Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 111


__ADS_3

Sesampainya di kantor


Bima langsung melangkahkan kakinya setelah supir pribadi keluarganya itu membukakan pintu mobil untuknya.


Dan seperti biasa seluruh karyawan membungkukkan badannya bila berpapasan dengannya, tetapi karyawan mana yang tidak tau kepada atasannya yang dingin itu meskipun menyambutnya seperti biasa Bima tak pernah menghiraukan sambutan bawahannya tersebut.


Lelaki tampan itu melangkahkan kakinya untuk segera menuju lantai atas tepatnya di ruangan khusus CEO.


Beberapa saat kemudian setelah sampai di lantai paling atas.


Bima mulai keluar dari lift pribadi khusus petinggi perusahaan,dan juga mulai melewati ruangan sekertaris Revan untuk menuju ruangannya tersebut.


Sedangkan sekertaris Revan yang melihat atasannya itu dari dalam ruangan nya yang juga terbuat dari kaca bening tebal tersebut langsung mengalihkan pandangannya menuju depan sambil bermonolog sendiri saat ini.


Bukan kah tuan tadi bilang tidak masuk ke kantor, kenapa tuan sekarang malah berangkat sendiri ke perusahaan ya,


emmm....aku tau, pasti ada sesuatu yang terjadi di mansion, tuan muda kan biasanya lebih memilih menempel pada nona Zahra ketimbang berada di perusahaan meskipun pekerjaannya sampai menumpuk sekalipun, sebaiknya aku tanyakan saja sekarang padanya monolog monolognya sendiri.


Setelah itu sekertaris yang juga memiliki ketampanan di atas rata rata seperti tuan mudanya itu mulai berdiri dari kursi kebesaran nya sebagai sekertaris kepercayaan perusahaan tersebut untuk segera menuju ke ruang atasannya itu.


Sesaat kemudian sekertaris Revan pun kini mulai mengetuk pintu yang terbuat dari kaca tebal bening tersebut.


Tok


Tok


Tok


" Masuk " ucap Bima dari dalam ruangan nya.


" Permisi tuan " Ucap sekertaris Revan kepada sang atasan.


" hem " jawab Bima singkat seperti biasanya.


" maaf tuan, jika saya lancang, bukankah tuan tadi memutuskan untuk tidak pergi ke kantor tuan, maaf sebelumnya apa anda ada masalah tuan, mungkin saya bisa membantu anda saat ini "

__ADS_1


tanya sekertaris Revan kerena merasa kepikiran dengan atasannya tersebut, dan juga berniat menawarkan bantuan untuk tuan nya itu.


" ya Van kau benar, aku memang ada masalah saat ini " jawab Bima dengan raut wajah yang terlihat lesu.


" Boleh saya tau tuan " tanya sekertaris Revan lagi yang penasaran dengan masalah tuan mudanya.


" Ya baiklah aku akan menceritakan kepadamu Van "


" ya tuan saya akan mendengarkan nya, mungkin saya bisa mengasih solusi kepada anda "


" begini Van, sejak Zahra hamil dan sejak kemarin, jika dia melihat aku di hadapannya dia akan mual mual bahkan sampai muntah Van " jelas Bima


astaga, jadi hanya masalah seperti itu, anda memang benar benar bucin parah tuan kepada nona Zahra gumam sekertaris Revan dalam hati.


" apa yang harus aku lakukan sekarang, aku juga sudah meminta bantuan kepada mama kemarin dan tadi pagi mama dan papa sudah pulang dari luar negri yang akan menetap di sini menemani Zahra dan calon cucunya itu " jelas Bima lagi.


" Oh jadi nyonya dan tuan sudah pulang dan menetap di sini tuan " ucap sekertaris Revan.


" Ya " jawab singkat Bima.


" Aku meminta bantuan supaya mama merayu Zahra agar tidak mual mual lagi jika di dekatku dan muntah Van "


memang benar-benar tuan muda ini, mana bisa hal seperti itu di mintai bantuan, hal aneh aneh yang di alami wanita hamil itu kan memang sudah lumrah, tuan selalu terlihat bodoh jika masalah nona, bucin tingkat apa lagi ini gumam sekertaris Revan.


" maaf tuan sebelum nya, setahu saya orang hamil itu wajar tuan melakukan hal yang aneh aneh bahkan ada yang lebih aneh lagi tuan, dan hal seperti itu juga tidak bisa di mintai bantuan tuan itu terjadi karena kemauan sang bayi yang berada di dalam kandungan nona " jelas sekertaris Revan yang memiliki kecerdasan tinggi dalam segala hal itu.


" Apa memang iya Van, kata ibu negera juga seperti itu, menyuruh ku sabar terus, sampai kapan sabarnya, aku tidak bisa seperti ini terus, kau tau bahkan dia menyuruhku keluar dari kamar dan juga dia sampai menangis, karena aku di dalam kamar waktu itu "


" Huwahahaha.... Huwahahaha.... hahaha..... "


tawa sekertaris Revan yang sudah tak kuasa lagi untuk menahan tawanya yang hampir saja meledak itu, dan akhirnya benar sekertaris Revan menertawakan atasannya tersebut seperti tak ada dosa sekalipun.


" Hey Van kenapa kau menertawai ku hah, apa menurut mu itu lucu, berani beraninya kau menertawai ku ya hah " ucap Bima yang mulai merasa marah dan kesal kepada sekertaris nya itu.


" ya tuan itu lucu... ups.. maaf maksud saya tidak tuan " jawab sekertaris Revan yang sedikit keceplosan.

__ADS_1


" dasar kau ini ya, apa kau mau memotong gajimu hah " ancam Bima.


" ah... tidak tuan, maafkan saya, saya tidak akan mengulangi nya lagi tuan " ucap sekertaris Revan yang mulai takut dengan ancaman atasannya tersebut.


" menurut saya begini saja tuan, sebaiknya anda bersabar saja, pasti besok besok kemauan nona akan kembali berubah ubah percayalah pada saya tuan, biasanya wanita hamil seperti itu, hal yang dulu di sukai sekarang akan di bencinya biasanya seperti itu sih, menurut sepengetahuan saya tuan " jelas sekertaris Revan panjang lebar.


" kalau di pikir pikir kau benar juga Van, kau tau anak kucing yang kemarin membuat kita kalang kabut itu, sekarang tak di pedulikan oleh Zahra bahkan dia merasa geli, dan dia menyuruhku segera menjauhkannya dari dirinya, ya sudah setelah itu aku menyuruh pak Tejo untuk membuangnya jauh jauh dari mansion " ucap Bima


" Iya kan benar tuan, jadi anda bersabarlah sebentar, oh iya tuan tentang kalung berlian yang anda tanyakan, saya sudah memesankan untuk nona Zahra sesuai yang anda inginkan tuan, simpel elegan tetapi kelihatan sekali sangat berkelas tuan, sebentar tuan saya akan mengambilkan di ruangan saya "


" ya baiklah cepat, aku sangat penasaran sekali" ucap Bima yang mulai penasaran.


" Baik tuan "


Kemudian sekertaris Revan pun membalikkan tubuhnya untuk segera keluar dari dalam ruangan atasannya tersebut dan segera menuju ke ruangan sendiri untuk mengambil kalung berlian permintaan tuan mudanya kemarin.


Beberapa saat kemudian


Sekertaris Revan kembali ke ruangan atasannya tersebut dengan membawa paperbag berwarna putih yang berisikan kalung belian yang bernilai fantastis itu.


Sesampainya sekertaris Revan di ruangan tuanya itu kemudian langsung menyodorkan paperbag berwarna putih tersebut kepada atasannya.


" Ini tuan, silahkan anda lihat " ucap sekertaris Revan sambil menyodorkan paperbag putih


" Hem " jawab Bima singkat.


Kemudian Bima perlahan membuka paperbag putih itu, dan di lihatnya di sana kotak hitam yang seperti di lapisi kain bludru yang terlihat sangat mewah dari wadahnya saja.


Bima mulai membuka kotak hitam mewah tersebut, dan dilihatnya di dalamnya kalung berlian yang begitu sangat indah dan berkelas, setelah itu lelaki tampan tersebut langsung tersenyum.


" Kau memang benar benar bisa di andal Van, kerjamu bagus hari ini, aku akan menambah bonus ke rekening mu "


" terimakasih tuan " jawab sekertaris Revan yang merasa kegirangan.


yes...... akhirnya saldo tabunganku terus bertambah gumam sekertaris Revan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2