Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
kedekatan keduanya


__ADS_3

Dan akhirnya sekertaris Revan kembali membuka kotak cincin berwarna abu abu tersebut, kemudian perlahan mengambil cincin yang berada di dalamnya untuk segera ia pakaikan di jari manis milik Adinda.


Sesaat keduanya kembali tersenyum setelah cincin itu menempel di jari manis milik Adinda, kemudian dengan tiba tiba sekertaris Revan juga kembali memeluk tubuh gadis yang ia sayangi saat ini, yang sebentar lagi akan berubah status tentunya.


" aku mencintaimu Dinda " ucap sekertaris Revan di sela pelukan nya.


" aku juga mencintai mu sayang " jawab Adinda


" kau panggil aku apa tadi " ucap sekertaris Revan yang kemudian melepaskan pelukan nya itu dengan tiba tiba.


" sayang " jawab Dinda polos.


" kenapa baru sekarang "


" emmm....... aku terbawa suasana hehehe.... " ucap Adinda dengan sedikit cengegesan.


" dasar kau ini "


" hehehe..... "


" Din kenapa kau mengerjai ku tadi " tanya sekertaris Revan.


" kau kan juga sama sudah mengerjai ku, yang mengajak ku inilah itulah, membentak ku segala ya sudah gantian " jawab Adinda yang sedikit mengingat kejadian tadi.


" maaf... dan pada akhirnya kau bahagia bukan " sahut Revan sambil sedikit tersenyum.


Dinda mengangguk sambil membalas senyuman di bibirnya.


Perlahan sekertaris Revan mendekat ke arah Adinda matanya mulai terpejam wajahnya bertambah mendekat ke arah wajah milik Adinda,


Sedangkan Adinda yang merasa sang pacar akan mencium nya, dengan gerakan cepat Adinda mengarahkan pergelangan tangan nya untuk menutupi bibir tipis milik nya itu.


cup


satu kecupan itu malah menempel di tangan milik gadis dua puluh tiga tahun tersebut.


Dengan tiba tiba sekertaris Revan membuka kedua matanya karena merasa yang ia cium tadi bukanlah bibir milik kekasihnya, melainkan tangan nya.


" Din apa aku tidak boleh mencium bibirmu yang sebentar lagi menjadi milikku itu " ucap sekertaris Revan.


" aku sangat lapar, jika kau mencium ku itu membutuhkan waktu lama, terus sampai kapan aku menahan lapar nya "


" astaga hehehe... maaf sayang aku sampai melupakan jika kita mau makan siang " ucap sekertaris Revan sambil mengacak acak pelan rambut milik Adinda.


" kak jangan seperti itu rambutku jadi berantakan " jawab Dinda dengan bibirnya mengerucut ke depan.


" jika kau cemberut seperti itu kau tambah terlihat menggemaskan sayang "


sedangkan Adinda hanya senyam senyum saja menganggap perkataan pacar sekaligus calon suaminya itu saat ini.


padahal di dalam hatinya kini dirinya mulai bergumam.

__ADS_1


apa sih maksudnya dia selalu bilang aku menggemaskan, setiap apa yang aku lakukan selalu menggemaskan menurut nya aku jadi tidak faham gumam Adinda.


**********


sepulang kantor tepatnya berada di apartemen sekertaris Revan.


Adinda tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk sang calon suami, di lihat nya Adinda begitu lihainya memainkan alat dapur .


beberapa saat satu persatu masakan mulai matang, tak lupa Dinda membuat kan segelas susu untuk sekertaris Revan.


Kemudian ia taruh nya di meja sofa depan televisi.


setelah menaruhnya Adinda melangkahkan kakinya kembali menuju dapur, untuk menyelesaikan masakan nya di sana.


sesaat bunyi pintu kamar sekertaris Revan baru saja terbuka dari dalam.


JEG GLEK........


menampilkan sekertaris Revan yang baru saja keluar dengan dari dalam kamar dengan dirinya yang sudah terlihat segar sehabis membersihkan tubuhnya di dalam sana, di tambah penampilan ala ala rumahan santainya.


kaos serta celana pendek selutut yang ia kenakan saat ini, terlihat begitu tampan dengan rambutnya yang masih sedikit basah namun tertata sangat rapi.


Dinda menoleh sekilas.


" kak minum lah susu mu di meja tamu pumpung selagi hangat " ucap Adinda kepada pria tampan yang baru saja keluar dari dalam kamar nya.


" Terima kasih Din "


" iya " jawab Dinda setelah itu pandangan nya kembali fokus ke arah masakan di depan nya saat ini.


dengan tiba tiba dirinya dibuat kaget seperti waktu itu.


tangan berotot langsung melingkar di bagian perut nya saat ini.


" akkh..... kak jangan seperti ini " ucap Dinda yang merasa sedikit risih dengan posisinya yang seperti ini begitu sangat intim dan canggung menurut Adinda.


" Kenapa hem " tanya sekertaris Revan


dengan dirinya yang kini tengah memeluk tubuh Adinda dari belakang, kemudian dagunya ia taruh di bahu milik gadis ayu yang merasa di dalam hatinya kini tengah dag dig dug tersebut.


" emmm... aku... emm... ah.. jangan seperti ini kau membuatku tidak fokus memasak " ucap Adinda mulai kebingungan sampai dirinya seperti tak bisa berfikir dengan jernih saat ini.


" Sayang bukankah sebentar lagi kau akan menjadi istri ku " jawab sekertaris Revan santai, ia tau kalau gadis yang ia sukai tengah kebingungan saat ini dengan posisinya yang seperti ini.


Tetapi tidak dengan sekertaris Revan, dia merasa lucu melihat Dinda seperti itu tambah terlihat sekali kepolosan nya dalam sebuah hubungan.


" iii... iii.... iya aku tau tapi..." sahut Adinda dengan suara terbata bata, karena saking canggung nya.


" tapi apa hah,... " goda Revan.


" aku merasa canggung jika kau memeluk seperti ini " jawab Adinda yang memang itulah yang saat ini ia rasakan.

__ADS_1


" hehehe... canggung bagaimana " godanya lagi sambil mengembangkan senyumnya, dirinya seperti tak tahan melihat kepolosan Adinda, ingin sekali menertawakan gadis pujaan nya itu.


" ah... sudah diam aku mau mencicipi masakannya " ucap Adinda yang berusaha mengalihkan kebingungan nya.


Dengan dirinya yang mulai mengambil sedikit hasil masakan nya di atas wajan dengan sendok, kemudian mulai mencicipi nya sedikit demi sedikit


sedangkan sekretaris Revan memang benar benar langsung terdiam memberikan Adinda sedikit jeda untuk mencicipi hasil karya nya.


" emm......" ketika ujung sendok yang berisi bumbu bumbu itu telah menyatu dengan lidah nya.


" sudah pas apa kurang asin ya " ucap nya setelah bumbu bumbu itu menembus tenggorokan nya.


" sayang berikan padaku aku juga ingin mencicipi nya " ucap sekertaris Revan.


Kemudian Adinda pun memberikan sendok bekas dirinya yang masih tersisa banyak bumbu di sendok itu di sana.


" bagaimana rasanya "


" rasanya sudah pas "


" benarkah "


" hem.. serius memang rasanya sudah pas Dinda "


" sayang " panggil sekertaris tampan tersebut.


" iya "


" kau tau, kau tadi sama saja mencium bibirku duluan "


" bagaimana bisa kak,aku saja malu untuk mencium mu duluan " ucap Adinda yang merasa ucapan sedikit keceplosan


" hehehe....tadi sendok itu kan bekas bibirmu Dinda, kemudian kau berikan padaku, itu sama saja bukan " jawab sekertaris Revan


Dengan dirinya yang tau bahwa Adinda saat ini tengah merasa malu atas ucapan nya yang sedikit keceplosan tadi.


" tidak tidak tidak..... itu tidak sama kak " sahut Dinda tak terima.


" ya sudah terserah kau saja, tapi menurutku itu adalah ciuman mu hehehe.... ya sudah aku menunggu di meja makan " ucap pria tampan itu yang masih kekeh, kemudian melenggang pergi menuju meja makan dengan santainya.


Dia memang mau menang nya sendiri, bagaimana bisa aku mencium nya duluan karena hal sepele itu, tapi kalau di pikir pikir sih benar juga katanya akkkh.... tau ah gumam nya.


Kemudian Adinda bergegas menuju meja makan setelah semua hasil masakan nya sudah selesai.


" masakan sudah selesai, mari kita coba " ucap nya begitu sangat ceria, karena sedari tadi Dinda sudah merasa sangat lapar "


" Dinda seperti nya kau ceria sekali, apa jangan jangan gara gara ciuman tadi di dapur itu ya hah " goda sekertaris tampan tersebut dengan kedua alisnya di buat naik turun naik turun sambil menatap Adinda.


" kak kau tidak ada kerjaan ya, sudah makan sana " ucap Adinda yang kemudian langsung mengisi penuh piringnya.


Begitu juga sekertaris Revan kini sudah berhenti menggoda Adinda dan keduanya pun mulai menikmati makan malam bersama di meja makan.

__ADS_1


sesaat kemudian.


Keduanya telah selesai dengan acara makan malamnya,Adinda segera mencuci peralatan makan nya yang kotor di dapur sedangkan sekertaris Revan kini tengah menuju sofa sambil meminum susu buatan Adinda tadi yang di taruh nya di atas meja.


__ADS_2