
Pagi ini adalah hari dimana kebahagiaan sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan, tapi itu adalah kebahagiaan sebagian orang tidak untuk pasangan Barra dan Sheina.
Dimana keduanya adalah korban perjodohan dua keluarga yang sangat kaya raya apalagi keluarga Sheina,
Setiap harinya hanya ada perdebatan yang mereka lakukan di satu ruangan.
Berbeda dengan pagi ini karena keduanya akan di ikat oleh sebuah ikatan sakral yaitu sebuah pernikahan, sebuah ijab qobul yang beberapa menit lagi akan segera berlangsung.
Hiasan dekorasi bunga bunga serba putih sudah memenuhi seluruh ruangan di mansion Sinaga, begitu terlihat sangat indah dan mewah tentu nya, dengan pengantin pria yang kini sudah siap duduk di depan meja kecil tepat nya di depan penghulu.
Seluruh keluarga sudah bertata rapi untuk menjadi saksi pernikahan antara putra putri nya.
Barra terlihat begitu sangat gagah nan tampan dengan setelan pakaian pengantin pria serba putih nya dari bagian kepala sampai bawah, sungguh Barra kali ini terlihat sangat berbeda.
Begitu juga Sheina yang baru saja keluar dari dalam kamar dengan balutan kebaya serba putih serta sentuhan make up di wajah cantik nya.
Semua mata tertuju pada Sheina yang mulai menuruni anak tangga satu persatu di ikuti Zahra dan Fanya di belakang nya menuntun calon pengantin perempuan.
begitu juga pandangan Barra yang seperti tak bisa berkedip di buat nya.
Dia sangat cantik sekali gumam nya.
seketika Barra menggeleng geleng kan kepalanya menepis gumam an nya.
" Kau sangat terlihat cantik sayang, mama seperti mengingat pernikahan dulu sama papa kamu " ucap Zahra kepada sang putri di sela sela langkah nya.
" Terima kasih Ma " melirik sedikit ke arah sang mama.
" iya kak kau sangat cantik benar kata Bibi " tambah Fanya yang sungguh di buat kagum. akan kecantikan saudara n ya.
" Terima kasih Fanya " jawab Sheina yang kembali memasang senyum nya.
Perlahan Sheina sudah sampai di lantai bawah dan mulai duduk di samping Barra, tanpa sedikit pun menoleh ke arah pria tampan di samping nya itu saat ini.
kali ini aku benar benar menikah dengan pria dingin ini gumam nya.
Pak penghulu mulai berucap.
" Sudah siap semuanya mari kita segera laksanakan ijab qobul nya " ucap pak penghulu sambil menatap ke arah Barra serius.
" siap pak " jawab Barra tegas.
__ADS_1
Ijab qobul pun kini perlahan di ucap dengan hikmat, kedua keluarga yang menjadi saksi serta para pelayan yang berjejer rapi di sudut ruangan luas nan mewah.
" Bagaimana sah " ucap pak penghulu seolah menunggu jawaban.
" S A H " ucap semua saksi yang berada di belakang dua pengantin.
Kedua keluarga begitu terlihat sangat bahagia dengan senyuman sumringah yang sepertinya tak bisa pudar sedikit pun dari wajah mereka.
Barra dan Sheina kini telah sah sebagai pasangan suami istri secara hukum dan agama.
*******
Resepi pernikahan.
Di sebuah gedung yang terlihat begitu sangat luas nan megah, suasana yang terlihat sangat ramai, penjagaan juga terlihat begitu ketat, beberapa orang bertubuh kekar dengan setelan pakaian serba hitam tengah memeriksa para tamu yang menyodorkan undangan berwarna ke emasan yang mulai masuk ke dalam.
Sedangkan sepasang pengantin baru di atas pelaminan super mewah yang menghabiskan bajet miliaran tersebut, kini tengah menyalami beberapa tamu tamu undangan penting nya.
Karena kebanyakan tamu undangan adalah kolega kolega bisnis perusahaan.
Sheina kembali menjadi pusat perhatian dengan gaun serba putih nya begitu menampakkan jelas kecantikan malam ini, sampai-sampai sering membuat Barra curi curi pandang padanya.
Sama hal nya sepasang suami istri paruh baya antara Bima dan Zahra, juga sekertaris Revan dan Adinda, yang tengah di sibukkan dengan tamu tamu kolega bisnis lama nya yang masih bekerja sama dengan perusahaan Sinaga group sampai saat ini, yang memang sudah lama tak berjumpa setelah keduanya resain dan di gantikan putra putri nya itu Sheina dan Barra.
Tinggal lah dua keluarga yang baru saja akan berpamitan pada kedua putra putri nya yang sudah menjadi pasangan suami istri itu.
Revan menepuk pelan pundak putra nya.
" Selamat ya sekarang kalian telah menjadi sepasang suami istri, belajar lah saling mengenal dan memahami " ucap nya begitu bahagia bersama Adinda karena ingin menjodohkan anak nya dengan putri Zahra istri atasan nya sedari dulu itu tercapai.
" iya Ma Pa terimakasih " jawab Barra sambil mengembangkan senyum begitu juga Sheina
" Satu lagi Barra jaga putri ku baik baik aku percaya padamu kau pria baik baik dan sangat bertanggung jawab seperti papa mu, dan ini kunci apartemen sementara kalian tinggal di apartemen, agar kalian cepat saling mengenal, dan setelah kalian berhasil memberi kami cucu papa akan memberi kunci mansion pada kalian "
A P A, baru saja menikah sudah membicarakan cucu, bagaimana kedepan nya sedangkan pernikahan ku dan Barra, AKHH...aku tak tau gumam Sheina
yang masih terlihat menampakkan senyum di antara anggota keluarga nya.
" Terima kasih Pa aku akan memegang janjiku untuk menjaga istri ku "
" bagus "
__ADS_1
Semua nya terlihat bahagia dengan jawaban Barra, begitu juga Sheina yang terlihat mengembangkan senyum, entah itu senyum itu memiliki arti atau bagaimana hanya ia yang tau.
*******
Apartemen.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Mobil mewah yang di khusus kan untuk mengantar Sheina dan Barra baru saja memasuki area parkir apartemen, di lihatnya Sheina sudah tertidur pulas di sana mungkin karena sangat kelelahan akibat acara pernikahan yang hampir memakan waktu seharian penuh setelah ijab Qobul tadi pagi.
Sedangkan Barra yang mendapati gadis yang kini sudah berstatus istrinya itu tengah tertidur, dia berniat sedikit membangunkan nya dengan sedikit menoel noel bahu Sheina yang masih berbalut gaun pengantin putih indah tadi.
"Sheina bangun sudah sampai " ucap Barra
Sheina sepertinya benar benar tak berniat membuka kedua matanya.
" tuan nona mungkin sangat kelelahan " sahut sang sopir dari kursi kemudi.
" ya kau benar, sebaiknya aku akan menggendong nya saja "
" ya tuan hati hati "
" hem "
Barra pun mulai menggendong tubuh Sheina yang masih berbalut gaun pengantin putih tersebut yang senada dengan pakaian nya saat ini serba putih putih.
Di lihat nya area parkir sudah terlihat sepi karena memang sudah larut malam.
Sedangkan mobil mewah yang mengantarnya tadi sudah melesat jauh meninggalkan area parkir apartemen.
Barra mulai melangkah kan kakinya memasuki lorong apartemen sambil menggendong tubuh sang istri.
Ah... dia kenapa berat sekali gumam Barra.
*
*
Di dalam sebuah apartemen.
Barra mulai memasuki dalaman apartemen dengan langkah nya yang begitu pelan, sekilas Barra mengamati dalaman apartemen mewah yang berisi dua pintu kamar.
__ADS_1
pas sekali dua kamar jadi aku dan dia tidur sendiri sendiri monolog nya.
Perlahan Barra menaruh tubuh Sheina ke dalam kamar dengan ranjang king size nya di sana.