Jodohku Seorang CEO Dingin

Jodohku Seorang CEO Dingin
episode 30


__ADS_3

kemudian Bima mengikuti langkah istrinya ke kamar mandi dan menunggunya di balik pintu, karena pikiran Bima saat ini sangat khawatir pada istrinya yang menggemaskan itu.


apa aku cari tau saja apa yang dikatakan Zahra dan mama tadi ya aku harus mencari tau nya sekarang gumam Bima dalam hatinya di balik pintu kamar mandi.


" sayang apakah masih lama kau di dalam sana " tanya Bima sambil mengetuk pintu dari luar.


" iya sayang aku masih lama sebaiknya kau jangan menungguku "


" sayang apa datang bulan sesakit itu "


" tidak suamiku itu adalah hal yang sudah biasa bagi wanita,sebaiknya kau diam lah sebentar "


" apa kau menyuruhku diam, sementara aku diluar sini sangat khawatir dengan keadaanmu Zahra " ucap Bima sedikit emosi "


sementara Zahra di dalam sana sedang tepok jidat karena merasa suaminya begitu sangat berlebihan sekali.


kenapa jadi serba salah seperti ini sih, kenapa kau begitu susahnya sih untuk masalah wanita seperti ini saja gumam Zahra dalam hatinya


Zahra terus saja merutuki kebodohan suaminya itu di dalam kamar mandi.


sedangkan Bima yang merasa sedikit kesal di luar pintu kamar mandi itu kini keluar menuju ruang kerjanya, dan Bima memang benar - benar ingin mencari taunya sendiri karena menurut istrinya sakit yang ia rasakan saat ini itu memang hal yang wajar jika tamu bulanannya datang bahkan rata - rata semua wanita seperti itu.


sekarang aku akan mencari taunya sendiri,


Bima pun memulai pencariannya dan tak beberapa lama pencariannya pun mendapatkan hasil dan Bima pun mulai membacanya dan meresapinya karena begitu penasarannya.


APA sampai seperti ini sakit yang dia rasakan, tapi dia hanya bilang itu hal yang biasa,bahkan rasa sakit yang di alami wanita datang bulan itu bisa membuat seseorang pingsan karena saking sakitnya,tidak. . .tidak ini tidak bisa di biarkan,


Zahra aku tau itu sangat sakit sayang, kenapa kau menyembunyikannya dariku bahkan datang bulan seorang wanita saja bisa sampai tujuh hari kau mengeluarkan darah.


Selama itu pula kau merasakan sakit, Bima terus saja bermonolog sendiri di ruang kerjanya sambil mengerutkan keningnya dan juga tangan yang menopang dagunya sambil memikirkan sakit istrinya yang sedang datang bulan ituπŸ˜‚πŸ˜‚.


sekarang sebaiknya aku kembali ke kamar saja menemaninya, ucap Bima berniat keluar dari ruang kerjanya itu melangkahkan kakinya menuju kamarnya setelah sampai dia membuka handel pintu kemudian masuk kedalam sana dan tak mendapati istrinya yang keluar dari kamar mandi.


Bima pun mengetuk lagi pintu kamar mandinya untuk yang kedua kalinya.


tok


tok


tok


" sayang kenapa kau belum selesai " ucap Bima di balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


" iya sebentar suamiku aku sedang mandi " sahut zahra dari dalam sana.


" ya sudah kalau begitu " Bima merasa lega ternyata istrinya didalam sana tidak terjadi apa - apa.


kemudian Bima beralih ke kasur king size nya itu, dia masih ingat di dalam paper bag itu masih ada sesuatu yang belum dia lihat dan ada sebuah surat kecil di dalamnya tetapi surat itu di tujukan kepada dirinya.


kemudian bima membuka paper bag itu untuk yang kedua kalinya dan mengambil sebuah dalaman wanita dan sebuah lingerie warna merah, sedangkan Bima tersenyum saat memegang kain tembus pandang itu kemudian Bima mengambil sebuah surat kecil di dalamnya dan tertulis nama untuk dirinya


surat apa ini, setelah itu Bima yang penasaran kini dia membuka surat yang di ikat dengan pita warna merah itu dan mulai membacanya.


* sayang istri kamu mengalami datang bulan kemungkinan sampai tujuh hari dan hari berikutnya adalah masa subur seorang wanita untuk hamil, jangan lupa buatkan mama cucu segera ya,


itu mama hadiah kan lingerie merah buat Zahra *


begitulah isi surat mama Alisya kira - kira.


Bima yang membaca surat dari mama Alisya pun ikut tersenyum.


kau memang memang paling mengerti Ma, ucap Bima sambil mengembangkan senyumnya.


tak beberapa lama kemudian zahra telah selesai membersihkan dirinya kemudian zahra langsung mengganti pakaiannya di sana yang ia bawah tadi sebelum memasuki kamar mandi karena takut kejadian kemarin - kemarin terulang lagi.


kini zahra telah keluar dari kamar mandinya,


" kau sudah selesai mandi sayang " ucap Bima sambil tersenyum


" iya sayang segar sekali rasanya " zahra membalas senyuman suaminya karena suaminya zahra sudah tak lagi cerewet seperti tadi.


ternyata dia telah kembali normal alhamdulillah ucap gumam zahra dalam hati.


zahra melangkahkan kakinya menuju kasur king size itu dan ingin segera beristirahat karena perutnya masih merasa sakit.


" sayang apa perutmu sudah mendingan " ucap Bima sambil memandang kedua mata Zahra kemudian mengelus perut rata istrinya itu.


" iii. . .iiya sayang sudah mendingan,sayang jangan seperti itu aku malu padamu " ucap Zahra sambil menyingkirkan tangan Bima dari perutnya sedikit demi sedikit.


iya kan dia mulai lagi kenapa selalu seperti ini sih gumam Zahra.


" sayang kenapa kau harus malu hah,hey lihat mataku Zahra aku ini suamimu " ucap Bima sambil memegang kedua pipi Zahra dan memandang kedua matanya.


" iii. . . iya sayang aku tahu kau suamiku tapi aku belum sepenuhnya terbiasa denganmu "


" jadi biasakan lah mulai sekarang " ucap Bima sedikit kesal kepada Zahra kemudian Bima merebahkan dirinya sambil memejamkan mata dan membelakangi Zahra.

__ADS_1


" sayang kau kenapa, kau marah padaku " ucap Zahra sambil menoel noel pundak bima


kenapa jadi dia yang kesal sih, seharusnya kan aku gumam Zahra lagi .


Zahra mengulang untuk mencoba membujuk Bima yang kedua kalinya.


" suamiku jangan seperti itu " ucap Zahra lagi pada suaminya tapi tetap saja tidak mendapat sahutan akhirnya


akhirnya Zahra yang tidak merasa mendapat sahutan dari bima, Zahra pun kini juga ikut merebahkan dirinya di kasus king size itu.


tak beberapa lama mereka saling diam dan zahra mulai merasakan nyeri lagi di perutnya yang tak kunjung sembuh.


aww. . . kenapa sakit sekali, biasanya tidak seperti ini ucap Zahra dengan suara yang sangat pelan. Zahra merasa sakit yang ia alami tidak seperti biasanya, zahra menggulingkan - gulingkan badannya ke kanan dan ke kiri.


Bima yang sedari tadi diam kini menoleh kepada zahra yang ada sampingnya. Bima melihat zahra memegangi perutnya dan terlihat begitu pucat tapi tetap memejamkan matanya.


Bima yang melihat istrinya seperti itu langsung mendekati tubuh zahra yang begitu dingin serta keringat yang mengalir di keningnya.


" sayang kau kenapa, kenapa badanmu sangat dingin '' ucap Bima yang mulai mendekap tubuh zahra


" sayang bangun apa perutmu sakit lagi hem " ucap Bima sambil mendekap tubuh istrinya begitu erat.


Zahra menganggukkan kepalanya pelan tapi tetap memejamkan matanya,dan badannya pun begitu sangat lemas menahan sakit perutnya sedari tadi.


" sebentar aku akan mengambilkan mu minyak kayu putih supaya tubuhmu hangat " ucap Bima kemudian merebahkan tubuh Zahra di kasur kemudian Bima mengambil kotak p3k nya dan mengambil sesuatu yang ia perlukan di sana.


setelah mendapatkan yang dia cari Bima langsung menaiki kasurnya itu kemudian menaruh Zahra di dekapannya lagi, dan mengoleskan minyak kayi putih itu di perut Zahra dan seluruh badan Zahra supaya terasa hangat.


Bima mulai membuka sedikit baju zahra di bagian perutnya,


" sayang apa yang kau lakukan " ucap zahra dengan suara yang hampir tidak terdengar.


" sayang diam lah aku akan mengoleskan ini di perutmu dan seluruh tubuhmu agar kau terasa hangat " ucap Bima sambil memandang zahra dengan rasa kasihan dan kasih sayang.


zahra pun tidak menolaknya karena rasa sakitnya sudah serasa mau pingsan sekarang, sedangkan Bima yang tidak dapat penolakan dari zahra langsung tersenyum.


Bima pun mulai membuka baju di bagian perut zahra lagi dan terpampang jelas perut rata dan putih mulusnya itu,


Bima yang melihatnya pun sedikit tak berkedip dan menelan ludahnya, melihat bagian tubuh istrinya yang begitu putih mulus itu,


dan Bima mulai mengolesi perut zahra dengan minyak kayu putih kemudian berpindah di bagian kaki jenjang zahra dan lagi - lagi Bima menelan ludahnya melihat bagian tubuh istrinya yang begitu indah,


dan setelah selesai Bima merebahkan tubuh zahra kemudian menyelimuti tubuh zahra dengan selimut tebal.

__ADS_1


cepat sembuh sayang, Bima mencium kening Zahra yang terlelap kemudian Bima pun ikut tertidur di samping Zahra dan memeluknya dari samping mereka pun terlelap bersama.


__ADS_2