
" emm... begitu, alhamdulillah ya ayah " jawab Bima sambil sesekali kedua matanya berkeliling melihat keadaan rumah orang tua dari istrinya tersebut.
" iya nak "
" sayang ayo segera cari gula kapasnya aku sudah sangat menginginkannya saat ini " ucap Zahra kepada sang suami.
" ya baiklah sayang, ayo kita segera mencarinya" sahut Bima sambil sesekali melirik ke arah sang istri sambil tersenyum bahagia.
" baiklah ayah ibu, saya dan Zahra pamit dulu "
ucap Bima kepada kedua mertuanya tersebut kemudian menyalami tangan keduanya untuk segera pulang dari rumah orang tua istrinya.
" iya ayah ibu Zahra balik ya, kapan kapan Zahra kesini lagi ya "
" ya nak, yasudah hati hati ya, jaga kandungan kamu calon cucu ibu dan ayah ini " ucap bu Fatma sambil tersenyum.
" hehehe... iya pasti bu, ayah, ya sudah Zahra balik ya yah, ibu " pamit Zahra.
" asalamualaikum " ucap kedua pasang suami istri tersebut yang tak lain adalah Zahra dan Bima.
" Walaikumsalam " jawab kedua orang tua Zahra bersamaan.
kemudian kedua pasang suami istri itu pun bergegas pergi dari rumah pak Anwar yang tak lain adalah ayah Zahra.
Dan saat ini keduanya telah memasuki mobil sport hitam milik Bima setelah tadi melewati gang yang sedikit becek.
" sayang apa kau sudah lega bertemu dengan ibu dan ayahmu, hem " tanya Bima pelan.
" sedikit sih, sayang maaf sebenarnya aku masih sangat merindukan mereka, tadi terlalu sebentar " jawab Zahra sesekali melirik ke arah Bima dan juga sesekali menundukkan kepalanya takut sang suami marah karena perkataan nya.
" baiklah besok besok kita ke sana lagi sayang " ucap Bima yang membuat Zahra langsung tersenyum.
" sayang benarkah, apa kau tidak bohong " jawab Zahra yang kembali dengan senyuman bahagianya itu.
" untuk apa aku bohong hem, asal itu membuatmu senang aku akan menurutinya Zahra " jelas Bima kepada sang istri sambil mengelus pucuk kepala istrinya dari samping.
" Terima kasih suamiku, aku mencintaimu " ucap Zahra sambil memandang wajah suaminya.
" Zahra, Zahra, aku juga mencintaimu sayang, selamanya " jawab Bima dengan senyuman merekah.
" sayang kita cari di mana gula kapasnya " tanya Zahra kemudian.
" seperti nya di dekat pinggiran mall ada sayang, emm... bagaimana kalau kita sekalian membeli peralatan bayi sayang " ucap Bima.
" sayang kan kita masih belum tau laki laki atau perempuan " jawab Zahra.
" ya tidak apa apa, kita beli saja semuanya " ucap Bima.
" sayang itu namanya berlebihan " jawab Zahra
__ADS_1
" ah kau tidak seru, selalu seperti itu " sahut Bima sedikit cemberut.
" jangan cemberut seperti itu, nanti ketampanan mu hilang " rayu gadis yang sebentar lagi menjadi seorang ibu itu.
" lalu kita hanya membeli gula kapas saja, terus pulang, itu namanya bukan jalan jalan sayang " jelas Bima masih dengan raut wajah cemberut.
" emm... bagaimana kalau kita membeli sesuatu yang couplean saja sayang, pasti lucu" ucap Zahra
" asal jangan yang aneh aneh ya " jawab Bima
" iya sayang " jawab Zahra tersenyum.
dan beberapa saat kemudian mobil sport hitam yang dikendarai sepasang suami istri itu akhirnya sampai di area mall.
perlahan pasangan suami istri itu keluar dari dalam mobil mewahnya tersebut.
dan keduanya saling tersenyum.
" ayo sayang " ucap Bima kemudian segera menggandeng tangan istrinya itu.
" sayang kita beli gula kapasnya kapan, aku sangat menginginkan nya sekarang "
" astaga sayang, maaf anak papa, papa hampir lupa membelikan gula kapas keinginanmu sayang, ya sudah ayo sayang " ucap Bima yang baru saja lupa yang main nyelonong saja memasuki mall terbesar miliknya itu, sambil dirinya saat ini yang tengah mengelus perut yang masih rata milik istrinya tersebut.
Zahra tersenyum mendengar perkataan suaminya itu.
sesampainya di pinggiran jalan di dekat mall tepat nya di abang penjual gula kapas tersebut.
" mas gula kapas " ucap Bima kepada abang penjual gula kapas tersebut.
" berapa biji mas " tanya abang penjual gula kapas itu.
" semuanya " ucap bima santai.
" sayang itu terlalu banyak, dua saja ya " sahut Zahra yang memang dirinya tidak suka berlebihan, toh akhirnya tidak akan ia habiskan semua jika gula kapas yang saat ini begitu banyaknya di depan abang penjualnya tersebut.
" sayang nanti kau akan kurang " ucap Bima
" tidak sayang dua saja " jawab Zahra bersih kuku.
" baiklah mas dua saja, dan ini uangnya " jelas Bima kepada abang penjulnya.
" maaf mas istrinya lagi ngidam ya " tanya abang penjualnya sambil memasukkan uang lembaran berwarna merah itu kedalam tasnya.
" iya mas, lagi ngidam " jawab Bima sedikit tersenyum.
" Oh iya ini kembaliannya mas " ucap abang penjual gula kapas.
" tidak usah ambil saja " jawab Bima santai
__ADS_1
" beneran mas, Terima kasih banyak ya mas " sahut abang abang tersebut.
" iya sama sama " jawab Bima kemudian sedikit tersenyum.
kemudian kedua pasang suami istri itu akhirnya bergegas pergi dari abang penjual gula kapas tersebut.
sedangkan Zahra sesekali tersenyum
ternyata suami ku sudah tak seperti dulu, dia sekarang sering tersenyum dan juga sedikit mau bicara.
seluruh saja jawab iya, hem, oh dan sekarang sikapnya telah menghangat kepada siapapun, walaupun terkadang sedikit kumat sih gumam Zahra dalam hati.
berbeda dengan Bima yang sedari tadi melirik ke arah istrinya itu.
" sayang kenapa kau senyum senyum sendiri " tanya Bima
" ah tidak ada " jawab Zahra sedikit kaget karena tiba tiba suami nya itu mengajaknya berbicara.
" aku tidak suka, kau menyembunyikan sesuatu dariku " ucap Bima.
" siapa yang menyembunyikan sesuatu sayang" jawab Zahra santai.
" kalau begitu cepat katakan, Zahra "
" ya..ya...baiklah, aku tersenyum karena sekarang aku melihat suami ku yang begitu berbeda dengan yang dulu " ucap Zahra.
" memangnya kenapa heh " tanya Bima sedikit penasaran.
" dulu kau begitu dingin dan angkuh, bahkan bicara dengan orang sekeliling mu saja jarang, tetapi sekarang berbeda kau lebih hangat dan tidak terlalu tertutup dengan siapa pun, dan aku menyukai suamiku yang sekarang " jelas Zahra sambil tersenyum, membuat Bima menghentikan langkahnya sejenak.
" benarkah " ucap Bima
" ya " jawab Zahra santai tetapi tak menghilangkan senyuman manisnya di bibir mungilnya tersebut.
" dan itu semua karena dirimu sayang, karena berkat dirimu lah aku sekarang menjadi sosok pria yang seperti ini " sahut Bima serius.
Zahra tersenyum mendengarnya.
dan keduanya terdiam sejenak dan saling pandang.
tiba tiba...
" sayang bukakan plastik gula kapasnya aku ingin sekali mencicipi nya " ucap Zahra tiba tiba yang membuat suaminya yang sedari tadi fokus menatap wajah cantiknya itu sedikit kaget.
" ah.. iya sini sini, aku akan membukakan plastiknya sayang " jawab Bima sedikit gelagapan.
Dan setelah membukakan plastik gula kapas milik istrinya itu, kemudian keduanya melanjutkan langkahnya memasuki mall terbesar miliknya sendiri.
Dan seperti biasa para karyawan sedikit membungkukkan tubuhnya ketika melihat sang pemilik mall tersebut memasukinya.
__ADS_1