak akan mendengarnya sayang, kenapa kau takut sekali, lagi pula mall ini adalah milikku siapa yang berani melarang ku hah "
" bukan seperti itu sayang, dasar kau ini pria mesum " ucap Zahra berniat mengatai suaminya itu kemudian sedikit berlari dari Bima.
" sayang kau mau kemana awas kau ya "
__ADS_1
Bima kemudian berlari kecil mengejar Zahra, ya meskipun mereka ada di mall.